" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 37 bukti


__ADS_3

ini kepala kenapa tidak bisa ajak kompromi sih batin Herlina dengan memukul mukul kepalanya. ayok mikir..... bagaimana cara mendapatkan buktinya... dengan mulut kumat Kamit.. seperti baca mantra sambil mondar mandir. kamu kenapa sih Lin.. seperti setrika saja.. bolak balik... kata rekan rekanya di kafe. ah... dengan raut wajah tak karuan tapi Herlina tidak menjawab pertanyaan temannya.


kamu ada masalah... coba cerita, mana tau kita bisa bantuin.. ucap lagi... ada sih, hanya masalah kecil kok, masih bisa aku atasi kata Herlina dengan senyum tipis. kenapa pak Rudi belum ada kabar ya.. apakah memang sulit untuk mendapatkan buktinya batin Herlina yang masih melanjutkan peperangan batinnya. Herlina... Herlina... Herlina.... dengan suara semakin bernada tinggi.. Lin.... Herlina.. dengan memukul pundak...ah.. ada apa... kepada temannya yang memukul pundaknya. tu.... dengan mengarahkan pandangan keseseorang yang memanggil Herlina


Herlina pun mengarahkan pandangan ke arah yang tunjukkan temannya. dari tadi kamu tu di panggil oleh Bu Mirna kata temannya. masa, kok aku tidak mendengar... kata Herlina ... yang merasa sama sekali tidak mendengar. gimana kamu dengar... orang kamu nya lagi asyik mikir kan sesuatu, sana ... ntar kamu kena Sempor lagi kata temannya. Herlina pun melangkahkan kaki ke hadapan Bu Mirna. iya Bu... ada apa..


kata Herlina dengan menundukkan kepalanya ..


ada apa... dari tadi saya memanggil kamu, kenapa kamu tidak mendengarkannya.. ? kamu lagi ngapain...sih? tanya Bu Mirna dengan tatapan tajam. anu Bu... anu Bu... dengan terbata bata...

__ADS_1


anu ... anu Bu..... , kerja yang benar.... masih banyak kerjaan yang harus kamu kerjakan ... ?? bukan mondar mandir kayak setrika aja.. kata Bu Mirna dengan suara agak keras. iya Bu... ucap Herlina dengan semakin menundukkan kepala. sana ke belakang masih banyak kerjaan perintah Bu Mirna... siap Bu ucap Herlina dengan melakukan perintah Bu Mirna.


jam sudah menunjukkan pukul 00.00 wib berarti waktunya untuk pulang... akhirnya... pulang juga , biar istirahat, dasar ini kepala semakin pusing saja... batin Herlina dengan mengambil tas di dalam loker. aku duluan ya... kata Herlina kepada teman teman yang masih sibuk dengan diri mereka masing masing. kok buru buru amat Lin.. salah satu teman bertanya... kepala aku pusing banget... aku mau istirahat secepatnya kata Herlina dengan buru buru pergi. setelah sampai di depan jalan raya Herlina mengambil hp untuk memesan ojek ... setelah ia membuka hpnya ia mendapat pesan Vidio...


Vidio apa ya... batin Herlina dengan membuka nya. o my God... dengan mata melotot melihat Vidio tersebut... dengan cepat Herlina menghubungi mawar. halo kak... kata mawar dengan suara serak. karena mawar terbangun ketika hp bunyi.. dari mana kamu mendapat kan Vidio itu tanya Herlina langsung. Vidio apa sih kak tanya mawar dengan yang belum paham. bukan kamu kirim Vidio ke kakak tanya Herlina lagi. mawar mengingat ingat apakah dia mengirim Vidio atau tidak... hai kamu masih dengar kakak gak.. teriak Herlina dari seberang sana. o ya kak benar aku kirim Vidio ke kakak... mawar yang sudah mengingatnya. darimana kamu mendapatkan Vidio itu... ? tanya Herlina .


sorry.. kakak saat ini belum bisa cerita ke kamu... tapi sudah selesai semua permasalahannya.. kakak akan cerita semua... ucap Herlina. termasuk kakak yang sering ke tempat orang orang yang aneh itu...? tanya mawar.... Herlina terdiam ketika mawar mempertanyakan mengapa herlina sering ke club'. kak, kok kakak diam tanya mawar. Oo.. iya... jawab herlina dengan terbata bata. janji ya kak, akan cerita semuanya ucap mawar... iya... kamu istirahat, ini sudah terlarut malam, besok pagi kamu bisa ke siangan udah dulu ya.. kata Herlina dengan menutup telpon..


terima kasih Tuhan akhirnya aku bisa juga mendapatkan buktinya... batin Herlina sangat bahagia. atas pesanan nama mbak Herlina.. tiba tiba tanya ojek online. iya benar. jawab Herlina. Herlina pun menaiki ojek online dan tukang ojek online melajukan sepeda motor nya.

