" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 17 kakak cemburu padaku


__ADS_3

aku yang lagi bersantai dan asyik nonton. tiba tiba saja bapak dan ibu sudah duduk di samping ku.


" serius amat nontonnya" ucap mamak kepadaku.


"gimana, ijazah Sudak di ambil..??


ucap mamak lagi.


" sudah kok Mak"


" terus lanjut ke mana, ucap mamak dengan serius.


" aku sih terserah mamak...!!!


"jika mama di tanya... gimana di tempat sekolah kakak. kemarin" ucap mamak dengan penawaran terhadapku.


aku tidak menjawab pertanyaan mamak, karena aku kurang suka dengan sekolah tersebut.


" jika menurut bapak, kamu sekolahnya di tempat pamanmu saja gimana, ucap bapak memberi penawaran yang lain..


tapi aku tidak menjawab juga atas pertanyaaan bapak.


jadi gimana , kamu maunya dimana ucap mamak


" aku maunya di SMA WR Supratman, Mak ?? dengan ragu ragu


orangtuaku terkejut atas pernyataan yang aku buat.karena sekolah itu termasuk sekolah yang mahal , dan aku sadar juga jika di sekolah tersebut orang tua ku tidak akan mampu untuk membayar biaya sekolah di situ . apalagi uang sekolah setiap bulan cukup tinggi mungkin upah sehari hari bapak sebagai buruh kebun karet masih kurang untuk membayar uang sekolah disana .


" nak, sekolah di situ sangat mahal, belum lagi pendaftarannya dan membayar uang pembangunannya , dari mana bapak dan mamak ambil "ucap mamak dengan sangat kaget.


iya nak, bukan kami tidak mengijinkan kamu di sekolah di sana , tapi dari mana bapak nanti bayar uang sekolah kamu. !!! ucap bapak dengan menyakinkan bahwa mereka tidak mampu.


aku bergegas ke kamar , aku keluar lagi dari kamar dan membawa sejumlah uang, aku pun langsung memberikan nya kepada mamak.


" uang dari mana ucap mamak" dengan heran melihat uang tersebut.


" hasil dari celengan ku"


" celengan gimana maksud mu ucap mamak yang heran dari mana aku mendapat kan uang tersebut.


" iya, itu upahku selama 3 tahun terakhir ini membantu Tante sita.


terus uang jajan selama ini mamak kasih, aku tidak pernah pakai, tapi aku tidak pernah memakainya. aku menjelaskan agar kedua orang tua tidak salah paham.


" uang tersebut cukup untuk pendaftaran , uang pembangunan, dan membeli seragam. ucapku lagi.


terus Tante Sarah, tantenya Lita menawarkan sebuah pekerjaan untukku.


Tante sarah punya usaha pembuat keripik,


jadi sepulang sekolah aku bisa bantuin Tante Sarah, dan upahnya cukup untuk biaya uang sekolah dan sehari hariku.


kalau soal tempat di mana aku tinggal, Tante Sarah mengijinkan aku tinggal di mes nya bersama kariyawan yang lain.


aku juga bersama Lita kok , Lita juga mendaftar di sekolah tersebut ucapku dengan menyakinkan ke dua orang tua ku.


kedua orang tua terdiam, atas penjelasan yang aku tuturkan.


aku juga diam , dengan perasaan was was atas jawaban kedua orangtuaku.


" sekolah ini, memang tidak sebagus sekolah yang di tawarkan firnan terhadapku.tapi sekolah ini sudah termasuk sekolah yang terkenal dengan nilai nilai yang cukup bagus dan rata rata lulusan dari SMA tersebut banyak masuk ke universitas yang terbaik.


" apakah kamu yakin..??? ucap mamak dengan menarik napas yang dalam.


" aku sangat yakin Mak" ucapku dengan bersemangat.


" gimana pak" ucap mamak kepada bapak agar bapak memberi keputusan.


" terserah mamak saja, gimana baiknya menurut mamak ucap bapak supaya mamak yang memutuskan


" baik kami ijinkan, tapi kamu harus memberikan yang terbaik , jangan kami kecewakan " ucap mamak dengan mengeluarkan napas perlahan lahan.


" terima kasih Mak, pak " ucapku dengan perasaan yang lega.


malam yang sangat membahagiakan bagiku karena kedua orangtua ku memenuhi keinginanku di sekolah yang aku inginkan.

