" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 6 kemarahan bapak


__ADS_3

" gimana kakinya sudah mendingan"kata bapak terhadapku.


udah agak mendingan kok pak!! sakitnya juga udah agak berkurang. kataku yang lagi asyik nonton tv.


bapak: mana mamak kamu???


aku ; ada tu di belakang pak???


bapak ; ohhh,( bapak langsung berdiri menuju arah ke belakang)


beberapa menit kemudian bapak memanggilku: adek ayo makan sama sama?


iya pak aku jawab berdiri untuk menghampiri mereka.


mamak dan bapak udah berada di meja makan , mamak sudah mempersiapkan makanan buat kami.


"kakak dimana, dari tadi aku tidak melihat Sama sekali "kata bapak lagi.


kakak belum pulang pak , aku jawab.


emang kemana kakakmu? bapak bertanya lagi.


mungkin di tempat Sri pak. aku jawab lagi


bapak; ooohh


seperti biasa ,, kami makan malam selalu bersama dan saling menceritakan kegiatan kami sehari hari.


lain dengan kakaku, akhir akhir ini dia sering telat pulang, ketika di tanya beralasan main di tempat Sri. ketika dia tidak pulang ke rumah dia selalu kasih kabar.


tapi dalam Minggu ini kakak jarang kasih kabar, pergi tanpa sepengatahuan kami.


kami pikir, meskipun dia tidak kasih kabar pasti dia nginap di tempatnya Sri.


tapi sore tadi Sri datang,mau nanyain kakak ada apa tidak


kami terkejut karena kami berpikir kakak di tempat Sri,ternyata Sri juga tidak tau sama sekali.


" darimana kamu???(bapak dengan muka marah tapi di tahan.


kakak: hanya diam sambil menundukkan kepalanya


bapak; bapak tanya kamu dari mana????


(. dengan masih menahan marah)


kakak: dari tempat Sri pak( masih menunduk )


bapak; tempat Sri????


kakak; iya pak!!!


bapak: Sri tadi sore datang kesini, nanyain kamu, ada apa tidak???? ( dengan masih nahan marah)


kakak terdiam tidak menjawab pertanyaan bapak. dia hanya semakin menunduk dan tidak berani menatap bapak dengan mengepalkan tangannya.


bapa: jawab kakak....( mulai marah)


kakak masih diam, tidak mau menjawab pertanyaan bapak.


bapak: kakak jawab( marah)


kakak semakin menunduk dan mengepalkan tangannya, semakin tidak berani menatap bapak.


aku yang tersentak dari tidurku mendengar teriakan bapak membuatku terbangun.


"bapak kenapa ya??? aku bergumam dalam hati dan langsung bergegas keluar dari kamar...


aku melihat bapak dan kakak berada ruang tamu,


demikian juga mamak sudah ada disana,


ada apa pak kok teriak gitu??? kata mamak terhadap baapk dengan memandang bapak serius


bapak masih diam tidak menjawab dari pertanyaan mamak.


"kakak ada apa ??? mamak bertanya tapi kali ini buat kakak.


kakak tidak menjawab pertanyaan dari pertanyaan mamak.


aku yang masih terdiam di pintu kamar, dengan perasaan was was, belum pernah Semarah itu bapak.


"ada pak??? kata mamak dengan suara pelan tapi serius)


bapak ; tanya saja sama anak mu ini!!

__ADS_1


( dengan perasaan masih marah.)


mamak: kakak dari mana???


kenapa jam segini baru pulang???


kemana saja kakak???


kakak masih diam tidak juga menjawab pertanyaan mamak.


mamak: kak tolonglah jawab pertanyaan


mamak? dari mana kak???


lihat mamak, kalau mamak


bertanya jawab kak???


dengan pelan pelan kakakku mwngarahkan pandangan terhadap mamak.


kakak: dari rumah teman Mak???


mamak: n siapa teman kamu??


kakak: Imel Mak???


mamak: orang mana Imel??? bukan nya selama ini hanya teman kamu cuma Sri???


kakak : kampung sebelah mak,dia itu teman sekelas aku??


mamak: jadi beberapa Minggu ini, kamu tidak pulang ke rumah , nginap di tempat teman kamu itu??


kakak: iya mak!


mamak: kenapa kamu tidak pulang???


kakak terdiam lagi, dan tidak menjawab pertanyaan mamak.


mamak; Kakak jawab??


kenapa kakak tidak pulang????


kakak: anu Mak , anu Mak???


kakak: ( menatap mamak, seperti takut)


mamak: siapa kak???


kakak: osner nama orangtuanya !!


mamak dan bapak: kakak!!!! ( kaget)


mamak : " kakak, kenapa kamu bergaul dengan anak pak osner itu???? d


Imel adalah dari anak pak osner ,gosip sih Imel itu sering bawa anak laki laki nginap di rumahnya. sedangkan pak owner suka pergi dan jarang sekali pulang ke rumah dengan alasan bisnis sedangkan ibunda Imel


yaitu Bu Yanti sudah lama meninggal sejak Imel masih duduk di bangku 3 SD.


sedangkan Imel sering sendirian di rumah, paling pak Isner cuma kirim uang untuk belanjanya dan pulang juga paling 2 ,3 bulan sekali baru pulang.


