" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 15 anak yang hilang telah kembali.


__ADS_3

"akhirnya luluh juga hati loe Guntur. !!!"


ucap Roy dengan perasaan senang.


" iya bro, mungkin sudah waktunya gua kembali" dengan perasaan sangat bahagia.


" itu yang seharusnya, tak ada gunanya Loe cari uang banyak banyak, tapi tidak ada kedamaian di hati loe" ucap Roy dengan memberi semangat.


" gue bantuin Loe berkemas" ucap Roy dengan merapikan semua barang barang Guntur, karena dari tadi Guntur sibuk merapikan barang barang yang di bawa untuk pulang.


" terima kasih banyak bro, selama ini Loe jadi sahabat buat gua , di saat gua butuh sering Loe selalu memberi waktu Loe buat gua." ucap Guntur dengan perasaan berterima kasih.


" tidak usah berterima kasih seperti itu, gua sudah anggap Loe seperti saudara gua sendiri, jadi sebagai saudara harus saling membahu" dengan menepuk punggung Guntur.


"tapi kenapa juga buru buru seperti ini ?? apakah kamu tidak menunggu sampai tahun baru???


" iya, rencana seperti itu, tapi gua ingin memberi kejutan buat adek gua, karena adek adek gua sebentar lagi akan mengadakan kelulusan sekolah, jadi gua ingin memberi hadiah dengan kepulangan gua.


ucap Guntur dengan semakin bersemangat .


" terserah Loe dah, yang penting Loe baik baik di jalan, sampai pada tujuan , ok ucap Roy dengan memberi semangat.


" tank's banget bro" sambil merangkul Roy


loe memang sahabat gua paling terbaik yang pernah gua ketemu.


" tidak usah melebih lebih kan "


" sudah siap bro, gua antar Loe bandara ya ??? dengan menarik koper Guntur keluar.


" sudah"


" tiket Loe jangan lupa "


sudah bro, sudah aman semua." ucap Guntur dengan bersemangat.


" Mak , pak , Abang pulang.!!! , maaf Abang tidak memberi tahu jika Abang hari ini pulang. ucap Guntur dalam hatinya.


taksi yang tunggu sudah datang, mereka pun langsung meluncur ke bandara Soekarno Hatta.


Guntur sengaja ambil tikar pukul 07.00 wib .agar waktu sampai di kampung tidak sampai sore.


" gimana ya sekarang keadaan di kampung"


" apakah masih seperti dulu, atau tidak ada sama sekali perubahan!!


" terus adek adek ku gimana ya, pasti mereka sekarang udah besar, apalagi adikku paling kecil pasti sekarang sudah remaja.


" jadi ingin cepat cepat sampai di kampung"


ucap Guntur bergumam dalam hatinya.


" Mak, mamak lagi ngapain ucapku kepada mamak yang berada di dapur. aku melihat mamak sibuk dari tadi pagi di dapur, bahkan sekarang sudah siang belum selesai juga.


aku melihat berbagai makanan yang telah di buat mamak .


" ada acara hari ini Mak" ucapku heran...dengan sikap mamak hari ini.


" tidak, ucap mamak dengan santai


" terus buat apa mamak masak sebanyak ini. ??? ucapku semakin heran.


" mama juga tidak tau, tiba tiba saja mamak merasa bahagia hari ini, jadi mamak mau masak masakan kesukaan kalian. ucap mamak dengan semangat masaknya.


" bapak mana , Mak," ucap ku dengan mencari keberadaan bapak yang tidak aku lihat dari tadi.


" bapakmu lagi di belakang , lagi membuat lemang"


" lemang" semakin heran ,


mamak kenapa, tumben tumben nya masak sebanyak ini gumam aku dalam hati.


karena sangking penasarannya , aku langsung ke belakang untuk menjumpai bapak.


" pak"


"iya, kenapa ??


