" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 42.


__ADS_3

setelah beberapa Minggu, akhirnya sidang di mulai. berkas berkas telah di siapkan dengan bukti bukti yang sudah ada.


sebelum sidang di mulai dan bukti bukti yang cukup kuat dan di tambah lagi bukti bukti dari pak Rudi. pak Anggara tidak dapat membuktikan bahwa ia tidak ikut serta dalam kasus tersebut. demikian juga dengan putri dan mika, mereka sudah terbukti bersalah karena mereka juga tidak bisa membuktikan bahwa mereka tidak bersalah. maka mereka di jatuhkan hukuman sesuai dengan perbuatan mereka.


setelah perkara tersebut telah selesai, maka Sri pun sudah mulai bersemangat kembali untuk melakukan aktivitasnya, apalagi dia di terima di universitas lebih bagus, karena


prestasinya dan dia di nyatakan bersih dari kasus yang membuat namanya menjadi jelek dan di nyatakan bahwa dia adalah korban. setelah pak Anggara di nyatakan bersalah, maka nama universitas tersebut sudah semakin jelek, bahkan mahasiswa demo untuk minta keadilan dari kasus Sri. karena atas kejadian tersebut pak Anggara di nyatakan tidak ada kaitan lagi dengan universitas tersebut dan dia sudah menjual sahamnya untuk orang lain.


karena dari hasil kerja Herlina untuk memenangkan kasus tersebut. ada seseorang yang menawarkan kepada Herlina beasiswa.


Herlina pun menerima dengan senang hati , apalagi , ia satu kampus dengan Sri.


dan hari ini Herlina dan Sri akan berkunjung ke lapas untuk menjenguk putri dan mika.


" ada perlu apa kalian berkunjung kesini?" kata putri dengan sinis." hanya ingin berkunjung ketempat baru kalian" kata Herlina dengan senyuman puas ketika melihat putri dan mika. " aku akan balas perbuatan kalian " ucap putri dengan menatap Herlina dengan tajam. " aku tunggu kalian sampai keluar dari neraka ini" ucap Herlina dengan senyuman kecil. " kamu pikir ini sudah selesai, akan aku buat kalian akan menyesal atas perbuatan kalian ini" ucap putri menatap Herlina semakin tajam. mika yang hanya diam saja, tidak kata kata yang keluar dari mulutnya. hanya ada tatapan kosong. " bagaimana rasanya mika ? " tanya Herlina .

__ADS_1


mika tidak menjawab pertanyaan Herlina. hukuman ini belum sebanding apa yang kalian perbuat. kalian sudah menghancurkan masa depan seseorang, kata Herlina dengan keras.


"itu pantas ia dapatkan" kata mika "sebelumnya hanya terdiam. maksud kamu apa mika ?" tanya Sri. "hehehe, tidak usah polos kamu Sri" mika yang menatap Sri dengan tajam. aku memang tidak mengerti apa maksud kamu ? tanya Sri yang tidak tau apa apa. " itu akibat kamu berani merebut Ferdi dari aku " ucap mika . merebut Ferdi dari kamu ? siapa yang merebut Ferdi dari kamu mika ? tanya Sri yang semakin tidak paham. " tidak usah pura pura polos Sri, aku jijik melihat kamu" ucap mika. " aku tidak ada niat untuk merebut Ferdi dari kamu, aku dengan dia hanya ngobrol biasa saja, tidak lebih mika ? " dan aku juga tidak nyangka kamu bisa berbuat sejauh itu untuk ku, hanya kamu cemburu buta terhadap Ferdi.. ucap Sri yang begitu terpukul dengan alasan sepele, mika bisa berbuat sejauh ini.


