Zara Untuk Pramudya

Zara Untuk Pramudya
Happy Ending ( END )


__ADS_3

Kediaman Keluarga Hadiyanto


Pramudya dan Zara akhirnya menghabiskan dua hari lagi di Yogyakarta sebelum kembali ke Jakarta. Sesampainya di rumah, Oma Angela langsung memeluk erat calon cucu menantunya dan setelahnya wanita paruh baya itu memarahi Zara tanpa ampun membuat gadis itu makin merasa bersalah.


"Maafkan aku, Oma..." jawab Zara sambil menunduk.


"Lain kali tho Nduk, bicarakan semuanya pada Oma kalau kamu tidak berani bilang sama Pram. Sudah, yang penting kamu perginya juga nggak jauh-jauh dan bisa bawa oleh-oleh banyak !" Sekali lagi Oma Angela memeluk Zara yang dibalas sama eratnya membuat Pramudya tersenyum melihat keduanya.


"Berpelukan ala Teletubbies !" seru Pramudya sambil ikut memeluk kedua wanita kesayangannya.


"Astaghfirullah..." kekeh Genta yang merasa senang melihat semuanya berakhir bahagia. Nik Romlah dan para pelayan di rumah Pramudya itu pun ikut senang karena nona rumah mereka yang dikenal baik dan ramah itu, kembali dengan selamat.


***


Hari Pernikahan


Pramudya hanya bisa menghela nafas panjang melihat kehadiran para keluarga besar Dewananda Hadiyanto ke rumah miliknya. Memang Oma Angela mengundang secara khusus ke keluarga Reeves, Giandra, Lexington, Yung dan Baskara yang berada di Jakarta.


Pramudya tersenyum lelah melihat kerusuhan antara Dewa, Valentino dan Arkananta saat menghampiri dirinya.


"Akhirnya gue dilangkahi dah sama bocah satu ini" ucap Dewa sambil memeluk Pramudya.


"Tenang, tidak ada Tanjidor maupun barongsai meskipun kepikiran" timpal Valentino bergantian memeluk Pramudya.


"Barongsai keren lho... Apalagi kalau..."


"Stop, Ka ! Sudah, jangan macam Dewa lamaran. yang jadi pesta rakyat. Aku maunya tenang dan tidak rusuh !" kekeh Pramudya sambil memeluk Arkananta. ( Baca My Kindergarten Teacher ).


"Hahahaha, bukankah itu sangat bagus ?" gelak Valentino. "Salah siapa mau diam-diam Bae !"


"So, kamu sudah siap?" tanya Dewa.


"Insyaallah." Wajah Pramudya tampak bahagia. Berbalut jas bewarna putih gading, Pramudya sangat tampan hari ini. "Ngomong-ngomong, kalian kok bisa kompak datang ke acara nikahan aku?"


"Jadi begini Pram..." Arkananta merangkul bahu sepupu iparnya. "Harusnya kita-kita itu ke New York buat datang ke acara nikahannya Nadya dan Omar. Sayangnya, mereka juga maunya keluarga New York saja yang datang. Kami gabut lah... Jadi pas kamu nikah sehari sebelum Nadya, ada penghibur agar jiwa rusuh kami tersalurkan..."


Pramudya menatap horor ke Arkananta. "Please deh, jangan bikin rusuh kalian..."


Arkananta nyengir. "Insyaallah... tapi nggak janji ..."


***


Ucapan kata 'SAH' terdengar usai Pramudya mengucapkan ijab qobul. Karena Zara sudah tidak memiliki siapa-siapa, wali hakim lah yang bertindak sebagai wali nikahnya. Pramudya tampak senang karena tidak terjadi hal-hal yang diharapkan trio rusuh Jakarta, Arkananta - Valentino dan Dewa. Bisa menjadi bulan-bulanan kena ejek.


Semua orang mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin baru termasuk Ibu Hesti dan putrinya Martina yang sudah bisa berjalan dengan baik dan Andrea, wanita yang membantu Zara selama menjadi gadis kontrak Pramudya.


"Sekarang kontrak sah seumur hidup ya Pram..." senyum Andrea sambil memeluk Pramudya hangat seperti seorang kakak perempuan.