" ada acara apa pak"

__ADS_1


" tidak ada" ucap bapak dengan santai.


" jika tidak ada kenapa mamak masak banyak sekali..!!!


" bapak juga kurang tau, bapak juga di suruh mamak kamu,


ya, bapak ikutin saja apa kata mamak kamu..!!!


dari pada bapak kena semprot oleh mamakku. ucap bapak dengan kesibukannya.


oh, gitu ya pak !!! ucap ku semakin tidak paham.


setelah itu aku kembali lagi ke dapur, "


Mak aku bantuin ya, "ucapku sambil mengambil yang bisa aku kerjakan.


" kakak di mana..???


" sepertinya di kamar , lagi tidur.


oh, gitu.


sudah beberapa jam terlewatkan, ternyata selesai juga. aku merapikan yang begitu acak acakan , seperti terjadi bom meledak di dapur.


semua masakan sudah di hidangkan di meja makan. jika dilihat dari masakan kami buat satu kampung sepertinya cukup.


jam sudah sudah menunjukkan pukul 15.00 wib.


kakak yang tadi tidur sudah bangun , dan lagi bersantai di ruang tamu sambil nonton.


tiba tiba saja ada suara mobil berhenti di depan rumah, mamak dan bapak berada di teras rumah lagi bersantai.


sedangkan aku yang di kamar lagi istirahat , karena masakan mamak yang begitu banyak membuatku kelelahan.


mamak dan bapak mengarahkan pandangan ke mobil tersebut , dengan penuh tanya.


dan keluar lah seseorang anak laki laki dari mobil tersebut, menggunakan celana jeans, baju kemeja warna hitam dan memakai topi warna hitam.


anak laki laki tersebut, langsung mengarah ke teras rumah di mana mamak dan bapak berada.


bapak dan mamak belum sadar dan masih heran , dengan anak laki laki tersebut.!!


sesudah sampai anak lelaki tersebut di depan mereka, anak lelaki itu membuka topinya dan mencium punggung tangan mamak dengan kasih sayang.


" anakku Guntur " ucap mamak yang belum percaya yang di hadapannya adalah anak lelakinya yang pergi 3 tahun yang lalu.


" iya Mak anak mu Guntur" ucap Guntur menyakinkan mamak


" ya Tuhan, terima kasih


karena engkau telah kembalikan anakku yang sudah lama pergi meninggalkan kami.


dengan terisak Isak dan memeluk anak lelakinya dengan penuh kerinduan.


"anakku kah ini " ucap bapak dengan menatap Guntur dengan sangat merindukannya.


" iya pak ,anakmu" ucap Guntur dengan mencium punggung tangan bapak.


" anakmu sudah pulang pak" ucap Guntur sambil memeluk bapak dengan erat.


" ya tuhan, terima kasih , engkau sudah kembalikan anakku ke pelukan kami. ucap bapak ku dengan suka cita.


" mamak langsung membawa Guntur ke masuk ke dalam rumah, dan seketika itu juga kakak langsung menatap kearah mereka.


dengan spontan kakak langsung berdiri dengan terkejut karena ada seseorang yang dia rindukan selama ini ada di depan matanya.


" hai adek ku, apakah engkau tidak merindukan abang mu ini. ??? ucap Guntur kepada Herlina yang masih tidak percaya yang di depan ini adalah abangnya.


" siapa kamu" ucap Herlina dengan menyakinkan orang yang ada di depannya adalah abangnya.


" aku abang mu Guntur" ucap Guntur dengan menyakinkan Herlina bahwa dirinya adalah Guntur.


" abangku" ucap Herlina dengan terisak Isak dan memeluk Guntur.


" iya aku abang mu Guntur" ucap Guntur memeluk adiknya itu yang sudah mewek.


" bang kenapa Abang baru pulang" ucap Herlina dengan melampiaskan kerinduan dengan penuh pertanyaan.