__ADS_1


ring... ring.... ring..... suara alarm berbunyi... ah... sudah pagi aja .batin mawar. aduh badan ini sakit banget. kata mawar dengan menggerakkan .seluruh badannya. ia pun bergegas untuk membersihkan dirinya. setelah selesai ia melihat ke adaan Lita... ta.... dengan menempelkan punggung tangannya ke kening Lita. syukurlah panasnya sudah turun batin mawar .dan ia bergegas ke luar untuk mencari sarapan tak lama kemudian ia kembali lagi


ta... bangun .. ayok bangun... dengan mempersiapkan sarapan... em Lita yang telah bangun... kamu masih pusing... dengan membantu Lita untuk duduk. sepertinya pusing sudah hilang jawab Lita. ya sudah sarapan dulu... ni aku aku beliin bubur ayam buat kamu... makan... habisin terus makan obat.. obatnya aku sudah sediakan ni ... dengan meletakan dia atas meja. iya... bawel... jawab Lita dengan menyantap sarapannya. kamu istirahat dulu, tidak usah sekolah, nanti aku ijin kamu jika hari ini kamu tidak masuk karena sakit kata mawar dengan mempersiapkan alat


alat untuk ke sekolah..oh iya jika nanti terjadi apa apa kamu hubungi aku... kata mawar lagi


. iya bawel... jawab Lita.. ok aku berangkat dulu...kata mawar dengan melangkahkan kaki nya ke pintu keluar.


hari ini kamu tidak kerja Lin..?.tanya Sri karena ia melihat Herlina masih santai. tidak Sri.. aku sudah ijin ucap Herlina dengan sibuk mengkotak Katik hpnya. kenapa... kamu sakit .. tanya Sri.. tidak, aku ada urusan... dengan pak Rudi... pak Rudi... siapa dia Lin. dia bos aku di kafe jawab Lina dengan singkat.... dan masih saja sibuk dengan hpnya... Lin.... iya.... hari ini aku ingin mencoba cari pekerjaan, aku tidak mau merepotkan kamu selalu. lagian sejak kejadian itu, kamu yang selalu membantu aku, sedangkan aku hanya diam saja. kata Sri dengan serius. Herlina memandang Sri ... dan mendekatin Sri yang berada di tempat tidurnya. tidak usah bahas itu dulu, kamu hari ini ikut aku... kata Herlina. kemana Lin... kita hari ini akan menuntut orang itu kata Herlina. Sri terdiam... seperti memikirkan sesuatu. hai kenapa diam tanya Herlina. seperti kita tidak usah memperpanjang semua masalah itu, kita tidak akan bisa menang melawan mereka Lin ? kata Sri dengan tidak yakin jika menuntut mereka. kata siapa Sri... kata siapa kita tidak akan menang... ini bukan masalah kecil Sri. ini kasus, kasus asusila. kamu tau gara gara mereka kamu harus kehilangan semua. ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. mereka melecehkan kamu, mengeluarkan kamu dari kampus dengan sepihak... ini tidak benar Sri.. aku tidak akan diam, kita bisa melawan mereka. bagaimana cara Lin...sedangkan kita orang tidak punya..? tanya Sri.. kamu percaya ke aku... semua pasti baik baik saja. dan kebenaran itu akan berpihak ke kita. sekarang kamu siap siap.. kita akan berjumpa dengan seseorang. kata Herlina dengan menyakinkan Sri. ayo buruan nanti telat ucap Herlina dengan bergegas merapikan diri. mereka pun pergi untuk menemui seseorang ,karena herlina sudah membuat janji dengan seseorang.

__ADS_1


__ADS_2