Zara Untuk Pramudya

Zara Untuk Pramudya
Mas Pram


__ADS_3

Tamara tampak marah saat mendengar bahwa Zara dan neneknya pergi liburan bersama dengan dua pria yang mereka bilang adalah Pramudya dan Genta, berdasarkan foto yang ditunjukkan dari ponselnya.


Setelahnya, gadis itu pergi dari kampung rumah Zara dengan perasaan kesal luar biasa karena Pramudya sudah mengambil satu langkah di depannya.


Kemana si Pramudya membawa cewek matre itu?


***


Tiga Hari Kemudian...


Pramudya memang sengaja tidak datang setiap hari ke rumah yang dia berikan untuk dipakai Zara karena dia ingin kedua wanita itu merasa nyaman terlebih dahulu.


Dan kini, dirinya datang ke rumah itu dengan perasaan gugup sebab Zara mengirimkan pesan bahwa neneknya ingin berbicara empat mata. Pramudya pun datang sendiri tanpa Genta karena hal ini adalah sesuatu yang harus dihadapinya sendiri.


Zara membuka kan pagar saat mobil Range Rover milik Pramudya yang sudah dihapalnya, terparkir di depan rumah.


"Assalamualaikum Zara. Baik-baik saja kan kamu dan nenek Aisyah?" tanya Pramudya yang melihat luka-luka Zara sudah mulai mengering.


"Wa'alaikum salam. Alhamdulillah baik pak..." jawab Zara sambil tersenyum mengikuti Pramudya. "Pak Pram..."


Pramudya berhenti dan berbalik. "Ada apa Zara?"


"Apa bapak sudah mendengar kabar hari ini?"


"Kabar apa Zara?"


"Alhamdulillah Martina sudah sadar ... Tadi aku datang ke rumah sakit dan Tina baru saja sadar ... " jawab Zara dengan wajah penuh kelegaan dan kebahagiaan.


"Alhamdulillah... Bagaimana gegar otaknya?"


Zara tampak terdiam. "Martina tidak ingat kejadian sampai seminggu lalu. Kata Dokter Anarghya, Tina mengalami lost short memories... Tapi dia ingat kejadian sebelum nya, ingat aku, ingat mas Sofyan manajer kami, ingat ibu dan adiknya... Bagus kan pak?"


"Alhamdulillah banget itu Zara. Jika kehilangan ingatan saat tabrakan, setidaknya Tina tidak terlalu trauma akibat kecelakaan itu." Rasanya Pramudya ingin memeluk Zara tapi dia tahu batasannya.


"Aku senang banget pak ... " Wajah Zara tampak berbinar-binar saat tahu sahabatnya akan segera sembuh.


Pramudya hanya menepuk kepala Zara lembut. "Pasti karena doa kita semua..."

__ADS_1


"Benar pak..."


Keduanya pun masuk ke dalam rumah dan melihat wajah Nenek Aisyah jauh dari rasa bersahabat.


"Nak Pramudya, bisa kita bicara berdua?"


Pramudya hanya mengangguk. "Mari nek, kita bicara di halaman belakang."


***


"Jadi kamu tidak pernah menyentuh Zara?" Aisyah menatap Pramudya tajam.


"Saya hanya menyentuh Zara saat kami harus bersikap sebagai pasangan kekasih. Zara dan saya bergandengan tangan, hanya itu. Saya tidak pernah menyentuh Zara lebih kecuali saat Zara mengalami kecelakaan, saya harus menggendongnya..." jawab Pramudya.


"Jadi kalian tidak tidur bersama?"


"Astaghfirullah... Maaf nenek, meskipun saya bisa melakukannya tapi saya tidak mau dan saya bukan tipe pria yang suka hubungan seperti itu. Saya dan Zara murni hubungan yang bisa dibilang hanya akting di luaran tapi Kami tidak lebih dari itu." Pramudya menatap lurus ke nenek Aisyah.


"Sekarang, jujur sama saya, nak Pramudya. Bagaimana perasaan kamu ke Zara?" tanya Nenek Aisyah.


Pramudya terdiam sejenak lalu..."Saya jatuh cinta dengan Zara, Nek... Itu perasa saya sekarang... Saya tahu saya sudah jatuh cinta saat Zara bermain piano dan bagaimana dia bisa menunjukkan kekuatan dirinya dalam membela harga dirinya. Zara itu... " Pramudya menoleh ke arah dalam rumah dimana Zara sedang menyiapkan makan malam. "Zara itu bagaikan kalung mutiara dengan berliontin berlian... Dia wanita yang luar biasa ..."


"Iya nek..."


Nenek Aisyah memegang tangan Pramudya. "Nak Pramudya, jika kamu benar-benar mencintai Zara, jaga dia. Jangan sampai dia terluka lagi. Cukup sudah kejadian kemarin membuat nenek jantungan ... "


Pramudya memegang tangan renta itu. "Aku akan selalu menjaga Zara dan Nenek karena aku juga memiliki Oma yang usianya sebaya dengan anda, Nek... "


"Alhamdulillah. Tolong nak Pramudya, saat ini hanya nak Pramudya yang bisa melindungi kami berdua."


Pramudya sedikit menitikkan air matanya. "Maaf kalau saya membawa Zara ke permasalahan saya ... Saya tidak menduganya..."


"Tidak ada yang menduganya, nak. Hanya saja, nenek berharap, orang itu segera tertangkap dan dihukum."


"Aamiin Nek. Saya dan jajaran kepolisian sedang mencari bukti-buktinya..." jawab Pramudya.


Nenek Aisyah menepuk pipi Pramudya. "Maaf jika nenek harus keras sama kamu. Nenek tidak mau Zara terluka lagi..."

__ADS_1


"Saya paham akan hal itu..." jawab Pramudya.


"Kita makan malam dulu..." Nenek Aisyah pun berdiri dengan dibantu Pramudya, berjalan masuk ke dalam rumah.


***


Sebulan Kemudian...


"Nek... Yuk kita bersiap berangkat" panggil Zara ke Aisyah karena sekarang jadwal cuci darah.


"Sudah datang taksi blue bird nya?" tanya Aisyah sambil membawa tas tangannya.


"Sebentar lagi sampai" jawab Zara. Aisyah pun keluar dari kamar dan memeriksa semua pintu lalu keluar rumah dimana Zara sudah menunggu. "Jangan lupa tutup pintu Nek."


"Ah iya..." Aisyah menutup pintu rumah bertepatan dengan taksi biru datang. Keduanya masuk ke dalam mobil itu setelah menutup pagar rumah.


***


"Kita nggak ke PRC kan buat cuci darahnya?" tanya Aisyah.


"Nggak nek, jadwalnya penuh jadi kita ke rumah sakit biasanya" jawab Zara.


"Duh, nenek kangen nasi bungkusnya" senyum Aisyah.


"Nanti Zara belikan..."


Tak lama mereka tiba di rumah sakit yang dulu Zara bertemu dengan Pramudya. Zara membantu Aisyah turun dan keduanya berjalan sambil mengobrol tanpa menyadari ada mobil Range Rover sudah mengikuti sejak keluar dari kompleks perumahan.


Ketika Zara dan Aisyah hendak masuk ke dalam gerbang rumah sakit, mobil bewarna hitam itu tancap gas dan langsung mengincar dua wanita itu. Aisyah yang melihat, berusaha melindungi cucunya tapi terlambat hingga keduanya terpental.


Zara yang masih sadar, hanya melihat mobil Pramudya pergi begitu saja usai menabraknya. Gadis itu hanya berbisik... "Mas Pram..." Tak lama kesadarannya pun menghilang.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2