Zara Untuk Pramudya

Zara Untuk Pramudya
Pesta Bank Arta Jaya


__ADS_3

Kopi Kenangan


"Apa pak? Ganti ponsel? Tapi ponsel saya baik-baik saja..." Zara merasa tidak perlu memakai ponsel baru karena selama ponselnya masih bisa dipakai untuk telepon, kirim pesan, nonton reel Instagram dan memeriksa e banking, sudah cukup.


"Iya, ganti. Bukan apa-apa... Maaf jika menyinggung perasaan kamu tapi para tamu akan sedikit Julid jika kamu masih memakai ponsel begitu. Dikira aku tidak perhatian sama kamu..." jawab Pramudya sedikit kikuk. "Maaf Zara..."


Zara tertegun. "Maaf pak Pram... Apa bapak punya ponsel bekas? Punya bapak yang tidak terpakai karena pasti masih bagus meski bukan seri terbaru kan?"


Giliran Pramudya yang melongo. Maksud aku, kamu aku belikan ponsel baru, bukan pakai ponsel lamaku... "Tapi Zara..."


"Saya pakai ponsel punya bapak saja. Kan tidak terpakai, sayang kalau dianggurkan ... Toh hanya semalam saja kan dipakainya biar tidak bikin malu bapak" jawab Zara kalem.


Pramudya tersenyum. "Iya memang hanya semalam... Ya sudah. Besok saya bawakan ponsel saya yang lama biar kamu pakai."


Zara mengangguk. Daripada ditanya aku dapat ponsel baru dari mana sama nenek, bisa ribet urusannya.


Pramudya dan Zara menghabiskan minuman serta rotinya sambil mengobrol tentang karya klasik para komposer. Pramudya baru tahu jika pengetahuan Zara tentang teknik bermain piano sangat lah luas. Benar-benar definisi kalung mutiara berliontin berlian gadis ini.


Setengah jam kemudian mereka selesai dan Zara menolak diantarkan pulang, memilih menggunakan ojek online. Pramudya menunggu sampai driver ojolnya datang dan Zara naik ke motor itu. Zara pun berpamitan lalu pulang menuju rumahnya sedangkan Pramudya menjalankan mobilnya menuju rumah Andrea untuk meminta membantu persiapan Zara.


***


Kediaman Keluarga Hadiyanto


Oma Angela melihat Pramudya baru saja pulang, langsung menyambut cucunya dengan senyum manis. "Pram, ganti baju sana. Oma sudah siapkan lasagna buat kamu. Tadi Alina dan Juliet datang kemari sambil membawakan lasagna buatan mereka. Rupanya Alina diajak Juliet acara cooking lesson di toko roti Maliqa..."


"Oke Oma. Pram mandi dulu" senyum Pramudya. Alina ada calon ipar nya sedangkan Juliet adalah adik Valentino Reeves yang memegang toko roti warisan Oma buyut nya, Rain Reeves.


Angela kembali merajut Stola untuk seserahan Alina. Oma cantik itu sangat suka dengan calon istri Dewa yang santun selain juga cantik.


"Mana lasagna buatan Jules dan Alina ?" tanya Pram yang sudah segar dengan balutan kaos rumah dan celana pendek.


"Tuh di meja makan. Bawa saja kemari, kamu makan di ruang tengah sama Oma sambil ngobrol" jawab Angela.


Pramudya mengambil piring berisikan lasagna dan segelas air putih dingin lalu duduk di sofa sambil menemani Angela. Keduanya sedang menonton televisi yang memberitakan hotel terbaru dari AJ - Bianchi Corp membuka cabang terbarunya di Hokkaido.


"Jadi besok acara Bank, Zara datang kan Pram?" tanya Angela.

__ADS_1


"Datanglah Oma. Aku sudah bilang kok. Aku nanti jemput dia" jawab Pramudya sambil menyuap potongan lasagna ke dalam mulutnya. "Eh enak lho. Siapa yang buat? Alina atau Jules?"


"Entah. Seperti nya berdua. Jangan lupa, Zara main piano ya. Oma sudah bilang sama Bagas harus ada acara Alina disana."


Pramudya hanya mengangguk. Duh !


***


Hari H


Pramudya tersenyum saat melihat Zara keluar dari ruang tengah menuju ruang tamu di rumah Andrea. Gadis itu mengenakan gaun model Lace yang cantik dengan dandanan flawless membuat Zara lebih terlihat alami cantiknya. Sekali lagi jantung Pramudya berdesir saat Zara menghampiri nya sambil tersenyum.



