" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 11 rindu sosok abang


__ADS_3

aku rasa, kakakku sudah mengambil sebuah keputusan yang tepat, yang dari kemarin kemarin ingin niat berhenti sekolah. tapi dia sudah memutuskan untuk lanjut sekolah.


entah siapa yang membuat dia sadar, bagi ku tidak masalah yang penting kakakku tidak mengambil sebuah keputusan yang salah.


dan hari ini, aku sangat rindu sekali dengan sosok abangku, sudah lama tak berjumpa dengannya.


hampir sudah 3 Tahun, aku tidak berjumpa dengannya. bahkan abangku jarang kasih kabar buat kami, mungkin efek perkampungan kami susah sinyal kali, mau di apa kata, jika perkampungan kami hanya di daerah pelosok. meskipun ada jaringan, itupun di daerah tertentu saja. atau di perkampungan sebelah.


teringat aku dengan abangku, kenakalan yang kami buat, aku dan Abangku yang berselisih umur 5 Tahun. tapi aku selalu bermain dengan abangku.


dari kecil aku dengan kakak kurang akrab, aku juga tidak tau kenapa, cuman aku lebih nyaman dengan abangku.


apa karena Abangku tidak pernah marah sama sekali denganku atau tidak, tapi dari kecil aku lebih suka dengan sosok yang lembut.


kenakalan yang pernah kami buat, mengingat ingatnya membuatku tersenyum senyum sendiri, untung di kamar , jika di luar sana mungkin orang kira aku tidak waras lagi.


sedikit cerita aku mengenai kenakalan kami berdua dengan abangku:


awalnya niat main ke sungai untuk memancing, ya abangku hobby sekali memancing.


di pinggiran Empang kami, ada sungai jadi setiap abangku ingin mancing selalu ke sungai itu, setelah pulang sekolah abangku mengajak aku dengan teman teman nya.


yaitu tarjan dan Anton untuk memancing.


tidak seperti biasanya, sudah beberapa jam kami memancing tidak mendapatkan sama sekali .


" aku udah mulai bosan , karena jika dapat ikan, ku jadikan itu teman mainku.


" ikannya mana bang" dengan rengekkanku karena belum mendapatkan ikan.


* mungkin ikan lagi tidur" ucap abangku untuk membujukku agar aku tidak merengek lagi. karena kami tidak mendapatkan ikan sama sekali ,


jadi kami memutuskan untuk kembali pulang. dalam perjalanan pulang kami melewati Empang , ya Empang orangtuaku meskipun tidak terlalu luas.


karena gerimis, jalan yang kami lewati jadi licin sehingga membuatku tubuh kecilku jatuh terpeleset.


dan akhir masuk ke dalam Empang, Empang tidak terlalu dalam , anak kecil sepertiku yang masih umur 5 tahun, tidak akan tenggelam. meskipun air setinggi pundak ku , tidak membuatku susah bergerak , sedikit sedikit paham juga aku berenang, karena aku sering di ajak Abangku sering berenang di sungai.


" ya bang " ucapku dengan merengek.


" ayo buruan naik" ucap abangku sambil mengulurkan tangannya.


" malah ke asyikkan aku main lumpur ...


" adek udah sore , ayu buruan pulang ucap abangku untuk membujukku!;


tapi aku masih tetap asyik bermain air dan lumpur. karena masih ingin bermain kuajak lah abangku untuk bermain dengan cara


ku lemparkan lumpur ke abangku, lemparanku kena ke mukanya.


" adek" ,ucap abangku dan dia pun masuk ke dalam Empang, sambil membalas ku dengan membaluri lumpur ke badanku. ternyata panjinganku tadi membuat dia tergoda untuk bermain.


karena kami lagi seru seruan bermain, ke dua teman abangku tidak mau kalah dalam keseruan kami. dan merek memutuskan untuk bergabung, saling lempar melemparkan kami untuk menikmati keseruan kami.


tiba tiba saja, ada suara berteriak , kami mengarahkan pandangan ke arah suara tersebut, ternyata yang teriak teriak keras itu adalah bapakku.


kami langsung saling pandang memandang, jantung kami sudah mulai joget joget.. seperti mendengar musik DJ. bukan karena kami senang, tapi karena takut. saking takutnya kami kena amukkan bapakku.


kami pun langsung keluar , dan mengambil semua peralatan kami, sedangkan abangku menggendongku, tak pikir panjang kami menggunakan jurus seribu bayangan , untuk menghindari amukan Orochimaru. kebetulan kami semua suka nonton film Naruto. tanpa sadar kami sudah melakukan jurus seribu bayangan yang selalu di gunakan Naruto.


bapakku yang melihat kami kabur, dia mengejar kami dan tidak mau kalah dengan menggunakan jurus Edo tensei . karena kami tau lawan kami tidak sembarangan , maka kami menggunakan jalur berbeda agar kami tidak mudah untuk di dapatkan, jika bisa di katakan jalan rahasia. agar Orochimaru tidak menemukan kami dengan mudah, karena Orochimaru orang tergila gila dengan Sasuke sahabatnya Naruto. maka dengan berbagai jurus dia akan gunakan untuk mendapatkan kami. dan kami pun menggunakan jurus panah Indra sasuke untuk menghindari dari serangan orochimaru.

