
Kantor Pramudya
Pramudya sibuk dengan pekerjaannya seperti biasanya dengan asistennya Genta. Usai kasus kehilangan dana nasabah 250juta yang ternyata oknumnya adalah pegawainya sendiri, Pramudya berusaha untuk membuat nama bank pimpinan nya menjadi baik lagi.
CEO dan pemilik Bank Arta Jaya yang merupakan Oomnya, sudah memberikan tantangan bagi Pramudya untuk bisa menarik nasabah baru lagi setelah kasus kemarin. Dan itulah yang dilakukan Pramudya dan Genta bersama dengan para manajer nya untuk giat berpromosi di bank cabang pimpinannya. Meskipun promo dari kantor pusat sudah ada, tapi Pramudya ingin membuat sesuatu yang berbeda hingga nasabah baru dan lama yang sempat terkena trust issue, bisa mempercayakan dananya di bank cabangnya.
"Promo sudah siap Pram" ucap Genta.
"Panggil manajer Humas dan Promosi, aku ingin mereka presentasi di depan aku" ucap Pramudya.
"Oke Pram."
Dan di ruangan Pramudya, kedua manajer itu mempresentasikan ide dan promosi mereka. Pramudya mengangguk tanda dia puas.
****
RR's Meal Kuningan
Hamid menatap wajah Hoshi dan Valentino Reeves yang memasang wajah dingin. Semua orang tahu wajah Hoshi memang jarang tersenyum kecuali saat melihat keluarganya.
"Pak Quinn..." Wajah Hamid tampak cemas karena terbayang batalnya perjanjian kerjasama dengan PRC Group.
Hoshi mengangkat tangannya tanda Hamid harus diam. "Pak Hamid, saya tidak akan membatalkan kontrak kerjasama dengan anda karena saya melihat anda nya. Tapi jika putri anda berbuat ulah lagi, maka kerjasama kita yang menurut rencana setahun, akan saya batalkan."
Hamid mengangguk tegas. "Putri saya akan saya didik lebih tegas lagi."
Hoshi mengangguk. "Saya tunggu perubahan sikapnya !"
***
Cafe di Mal
"Jadi lu tidak tahu siapa dia?" tanya Tamara ke salah satu teman Pramudya.
"Gue tidak tahu siapa dia, Tam. Baru kali ini Pramudya bawa tuh cewek !" ucap Jun yang nama aslinya adalah Juned.
"Anak mana kamu juga tidak tahu?" tanya Tamara.
__ADS_1
"Serius gue kagak tahu Tam ! Pramudya sejak nyaris elu kerjain kan agak menarik diri temenan sama gue karena tahu gue masih berteman sama elu. Pramudya sudah ilfill sama elu, Tam. Mau sampai kapan elu kejar dia?" jawab Juned.
"Sampai dia jadi milik gue !" balas Tamara tegas. "Secara gue sudah klaim dia bakalan jadi suami gue !"
"Lu itu kan ngejar Pramudya karena dia anggota keluarga Hadiyanto kan? Mana sepupunya, Dewa itu bagian keluarga Pratomo kan? Elu mau pansos kan sebenarnya? Dengar Tamara, keluarga mereka itu tidak sembarangan. Mana ada cerita para menantu mereka main pansos? Bahkan tunangannya Dewa itu nggak koar-koar dia mau nikah sama Dewa !" ucap Juned. "Kalau elu misal masuk ke keluarga mereka, yakin, elu bakalan ngeblog, ngevlog sama TikTok live demi memperlihatkan elu adalah bagian keluarga Sultan ! Iya kan?"
Tamara hanya terdiam.
"Pram itu jarang gabung dengan keluarga Dewa dari pihak ibunya kecuali diundang. Lha elu ngarep sama Pram demi itu? Yang ada elu bakalan ditolak datang lagi ke acara mereka !"
"Dasar keluarga kuno ! Kagak tahu teknologi!"
"Bukan begitu Tam, mereka hanya tidak suka show off ! Itu saja !" jawab Juned yang memang pernah ikut acara ulang tahun Dewa saat pulang ke Jakarta beberapa tahun lalu. Juned melihat sendiri, keluarga Dewa dari pihak ibunya, tidak ada yang live Instagram atau pun live TikTok atau sosial media apapun.
