
"tidak seperti Abang pikirkan ? " ucap Herlina dengan pucat.
"coba jelaskan, biar kami tidak salah paham " kata Guntur.
Herlina melihat mereka satu persatu, dengan menarik napas dan membuangnya perlahan lahan.
" ok ,aku jujur memang benar aku sering ke tempat clubs'' , tapi tidak seperti yang kalian pikirkan !! aku hanya .... " Herlina menghentikan penjelasannya.
" hanya apa kak" tanya mamak dengan menatap Herlina dengan serius.
" aku hanya... aku hanya....cuma menemani pak Rudi ! ucap Herlina dengan ragu ragu.
" pak Rudi itu siapa ? " tanya mamak yang berpikir bukan bukan.
" pak Rudi itu bos aku," ucap Herlina dengan menundukkan kepalanya.
" buat apa kak,... ah. kamu jangan bercanda deh, kakak punya hubungan dengan bos kamu itu ? " ucap mamak semakin berpikiran bukan bukan. bapak mawar dan Guntur semakin tegang ketika Herlina sudah bercerita, mereka juga semakin berpikir bukan bukan, tapi tidak langsung nuduh sebelum Herlina bercerita sampai selesai.
" aku tidak ngapain ngapain kok Mak, aku cuma menemani pak Rudi doang gak lebih, itu saja" ucap Herlina semakin panik ia takut keluarganya akan berpikir bukan bukan.
" menemani, emang pak Rudi itu lagi ngapain kak ?" tanya mamak mata sudah mulai berkaca kaca.
" pak Rudi itu suka main judi" ucap Herlina dengan menundukkan kepalanya dengan berkumat Kamit seperti memanjatkan doa.
" jadi kamu main judi gitu maksud kamu kakak ? buat apa kamu lakukan itu semua, biar apa kak ? kamu itu anak perempuan, bahkan bapak dan mamak tidak mengajarkan kamu untuk seperti itu.. ? ucap Mamak dengan syok atas pengakuan Herlina.
" Mak, tenang dulu, kita dengarkan dulu penjelasan dari kakak " ucap bapak dengan menenangkan mamak
" jelaskan lebih jelas Herlina, biar kami tidak semakin salah paham " ucap Guntur.
__ADS_1
" ok,"ucap herlina dengan menarik napas dalam dalam. " aku memang menemani pak Rudi main judi, tapi Herlina hanya menemani saja, tidak lebih. aku tidak tidak melakukan apapun, apalagi seperti yang kalian pikirkan. aku menemani pak Rudi, karena aku butuh uang " ucap Herlina .
" buat apa kak " tanya bapak.
" buat pengobatan Sri.. karena di saat kejadian itu, Sri mencoba untuk bunuh diri. aku menemukan Sri di kamar mandi dengan tangan yang sudah tergores oleh pisau silet.. darah begitu banyak keluar. aku membawa Sri ke rumah sakit, Sri mendapatkan pertolongan pertama. tapi setelah itu, aku harus membayar uang muka terlebih dahulu agar dapat melanjutkan pengobatannya. aku menelpon Tante Rita , tapi Fitri yang mengangkatnya. Fitri cerita, jika Tante Rita masuk ke rumah sakit, karena penyakitnya kambuh. ketika itu juga Fitri bilang, dia bingung ambil uang dari mana untuk pengobatannya Tante Rita. aku panik, aku bingung tidak tau harus apa, apalagi rumah sakit tidak akan melanjutkan pengobatannya jika tidak dibayar. aku mencoba menghubungi teman teman aku, mereka juga sama seperti aku, tidak punya. aku mencoba meminjam ke bos aku yaitu pak Rudi, ia akan memberi pinjaman tapi dengan syarat aku harus menemani dia untuk bermain judi. katanya jika aku adalah hoki seperti bawa ke beruntungan gitu, dan penawaran nya juga tidak sulit bagiku, aku bisa membayar uang yang aku pinjam, dari hasil main judi tersebut . karena jika ia menang, maka ia akan memberikan 5 persen untuk ku. ucap Herlina.
mereka terdiam mendengar penjelasan Herlina
apalagi Sri pernah mencoba untuk bunuh diri . tidak terbayangkan bagaimana di saat itu Sri sangat hancur dan putus asa. apalagi di saat itu, papanya baru meninggal, sedangkan mamanya mengidap penyakit kanker otak. terus Sri mengalami musibah yang tidak di duga duga.
" aku sungguh tidak bisa membayangkan betapa hancur sekarang perasaan kak Sri" ucap mawar dengan mata berkaca kaca.
" Abang juga tidak bisa membayangkan betapa hancur Sri sekarang " ucap Guntur dengan belum bisa membayangkan bagaimana sekarang ke adaan Sri.
