" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 39 cowok muka pas Pasan dengan cewek mulut kereta.


__ADS_3

Ting... Ting... ring... suara bel bunyi tanda waktu mata pelajaran sudah selesai. ok anak anak sampai disini pelajaran kita, besok lagi kita lanjut. selamat siang ucap pak guru.. dengan meninggalkan ruangan kelas.


akhirnya..yang ditunggu tunggu sudah tiba ucap Desi dengan bersemangat menyusun bukunya ke dalam tasnya. buruan war.... dengan menarik tangan mawar... sedangkan mawar masih menyusun buku ke dalam tasnya. sebentar Desi ini belum selesai kata mawar dengan melepaskan tangan Desi. Desi yang tidak sabaran dengan mondar mandir.. sambil mulut nyerotos. iya iya ini sudah selesai kok ucap mawar dengan menuju Desi. ayo buruan kata Desi dengan mempercepat jalannya keluar dari kelas. setelah sampai di luar kelas.. ia langsung menuju ruangan dimana tadi firnan masuk ke dalam. seperti sudah selesai pembicaraannya ? kata mawar melihat ruangan tersebut sudah kosong. terus gimana ni.. tanya Desi dengan wajah kecewa. mungkin belum jodoh berkenalan dengan dia.. kata mawar dengan tertawa kecil, kenapa kamu ketawa, senang melihat temannya lagi kecewa kata Desi dengan wajah cemberut. ya udah mungkin lain waktu bisa bertemu dengan dia !! kata mawar dengan merangkul Desi. Desi yang masih posisi cemberut tidak memberi respon. ya udah pulang yuk... kata mawar dengan menarik tangan Desi. ada apa di kantin rame rame tanya Desi dengan mengarahkan pandangan ke kantin... mereka saling tatap menatap... jangan jangan... ucap Desi dengan kegirangan.. ayo war kita ke sana dengan menarik tangan mawar.

__ADS_1


ya ampun... benar kan war mereka ada disini... Desi yang teriak teriak menyebut nama firnan. sama hal dengan anak anak yang lain. mereka meminta bareng foto lah, kenalan.. semacam seperti itulah dengan desakan karena anak anak telah berkumpul disana hanya untuk kenalan dan foto bareng dengan firnan dan teman temannya.firnan.. firnan.. firnan...


boleh kah kita foto bareng ucap Desi mendekati firnan, setelah anak anak yang lain sudah sebagian pergi karena mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan.firnan hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. mawar tolong dong di fotoin kata Desi dengan menarik tangan mawar yang tadi mawar membelakangi mereka. ah... di fotoin.... kata mawar dengan menerima hp dari tangan Desi. iyalah fotoin buruan.. kata Desi dengan memberi gaya semanis mungkin. ok... kata mawar dengan memfoto mereka. sekali lagi... ambil sebanyak mungkin kata Desi dengan mengandeng tangan firnan. maka mawar pun memoto mereka.

__ADS_1


firnan yang kurang suka dengan adegan tersebut, dengan spontan ia menarik tangan mawar pergi dri mereka. firnan... firnan... firnan.. dengan teriakan para wanita dengan mengejar mereka. Desi yang seperti orang bodoh, yang tidak paham dengan sikap firnan dan mawar. hai... ucap Desi dengan menahan teman teman firnan yang melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu. tunggu sebentar... kata Desi dengan menghadap ke depan mereka. kamu kenal dengan mawar... kenal mawar di mana tanya Desi. itu bukan urusan kamu, aku kenal dimana jawab Rian dengan santai. sombong banget... kamu jadi orang, aku hanya bertanya cowok songong ? dengan menatap tajam. Rian yang tersentak dengan ucapan Desi dengan memberi ekspresi membulatkan matanya untuk menatap Desi. tak usah kamu gitu menatap aku.. wajah pas Pasan saja songong minta ampun... aku tak fans sama kamu, aku tidak tertarik dengan kamu. lagian jauh lebih ganteng, manis firnan dari pada kamu.. ucap Desi dengan membalas tatapan Rian. hai cewe sok ke cakepan.... tak usah banyak bicara ngerotos aja tu mulut kayak kereta gak berhenti henti kata Rian dengan kesal. ah... apa kamu bilang kayak kereta.. dasar cowok muka pas Pasan.. ucap Desi semakin kesal dengan perkataan Rian. Rian yang semakin kesal, dan mencoba menghindar dari perempuan yang bermulut kereta, terserah... ucap Rian dengan melangkahkan kakinya untuk pergi. tunggu ... aku belum selesai... ngomong muka pas Pasan... teriak Desi dengan mengejarnya... apalagi mulut kereta, aku tidak ada urusan dengan kamu ya .. kata Rian yang tetap mencoba menghindar tapi tetap di tahan Desi. apalagi sih.. Rian yang sudah mulai marah. aku tidak akan mengejar kamu muka pas Pasan, asal kamu mau menjawab pertanyaaan aku kata Desi dengan serius. Rian hanya memberi ekspresi diam, dan masih kesal. hanya satu pertanyaan saja... iya... ucap Desi dengan merayu muka pas Pasan. Rian pun membuang muka seolah tidak peduli dengan rayain Desi. apakah mawar sudah saling kenal dengan firnanda Syahputra tanya Desi kepada muka pas pasan. Rian mendekatkan wajah ke wajah Desi dengan tatapan mengangkat alis matanya.. menurut kamu cewe mulut kereta tanya Rian dengan sinis. kamu tinggal jawab saja muka pas Pasan jawab Desi yang tidak mau kalah dengan tatapan sinis. Rian menarik kembali tatapannya , dia teman kamu bukan.. ? kenapa kamu tidak tanya saja kepada dia.. ? kenapa harus bertanya kepadaku ? jangan jangan kamu modus lagi... ucap Rian dengan senyuman menggoda Desi. modus apaan, ucap Desi yang tidak mengerti maksud Rian. ya modus.. biar kamu itu lama lama ngomong dengan aku iya kan ? kata Rian dengan percaya diri. sembarangan ini orang ngomong , jangan percaya diri kamu ya, kamu bukan kriteria cowok yang aku inginkan, masih jauh... kata Desi dengan sombong. sombong sekali dia ... berbicara.. hai mulut kereta kamu jangan kepedean ya, kamu pikir aku suka cewek seperti kamu, oh bukan.. tak sedikit pun kata Rian dengan meninggalkan Desi. dasar cowok muka pas Pasan... teriak Desi yang semakin kesal dengan ucapan Rian... awas lho ya... tak aku sumpahin kamu jomblo terus.. tak akan ada yang mau dengan kamu... teriak Desi yang semakin jadi jadi... saking kesalnya. dasar cewe mulut kereta... siapa juga mau dengan dia.. batin Rian yang masih mendengar teriakan Desi.


..

__ADS_1


__ADS_2