" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 1 sekolah baru.


__ADS_3

hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah menengah pertama (SMP). di pagi sekitar 5.30 wib aku sudah bangun untuk mempersiapkan keperluanku ke sekolah.


aku yg sedang sisir rambut depan kaca dekat pintu kamarku, tiba tiba mamak datang dari dapur.


" biar mamak yang sisir, " sambil ambil sisir dari tanganku.


" ternyata anak mamak udah gede ya" sambil tersenyum terhadapku. aku balas senyuman mamakku.


mamak mengikat rambut dengan rapi, dan mamak juga tidak biasanya melakukan seperti itu. tapi mamak selalu memberi kesan kepada kami jika sesuatu hal baru terhadap kami anak anaknya.


" buruan tu teman teman mu sudah nunggu, nanti terlambat" kata mamakku sambil ambil tasku dan memakaikan terhadapku. karena teman temanku sudah panggil dengan teriakan mereka.


dan aku langsung berangkat dengan teman temanku.


sekolah ku jauh sekitar 2 km, buat kami butuh waktu untuk menempuh perjalanan itu sekitar 30 menit jika cepat , tapi jika jalan santai ya bisa sekitar 1 jam.


kami menggunakan jalan santai biar baju kami tidak kotor dan badan kami tidak berkeringat. di kampung kami tidak ada alat kendaraan umum,maka kami semua ingin sekolah menggunakan jalan kaki. meskipun ada alat kendaraan pribadi. kami tetap saja jalan kaki, karena menghargai teman teman kami yang tidak punya kendaraan pribadi.


dalam perjalanan kami sibuk bercerita mengenai kelulusan kami dan nilai nilai yg kami dapat.


" Mak" teriak kakakku, yang siap siap untuk berangkat sekolah. sekolahnya yang dekat tidak perlu repot repot seperti aku untuk berangkat sekolah. dan hari ini juga dia pertama masuk sekolah menengah umum( SMA)


iya" jawab mamak ku yg sibuk di dapur membereskan alat alat nya untuk pergi ke sawah.


"aku berangkat" )katanya kakaku


"iya hati hati" jawab mamakku dari dapur sambil melanjutkan kesibukannya.


kakakku orangnya tidak manja, tapi sedikit keras kepala, dan setiap apa inginkan harus dituruti. lain denganku aku anak cengeng , tapi kami tidak pernah mennyusahi ke dua orangtua kami. dan kami juga punya saudara laki laki, tapi dia lagi mengembara alias merantau.


ternyata aku mendapatkan kelas unggulan 7a. nilai nilai tidak terlalu bagus , tapi aku mendapat peringkat 4 dari ratusan murid yg mendaftar di sekolah tersebut.


aku mengambil bangku paling depan dekat jendela, aku sengaja ambil dari depan karena badanku yang kecil dan tidak terlalu tinggi.


" kenalin namaku Erni" sambil menyodorkan tangannya.


" mawar" aku jawab sambil balas jabatan tangannya.


" bolehkah aku duduk di sini" sambil melihat arah bangku yang aku tepati dengan senyum.


"tentu boleh" jawabku dengan senyum.


SD dari mana " sambil duduk dan membereskan tasnya.


" SD negeri 106204" aku jawab lagi


tapi aku tidak bertanya lagi, karena aku tidak terlalu suka bertanya terhadap orang lain.

__ADS_1


lonceng berbunyi tanda nya mata pelajaran akan di mulai segera.


"Mak" teriakan kakakku dri kamarnya


" Mak" teriak lagi lebih kencang. kami lagi di dapur yang makan malam, kebetulan kakakku baru pulang dari rumah teman dan langsung masuk kamar dengan mencari sesuatu.


mamakku diam saja dan melanjutkan makan tanpa menghiraukan teriakan kakaku.


tiba tiba saja kakakku saja udah di pintu dapur dengan muka marah...


kami mengarahkan pandangan ke kakakku.


" ada apa " kata mamakku.


" siapa tadi ke kamarku" dengan kentus mengatakannya..


mamak diam tidak menjawabnya sambil melanjutkan makan nya demikian pula dengan aku dan bapak.


pandangannya arah ke aku sambil muka melotot kepadaku.


