Zara Untuk Pramudya

Zara Untuk Pramudya
Ditantang


__ADS_3

Pramudya yang digandeng oleh Zara, menatap wajah Tamara dengan raut tidak suka. Tangan Zara yang bergelayut di lengannya, dipegangnya erat dan gadis itu menempelkan tubuhnya ke Pramudya. Bukan tanpa alasan Zara melakukan itu. Pertama, dia sedikit insecure dan terintimidasi dengan sikap Tamara, yang kedua dia ingin menunjukkan bahwa Pramudya adalah miliknya.


Zara teringat bahwa salah satu pasal di kontrak nya, dia harus bersikap kepemilikan pada Pramudya. Dan Andrea sudah mengajarkan bagaimana caranya meskipun saat latihan dan prakteknya berbeda jauh. Zara merasa jantung nya berdegup macam lari sprint 100 meter karena baru kali ini tubuhnya dekat dengan seorang pria.


"Apakah begini sambutan nona rumah ke tamunya yang baru datang?" sindir Pramudya. "Sopan sekali!"


"Mas..." bisik Zara lembut seolah ingin menenangkan Pramudya tapi sikapnya membuat Tamara emosi.


Gadis itu hendak menarik tangan Zara namun sebuah tangan mencekal nya.


"Jangan pernah menyentuh kekasih ku!" suara Pramudya terdengar dalam dan penuh kebencian pada Tamara. "Atau kamu akan menyesal !"


Pramudya lalu menyentak tangan Tamara membuat gadis itu sedikit terhuyung ke belakang dan hampir jatuh kalau saja tidak ada teman-temannya yang tidak pernah disukai Pramudya.


"Ayo sayang, kita cari makanan." Pramudya merangkul pinggang Zara dan masuk ke dalam mansion. Genta pun mengikuti pasangan itu namun dia sempat melirik judes ke Tamara.


Tamara menatap marah ke arah Pramudya dan Zara. Awas kalian!


***


Pramudya bertemu dengan para kolega bisnis nya dan memperkenalkan Zara ke semua orang sebagai kekasihnya. Banyak yang memuji kecantikan Zara dan tidak sedikit yang iri pada Pramudya karena mendapatkan kekasih secantik Zara apalagi gadis itu tampak santun dimana sudah jarang di jaman sekarang.


Pramudya melihat sepupunya Dewa Hadiyanto sedang mengobrol dengan seorang pria yang datang bersama istrinya yang bule.


"Yuk Zara, aku kenalkan ke saudara aku. Dia baik kok" ajak Pramudya. Zara hanya mengangguk dan keduanya berjalan menghampiri Dewa.


"Bro!" panggil Pramudya sambil menepuk pundak Dewa.


"Eh? Lho Pram? Sama siapa? Kirain kagak mau datang lu !" kekeh Dewa sambil memeluk Pramudya. "Wah, pacarmu cantik banget. Halo, aku Dewa Hadiyanto dan ini tunangan aku, Alina Ratnadewi." Dewa mengulurkan tangannya yang disambut Zara.


"Zara Aulia" jawab Zara lembut.


"Senang bertemu dengan mu Zara" balas Dewa.


"Halo, aku Alina. Senang bertemu denganmu" senyum Alina sambil bersalaman dengan Zara.


"Senang bertemu denganmu, Alina" balas Zara.


"Halo Al... Kapan resminya?" senyum Pramudya sambil sedikit memeluk Alina dan mencium pipi nya.


"Insyaallah tahun depan, Pram. Jadwal nikah di keluarga mas Dewa sudah padat jadi kami ngantri lah" jawab Alina sambil tertawa.


"Lho Valentino?" Pramudya baru sadar pria yang mengobrol dengan Dewa adalah sepupu iparnya.

__ADS_1


"Lha si Pram kacau juga. Kagak lihat!" kekeh Valentino Reeves sambil berpelukan dengan Pramudya. "Halo Zara..."


Zara sekali lagi bersalaman dengan keluarga Pramudya.


"Perkenalkan ini istriku Katya" ucap Valentino sambil merangkul pinggang wanita bule bermata biru itu.


"Katya D'Angelo Reeves. Senang bertemu dengan mu Zara" sapa Katya sambil bersalaman dengan Zara.


"Senang bertemu denganmu Katya. Aku kira tidak bisa berbahasa Indonesia..." ucap Zara sedikit malu membuat semua orang tertawa.


"Katya SMA nya di Jakarta, Zara jadi bisa lah bahasa Indonesia. Halo, Katya... Bagaimana kehamilannya?" sapa Pramudya sambil mencium pipi Katya yang memang sedang hamil besar.


"Alhamdulillah nggak nyusahin. Ini anak cool banget" senyum Katya.