apalagi kabarnya dengar dengar pak osner itu sudah menikah lagi, tanpa sepengatahuan anaknya.


kakek dan neneknya lah yang sering menjenguk Imel, kakek nenek dari ibundanya


karena jauh , jadi paling sebulan sekali baru di jenguk .


neneknya pernah minta kepada Imel untuk tinggal dengannya tapi Imel nya tidak mau.


mamak: jawab kakak????


kakak: aku juga tidak ngapain ngapain kok Mak!!! cuma berteman saja kok!


mamak: teman doang??? kamu tau kelakuannya itu kurang baik kakak??


apakah kamu mau ingin seperti dia??? ahhh( udah mulai marah)


kakak; aku cuma berteman saja dengan dia Mak, gak lebih, lagian aku udah besar kok,


aku bisa memutuskan sama siapa saja aku berteman,. termasuk dengan Imel.


mamak; kakak (lemas dengan jawaban kakak)


kakak : jadi mamak tidak usah atur atur aku, berteman dengan siapa saja, karena aku udah besar Mak.


mamak:( mulai menangis)

__ADS_1


bapak yang diam dari tadi mendengar jawaban kakak, membuat bapak merasa kecewa dengan sikap kakak tidak merasa bersalah, bahkan sudah menunjukkan sikap yang kurang sopan.


"kakak!!!!" sambil mengangkat tangannya ingin berniat mau menampar kakak


kami semua kaget dengan tindakan bapak ,


bahkan aku juga tidak akan menyangka kakak akan seberani itu . jikapun kakak melawan hanya sekedar ocehan saja.


mamak: " bapak!!!! ( menurunkan tangan bapak)


tampar , tampar saja, biar puas bapak dengan lantangnya kakak berucap.


mamak: sudah. kakak!!!


kakak: biar ... biar kalian puas semua.


kenapa , kenapa tidak di gampar


dengan tatapan sakit hati terhadap


bapak.


mamak: sudah kakak, mamak kecewa kepada kakak, kakak sudah semakin berani melawan!!!


kakak: aku yang lebih kecewa terhadap kalian.


mamak dan bapak tidak menjawab apa yang di lontarkan kakak terhadap mereka.


karena tidak jawaban dari ke dua orangtuaku, kakakku menghampiriku.


kakak: puas kamu....!!!


aku terkejut dengan ucapan kakak


tidak usah pura pura terkejut!! ini yang kamu mau dariku kan?? kamu senang ?? ahhh kata kakakku


apa maksud kakak , aku tidak mengerti?? yang belum paham aap maksud kakak


tidak usah pura pura!! berlagak tidak tau apa apa!! kata kakak lagi.


: serius aku Kak, aku tidak tau apa maksud kakak. coba kakak jelaskan apa maksud kakakk??


kakakku hanya senyum sinis terhadapku.d


bapak dan mamak mengarahkan pandangan ke Kemi, dan tidak tau harus bersikap bagaimana lagi terhadap sikap kakakku.


kakak; asal kamu tau aku benci denganmu???


kakak ke kamarnya dengan membanting pintu kamarnya dengan keras.


aku yang masih kaget dan tidak paham apa maksud ucapan dari kakak terhadapku.


mamak: adek tidur lah.... besok kamu sekolah, nanti kesiangan.


mamak dan bapak langsung masuk ke kamar mereka.


kulihat jam. yang terpajang diatas pintu mengarah ke dapur , sudah menunjukan jam 1 pagi.


aku yang masih melamun dengan perkataan kakak terhadapku.


kenapa kakak selalu berpikir kalau aku anak paling di sayang di keluarga ini..


aku kembali ke kamar , ingin niat tidur lagi, tapi bayangan bayangan ucapan kakakku mengilingi dikepala, seperti suara nyamuk yang berisik.


mamak: pak, kakak kok semakin melawan ya,,


bapak: tidak tau Mak, bapak juga tidak menyangka , kakak seberani itu terhadap kita.


mamak; apa yang salah pak ya. apakah didikan kita kurang baik, apakah perhatian kurang ya pak.


bapak: bapak juga tidak tau Mak, mungkin salah kita ,


mamak: kenapa bapak bilang seperti itu???


bapak: iya, kita yang selama ini tidak pernah menunjukkan sikap keharmonisan terhadap anak anak kita.


kita yang egois. kita hanya mementingkan


ego kita masing masing. tanpa sadar sikap yang kita buat berpengaruh terhadap anak anak kita.


mamak:( menatap bapak , tanpa sadar air matanya keluar) pak , mamak yang terlalu lemah untuk mendidik anak anak kita, mamak selalu menunjukkan sikap kurang kepuasaan terhadap kehidupan kita, mamak selalu menuntut anak anak untuk lebih mandiri dan keras tanpa memikirkan bagaimana perasaan mereka.


bapak: tidak usah bicara seperti itu( merangkul mamak) bapak yang belum bisa memberi apa apa terhadap kalian.


seharusnya ini jadi pelajaran buat kita sebagai orang tua. kalau tidak keegoisan kita mungkin Guntur tidak akan pergi jauh meninggalkan kita. bapak memeluk mamak semakin erat.

__ADS_1


__ADS_2