Zara Untuk Pramudya

Zara Untuk Pramudya
Pramudya Mengaku ke Angela


__ADS_3

Dalam Mobil Pramudya


"Lebih cepat lagi Ham !" desak Pramudya sambil memeluk Zara dan menahan darah yang mengalir di pelipis gadis itu dengan sapu tangannya.


"Ini malam Minggu pak Pram. Saya berusaha secepat mungkin ..." jawab Ilham yang juga cemas melihat Zara terluka.


"Dipukul pakai tas berbagai macam hiasan Swarovski yang timbul begitu ... Apa sih yang ada di otaknya cewek gila itu !" sungut Genta gemas.


"Belok ke PRC Hospital !" perintah Pramudya. Ilham lalu membelokkan mobil mewah itu ke rumah sakit terdekat dengan Ritz Carlton.


Sesampainya di depan IGD rumah sakit, dokter jaga dan suster sudah siap disana. Pramudya turun sambil menggendong Zara dibantu Genta dan suster yang sudah menyiapkan brankar.


"Pak Hadiyanto, biar kami urus dari sini. Dokter Safira sudah menghubungi kami..." ucap dokter itu sambil memeriksa kondisi luka Zara. Gadis itu tampak pingsan dan segera dibawa menuju ruang tindakan IGD sedangkan Pramudya bersama Genta duduk di kursi ruang tunggu.


Tak lama Dewa dan Alina pun datang ke rumah sakit tempat Safira, Anandhita dan Anarghya bekerja disana.


"Oom Arga akan segera kemari. Kamu tenang saja Pram" ucap Dewa yang mendapatkan pesan dari Safira.


"Thanks Wa. Ya Allah, darahnya banyak sekali..." gumam Pramudya sambil menatap sendu ke bilik tempat Zara mendapatkan tindakan.


"Memangnya awalnya gimana sih Pram?" tanya Dewa bingung.


"Tamara ingin berbicara denganku tapi sama Oma dibilang kalau mau bicara padaku, ijin dulu sama Zara. Tamara bilang mau pinjam aku tapi ditolak Zara karena tahu pasti aku akan dijebak atau apalah... Kan dia tahu saat aku harus di detox di rumah mu Wa" jawab Pramudya.


"Aku rasa Zara benar. Dia melindungi kamu Pram" timpal Alina. "Tapi Tamara kan tidak mau menerima penolakan bukan?"


"Ya itu mereka bertengkar dan aku tidak menyangka Tamara akan memukul kepala Zara dengan tas pestanya..."


Suara langkah kaki terdengar datang terburu-buru membuat mereka semua menoleh. Tampak dokter tampan meskipun sudah berusia akhir empat puluhan, berkulit putih datang dengan mengenakan sneli.


"Mana yang luka?" tanya Anarghya Giandra.


"Di bilik sana Oom" jawab Dewa sambil menunjuk tempat Zara dirawat.


"Biar Oom lihat dulu." Anarghya pun masuk ke dalam bilik Zara.


"Sudah, kamu tenang saja. Ada Oom Arga" senyum Dewa.

__ADS_1


Pramudya hanya mengangguk sambil menopang dagunya dengan tangannya.


***


Ruang VIP Ritz Carlton Jakarta


Tamara tampak menangis saat Oma Angela memarahinya dan Ayah Tamara, Hamid, tidak dapat menutupi rasa kecewanya kepada putri nya.


"Saya tidak mau tahu pak Hamid ! Saya akan menuntut putri bapak dengan pasal penganiayaan berat dan perbuatan tidak menyenangkan ! Jika terjadi sesuatu pada Zara, saya akan menuntut yang lebih dari ini !" hardik Angela ke Hamid yang sudah memucat wajahnya karena sudah pasti kontrak yang dia lakukan dengan PRC Group, pasti dibatalkan oleh Hoshi Reeves.


"Tolong nyonya Angela..." pinta Hamid.


"Semua salah Zara ! Salah cewek itu ! Kalau dia tidak menghalangi aku dan mas Pram, dia juga tidak terluka !" teriak Tamara membuat Oma Angela mendelik. "Dan aku akan menuntut mas Pram karena dia sudah menamparku !"