Guntur hanya terdiam, tidak menjawab pertanyaan Herlina

__ADS_1


" yang penting Abang sudah pulang" ucap Guntur.


Guntur mencari cari sesuatu , karena dari tadi dia melihat yang cari belum ketemu.


" Mak, mawar di mana...?


" aku belum melihat mawar ???


" di kamar lagi tidur" sambil mengarahkan pandangan ke kamar mawar.


Guntur pun melangkah kan kaki ke kamar tersebut. di buka nya pintu tersebut, pelan pelan Guntur masuk ke dalam kamar , Guntur melihat mawar tidur begitu nyenyak sekali. Guntur pun duduk di dekat mawar sambil membangunkannya.


" mawar ... bangun


mawar .... bangun... ucap Guntur dengan pelan pelan.


" mawar membuka mata nya perlahan lahan "ya Tuhan aku tau aku rindu dengan abangku, tapi bukan berarti bayangan bayangannya dimana mana engkau buat tuhan ucap mawar." dan kembali lagi memejamkan matanya.


" mawar .... bangun


" mawar bangun.... ucap Guntur lagi.


" ya Tuhan aku sudah bilang, aku memang rindu dengan Abang tapi bukan berarti engkau membuat suara nya di mana mana"


ucap mawar lagi dan kali ini dia menarik selimut dan menutupi semua badannya.


" mawar ... bangun...


" kamu kira Abang ini hanya bayangan saja. Abang ini nyata mawar ucap Guntur lagi.


" kok bisa ngomong, ucap mawar...


dengan membuka pelan pelan selimut yang menutupi tubuhnya . mawar mengarahkan


pandangannya ke Guntur sambil kucek kucek matanya dan dia pun dengan posisi duduk sambil mencubit tangannya.


"au, sakit.... ucap mawar.


" berarti nyata dong ucap mawar dengan menatap Guntur yang sudah ada di depan.


" benar kah kamu abangku" ucap mawar dengan terisak Isak.


" iya benar aku ini abang mu "ucap Guntur dengan tersenyum.


mawar pun langsung memeluk Guntur dengan erat, dan dia merasa rasa rindunya sudah terobati.


" sejak kapan adek kecilku jadi


pelawak " ucap Guntur dengan menggoda mawar.


" Abang ... " ucap mawar semakin memeluk abangnya yang dia rindukan.


semua sudah berkumpul, dan barang barang yang di bawa Guntur pun di susun rapi oleh mamak.


" ok gun aku cabut dulu" ternyata Guntur tadi di antar oleh keponakan bosnya yang di Jakarta,


" jangan buru buru dulu" apa minum dulu atau ngopi ucap Guntur kasih penawaran.


" bukan aku tidak mau bro"


" cuman aku masih ada lagi pekerjaan yang belum aku selesaikan" ucap laki laki yang mengantar Guntur.


" tank's banget ya bro, sudah mengantar aku , ucap Guntur kepada laki laki itu.


" santai saja bro" ucap laki laki itu lagi.


" aku cabut ya"


mari Tante ,om ucapnya dengan sopan.


iya nak , hati hati ucap mamak dan mengantarnya sampai ke mobil.


karena saling melepas rindu dan asyik ngobrol saling menceritakan ke sehari harian mereka masing masing.


mamak yang muncul dari dapur, mengajak kami untuk makan bersama. karena jam sudah menunjukkan pukul 19.00 wib.


karena mamak bingung dengan masakannya begitu banyak, mamak pun mengundang tetangga untuk makan bersama dan sekalian mengadakan acara syukuran kepulangan anak laki lakinya .


seisi rumah di penuhi dengan canda tawa, penuh dengan kegembiraan di setiap raut wajah yang di rumah itu.

__ADS_1


apalagi kedua orang tua kami, sangat bahagia atas kepulangan anak laki laki nya. yang mereka rindukan selama ini.


saking bahagianya.. mereka pun menetes air mata .


__ADS_2