" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 10 curhatan kakak ku


__ADS_3

bapak mengembuskan napasnya dalam dalam dan duduk di samping mamak yang berada di meja makan...


mamak yang kecewa atas sikap kakak, membuatnya sangat terluka.


bapak mengelus punggung mamak dengan sangat lembut.


" Mak , jangan di pikirin apa barusan di ucapkan oleh kakak. dia masih labil, belum mengerti arti kedewasaan. dan kita juga jangan terlalu memaksa seperti apa kita inginkan.


sebaiknya kita lebih lagi mendekatkan diri terhadapnya. mungkin dia lebih butuh kita dalam pergaulannya.!!!


memang perbedaan dia dengan adek nya sangat jauh, kakak sifat pemarah sedangkan adik sifat penurut, "ucap bapak kepada ibu untuk menyakinkan bahwa kakak sangat membutuhkan ke dua orang tuanya.


ya , kakakku yang keras kepala yang selalu menganggap tindakan selalu benar.


dia memang tidak pernah memaksakan ke dua orang tua kami, jika dia menginginkan sesuatu, tapi dia selalu berusaha memenuhi keinginan nya sendiri. karena kami selalu ajarkan jika ingin sesuatu harus berusaha sendiri, di tambah lagi keluarga kami bukan dari keluarga mampu.


tapi dengan sifat kakakku yang gampang marah, membuat selalu salah paham antara kakak dengan kedua orangtuaku.


sedangkan aku, anak nya pendiam, dan selalu menyatakan ia, meski aku tidak nyaman dengan kata iya.


sedangkan kakakku jika tidak suka langsung protes terang terangan meski itu pun demi kebaikannya.


pernah aku bertanya ke pada mamak.


pertanyaan seperti ini.


Mak, kenapa harus aku yang selalu diminta untuk bantuin mamak, kenapa tidak kakak.


sedangkan dia lebih tua dari aku, lebih kuat dari aku. bahkan lebih mahir dari aku untuk melakukan setiap mamak perintah!!!, ucapku dengan penuh harap ada jawaban dari sang ibunda ku ini.


mamak terdiam sejenak, seperti memikirkan sebuah jawaban yang tepat atas pertanyanku. berselang beberapa menit kemudian..


boleh mamak bertanya kepada adek??? mamak melemparkan pertanyaan kepadaku.


aku menganggukkan kepalaku saja.


kenapa kamu mau melakukan semua perintah mamak selama ini ???


aku terdiam dengan pertanyaan nya. jika di pikir pikir, aku tidak mau melakukannya. bahkan pekerjaan yang aku kerjakan pekerjaan orang dewasa.


apalagi di musim libur.. tak ada waktu untuk bermain, sepanjang libur waktu untuk membantu mamak yang ada sawah, terkadang aku nangis di tengah sawah sambil teriak teriak , Mak aku capek???


"istrahatlah jika lelah" hanya kalimat itu saja yang terucap darinya.


jika di pikir pikir menurutku jadi anak penurut sangat tidak enak.


" apa jawaban adek" pertanyaan mamak membuatku sadar atas lamunanku.


ku tarik kan napas ku dengan perlahan lahan dan aku membuang nya..


" karena aku tidak tega mak"


" ucapku dengan senyuman tipis.


cuman jawaban itu yang bisa aku katakan kepada mamakku.


mamak tersenyum,,"apakah mamak pernah


memaksa kalian???


aku menggelengkan kepalaku.


mamak selalu memberi kalian pilihan dan mamak tidak pernah memaksa kalian. ucap mamak dengan sangat datar.


apakah selama ini kakakmu, mau mendengarkan perintah dari mamak!!!


aku menggelengkan lagi kepalaku.


mamak sudah berusaha seadil adiknya buat kalian. tapi apa boleh buat kakakmu selalu tidak bisa menerima setiap tindakan yang kami lakukan.


karena kakakmu menganggap setiap perintah itu adalah larangan baginya.


aku juga tidak tau, kenapa kakak selalu seperti itu, selalu menyalahkan aku , setiap di kekurangannya. bahkan mamak juga tidak pernah , menunjukkan sikap membedakan antara kami. tapi hari ini mamak sangat kecewa atas sikap kakak.


" curhatan kakakku di rumah Sri"

__ADS_1


"kenapa Lin????


kamu berantem lagi dengan adekmu??


ucap Sri terhadap Herlina.


bukan??? seperti orang berkurang semangat.


jadi dengan siapa?? ucap Sri lagi


dengan mamak??? menarik napas yang dalam.


kok bisa ?? Sri dengan heran.


apakah karena kamu tadi tidak masuk sekolah??? tanya Sri lagi.


salah satunya. ucap Herlina masih lemas karena seharian menangis.


berarti ada yang lain lagi dong???


iya!!!


apa !!!


aku minta Sama ke dua orang tua ku mau berhenti sekolah!!!!


gila kamu ya Lin ucap Sri dengan kaget atas pernyataan ucapan Herlina.


siapa yang gila, aku masih waras kali Sri???


waras apa nya Lin???


jika kamu berhenti sekolah , kamu mau ngapain??? ucap Sri lagi.


aku cari kerja!!!!


biar aku bisa jauh dari orangtuaku.!!!


