
Zara berjalan menuju gang rumahnya yang hanya bisa memuat satu mobil dan satu motor. Gadis itu tidak memperhatikan sekitarnya terutama sebuah mobil yang parkir di mulut gangnya dengan orang duduk di dalamnya memasang wajah penuh kebencian.
Setelah melihat Zara masuk ke dalam rumahnya, mobil bewarna hitam itu pun pergi meninggalkan area rumah Zara.
***
"Sudah pulang kamu nduk?" tanya nenek Aisyah.
"Sampun nek. Ini Zara bawakan bakso Malang. Tadi aku dan Tina makan kok enak jadi aku bungkus buat nenek" jawab Zara. "Zara siapkan ya nek..."
"Boleh. Nenek kebetulan pengen makan yang panas - panas. Nenek agak flu ini... Apa tadi kelamaan cuci baju ya?" gumam Aisyah sambil duduk di kursi makan.
"Kan Zara sudah bilang, beli mesin cuci saja biar nggak capek..." senyum Zara. "Tapi nenek tidak mau."
"Listriknya Zara. Kita kan tidak berlebihan meskipun kamu sudah punya pendapatan lebih tapi kan tetap kamu buat berobat nenek kan?"
"Cukup kok Nek" ucap Zara. "Besok beli mesin cuci ya..." Gadis itu sedang memanaskan bakwan Malang untuk Aisyah.
"Nggak usah. Nenek suka cuci model biasa, kucek pakai tangan. Rasanya kok nggak bersih kalau pakai mesin cuci..." eyel Aisyah membuat Zara hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi kan nenek jadi capek. Atau kita taruh di laundry saja?" tawar Zara sambil menuangkan bakwan Malang itu ke dalam mangkok dan menyerahkan pada nenek Aisyah.
"Ah daripada nenek nganggur..."
"Jangan capek-capek. Kan dokter sudah bilang Nek.." senyum Zara sambil menemani Aisyah makan.
"Kamu nggak makan?" tanya Aisyah.
"Makan, masakan nenek. Sayang kalau sudah dimasak nggak dimakan kan?" senyum Zara sambil mengambil nasi dan lauk telur dadar serta sayur plecing kangkung yang memang sudah dimasak Aisyah.
Aisyah tersenyum melihat bagaimana cucunya tetap seperti biasa menghabiskan masakannya sebagai apresiasi menghargai makanan.
***
Keesokan harinya Zara pun berangkat kerja seperti biasanya dan dia berpamitan pada Aisyah akan terlambat pulang karena Martina mengajak nya untuk membeli baju buat acara nikahan saudara nya.
"Hati-hati... " pesan Aisyah seperti biasanya setiap Zara Salim berpamitan.
Gadis itu pun berjalan menuju tempat kerjanya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Zara melihat Martina menunggu Sofyan untuk membuka pintu geser mini market lalu tersenyum.
__ADS_1
"Pagi Tina. Jadi kan nanti belanja?" tanya Zara.
"Pagi. Jadilah ! Kan aku sudah nabung demi gaun pesta..." senyum Martina.
"Kalau kurang, boleh pinjam aku kok. Soalnya masih ada simpanan dikit dari Bu Andrea ..." tawar Zara.
"Gampang lah..." senyum Martina. Tak lama, Sofyan pun datang dengan motornya. Setelah memarkirkan, pria itu membukakan pintu besi mini market dan ketiganya mulai bersiap membuka toko.
***
Seorang pria diatas sepeda motor RX King lama, datang ke sebuah warung angkringan dekat dengan mini market tempat Zara berkerja. Pria itu pun duduk di dalam warung angkringan sambil menikmati kopi dan nasi bungkus dengan matanya sesekali melihat ke arah bangunan mini market tersebut. Dia sudah mendapatkan informasi bahwa gadis yang diincarnya, akan pulang pukul empat sore.
Dengan sabar, pria itu menunggu hingga jam pulang kerja Zara. Dilihatnya jam empat sore lebih, Zara keluar bersama dengan seorang gadis dan mereka berjalan menuju halte busway Jakarta. Setelah membayar minuman dan makanannya, pria itu pun menaiki motor nya dan mengikuti kedua gadis itu.
***
"Memang kita mau kemana Tina?" tanya Zara sambil berdiri di depan pintu halte sambil menunggu bis datang.
"Plaza Senayan saja. Nanti pulangnya kita naik ojek online. Aku pengen ke mall" jawab Martina.
"Baiklah..." Tak lama bis mereka datang dan pria itu pun mengikuti keduanya. Wajah pria itu tampak dingin dan seperti tidak ada ekspresi disana.
Keduanya saling mengobrol tanpa tahu ada seseorang yang berniat jahat pada mereka. Dan disaat mereka hendak menyeberang, tiba-tiba pria yang naik motor RX King itu langsung tancap gas hendak menabrak Zara.
Martina yang melihat, langsung reflek mendorong Zara yang akibatnya dirinya yang tertabrak dan terpental hingga beberapa meter. Zara pun berteriak histeris melihat temannya tergeletak bersimbah darah sedangkan pria itu langsung kabur.
Orang-orang di sekitar langsung menelpon ambulans dan polisi untuk segera menyelamatkan nyawa Martina. Para satpam dan orang-orang sekitar membantu kedua gadis itu semampu mereka hingga ambulans tiba sepuluh menit kemudian.
Martina dan Zara dibawa ke rumah sakit PRC Group yang paling dekat sedangkan pihak kepolisian yang datang, mulai mencari informasi dari para saksi yang ada di sekitar TKP.
***
Ruang Kerja Pramudya
Pramudya sudah bersiap untuk pulang ketika Genta masuk dengan tergesa-gesa.
"Pram !" panggil Genta.
"Ada apa?" jawab Pramudya sambil mengenakan jas nya.
__ADS_1
"Zara dan Martina kecelakaan..." jawab Genta membuat Pramudya terkejut.
"Dimana?"
"Plaza Senayan. Sekarang di rumah sakit PRC Group. Ini tadi Tante Safira mengabarkan ke aku soalnya ponselmu tidak bisa dihubungi..." Genta menatap cemas ke Pramudya.
Pramudya mengambil ponselnya dan merutuk dirinya lupa mengecharge nya. "Tante Safira kok tahu..."
"Ya ampun ! Kan selama dirawat, Tante Safira dan Oom Arga yang ngerawat Zara. Jadi tahu lah ! Sudah, kita ke rumah sakit sekarang !"
***
Rumah Sakit PRC Group Jakarta
Pramudya dan Genta melihat wajah Zara tampak berantakan ditambah perban disiku dan Betadine di pipi akibat terjatuh didorong Martina demi menyelematkan nyawanya.
"Zara.." panggil Pramudya.
"Pak Pram..." isak Zara yang tampak mentalnya down dan Pramudya langsung memeluk gadis itu. Zara menangis tersedu-sedu di dalam pelukan sepupu Dewa Hadiyanto itu.
"Genta, cari tahu kenapa. Zara tidak bisa cerita ini..." perintah Pramudya.
"On it !" Genta pun pergi meninggalkan Pramudya dan Zara yang menunggu di depan kamar operasi.
Tak lama, lampu kamar operasi pun padam dan Pramudya bisa melihat tantenya Safira dan Oomnya Anarghya keluar dari ruang operasi. Keduanya tampak aneh ekspresinya.
Zara yang melihat bagaimana wajah kedua dokter itu, langsung mencelos hatinya.
"Maaf Zara..." ucap Anarghya Giandra.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1