
mbak, mbak sadar , ucap orang orang kepada Herlina yang pingsan. mbak mbak sadar mbak teriak orang orang untuk membangunkan Herlina. Herlina membuka perlahan lahan matanya. mbak sudah sadar, salah seorang dengan membantu Herlina untuk bangun. teman aku !!! ucap Herlina dengan mencari keberadaan Sri.. teman mbak sudah di bawa ke rumah sakit jawab salah seorang dari mereka. rumah sakit dimana tanya Herlina. mungkin rumah sakit terdekat disini jawab salah seorang lagi. Herlina langsung bergegas berdiri. mbak mau kemana tanya salah seorang dari mereka. aku harus pergi ke rumah sakit ... jawab Herlina dengan spontan dan ia masuk ke kosan dan keluar lagi dengan berlari sekencang kencangnya.
ojek mana ya... batin Herlina... ojek gak neng ... ucap tukang ojek . iya bang buruan ke rumah sakit ya, ucap Herlina langsung naik.. ok siap neng ucap tukang ojek dengan melaju kencang... sudah Sampai neng ucap tukang ojek.terima kasih pak ucap Herlina dengan memberi ongkos dan ia pun berlari masuk ke dalam.
neng Herlina ada masalah apa ya batin tukang ojek . ah mungkin ada keluarga dia lagi sakit batin tukang ojek dengan melajukan sepeda motornya. Herlina mencari cari keberadaan Sri.
mbak teriak salah seorang bapak bapak yang membawa Sri ke rumah sakit kepada Harlina. Herlina mengarahkan kan pandangannya ke suara yang memanggil dia dan ia menunjukkan dirinya. iya mbak ucap bapak itu.. Herlina menghampirinya, teman mbak sudah ditangani oleh dokter ucap bapak itu. syukurlah ..ucap herlina dengan menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan lahan. terima kasih banyak ya pak sudah mau menolong ucap Herlina.
sama sama neng... sudah kewajiban kita saling tolong menolong ucap bapak itu.
Oya neng kami pulang dulu, karena masih ada urusan ucap bapak itu dengan berpamitan untuk pulang.
sekali lagi terima kasih banyak pak ucap Herlina. mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit sedangkan Herlina menunggu di rumah sakit.
maaf dengan keluarga Pasian tanya dokter yang keluar dari ruang ICU. ya dok, saya sahabatnya jawab Herlina. untuk dengan cepat dia bawa ke sini, jika terlambat sedikit saja, mungkin .. ucap dokter berhenti sejenak berbicara. sahabat kamu begitu banyak mengeluarkan darah sehingga sampai sekarang dia belum siuman. dia masih koma ucap dokter.. apa dok, koma, ucap Herlina dengan lemas . iya, kita doakan saja, semoga sahabat kamu dengan cepat sadar. ucap dokter. aku mohon beri yang terbaik buat sahabat saya dok ucap Herlina dengan memohon.. kami akan memberikan yang terbaik. ucap dokter. saya boleh menjenguknya dok tanya herlina. boleh... silahkan jawab dokter. Herlina pun masuk dan dokter itu pergi di ikuti oleh suster dari belakang.
__ADS_1
Sri. ada apa dengan kamu.. ?? kenapa kamu lakukan ini, apakah kamu tega meninggalkan aku sendiri, batin Herlina dengan air mata bercucuran. Sri kamu dengar aku kan.. sadar Sri ucap Herlina.. dengan perasaan sangat hancur. ya tuhan, aku mohon sadarkan sahabatku, aku sungguh menyayanginya. aku ingin dia seperti dulu lagi, bercanda denganku. tertawa bersamaku dan selalu bersamaku batin Herlina dengan tangisan terisak Isak yang tak tahan melihat kondisi Sri.