__ADS_1


besoknya aku dan Lita mendaftar ke sekolah SMA WR Supratman, setelah itu kami menuju sebuah toko peralatan sekolah , kami membeli semua keperluan yang kami butuhkan ketika sekolah nanti.


persahabatan kami mulai terjalin dari sejak SD, sampai sekarang .apalagi kami masih bisa satu sekolah, itu sangat membuat kami bahagia karena masih bisa bersama sama.


" gimana semua sudah di persiapkan " ucap mamak terhadapku yang lagi sibuk di kamar membereskan barang barang yang akan aku bawa ke tempat baruku nanti.


" ini lagi membereskan Mak, ucapku dengan bersemangat...


" kakak, ada apa ucap mamak yang sadar akan kehadiran kakak yang berada di pintu.


kami asyik sedang membereskan semua barang barang yang aku perlukan ,sehingga kami tidak sadar akan ke hadiran kakak .


kakak hanya diam tidak menjawab, tapi aku melihat seperti ada ke marahan di wajahnya.


mamak langsung menghampiri kakak,


ada apa kak..? ucap mamak yang tidak mengerti dengan sikap kakak .


" mamak tega..? ucapnya dengan mengarahkan kaki ke ruang tengah.


" tega gimana maksud kakak..??? ucap mamak yang menyusulnya dari belakang.


" iya , tega ...


" coba jelaskan ke mamak , kesalahan mamak terhadap kakak, sehingga kakak bisa seperti ini berbicara. ???


" jika adek, minta, semua mamak ijinkan, tapi aku mana pernah ucap kakak dengan terisak Isak.


" ijinkan gimana??? belum paham apa dengan maksud kakak


" mamak tidak usah pura pura tidak tau apa maksudku....


" mamak mendaftarkan dia, ke sekolah yang mahal, sedang aku kemarin di sekolah yang biasa. itu pun bayar uang sekolah sering telat.


mamak memang pilih kasih, aku merasa seperti anak tiri di rumah ini" ucapnya penuh kemarahan.


" kakak mamak bisa jelaskan..!!! dengan berusaha menyakinkan kakak bahwa ini semua salah paham.


aku menghampiri mereka ,karena aku mendengar amukan kakak yang berada di ruang tengah.


" diam kamu, aku tidak butuh penjelasan darimu, enak ya, jadi anak kesayangan sedikit dikit apa yang di minta selalu di penuhi, ucap kakak kepada ku dengan sinis.


" kak, bukan seperti itu..??? ucapku berusaha menjelaskan.


" alah,,... aku tidak butuh penjelasan mu.


dan kamu tidak usah panggil aku kakak, aku bukan kakakmu, ngerti ucap kakak dengan sangat marah.


" kakak, omongannya jangan seperti itu, ..??? ucap mamak yang tidak terima perkataan kakak terhadapku.


" terserah, mau kakak tidak anggap aku adek , tidak masalah buat aku" ucapku dengan kesal atas perkataan kakak


" baguslah, jika begitu mulai sekarang kamu itu bukan adek aku, ngerti...


dan mamak urusin saja anak mamak itu, tidak usah pedulikan aku, aku bukan siapa siapa di rumah ini.


kakak langsung menuju ke kamar dan langsung membereskan baju baju untuk di masukkan ke tas.


"kamu mau kemana" ucap mamak dengan khawatir dengan sikap kakak.


" pergi, buat apa lagi aku disini" toh aku tidak di butuhkan lagi disini.


" pergi ke mana kakak ucap mamak yang semakin khawatir.


kakak masih kekeh dengan pendiriannya dan berniat ke luar dari rumah.


ini yang kamu kan..??? ucap kakak terhadapku dengan kemarahan


" jika pergi , jangan kembali lagi" ucapku untuk melawan kemarahan kakakku.


" adek , jaga sikap , kamu tidak boleh ngomong seperti itu, dia ini kakakmu ??


ucap mamak kecewa atas sikapku


". muak aku Mak, dengan sikap dia, apa apa marah, apa pa emosi, apa apa selalu dia harus di utamakan, apa apa harus jaga perasaan dia,apa apa harus hormat ma dia,

__ADS_1


emang dia pernah menghargai orang lain???


dia selalu menganggap diri selalu paling benar..!!! tanpa memikirkan perasaan orang lain ucap ku dengan tidak tahan lagi atas kemarahan yang ku pendam.