"Alhamdulillah... Memang jodoh itu penuh misteri" senyum Pramudya. "Aku sangat berterimakasih padamu, Andrea."


"Aku hanya bisa membantu apa yang aku bisa..." balas Andrea yang kemudian berpindah memeluk Zara erat.


"Terima kasih Bu Andrea. Saya berhutang banyak pada ibu..." senyum Zara.


"No Zara, kamu tidak berhutang banyak ... Aku seperti mendapatkan adik perempuan lho" senyum Andrea.


Pramudya dan Zara pun menemui banyak tamu undangan yang sebagian besar adalah orang-orang terdekat mereka. Bahkan Pramudya mengundang Juned, teman yang sempat membuatnya menjauh.


"Congratulations, bro..." ucap Juned tulus sambil memeluk Pramudya.


"Thanks Jun. Hidup bersih ya..." senyum Pramudya.


"Absolutely bro." Juned lalu bersalaman dengan Zara. "Jaga Pramudya. He's the perfect one for you."

__ADS_1


"Always" jawab Zara.


"Pram ! Main piano dong !" panggil Dewa via mic. "Kasih persembahan lah buat istrimu."


Pramudya menoleh ke arah Zara yang mengangguk. "Main lah mas. Pengen tahu mau kasih aku lagu apa..." senyum Zara manis.


"Okelah. Siapa takut." Pramudya pun menuju grand piano miliknya yang sengaja dikeluarkan untuk menghibur tamu. Kini dirinya duduk di depan piano kesayangannya dan bersiap.


"Lagu ini aku persembahkan khusus untuk istriku yang cantik dan perfect di mataku... " Tak lama mengalunlah intro Beautiful in White dari Shane Filan.


"What we have is timeless


My love is endless


And with this ring I


Say to the world


You're my every reason


You're all that I believe in


With all my heart I mean every word


So as long as I live I love you


Will haven and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Zara menatap Pramudya dengan penuh cinta dan hatinya langsung meleleh mendengar lagu cinta paling terkenal dikumandangkan di pernikahan. Tapi kalau yang menyanyikan dan bermain piano adalah suami sendiri, itu sangat-sangat romantis.


Sedikit kesulitan Zara pun menghampiri Pramudya usai menyanyikan lagu itu dan mencium bibir suaminya, mengacuhkan suara riuh di sekelilingnya. Mereka ikut larut melihat pasangan romantis itu.


***


Pasangan Pramudya dan Zara tinggal bersama dengan Oma Angela setelah menikah karena bagi Zara, sebagai tanda baktinya ke wanita yang sudah seperti neneknya sendiri. Pramudya dan Zara menikmati kehidupan berumahtangga dengan bahagia. Zara juga bersyukur karena baik Pramudya dan Oma Angela serta anggota keluarga lain, tidak ada yang memintanya segera memiliki anak.


Mereka semua tahu kondisi Zara dan mereka paham akan hal itu. Bagi mereka, yang penting Pramudya dan Zara berbahagia, selalu mesra kapan saja. Pramudya pun memenuhi janjinya dengan selalu mengajak Zara berjalan - jalan entah ke mall, tempat wisata atau hanya berkuliner setiap weekend meskipun terkadang Zara lebih memilih di rumah menikmati hari bersama suaminya.


Zara semakin senang berada di dapur untuk belajar membuat berbagai kue dan camilan sampai Pramudya memberikan kesempatan kepada istrinya untuk kursus memasak yang disambut antusias oleh Zara.


Memiliki kesibukan yang baru dan menyenangkan, membuat Pramudya dan Oma Angela menjadi korban percobaan masakannya hingga Pramudya memprotes ke Zara.


"Sayang, kamu mau membuat six pack aku hilang? Lihat, kita sudah lima bulan menikah, mulai bahaya ini bentuk six pack aku..." Gerutu Pramudya sebelum mereka tidur.


"Apa masakan aku tidak enak mas?" Zara cekikikan melihat suaminya tampak memperhatikan bentuk tubuhnya di kaca besar di kamarnya.


"Enak banget ! Tapi nanti aku jadi pria bebelac atau malah pria Prenagen... Aku takut kehilanganmu, Zara, karena aku sudah tidak keren lagi..." sungut Pramudya sambil manyun.