maaf mbak, ucap suster tiba tiba menyapa Herlina. Herlina menoleh suster .boleh kita bicara tanya suster kepada Herlina. Herlina menganggukkan kepalanya, mari ucap suster dengan keluar dari ruang icu.ada apa ya sus tanya Herlina. maaf mbak , semoga mbak dengan secepatnya mengurus administrasi Pasian, biar kita dapat melanjutkan pengobatan Pasian lebih lanjut ucap suster. oh, baik sus ucap Herlina. dan suster itu pergi meninggalkan Herlina. Herlina mengambil hp dari tas kecilnya. dia mencari nama di kontak seseorang yang ada di hpnya, ia menghubungi Tante Rita.
halo ucap dari seorang seberang sana. halo Tante ucap Herlina. ini aku kak, Fitri ucap Fitri adek nya Sri. Fitri apa kabar tanya Herlina . baik kak, jawab Sri .. Tante Rita adakah... tanya Sri.
tapi hanya suara tangisan yang menjawab pertanyaan Herlina. fit, kamu kenapa ? tanya Herlina. kak... mama, ucap Fitri . Tante kenapa tanya Herlina dengan panik. mama kak, masuk lagi ke rumah sakit... dan hari ini dokter menyatakan kepadaku jika mama kena penyakit tumor otak ucap Fitri dengan terisak Isak. ya tuhan batin Herlina dengan terkejut. aku sudah berusaha menelpon kak Sri, tapi nomor Kak Sri tidak bisa di hubungi .. ucap Fitri.
sekarang aku berada di rumah sakit menjaga mama ucap Fitri dari seberang sana. dan aku juga tidak tau harus membayar pengobatan mama dengan apa, ucap Fitri dengan terisak Isak. Herlina hanya terdiam mendengar perkataan Fitri. aku harus bagaimana kak, papa
sudah meninggalkan kami untuk selamanya, ucap Fitri semakin terisak Isak menangis. Fitri kamu harus kuat untuk Tante Rita, soal pengobatan Tante Rita ,aku dan kakak kamu akan berusaha sekuat kami untuk mendapatkannya ucap Herlina dengan menenangkan Fitri. terima kasih ya kak. ucap Fitri dengan menutup telponnya. ya tuhan, kenapa harus seperti ini ? bagaimana aku memberi tahu kepada Tante Rita.keadaan Sri disini ? sedangkan Tante Rita sakit... ? terus dari mana aku mengambil biaya pengobatan Sri .. batin Herlina. sekarang usaha Tante Rita tidak berjalan baik lagi sejak papa Sri sakit sakitan. bahkan mobil atau toko sudah di jual untuk pengobatan buat alm papanya. batin Herlina yang semakin pusing untuk memikirkannya.
iya ada apa Lin ucap pak Rudi dari sana dengan tegas.
maaf pak, boleh saya meminjam uang ? ucap Herlina dengan terbata bata...pak rudi terdiam sejenak. pak tanya Herlina. aku minta tolong sekali pak, aku butuh uang untuk pengobatan sahabat saya ucap Herlina dengan penuh harap. berapa kamu butuh ucap bosnya... Herlina memberitahunya.. apa... ucap bos dengan terkejut... bagaimana kamu bisa membayar nya jika uang sebanyak itu kamu pinjam , bahkan gaji kamu bertahun tahun tidak akan bisa membayarnya ucap pak rudi dari seberang sana. Herlina hanya terdiam tidak menjawab ...ok kamu datang ke kafe dan langsung keruangan ku , aku tunggu ucap pak Rudi .benarkah pak tanya Herlina dengan sangat bahagia. iya ucap pak Rudi dari seberang sana. baik pak aku akan ke sana ucap Herlina dengan mematikan telpon. terima kasih Tuhan batin Herlina mengucap syukur dan ia bergegas untuk pergi.
