" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 41. akhirnya tertangkap juga


__ADS_3

setelah beberapa hari, akhirnya pak Rudi juga mendapat bukti lagi mengenai pak Anggara. setelah mereka mendapat bukti lagi mereka melaporkan kasus ini kepada yang berwajib. baik kami menerima laporan kalian, atas bukti bukti yang kalian berikan ucap pak polisi dengan tegas. terima kasih pak ucap pak Anton dengan dengan menyerahkan bukti kepada pak polisi. setelah melaporkan mereka merasa lega karena kasus sudah di tangani oleh pihak berwajib. terima kasih banyak pak ucap Herlina kepada pak Anton. sama sama. tapi kita harus waspada, karena mereka bisa saja, punya seribu cara, agar mereka tidak kena hukuman kata pak Anton dengan antusias. baik pak, kami akan mencoba lebih mencari lebih jauh lagi, agar kita mendapatkan bukti bukti lebih banyak ucap Herlina. iya, itu lebih baik kata pak Anton. Oya .. saya duluan masih ada yang saya persiapkan ucap pak Anton dengan bergegas pergi.


sekarang kita sudah di tahap ini Sri... kamu harus bisa melawan mereka, mereka harus mendapatkan hukuman yang pantas. bukan membiarkan mereka keluyuran dengan seenak mereka ucap Herlina yang tak sabar dengan memenjarakan mereka. terima kasih banyak Lin... kamu selalu ada buat aku kata Sri.. dengan terharu atas sikap Herlina begitu pedulinya Herlina terhadap nya.


ayo jalan.. aku mau traktir kamu... ucap Herlina dengan melangkahkan kakinya... traktir apa... kata Sri yang menyusul Herlina dari belakang. traktir.. es cendol ucap Herlina dengan spontan.


ah es cendol, aku tidak mau... mau yang lebih berkelas... kata Sri dengan manja... duitnya cuma cukup beli es cendol doang kata Herlina. terserah kamu dah.... yang penting kamu traktir aku... ucap Sri... dengan senang.

__ADS_1


maaf pak, kami dari pihak kepolisan bisa bertemu dengan pak Anggara kata pak polisi kepada satpam. bisa pak .., saya antar kata pak satpam dengan mengantar pihak kepolisian. maaf ini ruangannya dengan mengetuk pintu.


tok... tok... tok... masuk suara dari dalam. pak satpam membuka pintu dan mempersilahkan pihak kepolisan masuk. pak ada pihak kepolisian mau bertemu dengan anda. ucap pak satpam. pak Anggara hanya menatap dengan membulatkan matanya. permisi pak ucap satpam dengan keluar. selamat siang pak kami dari pihak kepolisian ingin membawa anda ke kantor polisi dengan memberikan surat penangkapan . pak Anggara menerima surat.. itu dan membacanya. ... ini fitnah pak ucap pak Anggara. bapak bisa menjelaskan nanti setelah di kantor polisi ucap pak polisi.dengan menangkap pak Anggara. lepasin pak ucap pak Anggara dengan mencoba lari. bapak jangan mencoba lari, jika bapak mencoba lari maka kami akan melakukan kekerasaan ucap pihak polisi.


setelah itu satpam juga mengantar pihak polisi ke ruangan kelas putri dan mika. tok ... tok... tok... pak satpam mengetuk pintu kelas.