"Berapa bulan?" tanya Zara.


"Alhamdulillah jalan tujuh bulan. Minggu kemarin baru saja kami adakan acara nujuh bulan. Kok kamu nggak ajak Zara sih kemarin?" tegur Katya karena saat itu Pramudya datang ke acara keluarga Reeves.


"Lha kan acara keluarga private jadi aku tidak ajak Zara lah..." jawab Pramudya.


"Eh iya ding..." senyum Katya.


"So, kabarnya Tamara mau buat surprise..." celetuk Valentino.


"Tapi kayaknya bakalan bikin rusuh deh... Aku tidak pernah suka cewek itu !" gerutu Dewa. "Dia juga mau jebak kamu kan Pram?"


"Hampir saja aku dijebak sama dia. Untung saat itulah Genta datang menyelamatkan aku..." jawab Pramudya.


"Genta bawa Pram yang mabok ke rumah dan disana dibantu mama menghilangkan efek obat perang*sangnya" lanjut Dewa. "Benar-benar biatch!"


"Astaghfirullah...." semua orang menoleh ke arah Zara yang tampak memucat. "Teganya sama kamu mas..."


"Itu saat aku belum bertemu kamu, Zara. Makanya aku akan melindungi kamu dari dia!" ucap Pramudya tegas.


Entah mengapa hati Zara menghangat mendengar kalimat itu dari Pramudya. Meskipun kami hanya sementara, hanya semalam saja, tapi biarkan aku menikmati momentum ini.


"Terima kasih..." senyum Zara lembut membuat hati Pramudya berdesir. Ya Allah ... Ini kenapa jadi kacau jantungku. Jika ini hanya akting Zara, biarkan aku merasakan seperti nyata. Dan aku merasa ini benar-benar nyata ... Kami seperti sudah lama bersama.


Suara pembawa acara membuat ketiga pasangan itu menoleh.


"Mari sekarang kita lakukan acara tiup lilin dan potong kue dari wanita cantik yang sedang menikmati harinya.. Nona Tamara, silahkan..."


Pramudya memeluk pinggang Zara seolah tidak mau jauh-jauh darinya dan gadis itu merasa ini adalah salah satu cara pria itu melindunginya dari tatapan banyak orang. Kode kepemilikan.

__ADS_1


Tamara memotong kuenya dan memberikan pada ayahnya yang langsung mencium pipinya. Gadis itu memotong kuenya dan meletakkan diatas piring lalu melihat ke arah Pramudya yang tampak sibuk sendiri dengan Zara.


Amarah nya pun memuncak tapi Tamara berusaha untuk tetap bersikap anggun. Gadis itu lalu memberikan pada teman-temannya karena dirinya tahu jika memanggil Pramudya, pria itu pasti menolaknya.


Gadis itu tersenyum smirk lalu mengambil mikrofon yang dipegang MC. "Saya mau hadiah saya adalah mendengar cewek yang dibawa mas Pramudya menyanyi kan lagu untuk saya !"


Keluarga Hadiyanto dan Reeves terkejut mendengar ucapan tanpa malu Tamara itu.


"Cewek? Apa nggak ada kata-kata yang lebih sopan?" omel Valentino sebal. Dirinya memang baru kali ini bertemu Zara tapi seperti ayahnya, Hoshi Reeves, Valentino bisa menilai seseorang itu seperti apa.


"Dengan memainkan piano ! Kalau memang dia cewek kesayangan mas Pramudya, harusnya selevel lah ! Mas Pramudya bisa main piano lho !" lanjut Tamara. "Aku juga bisa main piano. Kalau kamu nggak bisa, berarti kamu tidak pantas buat mas Pramudya."


"Memangnya kamu..." Pramudya sudah emosi tapi Zara menahannya.


"Tidak apa-apa. Mas Pram tahu lagunya Bruno Mars yang judulnya It will rain?" bisik Zara.


"Tahu."


"Bisa nyanyinya?"


Pramudya menatap Zara bingung tapi setelahnya, dia tahu, kekasih kontraknya masih menyimpan banyak rahasia.


"Yuk, aku antar ke grand piano" seringai Pramudya membuat Dewa dan Valentino terkejut.


"Pram !" Dewa memanggil sepupunya sebelum ke tempat piano itu berada.


"Tenang saja." Pramudya menggandeng tangan Zara lalu berjalan ke grand piano itu.


Jari lentik Zara tampak mengagumi piano yang harganya mahal itu.


"Oke. Hadiah untuk yang ulang tahun. Tapi lagu ini untuk kekasih ku Zara..." senyum Pramudya ke arah Zara yang sudah duduk manis.


"Nadanya mas Pram ?"


"F minor."


Zara pun mengangguk.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2