" Lo kan yang masuk ke kamarku" dengan suara nada lebih tinggi.


"kok aku " aku jawab dengan pelan pandanganku ke arah dia.


"ya iyalah jadi siapa lagi"


aku diam saja , tidak menggubris tuduhan terhadapku.


"kalau suka beli sendiri." dengan keras lagi sambil meninggalkan kami dan menuju arah kamarnya.


dari amarahnya tadi mungkin dia kehilangan sesuatu. dan aku akui semua alat alat pribadinya , dia beli pakai uang sendiri. dan kakakku juga sering beli baju yang bagus bagus dan cantiknya.


lainnya denganku


semua baju yang pakai semua di beliin oleh mamak. meskipun aku dan kakak bisa mencari uang buat tambahan buat jajan , Kakaku selalu menggunakan uangnya buat keperluan pribadinya sedangkan aku selalu menabung uang tersebut.


meskipun aku masih SMP, dari SD aku sudah terbiasa bantuin tetangga , upahnya selalu aku tabung, sama hal juga dengan kakakku, tapi kakak di gunakan untuk membeli kebutuhan pribadinya.


"awas lho kalau berani lagi ke kamarku"


tiba tiba suara itu mengkagetkanku.


" ada apa" kata bapakku dengan suara pelan ke arah kakakku..


kakakku tidak menjawab pertanyaan bapakku. dia langsung pergi keluar ntah kemana.


"kenapa Lin "temannya bertanya.

__ADS_1


"aku kesal" dengan muka cemberut dan rebahkan ke tempat tidur.


" dengan adek kamu" sambil buka buku. yang duduk di meja belajarnya.


iya" dia menjawab dengan kesal.


"kenapa lagi" sambil melanjutkan kesibukannya


" ya aku gak suka aja, kalau barang barang pribadiku di pegang pegang ma dia. apalagi di pakain sama dia."dengan suara masih kesal.


ya kalau memang kamu gak pake juga ,. apa salahnya kamu kasih ma Dy."


dengan bertanya heran kepada herlina. ya nama kakakku Herlina.


" ya pokok nya aku gak suka aja"


dengan suara masih kesal.


ya terserahmulah". sambil keluarkan bubu dari rak bukunya.


" ayo buruan kerjakan prnya" sambil menarik tangan Herlina.


bapak dan mamakku lagi sedang nonton tv sambil mengobrol kan sesuatu , seperti seperti serius , dan aku lagi sedang belajar di meja di depan pintu kamar kakakku.


aku dan kakaku tidak tidak satu kamar, karena Abangku pergi merantau aku gunakan kamarnya untuk aku tepatin , karena jika satu kamar dengan kakakku maka sering berantem , apalagi kakak suka sekali menggunakan kekerasan. buat menghindari maka aku tidurnya di kamar abangku.


keluarga ku bukan keluarga harmonis, apalagi keluarga kami dari keluarga kurang mampu. orangtua ku sering berantem , apalagi masalah perekonomian.


pekerjaan bapak ku hanya seorang buruh kebun karet,sedangkan mamakku hanya buruh juga di kebun orang, meskipun kami punya sawah gak seberapa luas, tapi sengaknya mencukupi hasilnya buat makan satu keluarga.


" Mak" aku mendekati mamakku. yang duduk asyik menonton di tv. dan bapakku ternyata sudah pergi mungkin ada urusan.


"apa" dengan masih serius nonton tvnya.


aku memberi sebuah tulisan, ya seperti bon di warung . mamak melihatnya dengan muka serius.


" bayarnya boleh di cicil Mak, "


"kata guru BP seperti itu" dengan suara pelan. karena mamakku dengan berurusan dengan uang bisa bisa meledak,


" iya"mamak jawab datar.


" paling lama bayar kapan " mamakku bertanya lagi.


"dua Minggu temponya" aku jawab


"iya" kata mamak lagi. dan aku pun bergegas melanjutkan kembali belajar.

__ADS_1


aku menoleh kembali mamakku, dengan perasaan was was , karena aku juga bingung dari mana mamak ambil uang sebanyak itu, belum lagi kakakku.


sedangkan orangtua hanya seorang buruh kebun dengan gaji tidak seberapa.


__ADS_2