" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 4 celengan ku.


__ADS_3

beberapa Minggu sudah terlewat dari pertengkaran mamak dan bapak, sudah kelihatan akur meskipun tak seperti biasanya .


" mak sudah ada kan uangnya" kakakku bertanya ke pada mamak.


mamak hanya diam.mendengar kakak berkata seperti itu, hening sekita. kami yang sedang makan malam. mungkin kakakku sudah sampaikan sebelum adegan ini terjadi.


" aku keluar sebentar, ada urusan " baapk menghentikan keheningan sambil mensudahi makannya dan bergegas untuk pergi.


" adakan Mak "kakakku bertanya lagi dengan penuh kecemasan dengan jawaban mamak.


"pasti mamak akan usahakan" mamak menjawab dengan datar.


" berarti uangnya belum ada dong" kakakku menjawab mulai agak kesal.


" mamak akan usahakan saat ini mamak belum punya uang, tapi mamak akan usahakan secepatnya" mamakku menjawab lagi dengan datar.


" kapan Mak adanya, masalah udah terlambat 3 bulan aku gak bayar. terus mamak hanya bilang sabar sabar ." dengan menjawab semakin kesal


"dasar punya orangtua gak mau bertanggung jawab" kakakku semakin emosi.


" kakak kok ngomong gitu sama mamak"


aku menjawab dengan agak kecewa dengan omongan kakakku.


"diam kamu", gak usah ngomong kalau gak bisa bantuin" dengan suara agak keras.


" iya, tapi bukan berarti kakak ngomong gitu sama mamak? aku jawab lagi.


"emang iyakan, kalau memang bertanggung jawab kejadiannya gak mungkin akan seperti ini" kakakku menjawab dengan masih emosi.


mamak hanya terdiam saat aku dengan kakakku berdebat.


" pokoknya aku gak mau tau, besok harus ada uangnya".


dan kamu gak usah banyak ngomong. mentang mentang anak kesayangan gak usah sok bertingkah!!!


"kakak apaan sih" (aku)


emang iya, semua nya , semuanya ....apa apa kamu. dengan marah( kakak) melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar dan keluar lagi


" punya orang tua gak bertanggung jawab...


kerjaannya berantem terus...


punya adek sok sok am...


dasar rumah kayak neraka...." dengan membanting pintu kamarnya dengan keras.


"awas kalau agak besok"


arah pandangan ke kami dan melangkahkan kakinya untuk pergi keluar.


heningan terdiam sekejap. tak ada suara apapun baik mamak maupun aku hanya diam saja.


berselang membisu beberapa menit, aku melangkahkan kakiku menuju ke kamarku. tak berapa lama aku keluar lagi dan menuju ke arah meja makan dimana mamakku masih ada disana.


aku dan langsung menyodorkan tabunganku buat mamak...


mamak mengarahkan pandangannya terhadapku yang tadi melamun.


mamak: apa ini


aku: celengan ku mak


mamak: buat apa????? dengan heran


aku: buat bayaran uang sekolah kakak.!!


mamak: terus kamu gimana???


emang kamu sudah bayar uang


sekolah???


aku. : udah!!!


mamak: uang dari mana??? dengan heran

__ADS_1


aku: dari Tante sita!!!


mamak: kok dari Tante sita!!!


aku: iya, Tante sita minta aku untuk


bantuin dia untuk jaga warungnya.!


Tante sita adalah tetanggaku, orangnya baik. akhir akhir ini suaminya atau om damen sering sibuk dengan bisnis baru nya.


karena Tante sita sendirian gak ada yang bantuin, maka dia minta tolong ke aku untuk bantuin dia.


beberapa hari yang lalu aku juga mendengar tidak sengaja dari kamar ku.


mamak dengan bapak lagi santai nonton tv di ruangan tamu. tiba tiba saja


tamu: permisi???


mamak : iya (langsung menuju pintu utama untuk membukakan pintu)


mamak: pak Kadir ( di sebut saja tuan takkur, kami sering menyebut dia tuan takkur , karena dia mempunyai lahan karet terluas di kampung kami. dan salah satu buruhnya adalah bapakku.)


mamak: silahkan masuk pak Kadir( dengan mempersilahkan pak Kadir untuk duduk)


bapak: ada apa ya pak Kadir datang kesini!


pak Kadir: kok ada apa!! , bukan bapak punya utang terhadap saya.???


bapak: iya pak saya tau. dengan secepat ny aku akan bayar , tapi untuk saat ini saya belum ada uang pak Kadir.???