permisi pak... ada pihak kepolisian kata pak satpam. iya... ucap pak dosen dengan terkejut adanya polisi. maaf pak menggangu waktu anda, kami dari pihak polisi ingin membawa saudara mika dan putri ke kantor polisi . mika dan putri pun saling bertatapan.. maaf dengan saudara mika dan putri ucap polisi.. mika dan putri pun berdiri. maaf kami harus membawa kalian ke kantor polisi dengan memberi surat ijin penangkapan mereka. mereka pun membacanya... tidak pak... ini fitnah ucap mika dengan mencoba lari. tangkap dia.. teriak polisi kepada polisi yang lain.. aku tidak pernah melakukan itu... pak tolong lepasin ucap mika dengan histeris. sedangkan putri terdiam, tidak menyangka dia bisa tertangkap. bawa mereka ucap pak polisi kepada rekan rekannya. terima kasih pak atas waktunya ucap pak polisi kepada pak dosen. sama sama pak ucap pak dosen yang masih bingung kenapa mahasiswa tertangkap. semua mahasiswa keluar dari kelas dengan melihat penangkapan pak Anggara dan dua mahasiswa... . jangan... jangan... salah satu mahasiswa membuka suara... jangan jangan apa.. temannya bertanya... Sri kemarin memang di fitnah... ? ucap dengan serius.. semua anak anak yang mendengarnya saling bertatapan... iya benar, apakah kalian tidak ingat.. dengan ucapan teman Sri waktu itu.. ? ucap salah seorang lagi... iya benar mahasiswa yang lain menyahut... iya benar.. iya benar... kata anak anak lain .

__ADS_1


kamu dari mana sih nan kok baru pulang kata Rian yang berada di kamar firnan... sedangkan firnan baru datang. kenapa kamu ada di kamarku tanya firnan dengan mengambil air minum dan meminumnya sedangkan Rian lagi Santai di kasur firnan. lagi nunggu kamu..?jawab Rian dengan santai mainkan hp nya... Oo.. kata firnan dan mengeluarkan berkas berkas dari tasnya. berkas berkas hasil rapat mengenai kegiatan pesta seni di atas meja belajarnya. gimana ... tanya Rian tiba tiba.. gimana apanya .. jawab firnan . ya mawar gimana, jangan lama lama. ntar aku Pepet lho ucap Rian dengan serius. apa sih.. kata firnan. apakah kamu sudah memberitahu jika kamu suka dengan dia ?? tanya Rian. ya begitulah... ucap firnan begitu gimana nya . maksud kamu, kamu sudah mengutarakan isi hati kamu ke dia ? firnan menganggukkan kepalanya. terus gimana... bro... dengan bangun dan mendekati firnan. dia belum jawab... ucap firnan dengan menghapus mukanya dengan ke dua tangannya. 0oo belum ada jawaban ya... yang sabar ya bro kata firnan memberi semangat dengan memukul pundak firnan. terus maksud kamu tadi ngomong kayak gitu ke mawar biar apa ?? biar dia baper gitu.. kata firnan dengan muka dongkol. Ee... tenang bro... aku tidak ada niat untuk buat dia baper. habis kamu lama banget mengutarakannya... apa aku perlu aku yang bertindak... ? tanya Rian.. tidak usah aku bisa sendiri... ucap firnan. ok ... kata Rian dan kembali lagi santai di kasur firnan.


saudara putri dan saudara mika.. ini bukti bukti atas perbuatan kalian terhadap saudara Sri.. dengan menunjukkan bukti... jadi kami harus menahan kalian. pak kami tidak bersalah!!!


teriak mika. jika saudara tidak merasa bersalah , saudara bisa membuktikannya ke kami. sebelum kalian bisa membuktikan bahwa kalian bersalah. kalian kami tahan untuk sementara. ucap pihak kepolisan. pak polisi memerintahkan anak buah nya mereka di masukkan ke sel. pak kami tidak salah


. teriak mika dan putri... pak tolong lepaskan kami... teriak mereka lagi...

__ADS_1


sial... ucap mika.. Lo bilang, kita tidak akan di penjara, tapi sekarang kita sudah penjara put.. ? teriak mika. Lo bisa tenang gak mik..? aku pusing dengar teriakan kamu itu.. teriak putri ke mika. ....


Vidio...itu... sial... licik juga dia ya... ucap mika. maksud kamu ... kata putri... kamu masih ingat anak ingusan yang aku kejar di toko cemilan... iya ingat kenapa... dia yang memvidiokan kita.. kata mika... dengan kesal. tapi bukannya kamu bilang Vidio itu tidak ada tanya putri... iya memang tidak ada... jadi kok bisa ada ya... itu dia aku tidak tau... mika yang sangat frustasi atas penangkapan mereka... ah.... aku tidak mau di penjara teriak mika dengan histeris.........


__ADS_2