Zara Aulia


"Sudah siap mas" ucap Zara kembali memainkan perannya.


"Eh ... Iya. Oh ini ponsel kamu. Pakai nomor aku yang tidak pernah aku pakai juga. Bawa saja." Pramudya menyerahkan ponsel iPhone bewarna biru itu ke Zara.


"Saya pegang saja ya mas. Soalnya tas pesta aku sudah penuh ponselku" senyum Zara.


"Have fun !" balas Andrea sambil mengantarkan keduanya ke pagar.


***


Hotel Ritz-Carlton Jakarta


Pramudya berjalan bersama dengan Zara yang memeluk lengannya dengan sikap percaya diri. Di belakang mereka, Genta dengan setia mengawal keduanya. Mereka masuk ke dalam ballroom yang sudah ada banyak tamu undangan rekan bisnis, nasabah prioritas dan semua tamu VIP termasuk menteri keuangan.


Pramudya menyapa para kolega bisnis nya termasuk keluarga nya yang hadir. Pria itu memperkenalkan ke Bagas dan Safira Hadiyanto lalu ke keluarga Reeves dan Baskara. Pramudya akhirnya mengajak Zara bertemu dengan Omanya, Angela.


"Oh ini yang bermain piano? Ya ampun Zara, kamu cantik sekali. Kenapa Pram menyembunyikan kamu sih?" sapa Oma Angela setelah Zara mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


"Sengaja aku sembunyikan, Oma..." jawab Pramudya cuek. Oma Angela mengeplak bahu cucunya gemas. Mereka menoleh saat melihat Hamid dan putrinya Tamara datang ke ballroom dengan gaya pongahnya.


Pramudya secara reflex melindungi Zara dan Oma Angela dari tatapan tajam Tamara yang datang menghampiri mereka bertiga.

__ADS_1



Yang jengah dengan gaya Tamara


"Mas Praaammm... Apa kabar?" sapa Tamara seolah melupakan kejadian kemarin di ruang kerja Pramudya. Pram mengelak saat gadis itu hendak mencium pipinya.


"Apa kabar Tamara?" sapa Oma Angela dengan gaya anggunnya dan Pramudya salut dengan cara mengontrol emosi omanya.


"Baik Oma Angela. Apa kabar?" sapa Tamara sambil mencium pipi Angela. "Oma, aku pinjam mas Pram ya?"


"Kamu minta ijin dulu sama Zara. Kan Pram datang bersama Zara" jawab Oma Angela.


"Aku pinjam mas Pram ya" ucap Tamara sambil menarik tangan Pramudya namun tangan Zara mencekal tangan Tamara.


"Mas Pram, tidak boleh kamu pinjam. Bukankah mas Pram tidak mau sama kamu?" ucap Zara dingin bersikap seolah Pramudya adalah miliknya membuat Pramudya tidak bisa menebak apakah ini hanya akting atau ...


"Kamu itu tidak pantas untuk Pramudya! Gadis antah berantah saja berlagak !" ucap Tamara galak berusaha menarik tangan Pramudya tapi pria itu menarik tangannya dan tinggal tangan Tamara yang dicekal oleh Zara.


"Biarpun aku gadis antah berantah dan kamu sudah minta ijin pinjam mas Pram, kalau aku tidak aku ijinkan, harusnya kamu paham" jawab Zara kalem namun matanya menatap dingin ke Tamara.


"Cewek miskin saja berlagak...!"


"Mungkin aku tidak sekaya kamu, tapi setidaknya aku tahu adab..." ucap Zara.


Tamara tampak geram dan langsung memukul kepala Zara dengan tas pestanya yang terbuat dari lapisan Swarovski dengan ornamen tajam. Gadis itu mengaduh dan darah segar pun keluar dari pelipis Zara.


"Zara !" Pramudya melihat gadis itu sempoyongan sambil memegang kepalanya yang berdarah. "Kamuuuu!" Pramudya menatap Tamara dengan penuh amarah sambil memeluk tubuh Zara. Pria itu tidak bisa mengontrol emosi nya dan menampar Tamara di depan banyak orang.


Setelahnya Pramudya menggendong tubuh Zara dengan diikuti Genta keluar dari ballroom. Dewa dan Alina pun mengikuti sepupunya itu. Bagas dan Safira yang melihat kejadian itu lalu menghampiri Tamara yang masih shock karena ditampar Pramudya.


"Bagus ya kelakuan kamu ! Bikin onar di acara orang!" bentak Oma Angela penuh amarah. "Saya akan tuntut kamu atas nama Zara !"


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2