" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 38 susun strategi.


__ADS_3

kita ngapain kesini Lin... tanya Sri. aku sudah bilang ke kamu untuk berjumpa dengan seseorang jawab herlina. ayo masuk... dengan memasuki sebuah kafe. kamu yakin Lin... tanya Sri lagi... ayo buruan... dengan menarik tangan Sri. hai Lin.. suara pria memanggil Herlina. Herlina mengarahkan pandangan ke suara tersebut. dengan sebuah lambaian tangan... memanggil, Herlina tersenyum dan menarik tangan Sri ke arah pria itu. maaf pak kami terlambat kata Herlina. tidak apa apa, silahkan duduk kata pak Rudi. mereka pun duduk.. Oya Lin.. kenalkan pak Anton, pengacara yang aku maksud , pak Anton yang akan mengurus masalah ini semua kata pak Rudi. kenalkan pak saya Herlina dan ini teman saya Sri kata Herlina dengan menjabat tangan pak Anton. ok kita mulai saja, titik permasalahan nya Kata pak Anton. ok, di sini teman saya jadi korban, atas penjualan wanita terhadap pria berhidung belang. dan kamu Sri coba kamu ceritakan dengan jelas kepada pak Anton , bagaimana. kejadian yang sebenarnya kata Herlina kepada Sri.


Sri terdiam, dengan seketika air matanya berjatuhan, dan seperti ketakutan... Sri... kamu tidak apa apa kan ... tanya Herlina... tapi Sri semakin ketakutan untuk mengingat kembali memori itu. Sri... kamu harus bisa menceritakan ya... kamu harus lawan rasa takut kamu.. ucap Herlina dengan memeluk Sri. Lin... aku takut dengan lelaki.. itu... aku masih ingat .... bagaimana ... dia memperlakukanku... ucap Sri yang semakin ketakutan... kamu tenang ya.... kamu tenang... dengan memberikan minuman yang sudah tersedia di atas meja. aku akan selalu ada di bersamamu Sri. kamu harus tenang... kamu pasti bisa kata Herlina dengan menyakinkan Sri... setelah Sri merasa tenang ia pun mencoba menceritakan awal mula bagaimana bisa kejadian itu bisa terjadi. dimana teman temannya memberi sebuah minuman beralkohol , dan dia di bawa seorang pria, dan kejadian itu pun terjadi begitu saja dengan air mata mata berjatuhan yang sudah membasahi pipi Sri. tenang Sri aku selalu akan bersama mu kata Herlina dengan memeluk Sri sahabatnya yang amat dia sayangi. ok... ucap pak Anton dengan menarik napas. saya paham dan mengerti dari cerita saudara Sri. dan sekarang kita harus mencari bukti itu dulu, agar kita bisa menuntut mereka kata pak Anton. saya sudah punya buktinya pak.. kata Herlina dengan memperlihatkan Vidio di hpnya. dan pak Anton melihat Vidio tersebut. ini bukti sangat kuat... jadi kita bisa menuntut mereka. kata pak Anton.. tapi... harus mencari bukti lagi untuk memperkuat tuntutan kita. kata pak Anton. di Vidio itu saya mendengar jika mereka menyebut atas nama Anggara. tanya pak Rudi yang dari tadi hanya mendengar dan ia membuka suara. apakah bapak mengenalnya ? tanya pak Anton. ya tentu saja, saya mengenalnya.. dia adalah Klien saya kata pak Rudi. saya punya perusahan yang bekerja sama dengan dia. tapi saya belum tau jika pak Anggara tersebut melakukan perbuatan sekeji ini. jadi bagaimana menurut bapak tanya pak Anton kepada pak Rudi. jika kita masih butuh bukti lagi untuk memperkuat bukti bukti kita, aku akan mencoba.. melakukan penawaran kepada dia kata pak Rudi. maksud bapak..? tanya pak Anton. ya aku akan berpura pura untuk meminta dia mencari wanita muda agar dapat menemani aku, di saat itu aku akan mengambil barang bukti dari dia.. kata Rudi. ide cemerlang ucap pak Anton...


cukup sampai di sini dulu, kita harus menambah bukti lagi.. untuk memperkuat bukti bukti kita. semoga kita berhasil ucap pak Anton dengan bergegas... undur diri karena masih ada urusan yang ia selesaikan.

__ADS_1


terima kasih banyak ya pak, bapak sudah banyak bantu aku kata Herlina kepada pak Rudi. sama sama Lin... semoga kita berhasil, ok saya duluan, masih ada kerjaan yang aku urus... kata pak Rudi dengan melangkahkan kakinya.


apa aku bilang Sri.. kita akan pasti mendapatkan keadilan kata Herlina dengan tersenyum dan Sri sudah pun membalas senyuman itu dengan pelukan. terima kasih banyak Lin.. kamu sudah banyak membantu aku. aku tidak tau, bagaimana akan membalas kebaikanmu kata Sri dengan menjatuhkan air matanya. kamu cukup membalasnya dengan sahabatku untuk selamanya saja kata Herlina.