__ADS_1
tok tok.. masuk ... Herlina masuk ke dalam ruangan tersebut. sore pak ucap Herlina memberi salam. silahkan duduk ucap pak Rudi.
saya akan memberi pinjaman ke kamu tapi dengan syarat ucap pak Rudi.
syarat apa ya pak ,ucap Herlina . kamu harus menemani saya setiap malam Minggu ucap pak rudi dengan santai. maksud bapak bagaimana ya ,aku belum mengerti ? ucap Herlina yang tidak paham. iya .. kamu harus menemani saya pergi ke club' untuk menemani saya bermain judi . bagaimana ucap Pak rudi dengan berjalan menuju ke arah Herlina. maksud bapak apa,, bapak sudah punya istri dan anak ucap Herlina dengan risih. maksud saya, kamu akan menemani saya hanya setiap malam Minggu untuk bermain judi. saya melihat kamu dari nama dan data data kamu hoki untuk saya. kamu cukup menemani saya saja , tapi dengan pakaian agak seksi ucap bosnya.
hoki apa ya pak tanya Herlina dengan.polos. hoki artinya sebuah keberuntungan. dan saya percaya jika yang nama nya hoki ucap pak Rudi
hanya menemani bapak saja kan , tidak ada yang aneh aneh... tanya Herlina dengan terbata bata. saya bukan seperti yang kamu pikirkan. saya juga punya anak gadis dan istri. saya akan memberi 5 persen dari hasil kemenangan saya ke kamu untuk membayar uang yang akan kamu pinjam ucap pak rudi.
Herlina masih memikirkan, dia takut ambil langkah yang salah dan membuat dia akan menyesal kelak nanti. ini sangat tidak mungkin aku lakukan, tapi aku sangat butuh uang itu. batin Herlina. yang bingung dengan keputusannya. gimana kamu setuju tanya pak Rudi. .. baik pak aku setuju, asal seperti bapak katakan dan tidak ada embel embel yang lain ucap Herlina. tenang saja, saya tidak kan macam macam. dan ini cek sesuai dengan permintaan kamu. ucap bos dengan memberikan cek tersebut kepada Herlina. terima kasih pak ucap Herlina dengan menerima cek tersebut.
dengan cepat Herlina pergi ke rumah sakit untuk membayar administrasi pengobatan Sri.
semoga lekas sembuh batin Herlina dengan duduk di ruang tunggu.
__ADS_1
setelah beberapa Minggu Sri pun sadar dari komanya. ia membuka perlahan lahan matanya.
. Sri kamu sudah sadar tanya Herlina yang melihat Sri membuka matanya. aku dimana tanya Sri. kamu di rumah sakit Sri... syukurlah kamu sudah sadar, aku sangat khawatir sekali Sri ucap Herlina. Herlina memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Sri. dokter pun memeriksa kondisi Sri ... Sri sudah baik baik saja ucap dokter kepada Herlina. terima kasih ya dok ucap Herlina dengan sangat bahagia. dokter pun pergi meninggalkan mereka. Sri... ucap Herlina menatap Sri begitu terharu. Lin ..tanya Sri dengan datar.. iya Sri ada apa tanya Herlina. kenapa kamu menolong aku tanya Sri dengan suara datar ... Sri kamu bicara apa...? tanya Herlina. Lin... aku sudah kotor .... aku sangat menjijikan .... dengan memukul mukul dirinya.... buat apa lagi aku hidup jika masa depan aku hancur.... semuanya sudah hancur.... teriak Sri dengan histeris. apa yang kamu maksud Sri ... ? tanya Herlina dengan menghentikan sikap Sri untuk menyakiti dirinya.... aku sudah kotor Lin... aku sudah kotor .... aku tidak suci lagi..... dengan memeluk Herlina... ya tuhan... apa yang terjadi dengan Sri... apa yang terjadi di pesta itu... batin Herlina. aku sudah ternoda Lin... aku sudah Kotor...aku tidak punya harga diri lagi, aku sudah hancur.... aku tidak pantas lagi hidup... aku lebih baik mati... dengan memukuli badannya...Sri.. jangan seperti ini dengan memeluk Sri dengan erat. Sri jangan bicara seperti itu, kamu masih berharga...sangat berharga.... jangan bicara seperti itu lagi... kami masih menyayangi kamu Sri. aku mohon jangan bicara seperti lagi ucap Herlina semakin memeluk Sri dengan erat.