"tidak ada satu orang pun yang bisa mendapat Ferdi kecuali aku dan jika ada yang berniat saja ingin dekat dengan dia, aku bisa lebih jauh kejam dari ini " kata mika yang terlalu Ebisu ingin memiliki Ferdi. " kamu memang benar benar gila mika, sangat gila " ucap Sri yang sangat syok atas pernyataan mika.


aku harap kamu bisa secepat busuk di tempat ini ucap Sri yang penuh amarah. mika yang tidak peduli dengan kemarahan Sri terhadapnya, yang dia ingin hanya Ferdi bersama dia, tapi Ferdi tak pernah menganggap mika itu orang yang penting bagi hidupnya. dia hanya menganggap mika hanya teman tak lebih dari itu.


" jadi kamu jangan pernah dekat dekat lagi dengan dia "ucap mika dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Sri dengan tatapan tajam.


"aku rasa kamu salah orang jika berbicara seperti itu" ucap Herlina kepada mika karena Herlina lihat jika Sri agak takut dengan ancaman mika. mika yang mendengar itu, ia mengundurkan badannya dan menatap Herlina.


aku tidak pernah main main dengan ucapanmu kata mika dengan tatapan tajam. seharusnya kamu tu sadar, jika Ferdi itu tidak pernah suka dengan kamu ? seberapa kali kamu berusaha, itu tidak akan pernah mengubah perasaan seseorang, karena dia itu tidak cinta sama kamu ? " kata Herlina. "itu bukan urusan kamu " mika yang tidak mempedulikan omongan Herlina. itu akan menjadi urusan ku, karena kalian sudah mempermainkan sahabat" aku kata Herlina penuh amarah yang tersimpan.


meski pun nanti kalian akan keluar dari tempat ini, aku pastikan kalian tidak akan pernah tenang " ucap Herlina dengan tegas dan menatap mereka dengan satu persatu. " Sri kita pulang, merak itu memang hukum mati atas perbuatan mereka, tapi sayang hukum kita tidak ada hukum mati. dan kalian berdua nikmatilah dengan kehidupan baru kalian " kata Herlina dengan senyuman sinis. mereka pun keluar meninggalkan mika dan putri.

__ADS_1


" kurang ajar, aku pastikan jika nanti aku keluar, aku akan buat perhitungan ke dia yang tak pernah di lupakan ya seumur hidup " ucap mika dengan melihat Herlina dan Sri ke luar dari ruangan itu.


" benar benar itu orang, dia itu pantasnya disebut manusia, karena kelakuannya lebih dari seekor binatang " kata Herlina yang kesal atas perkataan mika.


" kamu tidak apa apa Lin " kata Sri melihat Herlina yang tidak karuan. "aku hanya ingin sekali menyiksa si mika itu, bukan merasa bersalah dan menyesali perbuatannya" kata Herlina dengan perasaan geram. "tidak usah kamu pikirin Lin ? " kata Sri dengan santai. mending kita makan bakso, sudah lama kita tidak makan bakso bersama ucap Sri dengan menarik tangan Herlina. "kamu yang terakhir aku.." ucap Herlina kepada Sri. iya ,jika duitnya cukup ucap Sri dengan polos." . jangan jangan kamu tidak punya duit ? tanya Herlian dengan curiga. " jangan banyak bicara " kata Sri yang mencari warung bakso. " Lin tu, ada yang jualan bakso Kata Sri dengan senyum sumeriah. mereka menuju ke tempat bakso . mereka langsung memesan bakso , tak lama kemudian baksonya pun datang. "wow... , pasti ini sangat lezat" ucap Sri dengan langsung menyantap baksonya.


" enaknya " ucap Sri dengan menikmati nya.


"makannya pelan Sri " ucap Herlina yang menikmati juga baksonya.


" hai Sri " seseorang datang ke tempat meja yang di tempati oleh Sri dan Herlina. mereka menoleh ke suara tersebut. Ferdi? ucap Sri .


Herlina juga tatapan nya mengarah Suara berbicara tersebut.


" oh ini yang nama Ferdi, ganteng juga kagak, batin Herlina dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


"


__ADS_2