gimana kabarnya Lita... tanya Desi kepada mawar yang asyik menyantap baksonya. sudah mendingan, demamnya sudah turun, tinggal pemulihan saja jawab mawar dengan menikmati baksonya. war... kamu tau tidak hari ini... tanya Desi . kenapa... dengan hari ini.... hari ini kan pertemuan antar SMA, untuk membicarakan pentas seni yang di selenggarakan setiap tahunnya. terus... mawar yang masih menikmati baksonya. nah, kebetulan tahun ini sekolah kita sebagai tuan rumahnya ? kata Desi dengan kegirangan... terus, jika sekolah kita sebagai tuan rumah, emang kenapa Des.. ? tanya mawar dengan heran melihat Desi begitu kegirangan. asal kamu tau war... pasti cowok cowoknya semua ganteng... apalagi dari SMA Santo Thomas 1 ucap desi semakin menjadi jadi. lama lama penyakit Lita menurun ke kamu deh Des ucap mawar dengan heran melihat sikap temannya. penyakit apaan ... tanya Desi dengan cetus.. iya penyakit terlalu muja cowok jika ganteng.. ucap mawar. itu tanda aku masih normal war... cetus Desi. ini bukan normal lagi Desi... tapi sudah kelewat miring... kata mawar... . Desi tidak menghiraukan omongan mawar, ia tetap saja membayangkan jika nanti dia akan bertemu.. dengan cowok ganteng.

__ADS_1


uhuk... uhuk...mawar yang sedang keselek ketika mendengar ketika menyebut nama firnan. kamu kenapa war.. dengan memberikan minuman. mawar pun langsung meminumnya... setelah minum mawar merasa agak lega. makannya pelan pelan dong... masa mendengar nama firnanda syahputra sampai keselek gitu... ucap Desi dengan nyerotos. aku tidak sabar lagi dengan secepatnya aku bertemu dengan dia ucap Desi dengan membayangkan bagaimana pertemuan mereka. mawar yang masih syok ketika Desi menyebut nama firnannda Syahputra.


tiba tiba saja.. anak anak teriak seperti melihat seseorang... Desi yang penasaran, mencoba mencari tahu kenapa anak anak berteriak histeris.. ada apa... tanya Desi kepada salah seorang yang ada di belakangnya... jika tidak salah dia datang jawabnya dengan kegirangan... maksud kamu firnannda syahputra ? tanya Desi... iya ... jawab dengan bergegas berlari untuk melihatnya...


uhuk uhuk... mawar ke dua kali keselek.. dan mengambil minumnya. ayo .war kita... lihat...? kamu belum pernahkan bertemu dengan dia..?.tanya Desi dengan menarik tangan mawar. iya iya... kata mawar dengan mengikutkan Desi. teriakan anak anak memanggil nama firnan..

__ADS_1


firnan... firnan... firnan... anak anak cewek di sekolah meneriaki firnan .firnan... firnan... kata Desi yang tidak mau kalah. apa kamu sudah melihat war... tanya Desi... mawar hanya diam dan menggelengkan kepala ketika melihat Desi sebegitu nya ketika melihat firnan. apa sih istimewanya dia ? tanya mawar yang aneh melihat sikap temannya yang sangat mengidolakan. ah kamu tanya apa istimewanya dia apa ??? apa kamu tidak lihat begitu sangat tampan, manis, dan dia itu sekarang idola anak remaja seperti kita ini ?? ucap Desi dengan antusias menjelaskannya . idola.. idola apaan ? tanya mawar semakin penasaran. ah.. kamu tidak tau.. sama.sekali tentang firnan.. benar benar kamu ya war.. ni aku jelaskan. firnan itu anak basket...!!! beberapa kali dia membawa piala kemenangan buat sekolahnya. dan seluruh anak SMA di penjuru ini, pasti Taulah tentang dia. maka kamu sekali sekali tu buka akun sosmed kamu, biar lebih jelas siapa itu firnan ucap Desi. Oo gitu ya, maklumlah Desi aku tidak ada waktu... seperti kalian. lagian kamu tau sendiri kan aku bagaimana !!! ucap mawar. tapi kamu kan punya akun sosmed.. ?? tanya Desi . iya, aku punya tapi jarang dibuka. hehehe.... senyuman kecil yang di lontarkan mawar


Ting.. Ting... Ting... suara bel bunyi... ya ya... ucap anak anak dengan merasa kecewa karena waktu mata pelajaran akan di mulai. dan firnan dengan yang lainnya pun masuk ke sebuah ruangan untuk membahas acara pesta seni. ayo Des masuk ke kelas.. ajak mawar.. aku belum puas melihatnya... jawab Desi dengan masih ngelihatin firnan yang masuk ke dalam ruangan. mawar dengan menarik tangan Desi. war.... iya.... nanti temani aku ya untuk berkenalan dengan firnan.. kata Desi. gak ah... mawar kok gitu sih... temani ya... dengan merayu. iya iya.. aku akan temani kata mawar yang masih menarik tangan Desi. gitu Doong... jadi sahabat seperti itu... dengan sikap manja.


__ADS_2