
" sangat melelahkan sekali" ucap bapak sambil duduk di kursi teras rumah,
" iya pak" lanjut mamak sambil buka pintu.
" seperti tidak kunci" ucap mamak
"masa sih Mak" pinta bapak menjawab.
" iya pak, benar tidak di kunci!! ...
* mungkin lupa kali anak anak mengunci pintu" ucap dengan melepaskan kelelahan di kursi
* mungkin juga " ucap mamak.
mamak langsung masuk ke dalam rumah , untuk membereskan barang barang yang dia bawa dari tempat paman.
beberapa menit kemudian bapak memanggil:
" Mak buatin aku teh" ucap bapak dari teras.
"iya" ucap mamak yang sudah berada di dapur...
setelah selesai membuatnya tehnya, mamak mengantar teh ke bapak yang berada di teras .
karena baru sampai , mereka pun bersantai untuk menghilangkan lelahnya .mereka pun saling bercengkrama dan bercerita mengenai penyakit yang di derita oleh pamanku.
beberapa menit kemudian...
seperti ada yang keluar dari ruangan dan menuju ke ruangan yang lain.
"sepertinya ada orang deh pak" ucap mamak mengarahkan matanya ke dalam rumah.
" sebentar pak aku lihat !!" ucap mamakku lagi.
bapak memandang ke arah dalam rumah dan masih posisi seperti semula.
mama langsung mengarah ke belakang ....
dan ternyata sosok itu telah menampakan dirinya...
" kakak"ucap mamak dengan heran ,
" kakak tidak masuk sekolah??? ucap mamak lagi
" kamu sakit " ucap mamak lagi
"tidak"kakak menjawab dengan datar..dan dia
mengarahkan langkahnya ke kamar..sedangkan mamak mengikutinya dari belakang.
" kakak"
jika tidak sakit kenapa tidak sekolah...???
seperti kakak lagi habis nangis....?
muka kakak yang pucat di tambah matanya merah dan matanya bengkak.
" aku tidak apa apa Mak" dengan
kesal karena ada kehadiran mamak.
"jadi kenapa tidak sekolah" ucap mamak lagi.
* mamak keluar ahhh, aku lagi malas ngomong dengan mamak" ucap kakak semakin kesal karena dengan pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan mamak ke dia.
" kak, kenapa kakak bicara seperti itu!??
siapa yang ajarin ???
"mamak ke luar" sambil membentak.
mamak pun kaget dengan sikap nya yang sudah berani membentaknya
" kakak, sudah berani membentak???
masalah kakak apa, sampai kakak berani membentak mamak? ucap mama lagi.
bapak masih di teras mendengar suara seperti kegaduhan, ia pun menghampiri suara tersebut..
* ada apa Mak , aku dengar seperti ada suara teriakan"dengan mengarahkan pandangannya ke dalam kamar yang posisi masih di pintu kamar.
__ADS_1
"kakak" kenapa ada di rumah???
kakak tidak sekolah????? ucap bapak kepada kakak. tapi kakak tidak menjawab pertanyaan dari bapaknya
mau jadi apa kamu???
bolos sekolah seperti ini, ??? ucap bapak lagi.
"aku mau berhenti sekolah" ucap kakak dengan memandang kedua orang tua serius.
"berhenti" tutur mamak dengan kaget...
iya aku mau berhenti??? dengan masih serius dengan ucapannya
" jangan Ngada Ngada kamu kakak" ucap mamak dengan menganggap ucapan kakak ku itu tidak serius.
bapak juga terkejut dengan ucapan kakak yang dilontarkannya.
"ada apa sih kak?? kata bapak yang tidak menyangka dengan ucapan kakak tersebut.
" pokoknya aku mau berhenti sekolah" kakak masih kekeh pada pendiriannya.
mau jadi apa kamu jika berhenti sekolah???
mau jadi seperti teman kamu si Imel???
" sejak kamu berteman dengan dia, kamu semakin hari semakin membangkang?
sudah berani melawan orang tua , bahkan hari ini kamu bolos sekolah??? ucap mamak penuh emosi dengan sikap kakak yang semakin jadi jadi.
tidak ada hubungan dengan Imel Mak,
buat apa sih mamak bawa bawa nama Imel, tidak ada hubungannya dengan dia.!!! ucap kakak yang membela nama temannya yang di bawa bawa oleh mamak.
jika tidak ada hubungannya dengan dia , kenapa denganmu hari ini, sampai kamu rela hari ini bolos sekolah.
apakah kamu tidak bisa menunjukkan sikap lebih teladan untuk adikmu????
jika seperti ini, kamu bersikap kamu itu memberikan contoh tidak bagus dengan adikmu???? memberi pencerahan kepada kakak agar lebih mengerti dengan sikapnya.
dia lagi dia lagi????
dia siapa ,aku siapa!!! dengan senyum
sangat kecewa ketika mamak berucap membawa nama adiknya.
" dengan sikap seperti ini, bukankah kamu memberi contoh yang buruk terhadapnya???? tutur mamak lagi agar kakak lebih mengerti maksudnya
"emang ya, kalau anak yang tak di anggap seperti ini, selalu salah!! .
ngapain mamak , mempedulikan ku mendingan mamak kasih saja nasihat nasihat ini, buat anak kesayangan mamak itu!!! mengatakannya semakin kecewa atas perkataan mamak.