__ADS_1


kok jadi cerita Naruto, mungkin karena aku salah satu fans Naruto kali.


ok kita lanjut lagi.


" hukuman"


bapak memandang kami satu persatu, aku dengan abangku .


teman Abangku lolos dari amukan bapak, sedangkan kami lagi berjuang menghadapi amukan bapak.


kami melihat muka bapak begitu sangat marah, kami pun tidak berani menatapnya.


"kalian berdua tau apa kesalahan kalian???


menatap kami dengan sangat marah , kami yang berdiri di depannya semakin takut dengan kemarahan bapak.


"tau pak" jawab abangku dengan rasa takut


apa dan coba jelaskan ??? ucap bapak dengan masih dalam ke adaan marah.


" bermain di Empang"


"apalagi "


Abang terdiam , dia tidak menjawab pertanyaan bapak, takut salah , jika salah semakin gawat .


" kalian tau, seminggu yang lalu, bapak baru memasukkan bibit ikan mas ke dalam!!!


ucap bapak dengan menahan marahnya.


aku dan Abangku saling memandang!!!


kami merasa semakin bersalah, atas perbuatan kami. kami telah membuat bapak rugi, otomatis yang kamu lakukan tadi siang , membuat semua bibit ikan mas tersebut pada mati semua.


hari ini bapak tidak melepaskan kalian, kalian harus di hukum. ucap bapak dengan merendahkan emosinya.


mulai besok, setiap jam 3 sore kalian berdua memberi pangan untuk bibit ikan.


karena besok bapak akan menambah lagi bibit ikannya.


"Abang saja pak"


"adek tidak usah ikut" lagian salah Abang kok, Abang paling gede. adek tidak tau apa apa ucap Abang untuk membelaku.


pokoknya kalian berdua, kalian berdua yang salah.


dan Abang jangan membela adek terus , nanti adek mu akan manja.


biarkan dia juga ikut di hukum, agar kelak bisa lebih mandiri lagi. ucap bapak ku dengan tegas.


seperti itulah kenakalan yang kami perbuat dengan abangku. masih banyak lagi kenakalan yang kami buat. tapi itu kenakalan yang paling fatal kami buat.


andai saja masa kecil itu, bisa di ulang. tapi sayang , tidak bisa di ulang lagi.


kerinduan yang kurasakan semakin menjadi jadi, tanpa sadar aku meneteskan air mataku pada bantal guling yang aku peluk.


"bang , adek kangen!!!


apakah Abang tidak rindu denganku???


bang, adek mu sudah besar???

__ADS_1


Abang tidak akan bisa lagi menggendongku??


apalagi adek sekarang sudah kelas 3 SMP, sebentar lagi adek udah mulai masuk SMA.


Abang kok tidak pulang pulang sampai sekarang!!!


sudah 3 tahun loh bang!!!


gumam ku dalam tangisanku semakin jadi jadi. air mataku pun terus berjatuhan.


Abang pergi menjauh ke ibu kota, untuk mencari selembar kertas. padahal pada saat itu Abang masih sekolah tapi


Abangku memutuskan untuk berhenti sekolah, dan pergi untuk merantau,


di saat itu aku masih kelas 6 SD, abang yang pergi merantau meninggalkan kami.


menurutku saat itu dia membuat sebuah keputusan dalam ke adaan emosi.


jadi setiap nasihat siapa saja, dia tidak akan mendengarkan nya, apalagi kedua orangtuaku tidak bisa membujuk abangku atas keputusannya. karena Abangku orang sekali sudah di putuskan tidak ada seorang pun yang bisa merubahnya.


aku selalu mengingat setiap ucapannya ,ketika saat itu dia mau berangkat:


adek ku yang paling..kecil. jadilah anak yang penurut ya. seperti kamu selalu mendengarkan setiap perkataan Abang.


selalu menghormati orang lebih tua.


sambil memelukku sangat erat sekali..


Abang pasti akan rindu denganmu ucapnya dengan senyum.


terus dia juga mendekati kakakku


adek ku yang bawel dan keras kepala!!


dengarkan apa kata Abang!!


jadilah diri sendiri, jangan pernah menyimpan sebuah amarah di hatimu.


Abang pasti rindu denganmu, dengan bawelmu atau dengan keras kepalamu!


ucap abangku dengan memeluk kakakku dengan erat.


Kakaku menangis terisak Isak atas ucapan Abang :


"terus siapa lagi yang akan membelaku, "


ucapnya yang masih terisak Isak dalam tangisannya.


ketika anak anak yang lain. menggangguku


siapa yang akan membelaku??


dengan masih terisak Isak dalam tangisannya. kakakku menangis


seperti masih bayi padahal kakak sudah kelas 3 SMP.


abangku tersenyum:


" jangan selalu bergantung dengan orang lain, sudah waktunya kamu melakukannya sendiri. kontrol emosi bersikaplah lebih dewasa. ucap Abang ku kepada kakak yang berselisih umur hanya 2 tahun saja.


kerinduanku semakin terasa ,

__ADS_1


setelah mengingat ingat kelakuan kami pada masa itu.


karena aku pun sudah kelelahan menangis mengingat tentang abangku, nyawaku pun sudah melayang layang dan akhirnya aku pun tertidur untuk mengenang kenangan dengan abangku.


__ADS_2