"Pramudya tidak akan main tangan jika kamu tidak keterlaluan! Memangnya saya tidak tahu apa yang kamu perbuat pada cucu saya beberapa waktu lalu !" bentak Angela membuat wajah Tamara memucat.


Jangan bilang nenek tua ini tahu aku memberikan obat perang*sang untuk menjebak mas Pramudya. Tamara memilih untuk diam.


"Sekarang saya minta kalian berdua pergi dari acara kami. Sudah cukup drama dari kalian!" usir Oma Angela.


***


Pramudya, Dewa, Alina dan Genta berdiri saat melihat Anarghya keluar dari ruang operasi. Tadi saat Anarghya datang, dia melihat ada luka cukup dalam di pelipis Zara hingga harus dilakukan tindakan operasi. Karena darurat, akhirnya Dewa yang menandatangani surat ijin operasi karena dia memiliki saham di rumah sakit milik keluarga besarnya.


"Bagaimana dengan Zara, Oom?" tanya Pramudya.


"Lukanya cukup dalam tapi tulang tengkoraknya aman hanya sedikit memar. Zara mendapatkan sebelas jahitan ... Dipukul pakai apa sih?" tanya Anarghya yang berprofesi sebagai dokter bedah.


"Tas pesta yang penuh dengan aksen bunga yang lumayan tajam Oom" jawab Genta.


"Astaghfirullah ... Rebutan Pramudya?" tebak Anarghya.


"Iya, dan Zara kalah" gumam Pramudya sambil melihat tubuh lemah Zara keluar dari ruang operasi.


***


Menjelang tengah malam, Oma Angela datang ke rumah sakit PRC Group untuk menemui cucunya usai acara pesta di Ritz Carlton. Wanita paruh baya itu datang setelah minta dijemput oleh Ilham.

__ADS_1


Pramudya meminta Andre untuk menghubungi nenek Zara dengan mengatakan meminta gadis itu menginap di rumah Andrea. Pramudya tidak mau kalau neneknya khawatir Zara tidak pulang.


Wanita paruh baya itu tiba di kamar VIP tempat Zara dirawat dan Angela bisa melihat Pramudya duduk di sebelah tempat tidur tampak cemas menatap Zara yang terlelap. Oma Angela pun masuk ke dalam kamar itu dan duduk di sofa yang ada disana.


"Pram..." panggil Angela pelan membuat Pramudya menoleh dan berjalan mendekati omanya.


"Ya Oma?" tanya Pramudya.


"Bagaimana Zara?" Angela mengedikkan dagunya ke arah Zara.


"Kena sebelas jahitan oleh Oom Arga ..." jawab Pramudya.


"Sekarang cerita sama Oma, siapa Zara sebenarnya. Oma tidak mau kamu sembunyikan apapun dari Oma !" Angela menatap tajam ke arah Pramudya.


Perlahan, Pramudya pun menceritakan siapa Zara dan bagaimana bisa bersama nya. Wajah Angela tampak menahan amarah pada Pramudya tapi dirinya tetap bersikap anggun.


"Oma kecewa sama kamu Pram. Kamu sampai membuat celaka Zara yang tidak tahu apa-apa menjadi terseret drama dengan Tamara..." ucap Angela dengan nada marah bercampur sedih disana.


Pramudya hanya menunduk. "Aku tidak menyangka akan seperti ini jadinya, Oma."


Angela menghela nafas panjang berulang kali agar tidak muntap. "Oma bisa memahami mengapa Zara mau menerima permintaan kamu. Karena terpaksa! Dia membutuhkan biaya untuk neneknya !"


Pramudya mengangguk.


"Sekarang, kamu pikir cara kamu untuk memberitahukan pada neneknya Zara kalau cucunya dirawat di rumah sakit akibat menjadi korban keegoisan kamu dan Tamara !" ucap Angela dingin.


"Bagaimana dengan Tamara, Oma?" Pramudya baru teringat dirinya meninggalkan pesta terlebih dahulu.


"Sudah Oma usir ! Kemungkinan Oom kamu, Bagas dan Hoshi Reeves, akan memikir ulang soal kerjasama dengan perusahaan Hamid."


Pramudya tertegun.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2