"kesayangan apa maksud mu kak??
mamak yang tidak semakin paham maksud kakak
ya anak kesayangan mamak itu, yang mamak selalu banggakan, yang selalu mamak puji puji, yang selalu mamak manjakan... jelaskan dia anak kesayangan."
rasa penuh kecewa yang terucap dari mulut kakak.
mamak tidak pernah membedakan kalian??
mamak sayang sama kalian berdua.. perbedaan apa yang kamu lihat sehingga bisa bisanya kakak menilai jika mamak membedakan kalian??? semakin tidak mengerti atas sikap kakak.
bapak yang dari tadi diam, hanya bisa memandang pertikaian antara anak dan ibunya
"sudah Mak, biarkan dia sendri dulu, mungkin dia butuh ketenangan. mungkin saat ini dia tidak mau cerita masalahnya.
bapak yang mengusap pundak mamak yang benar benar lagi emosi atas sikap kakak.
"sejak kapan kalian peduli"
ucap kakak dengan tidak mengharapkan pembelaan dari bapak.
" bukan kalian sibuk dengan sikap keegoisan kalian."
jadi tidak usah peduli dengan ku, aku sudah besar, bisa jaga diriku sendiri.
kalian urus saja anak yang kalian bangga banggakan itu. bukankah dia adalah yang terbaik, jangan tuntut aku menjadi seperti yang kalian inginkan, tuntut dia saja, mungkin dia bisa memberi apa yang kalian inginkan . dengan lantang kakak mengatakan kalimat kalimat yang di ucapkan ya.
aku tidak bisa kalian banggakan, aku itu anak yang pembangkang, mana bisa anak pembangkang di jadikan kebanggan!!!
__ADS_1
iya kan Mak??? ucap kakak.
" kakak"
mamak semakin tidak mengerti dengan ucapan mu!!!
jika seperti ini terus sikapmu, bukan kami orangtua rugi. tapi kamu kelak nanti.
apakah kamu tidak berpikir sama sekali. dengan sikap seperti ini kamu itu menunjukan kelemahan mu. dari ketidakmampuan kamu, malah kamu menyalahkan orang lain.
dan hari ini kamu minta berhenti sekolah,
terserah kakak, jika itu menurut kakak adalah terbaik buat kakak, silahkan ..
mamak tidak akan melarang, yang menentukan kamu kelak jadi apa hanya kamu seorang saja.
jika kamu menganggap kami orangtuamu tidak peduli denganmu terserah. kakak.
kami sebagai orang tua hanya bisa memberikan semampu kami.
dan kami tidak membedakan dirimu dengan adikmu. jika kakak merasa seperti itu, seharusnya kakak bisa introsveksi diri. bukan menyalahkan orang lain atas ketidak kemampuanmu!!! dengan tegas mamak mengatakan nya terhadap kakak Kareena sangat kecewa atas sikap kakak, yang semakin egois dengan nafas yang tarik.
terserah kakak!! dam mamak pun pergi...
tak hiraukan lagi atas sikap kakak.
" kak jangan berpikir yang tidak tidak terhadap kami orangtua mu, kami sayang sama kalian berdua. ucap bapak berkata kepada kakak dengan lembut.
bapak sadar,, karena keegosian kami sebagai orang tua, bahkan kami tidak sadar atas sikap yang kami perbuat ,membuat mu seperti ini.
sambil memeluk kakak dengan erat. maaf kami orangtuamu ya,
yang tidak paham apa yang kamu rasakan sekarang!!
dengan mengusap rambut kakak, yang ternyata kakak dari tadi sudah menangis di pelukan bapak.
di sekolah:
" kenapa muka kamu war" kata Erni sambil pegang pipiku
sakit er ! teriak ku... kesakitan.
sorry sorry... kenapa memar gitu??? ucap erni yang merasa bersalah telah membuatku kesakitan.
dicium!!! ucapku asal jawab
ahhh dicium??? cium siapa???? ucap Erni dengan serius atas ucapanmu barusan.
dicium sama....!!!! sama siapa ya.....???
ucapku untuk menggoda erni biar semakin penasaran...
mana ada jika dicium jadi memar gitu!!!ucap Erni ... dengan kentus
ada... ini buktinya??? ucap lagi ,
ngeri juga ya, jika dicium sampai segitunya??? terus kamu juga ngapain cium ciuman , masih kecil saja udah sok cium ciuman!! ucap Erni lagi.
" di cium sama....
sama.... aspal Erni????
masa aku dicium laki laki. bisa bisa aku di gantung sama bapak aku!!! ucapku memperjelas.
" ohhh, sama aspal" dengan polos
gimana rasanya di cium sama aspal, ???ucap erni sambil menggodaku
enak... banget rasanya seperti rujak, ada asamnya, Asinnya, ada pedasnya,,... pokok seperti....
hahahaha... kami pun tertawa bersama.
Ting .....
Ting......
Ting.....
bel berbunyi tanda pelajaran akan mulai.
kami yang asyik bercerita memberhentikan, dan mengambil buku kami untuk mulai pelajaran.
__ADS_1