kerja!!! kerja apaan???


kerja apa pun bisa, kalau bisa kerja yang jauh?!! biar gak pulang pulang sekalian ucap Herlina dengan muka serius.


ya serius lah... Sri...!!


nekat amat kamu Lin!!!


asal kamu tau lin, kerja itu tidak enak capek, !!! apalagi seusia kita emang ada yang memperkerjakan !!! cuma lulusan SMP lagi.


mana ada yang mau menerima kalau hanya lulusan SMP Lin. ucap Sri dengan panjang lebar.


aku sudah niat Sri!!!


aku kecewa dengan sikap kedua orang tuaku terhadapku. mereka tidak memahami perasaanku sama sekali.


jangan seperti itu!! tidak ada orangtua yang membedakan anak anaknya. percayalah. mungkin saat ini yang kamu butuhkan hanya kehangatan orangtua kamu cuman kamu tidak bisa menunjukkan bagaimana seharusnya bersikap.


jadi buanglah pikiran pikiran negatif pemikiran mu, tidak baik. ucap Sri lagi dengan panjang lebar.


tidak usah menasihati aku!!! kamu juga sering berantem dengan adekmu sendiri, ucap Lina membalas nasehat nasehat Sri yang di lontarkan.


iya memang, tapi kami tidak seperti kalian!!! ucap Sri membalas.


iya, karena sikap kedua orangtua kita berbeda!! Lina membalas lagi.


memang susah kasih tau sama orang yang keras kepala sepertimu Lin!!!


karena kamu tidak di posisiku sri...!!!


iya iya.. aku tau , dan mengerti apa maksud kamu!!


cuman aku sebagai sahabat kamu!!


takutnya kamu itu salah langkah , hanya karena kamu sangat keras kepala !!!


sambil memeluk Herlina dengan sangat erat, dan Herlina pun membalas pelukan Sri.

__ADS_1


pokok nya.. jangan ambil keputusan yang membuatmu rugi untuk kelak.


coba kamu damai dulu dengan dirimu, tanya dirimu dengan baik baik. apakah kamu yakin dengan keputusanmu...


jangan ambil keputusan saat kamu lagi emosi. ucap Sri dengan panjang lebar.


iya bawel... kayak ustadzah aja, sedang ceramahi ibu ibu di mesjid..ucap Herlina dengan tersenyum.


kayak kamu cocok deh jadi ustadzah!! ucap Herlina dengan senyum menggoda Sri!


nanti aku doain deh, biar kamu nanti kelak jadi ustadzah ,


tapi .. cara doa gimana???


kan cara doa kita berbeda,???


ucap Herlina dengan terbahak bahak...


tidak lucu Lina!!! ucap Sri dengan senyum senyum.


persahabatan mereka sudah lama, dari sejak SD sampai sekarang sudah duduk di bangku SMA mereka masih tetap bersahabat. terkadang aku iri juga dengan persahabat mereka. tidak memandang perbedaan diantara mereka. bahkan mereka. selalu mendukung,


apalagi waktu puasa, Sri yang menunaikan ibadah puasa malah kakakku juga ikutan puasa. bahkan di pagi hari kakak juga ikutan sahur.


pernah si mamak negur kakak, kalau ingin menghargai , bukan berarti kamu juga puasa. cukup kamu menjaga sikapmu terhadapnya saja. tapi malah mengatakan ke mamakku, keseharian selalu bersama dia,


puasa juga. tidak apa apa. sekali kali buat ibadah kata kakakku, .


terserah mu saja ucap mamak terhadapnya. ntar jika di larang semakin nekat.


ya seperti itulah persahabatan mereka, saling menghargai.


mamak kemana pak??.


ucapku kepada bapak , karena dari tadi siang sepulang sekolah sampai sekarang udah mau magrid ,aku tidak juga melihat mamak sama sekali.


mamak kurang enak badan, mungkin kelelahan, karena perjalan jauh. ucap bapak terhadapku berada di meja makan


dan aku pun melanjutkan kesibukkan ku. mempersiapkan bahan bahan masakan untuk makan malam kami.


"beberapa hari ini kami tidak ada di rumah, kamu dengan kakakmu baik baik saja kan ??


tiba tiba saja bapak bertanya, padahal dari tadi aku perhatiin dia hanya melamun.


"baik ,


tidak ada masalah, pak!!


emang kenapa pak???


tidak ,. bapak takut jika kalian bertengkar,


kamu tau sendiri kan kakakmu gimana,


jika sudah marah dia bisa ngamuk!!


ucap bapak dengan memberi senyuman tipis.


"tidak kok pak, baik baik saja !!


tidak ada masalah di antara kami. "


memberi senyuman tipis agar bapak yakin dengan ucapanmu.


"untung. memar di muka tidak terlalu kelihatan"


jika di tanya bapak,


gimana ???


bisa bisa perang dunia lagi dengan kakak"


gumam ku dalam hati.


tapi kakak di mana ya , kok dari tadi aku tidak lihat.???

__ADS_1


atau di rumah kak Sri???


mudah mudah saja kakak ada di sana. gumam ku lagi dalam hati... dan berharap kakak dalam keadaan baik baik saja.


__ADS_2