" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 12 "perceraian"


__ADS_3

" bro, tahun ini Loe mudik gak???


" sepertinya tidak " ucap Guntur sambil menarik rokok yang di isapnya. sambil mengaduk aduk berupa minuman dingin yang ada depannya.


Guntur lagi nongkrong di warung tempat ia biasa dengan temannya Roy. tidak jauh dari tempat kos kosannya.


" pulanglah" ini ke 3 Tahun Loe tidak pulang!!! Loe tidak kangen dengan kedua orangtuamu??? ucap Roy dengan menikmati minumannya yang begitu segar.


" gua juga bingung bro!!! ucap Guntur sambil menarik napas dalam.


" kenapa bingung" tinggal pesan tiket doang" ucapnya lagi.


" Guntur hanya diam dan melamun mungkin dia mengingat sesuatu didalam lamunannya.


Roy adalah sahabatnya sejak pertama kali sampai di ibukota.


mereka bekerja dibidang proyek pembangunan, dan yang punya proyek tersebut adalah anak sekampung dengan Guntur , maka sampai di Jakarta dia langsung mendapatkan pekerjaan.


"pulanglah"


walaupun Loe tidak rindu dengan kedua orangtua loe, setidaknya Loe, harus tau, kalau orangtua Loe sangat rindu dengan Loe.!! dengan memegang pundak Guntur.


" gua masih ingat kejadian itu bro!!


ucap Guntur dengan mengingat ingat kejadian beberapa tahun lalu. sebelumnya Guntur sudah cerita , apa yang membuat dia harus jauh meninggalkan kampung halamannya.


Loe harus hadapi, bukan menghindari permasalahan, jika Loe menghindar maka permasalahan itu tidak akan selesai. !!


apapun itu dan seberat apa pun itu , Loe harus hadapi. ucap sahabatnya yang lebih tua 2 tahun darinya.


" Loe pikir kan baik baik, jangan biarkan ego Loe yang mengkusai otak Loe.


gua ada urusan,. gua cabut , ok ucap roy


sambil menepuk punggung Guntur dan pergi meninggalkan Guntur sendiri.


Guntur masih asyik dalam lamunannya., mengingat ingat kisah yang tidak mungkin dia pernah lupakan begitu saja.


diawali pada saat itu Guntur memutuskan berhenti sekolah dan pergi merantau ke ibu kota, pada saat itu dia masih berusia 17 tahun.


bukan orangtua tidak mampu untuk membiayai tapi ada alasan lain yang membuat dia untuk pergi jauh.


" Mak,

__ADS_1


"pak aku rindu dengan kalian. ucap Guntur dalam hatinya,


matanya ke arah sebuah Poto yang ada pada galeri hpnya. sebuah Poto keluarga. ada ayah, ibu dan 2 anak perempuan dan satu anak laki laki.


tanpa sadar, air matanya pun berjatuhan ke pipinya.


"dasar cengeng " gumamnya lagi dalam hati.


ia mengingat ingat kembali lagi, mengenai kenapa dia harus merantau.


Guntur adalah Abang ku yang tak pulang pulang dari tanah perantauan.


dari sini lah awal mula kenapa abangku pergi merantau.


pada saat itu , ada pertengkaran yang hebat antara kedua orang tua kami. sebelum nya keluarga kami bukan keluarga yang harmonis, seperti keluarga yang lain. awal dari ketidak harmonisan itu adalah. orang tua dari bapak , tidak merestui hubungan kedua orangtuaku. hanya karena perbedaan suku saja.


yang paling tidak se tujuh adalah nenekku.


yang selalu mendukung mamak dan membela mamak adalah kakek saja. tapi kakek terlalu cepat menghadap pada yang maha kuasa.


kakek meninggal pada saat abangku baru saja lahir,


yang memberi nama Abang juga adalah kakek yaitu Guntur.


hari demi hari biaya semakin bertambah, apalagi kami 3 bersaudara yang masih kecil kecil. mamak ku pernah menyuruh bapak untuk berbicara kepada nenekku, untuk dapat menggunakan lahannya untuk kami olah.