pak kadir: tapi saya sudah kasih waktu 2 Minggu untuk bapak, tapi bapak juga belum membayarnya.??


bapak: iya pak saya tau, tapi pak Kadir tau sendiri, saya hanya buruh bapak,dan bapak juga tau berapa upah yang saya dapat!!


pak Kadir: ( terdiam sejenak)


mungkin pak Kadir sedang memikirkan sesuatu. tiba tiba saja...


pak Kadir: begini saja pak, kalau bapak belum bisa bayar utang bapak, saya kan punyak terna ayam kandang sudah mulai rusak, gimana kalau sebagai ganti dengan pekerjaan tersebut!!!


pak Kadir sudah memberi solusi buat saya untuk membayar utang saya.


pak Kadir: sama sama pak. kalau begitu saya pamit dulu.


bapak: iya pak( sambil mempersilahkan pak Kadir untuk keluar).


setelah aku mendengar percakapan mereka, aku tidak tega untuk mengatakan kepada mamak,


tanpa sadar aku mengatakan kan kepada Tante sita, Tante sita merasa iba langsung memberiku pinjaman dengan syarat aku harus bantuin dia sampai om Damen menyelesaikan bisnisnya.


mamak: gak usah , nanti mamak cari lagi pinjaman.!!


aku: gak apa apa Mak,pakai ini saja. kasian kakak, mungkin dia malu sama teman temannya, maka seperti tadi marahnya.


mamak terdiam seperti memikirkan sesuatu . mungkin dia gak tega , karena di celengan ada bertuliskan buat natal. rencana nya aku ingin menggunakan uang tersebut untuk natal. tapi lebih kasian lagi mamak jika berutang, dan ini juga akhir semester pertama , jika tidak bayar kakak juga tidak bisa mengikuti ujian .


tak lama dari lamunannya , mamak memutuskannya untuk mengambil celengan tersebut.


mamak: terima kasih ya nak!! dengan senyum


aku: ( senyum)


tok ....


tok ....tok.....


mawar...


mawar....


iya... aku langsung bergegas membuka pintu..


seperti suara tak asing bagiku.


kebuka pintu...


dan ternyata.....

__ADS_1


ngapain kamu sini.... !!!


sana pulang ....


" iya elah, baru datang juga, udah di usir.''


dengan sok sok senyum tapi menjengkelkan bagiku.


mamak: siapa dek????


aku: gak siapa siapa Mak..!!!


firnan: ini aku Tante...??


firnan tante... !!!


mamak: kenapa gak masuk ?? dengan masih arah suara dari meja makan


firnan: gak di kasih Tante!??


aku: apaan sih, sana pulang..(mendorongnya)


mamak tiba tiba saja udah di belakangku.


mamak: kenapa sih kok si suruh pulang.


firnan: iya, baru juga datang!!


aku: mamak masuk aja , biar aku yang urus ni anak. ( sambil menarik mamak ke dalam)


aku : kamu diam situ, jangan masuk ( mengarahkan pandangan ku terhadap nya)


tak lama aku keluar lagi.


aku: perlu apa!!!


firnan: pinjam dong catatan sejarah kamu!!


( dengan mengangkat alis ke atas )


" aku pinjam ya" (dengan sok senyum manis)


aku; gak .... enak aja pinjam pinjam.


firnan : ya, pinjamlah,


aku kemarin kan gak masuk.


aku: apa hubungannya sama aku, lagian ya.


kita tu gak satu kelas, kenapa kamu gak pinjam sama Jojo atau lita. kan kalian satu kelas.


lagian kita gak berteman , jadi gak usah sok sok akrab sama aku


firnan: siapa bilang kita teman, lagian aku juga gak mau berteman denganmu...!!!


aku: terus ngapain acara pinjam catatan segala kesini.!!! semakin kesal melihat tingkah firnan


firnan: ya , mumpung aku baik hari ini, maka aku mau meminjam catatanmu.


boleh ya , boleh ya....dengan sok sok lembut.


firnan : kalau kamu gak kasih , aku akan


aku gak akan pulang.!!!


aku: menyebalkan !!!


tunggu sebentar ( arahku masuk kedalam untuk ambil catatan yg dia mau pinjam. tak lama lagi aku keluar ..


aku: ni( menyodorkan)


firnan: terima kasih!!!


aku: jangan lupa bawa besok, aku ada mata pelajaran sejarah. .. dengan masih kesal


firnan: ok bawel.

__ADS_1


__ADS_2