" apa kamu bilang, yang selalu di utamakan adalah aku,, tidak salah dengar aku...!!!


apakah kamu pikir selama ini, aku pernah meminta apapun sama mamak, tidak pernah.semua barang barang yang aku punya ,itu pakai uang ku sendiri..!! tidak pernah sama sekali aku meminta ke mamak ya. ucap kakak semakin marah atas sikapku yang sudah berani melawan dia.


" sedangkan kamu, semua nya apa apa mamak yang beli, apakah kamu pernah beli pakai uang sendiri , mana pernah ...!! ucap kakak dengan sinis.


" sudah sudah cukup" ucap mamak menghentikan pertikaian antara kami.


" adek masuk kamar" ucap mamak terhadapku dengan marah.


aku menuruti ucapan mamak dan langsung masuk ke dalam kamar.


" kakak , masuk ke kamar, mamak mau bicara sama kakak...!!!


"Mak" ...


" masuk"... ucap mamak yang semakin marah, akhir nya kakak nurut juga masuk ke kamar.


iya, aku akui jika semua keperluan ku semua mamak yang membeli, tapi aku yang selalu membantu mamak selama ini, aku setiap hari melakukan pekerjaan rumah,bahkan aku juga mencuci semua pakaiannya. tapi dia tidak pernah mau sama sekali membantu pekerjaan rumah dengan alasan banyak kerjaan dia di luar sana. aku tidak mempersoalkan itu semua.


dan hari ini, dia mempersoalkan mengenai sekolahku, emang aku salah jika di sekolah SMA WR Supratman .!!! aku juga tidak menyusahkan orang lain dalam urusan sekolahku.


gumam ku dalam hati dengan masih marah terhadap sikap kakak yang gampang marah.


" pintu kenapa tidak di kunci" ??


" orang orang pada ke mana semua ini".???


bapak mengunci pintu dan duduk bersantai di ruang tengah, karena kelelahan . bapak yang baru pulang dari bandara untuk mengantar Abang yang berangkat lagi ke Jakarta untuk melanjutkan pekerjaannya yang sudah beberapa Minggu ini di tinggalkannya.


" tiba tiba saja bapak mendengar suara yang lagi marah, bapak mencari arah suara tersebut.


ternyata suara itu dari kamar kakak.


bapak mengetuk pintu kamar kakak. " kakak,ada apa" ucap bapak dengan perasaan khawatir.


" mamak" ucap bapak , karena mamak yang membuka pintu.


" ada apa Mak, aku dengar seperti kakak lagi marah marah" ucap bapak dengan penuh tanda tanya.


" istrahatlah kak ucap mamak terhadap kakak yang masih penuh kemarahan.


dan mamak pun menutup pintu kamar tersebut.


" ada apa Mak" ucap bapak ingin tahu.


" si kakak salah paham terhadap adek nya." ucap mamak dengan membuang napas pelan pelan karena dari tadi menahan marah atas sikap ke dua anaknya.


" salah paham bagaimana" ucap bapak yang belum mengerti apa maksud mamak.


" iya, salah paham mengenai sekolah adek nya"


" kakak beranggapan jika kita orangtuanya telah pilih kasih dengan membedakan antara mereka. termasuk perbedaan sekolah. ucap mamak memperjelas kan semua akar masalah.


" terus mamak sudah jelaskan terhadap kakak , tentang sekolah adek nya.


" itu masalahnya kakak tidak mau mendengar penjelasan dari mamak."


ya sudah , besok saja kita jelaskan kepada kakak, biarkan saja kakak melampiaskan marahnya dulu. jika besok sudah redah marahnya kita bicarakan lagi dengan baik baik terhadapnya. ucap bapak menenangkan mamak .


" udah jangan di pikirin, waktunya kita istirahat ucap bapak dengan mengajak mamak masuk ke kamar.


" bapak kenapa lama pulang"


" bukannya keberangkatan penerbangannya jam 17.00 wib ucap mamak kepada bapak karena jam sudah menunjukkan 21.00 wib.


" macet...


" y udah jangan lagi di pikirin , waktu kita istirahat ucap bapak dengan menenangkan mamak.


"

__ADS_1


__ADS_2