tapi bapak tidak berhasil , karena mungkin ketidak kesukaan nenekku lebih kuat terhadap mamakku, maka dia tidak pernah ijinkan lahannya untuk di pakai.


apalagi nenekku punya kebun karet. tapi nenekku lebih ikhlas orang lain yang mengolah kebun tersebut, bapak punya saudara satu laki laki dan satu lagi perempuan, yang no 1 perempuan tapi sudah menikah, dan no 2 adalah bapakku. sedangkan no 3, adik laki laki bapak masih sekolah.


bapak adalah anak penurut kepada orangtuanya saking nurutnya, bahkan tidak berani membantah setiap ucapan dari nenekku.


meski itu bertantangan dengan keluarga kecilnya.


setiap kali nenekku menghina mamak, tidak ada pembelaan dari bapakku, itulah satu pemicunya ketidak harmonisan di dalam keluarga kami.


mungkin abangku dan kakakku adalah saksi semua apa yang terjadi dalam keluarga kami .


mamak yang selalu di hina dari keluarga bapak, tapi lebih menyakitkan lagi bapak tidak membela mamak, malah menyalahkan mamak yang tidak hormati orangtua.


kata kata kasar yang sering terdengar di telinga kami, bahkan bentakan sering kami dapat dari nenek kami.


di tambah lagi , kami selalu di berhadapan dengan kedua orangtua kami yang selalu bertengkar di hadapan kami.

__ADS_1


ketika kakak berumur 5 tahun sedangkan aku berumur 3 tahun, mereka bertengkar di hadapan kami,


pada. saat itu mamak mencoba untuk pergi dari rumah. karena aku masih kecil, aku pun dibawa oleh mamakku.


tapi di saat itu, kakak juga meminta kepada mamak supaya ikut tapi mamak malah menyakiti kakak dengan cara meninggalkannya.


dan beberapa bulan kemudian mamak rujuk kembali dengan bapak.


12 tahun berlalu pertengkaran itu terjadi lagi.


sekarang pertengkaran itu tidak ada lagi kata rujuk, kedua orang tuaku berniat untuk bercerai, semua keluarga sudah berkumpul, kepala desa dan di tambah lagi kepala adat.


ketika kami mengetahui semua itu, kami sebagai anak tidak bisa berbuat apa apa.


karena Abangku merasa kecewa atas sikap kedua orangtuaku , maka sebelum perceraian terjadi, abangku memutuskan pergi jauh dari perkampungan kami.


meskipun kedua orangtua kami minta maaf dan akan rujuk . tapi abangku tidak mau mendengar perkataan kedua orangtua kami.


abangku masih kekeh dengan keputusannya. meskipun aku dengan kakakku berusaha menyakinkan kalau kami butuh sosok Abang


tapi abangku tetap pada pendiriannya.


mungkin itu penyesalan kepada orangtua kami , ketika Abang pergi meninggal kan kami.


dan saat itu juga orangtua kami memutuskan tidak bercerai dan rujuk lagi, tapi abangku masih kekeh pada pendiriannya.


jam sudah menunjukkan jam. 22.00 wib tapi Guntur masih asyik menikmati lamunannya.


tiba tiba saja ada suara , sehingga membuat Guntur sadar dari lamunannya.


bro , Loe masih disini???


gua kira Loe Sudak balik ke kosan?? ucap Roy dan duduk di sampingnya.


" eh Loe bro!! ucap Guntur menarik napas dalam untuk mengakhiri lamunannya.


" sudah, jangan dipikirin yang sudah berlalu., sekarang nikmati saja, apa yang sudah di jalani."


percayalah pasti ada akhir ini semua!! ucap Roy dengan tersenyum.


* balik Yok, udah larut malam, !!! ucap Roy untuk mengajak Guntur untuk kembali ke kosan mereka.


"pak berapa" ucap Guntur dengan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk pembayaran minuman dan rokoknya.

__ADS_1


setelah itu pun mereka kembali ke kosan mereka , tidak jauh dari tempat nongkrong mereka. bapak itu sudah cukup mengenal mereka berdua, apalagi mereka adalah pelanggan yang setia. sangking setianya sampai larut malam pun mereka betah.


__ADS_2