" terus sekarang bagaimana dengan Sri " tanya mamak yang sekarang khawatir dengan ke adaan Sri.
" sekarang Sri mencoba menerima kenyataan hidupnya, bahkan sekarang berusaha lebih kuat agar Tante Rita dan Fitri selalu bahagia, dan sri meminta ke aku agar tidak menceritakan kepada keluarganya, karena ia takut jika cerita, maka kesehatan Tante Rita akan menurun" ucap Herlina.
" iya, pak sekarang dia hanya berpikir bagaimana ia mendapat uang untuk pengobatan Tante Rita" ucap Herlina.
" terus kenapa kamu tidak cerita tentang masalah sebesar ni kak ? jika masalahnya adalah uang kita bisa cari sama sama, bukan dengan cara yang kamu lakukan ! itu sangat salah. meski kamu hanya menemani saja, tapi resikonya itu sangat besar kak, jika ada orang berniat jahat ke kamu, atau tiba tiba saja ada pengerebekan, bagaimana nanti kakak ? ucap bapak kepada Herlina dengan rasa khawatir jika saat itu terjadi apa apa dengan Herlina. " tapi sekarang tidak kenapa Napa kan pak ? ucap Herlina.
" jujur kak, bapak tidak menyangka kamu bisa senekat itu, apakah di saat itu kamu tidak memikirkan resiko bagaimana ? ucap bapak dengan masih belum yakin dengan cerita Herlina.
" aku baik baik saja pak, lagian jika ada orang macam macam denganku , ada yang nolongin aku ? ucap Herlina. siapa" tanya mamak
" firnan" ucap Herlina. " kenapa firnan kak" tanya mawar tiba tiba saja Herlina membawa nama firnan. " iya firnan sudah tau semua, dan dia menyuruh teman temannya akan menjaga aku dari orang orang jahat sama aku " ucap Herlina.
" firnan tau, tapi kenapa dia tidak cerita dengan ku" batin mawar dengan rasa kecewa kepada firnan.
__ADS_1
" kamu berpikir ,kenapa firnan tidak cerita ke kamu ya" ucap Herlina kepada mawar.
mawar mengarahkan pandangannya ke Herlina. "kenapa kakak bisa berpikir seperti itu iya " batin mawar lagi.
" aku yang meminta tolong ke firnan agar tidak cerita ke kamu, jika firnan cerita ke kamu, maka kamu akan semakin nekat ke tempat itu lagi " ucap Herlina.
" ah.. adek kamu ke tempat itu" ucap mamak dengan kaget.
" mamak jangan berpikir yang bukan bukan, mawar hanya mencari kakak saja, tidak lebih " ucap mawar dengan membulatkan matanya ke Herlina tanda dia tidak suka jika dia membawa bawa namanya.
" aduh , kalian berdua membuat mamak semakin pusing saja ucap mamak dengan napas terengah-engah. " " mamak, maafin adek, gak ada niat apa apa , aku hanya melihat kemarin kakak masuk ke tempat itu, karena aku penasaran maka aku masuk ke dalam " ucap mawar dengan membujuk mamak agar mengerti.
" pokok jangan lagi kalian ulangi dengan masalah ini, jantung bapak bisa kambuh kalian buat " ucap bapak yang tidak habis pikir dengan ke dua anak gadisnya, dua duanya keras kelapa dan ingin tahu tentang apa saja yang membuat mereka penasaran.
" iya pak tidak akan di ulangi lagi kok" ucap Herlina dengan merayu bapak.
Oya mawar, aku berterima kasih banget sama kamu " ucap Herlina.
" berterima kasih buat apa kak" tanya mawar dengan heran, tumben tumben kakaknya mau berterima kasih kepadanya.
"iya , Vidio yang kamu kirim waktu itu, salah satu bukti kuat jika Sri adalah korban " ucap Herlina.
"ah, jadi kedua perempuan yang aneh itu, adalah dalangnya ? " tanya mawar.
" iya, mereka berdua adalah pelakunya ucap Herlina .
" benar benar mereka , tidak punya perikemanusiaan ucap mawar merasa jijik jika mengingat wajah ke dua perempuan aneh itu.
" terima kasih banyak ya adek ku " ucap Herlina dengan memeluk mawar. " kakak memeluk aku, baru kali ini kakak mau memeluk aku, apakah sekarang kakak sudah mau menerima aku seutuhnya sebagai adiknya batin mawar dengan membalas pelukan Herlina.
__ADS_1
"mau kakak hanya memelukku hanya karena berterima kasih atau tidak , yang penting akhirnya kakak mau memeluk aku sebagai adik " batin mawar dengan bahagia.