Bahkan Juned baru tahu kalau Dewa hanya punya Instagram, tidak ada sosial media lainnya. Begitu juga Pramudya yang memilih menghapus semua sosial media nya dan tinggal Instagram saja karena dia jarang posting disana.
"Pokoknya Jun, gue kasih tugas. Cari siapa cewek yang namanya Zara itu ! Tar gue kasih bonus mobil Toyota sport yang elu pengen !" Tamara menatap tajam ke arah Juned.
"Tam, please. Elu kagak perlu begini demi Pramudya" pinta Juned. "Elu mestinya khawatir apakah bokap lu kagak dibatalin kontrak kerjasama sama PRC Group gara-gara elu nyerang Zara di depan Valentino Reeves. Elu cari perkara, tahu nggak !"
Tamara hanya mendengus.
***
Kantor Pramudya
Ya ampun jari jemarinya lincah sekali... Pramudya mendapatkan video itu dari pihak dokumentasi atas permintaannya. Dan baru tadi dia dikirimkan filenya.
Suara ribut-ribut membuat Pramudya mengganti layar iMac nya menjadi gambar grafik saham bank nya. Tak lama pintu ruang kerjanya terbuka dan tampak Tamara memaksa masuk meskipun sudah dicegah oleh Genta.
"Ada apa ini?" bentak Pramudya kesal melihat gadis itu minus sopan santun. "Kamu punya adab nggak masuk ke ruangan orang!"
Tamara sedikit tersentak saat melihat wajah Pramudya yang tampak marah dan kesal. "Mas Pram, aku itu mau masuk tapi tidak boleh sama orang tambun ini !"
Genta menatap galak ke arah Tamara dan rasanya ingin mencekik nya.
"Karena kamu tidak ada janji ketemu sama saya ! Ada aturannya untuk datang bertemu ! Ini kantor saya ! Bukan kantor bapakmu !" hardik Pramudya pedas.
__ADS_1
"Harusnya aku mendapatkan perkecualian dong mas" eyel Tamara.
"Lalu? Apa spesialnya kamu? Putri raja saja bukan!" sindir Pramudya. Bahkan sepupunya dan Dewa yang putri Emir jauh lebih beradab padahal putri bangsawan asli.
"Aku kan calon tunangan kamu mas" jawab Tamara dengan yakin.
Genta melongo sedangkan Pramudya bersedekap sambil menyandarkan badannya di depan meja kerjanya, hanya tertawa sinis.
"Calon tunangan?! Sejak kapan? Sejak kapan kamu dan saya berpacaran? Dari dulu saya tidak pernah tertarik sama kamu! Kamu tahu kenapa?! Karena kamu wanita oportunis! Maunya sebagai pusat perhatian ! Saya tidak suka dengan kelebayan kamu ! Tidak dewasa !" ucap Pramudya.
"Mas Pramudya tega !" rengek Tamara memulai drama nya.
"Ohya? Tega mana sama kamu yang sengaja memberikan obat perang*sang untuk menjebak saya? Sampai saya harus di detox oleh Dewa ? Tega mana? TEGA MANA?! JAWAB !" bentak Pramudya.
Tamara menampar Pramudya. Pria itu hanya tersenyum smirk.
"Mas Pramudya jahat ! Harusnya mas itu sama aku ! Aku hanya milik mas Pramudya dan mas Pramudya milik aku !" Tamara mulai menangis.
"Saya hanyalah milik saya sendiri dan Allah. Bukan milik kamu !" jawab Pramudya.
Tamara berusaha memeluk Pramudya tapi pria itu sudah siap dan mencengkram tangan gadis yang tampak kalap tersebut.
"Jangan pernah datang ke kantor ini lagi! Atau, saya telepon ke Oom Quinn untuk membatalkan kontrak kerjasama dengan bapakmu ! Kerugian yang dialami tidak sedikit. Paham !" ucap Pramudya dengan tatapan tajam membuat Tamara mengerjap-ngerjap kan matanya.
"Genta !"
"Satpam sudah datang, pak Pramudya" jawab Genta. Tak lama dua satpam wanita berbadan tegap masuk dan menarik Tamara keluar dari ruang kerja Pramudya.
"Akan aku cari tahu siapa Zara mas ! Akan aku cari tahu !" teriak Tamara membuat Pramudya seperti diguyur air dingin.
Jangan sampai Tamara tahu siapa Zara !
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️