Zara tertawa terbahak-bahak. "Astaghfirullah mas ! Berarti olah raga nya harus lebih rajin lagi. Jangan salahkan aku... Kan aku senang memasak untuk mu dan Oma. Artinya, kursusnya menghasilkan sesuatu yang positif."


Pramudya menghampiri Zara diatas tempat tidur. "Kalau begitu, sekarang kita berolah raga yuk ! Olah raga yang nikmat !" goda Pramudya sambil mekungkung tubuh istrinya.


"Ayo, aku juga merasa agak gemukan sekarang. Jadi tho mas, kamu ada temannya melebar..." kekeh Zara.


"Kamu kok nakal!" senyum Pramudya sambil mencium bibir Zara.

__ADS_1


***


Tujuh Bulan Kemudian


Hari ini Zara tampak bahagia karena resmi setahun menikah dan selama itu, Pramudya menjadi suami idaman. Karena hari ini hari Minggu, dan mereka tidak ada acara jalan-jalan, Zara lebih suka berkutat di dapur dengan pelayan memasak banyak makanan enak untuk anniversary nya.


Pramudya dan Oma Angela yang bersiap untuk sarapan, tampak bingung dengan banyaknya makanan diatas meja.


"Apa ini Zara?" tanya Oma Angela.


"Merayakan first anniversary dengan mas Pramudya" jawab Zara kalem.


"Tapi ini banyak banget ..." gumam Pramudya.


"Lha kan di rumah ini orangnya banyak" balas Zara santai.


"Kamu sudah membelikan kado belum buat Zara ?" tanya Oma Angela.


"Sudah tapi masih di kamar."


"Aku dulu yang kasih kado !" seru Zara. Gadis itu mengeluarkan kotak dari saku gaun rumahnya dan memberikan pada Pramudya.


"Apa ini Zara? Vulpen?" tanya Pramudya melihat kotak seperti kotak vulpen.


"Buka aja." Zara tampak tersenyum bahagia.


Pramudya membukanya dan disana terdapat test pack dengan garis dua. Oma Angela terkesiap melihatnya dan menatap Zara penuh haru. Air mata bahagia langsung menetes dari mata tuanya.


"Ka...kamu hamil..?" Pramudya menatap Zara tidak percaya.


"Iya mas. Aku sendiri juga kaget pas iseng tadi pagi... "


Pramudya langsung memeluk Zara dan menciumi wajah istrinya. "Alhamdulillah... Alhamdulillah..."


Oma Angela langsung memeluk keduanya. "Sepertinya ini jadi tradisi berpelukan ala Teletubbies..." ucap Oma Angela tertawa sambil menangis bahagia.


Pramudya dan Zara tertawa. Ketiganya sangat bahagia, karena sebentar lagi akan ada penghuni baru di rumah besar itu.



Pramudya Hadiyanto



Zara Aulia


*** END ***


Gaeeesss terima kasih atas semua dukungan cerita Pramudya dan Zara. Maaf aku memang pendek buat nya karena tidak lolos retensi jadi aku tamatkan saja.


Aku sedih akibat regulasi baru ini benar-benar membuat author kelimpungan karena semua tergantung retensi yang mempengaruhi dengan penghasilan author. Jujur aja karena namanya ide, karya dan seni itu ada value-nya.


So, aku minta pada kalian, biar sama-sama win win solution, pertama tolong jangan nabung bab dan baca loncat-loncat. Karena itu sangat berpengaruh pada penghasilan author. ( kalian bisa terapkan di novel author yg masih on going. Kalau yg udah tamat, it's okay )


Kedua, jangan lupa like, vote, favorit dan gifts karena berpengaruh pada popularitas novel author dan bisa masuk pilihan bang editor serta dapat penghasilan juga di aku. Satu lagi, kalau nggak suka, skip aja, jangan kasih bintang satu. Hargai Eike yang harus cari wangsit sampai bakar obat nyamuk karena memang nyamuk nya ganas.


Once again, tolong bantuannya ya gaeeesss. Biar author juga betah disini dan tidak pindah kontrakan... Matur thank you.


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2