" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 30 maunya jadi pacar.


__ADS_3

kenapa kamu bawa aku pergi... tanya mawar ke firnan dengan ngos-ngosan karena mereka sudah cukup jauh berlari. firnan pun membelikan sebuah minuman untuk mawar, karena mereka sudah berada di luar sekolah. ini minum dulu ucap firnan dengan memberikannya. terima kasih kata mawar dengan menerimanya. kenapa kamu tidak menyapa aku tanya firnan dengan muka cemberut. mawar menatap firnan dengan membulatkan matanya. aku tanya kenapa kamu tidak menyapa aku ? tanya firnan dengan kesal karena mawar tidak menjawab langsung. ya, aku tidak mau menggangu kamu..! jawab mawar dengan santai Dan meminum kembali minumannya. firnan menatap mawar dengan serius dan penuh rasa kecewa. kok kamu melihat aku seperti itu.. ! ada yang salah ya dengan omongan aku.. tanya mawar yang tidak paham dengan sikap firnan. tidak apa apa.. ucap firnan dengan mengabaikan pandangan mawar terhadapnya. nan... ucap mawar dengan suara pelan dan menatap firnan. apa kata firnan tapi masih mengabaikan Tatapan mawar. mawar yang tidak merasa merespon tatapannya dia hanya diam dan tidak menatap wajah firnan. kamu marah ya... nan tanya mawar


menarik lengan baju firnan. tidak... jawab firnan dengan datar. terus kenapa kamu cuekin aku tanya mawar lagi. siapa yang cuekin kamu dengan masih mengalihkan pandangan. jika tidak mencuekin aku, lihat aku ucap mawar dengan memutar wajah firnan. apa sih... dengan melepaskan tangan mawar yang menyentuh wajahnya. cowoknya lagi ngambek ya mbak... kata tukang jualan minuman ,karena mereka berhenti di sebuah warung. mawar mengarahkan pandangan ke tukang jualan minuman dengan mengangkat alisnya .. biasanya ya neng.. kalau cowok itu ngambek, itu tandanya lagi cemburu.. ucap ibu tukang jualan. uhuk uhuk... firnan yang batuk mendengar ucapan ibu tukang jualan. kamu tidak apa apa.. tanya mawar dengan memukul pundaknya. gak apa apa kok ucap firnan dengan mengalihkan tatapannya karena muka sudah mulai memerah karena ucapan ibu tukang minuman. maka nya mbak, jika punya pacar itu harus peka, ucap ibu dengan menggoda.. tapi Bu dia bukan... pa... berapa Bu tanya firnan dengan memotong pembicaraan mawar. Rp20.000. ucap ibu itu. ini Bu dengan memberi uang pas. terima kasi mas... ucap ibu itu. firnan yang menarik tangan mawar agar mereka pergi dari warung itu. takut pacarnya hilang ya mas, sampai gitu amat pegang tangan pacarnya, habis pacar kamu cantik, wajar cowok cowok suka naksir sama pacar kamu ?? jaga baik baik biar gak kabur... ucap ibu dengan menggoda firnan. iya Bu... terima kasih sudah bilang sangat cantik... ucap firnan.. mari Bu ucap firnan dengan masih memegang erat tangan mawar dan membawa pergi dari tempat itu. aku antar kamu pulang ya kata firnan ke mawar. sedangkan mawar yang masih dalam perdebatan dalam pikirannya tentang omongan ibu itu apa maksudnya. mawar aku antar ya... tanya firnan dengan menghentikan langkah... ah... apa nan tanya mawar. kamu tidak mendengar apa aku bilang ucap firnan. nan...

__ADS_1


apa maksud ibu itu tadi ya... kenapa dia mengira kita pacaran ? kita kan bukan pacaran ? tanya mawar ke firnan dengan serius.dan bukan menjawab pertanyaan firnan malah membuat pertanyaan. menurut kamu... tanya firnan ... dengan mengalihkan pertanyaan mawar. kita kan tidak pacaran , terus kenapa ibu itu bilang kamu cemburu...? tanya mawar lagi. firnan yang bingung menjawab bagaimana dan dia hanya menggarukkan kepalanya yang tidak gatal . oh, aku tau ucap mawar dengan tersenyum. tau apa tanya firnan . aku tau kenapa kamu cemburu karena, aku punya fans juga.. ya. apalagi fans aku teman kamu sendiri ucap mawar dengan tertawa.. firnan pun tersenyum melihat tingkah mawar yang terlalu polos. iya aku cemburu dengan Rian... karena kamu sudah punya fans ucap firnan dengan mengelus rambut mawar.


mawar mawar... aku memang cemburu.. bukan karena kamu punya fans.. tapi aku takut jika kamu ada rasa dengan orang lain, apalagi tadi kamu ngomong dengan Rian begitu akrab banget batin firnan. sebentar... dengan mengambil. hp dari saku celananya yang bersuara. halo... ucap firnan.. halo nan kamu di mana, tanya suara itu. aku .. bareng dengan mawar kenapa... ? bareng pulang tidak... suara itu bertanya ke firnan. kalian pulang aja duluan.. ntar aku nyusul dari belakang.. ucap firnan dengan menutup telpon. siapa tanya mawar... Rian jawab firnan. Oo.. Rian kata mawar. aku antar pulang ya... tanya firnan.. tidak usah, sudah dekat kok , paling 15 menit jalan dari sini sudah sampai Kata mawar. pokoknya aku antar... dengan menarik tangan mawar. nan... iya.. akan tetap seperti ini kan ? tanya mawar. maksud kamu.. ?? iya, kita akan selalu jadi teman baik Samapi kapan pun.. ? ucap mawar. teman baik ya .. ucap firnan dengan dingin ketika mendengar perkataan mawar. kamu tidak mau berteman baik dengan ku ? apakah kamu masih seperti dulu suka nakalin aku ?? aku mau seperti ini nan.. rasanya adem jika kamu bersikap seperti ini. kata mawar. tersenyum. selamanya teman baik ya... Sampai nanti kita tua gitu.. tanya firnan dengan serius. iya sampai tua.. ucap mawar yang masih polos . apakah tidak ada status selain teman baik sih war ..?. ucap firnan yang tidak habis pikir dengan mawar yang tidak paham paham juga dengan sikap nya selama ini. emang kamu mau status apa.. tanya mawar dengan menatap firnan dengan serius... firnan yang salah tingkah dengan tatapan mawar , membuat dia mengalihkan pandangan. oh aku tau status apa yang kamu maksud.. dengan senyuman. status apa ? tanya firnan. status jadi sahabat terbaik ucap mawar dengan tertawa kecil. sama saja mawar ucap firnan yang pusing dengan pemikiran mawar. ya beda nan, teman dan sahabat itu... beda. teman hanya sekedar teman tapi sahabat itu untuk selamanya ucap mawar.

__ADS_1


mawar yang melihat serius ke firnan dan memikirkan sesuatu. kamu bisa aja bercanda nan ucap mawar dengan tertawa dan memukul lengan firnan. dan tak sadar mereka pun sampai di kosan mawar. kamu bercandanya buat jantungku tak tenang ucap mawar dengan membuka gerbang. aku masuk dulu ya... terima kasih sudah di antar ucap mawar .. iya... ucap firnan dengan senyuman tipis.. mawar... iya.. dengan menoleh ke firnan.. aku serius bukan bercanda... ucap firnan... mawar terdiam mendengar perkataan firnan dan hanya bisa menatap firnan. aku serius bukan candaan war dengan mengelus rambut mawar. sedangkan mawar mematung dan masih syok dengan perkataan firnan. hai... ucap firnan ...ah... mawar yang masih setengah sadar. sana masuk, kamu masih kerja kan nanti kamu terlambat ucap firnan kepada mawar. iya.. iya... ucap mawar masuk yang tidak sadar sepenuhnya. sedangkan firnan yang masih di luar berharap mawar mengerti apa maksudnya. mawar mawar... kenapa sih kamu tidak peka peka juga !! batin firnan yang kebingungan. dan ia pun pergi untuk pulang.


.

__ADS_1


__ADS_2