
Herlina yang masih dalam lamunan mengingat atas perkataan firnan terhadapnya. beberapa menit kemudian ia tersadar dari lamunannya dan mengambil kunci dari tasnya.
ceklek..... dengan pelan pelan herlina masuk ke dalam. ia meletakan tas di atas meja dan mengambil baju ganti di dalam rak baju dan mengganti bajunya di dalam kamar mandi. setelah selesai ganti baju. Herlina pun membaringkan badannya di atas tempat tidurnya.
Lin... kamu sudah pulang tanya Sri dari tempat tidur dengan menghadap ke arah Herlina. Herlina menoleh, ia melihat Sri yang telah bangun. Herlina hanya memberi senyum tipis kepada Sri. tumben kamu cepat pulang ? tidak biasanya ucap Sri ..
iya aku kurang enak badan, maka aku ijin duluan pulang ucap Herlina berbohong. kamu sakit...? tanya Sri yang tersentak dari tidurnya karena mendengar perkataan Herlina.
cuman masuk angin saja jawab Herlina . kamu sudah makan obat ? tanya Sri dengan merasa khawatir dengan keadaan Herlina dan beranjak dari tempat tidur dan mengarah ke tempat tidur Herlina.
apa kamu yang sakit ? tanya Sri dengan menempelkan punggung tangannya ke kening kepala Herlina.
aku hanya kecapean saja kok Sri, tidak apa apa.. ucap Herlina dengan memberi senyuman tipis. Sri pun merasa lega, karena tidak merasakan panas di kening Herlina. tapi Sri malah menangis terisak Isak. kok kamu nangis Sri ucap Herlina dengan spontan duduk.
ini semua gara gara aku, maka kamu seperti ini, aku mohon Lin, sudahi semua ini ? aku tidak mau kamu jadi terbeban dalam masalahku .. ucap Sri yang semakin terisak Isak menangis. aku tidak merasa terbeban kok Sri ! aku ikhlas melakukan ini semua. ! dan aku mohon kamu jangan merasa kamu itu beban buat aku, tidak Sri...!!! kita sudah bersahabat dari kecil sampai sekarang... ucap Herlina dengan menyakinkan Sri.
aku tau Lin kita bersahabat dari kecil.. tapi bukan harus seperti ini ?? ucap Sri yang menangis menjadi manjadi.
dari dulu kamu yang selalu membantu aku dalam kesusahan Sri, tapi saat ini aku yang harus membantu kamu.. ,aku tidak mau membiarkan kamu harus menanggung semua ini ucap Herlina dengan tegas.
tapi Lin... ucap Sri yang semakin bersalah terhadap Herlina.
semua akan pasti baik baik saja Sri ucap Herlina dengan memeluk erat Sri... aku tidak sanggup lagi Lin ucap Sri dengan air mata yang tak henti hentinya berjatuhan. kamu pasti bisa melewati ini semua. kita akan selalu bersama sama sampai kapan pun, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu tak akan Sri .. kamu harus yakin semua akan baik baik saja ucap Herlina semakin memeluk Sri dengan erat.
aku takut Lin.... sungguh takut. ucap Sri .... dengan udara pelan . semuanya akan baik baik saja Sri... ucap Herlina dengan Manahan air matanya. aku harus kuat, demi sahabat aku batin Herlina .
sudah, tidak usah menangis lagi istrahatlah.. ini sudah larut malam, tidak baik buat kesehatan kamu.. ucap Herlina dengan menghapus air mata Sri yang membasahi pipi Sri. terima kasih ya Lin.. kamu selalu ada buat aku ucap Sri dengan tersenyum tipis.
Sri kembali ke tempat tidur untuk istirahat kembali. sedangkan Herlina yang masih dalam lamunannya mengingat kembali perjumpaannya dengan firnan.
ya Tuhan kenapa harus seperti ini sih, apa yang aku harus perbuat... jika aku jujur tentang semua ini,bagaimana dengan Sri...? dia akan merasa bersalah..! tapi jika aku tidak jujur !! firnan akan cerita semua ke mawar !!! terus gimana ini ??? kepala Herlina semakin pusing.
ya tuhan...!! aku tau, aku salah telah melakukan ini semua ..tapi aku tidak ada cara lain lagi ... batin Herlina... dia terus memikirkan bagaimana agar semua akan baik baik saja.
Sri sangat berarti bagi Herlina, Karena selama mereka bersahabat Sri yang selalu membantu Herlina, setiap ada kesusahan . tapi kali ini lain ceritanya ini tentang Sri ..
. ya, beberapa bulan lalu kejadian yang tidak pernah di harapkan Sri terhadap dirinya sendiri. ya kejadian yang bermula dengan teman kuliah Sri.
Sri... harus datang ucap mika dengan memberi sebuah kartu.
Sri menerima kartu tersebut dan melihat dan membacanya.. kamu ulang tahun mika ucap Sri dengan tersenyum.
iya, kamu harus datang.. awas kamu tidak datang ucap mika dengan mengepalkan tangannya seolah olah mengancam Sri .
__ADS_1
jangan buat aku takut dong ucap Sri dengan raut ketakutan.
aku bercanda Sri ucap mika dengan tertawa bahak bahak...
ok aku akan datang ucap Sri dengan tersenyum.
aku duluan ya ucap mika pergi dan di susul dengan temannya.
Sri melihat undangan itu kembali , dan membaca isi dari undangan tersebut.
ah. hari ini ... !!! batin Sri .. ia pun bergegas langsung pulang karena jam yang pesta ulang tahun mika akan di laksanakan pukul 17.00 wib ada ada aja mika, masa kasih undangan sekarang.. ?? batin Sri dengan terburu buru karena jam sudah menunjukkan 15.00 wib.
setelah sampai Sri di kosan, ia pun langsung mandi dan dandan agar langsung berangkat ke tempat ulang tahun mika.
sebelum ke tempat ulang tahun mika,Sri ke toko untuk membeli sesuatu buat kado ulang tahun mika.
ia memandang ke arah sebuah kafe tidak jauh dari dia dan melihat ke undangan, benar ini alamatnya batin Sri yang baru saja turun dari taksi. ia melangkahkan kaki masuk ke dalam, ternyata tamu tamu yang lain sudah pada datang. hai... Sri... teriak mika dengan melambaikan tangannya. Sri melihat ke arah suara memanggilnya dan ia melangkahkan kaki
ke arah suara memanggilnya.
selamat ulang tahun ya mika ucap Sri dengan dengan menjamah tangan
terima kasih Sri ucap mika dengan wajah bahagia. ini hadiah buat kamu semoga kamu suka ucap Sri dengan memberi hadiah itu
terima kasih Sri ! aku pasti suka ucap mika dengan menerima hadiah tersebut dan meletakkan hadiah tersebut dengan hadiah yang yang sudah di terima mika dari tamu yang lain. mereka saling bercengkrama sebelum pestanya di mulai.
selamat ulang tahun mika ucap seorang laki laki dengan senyuman yang manis dan mengulurkan tangannya . terima kasih ucap mika dengan menjabat tangan laki laki tersebut.
ini hadiah buat kamu.. ucap laki laki itu.
terima kasih Ferdi ucap mika dengan wajah berseri seri.
sama sama mika ucap Ferdi. aku kira kamu tidak datang ucap mika dengan perasaan lega karena ia dari tadi menanti nanti kedatangan Ferdi. ya pasti datang lah mik,. kan kamu sudah undang aku ucap Ferdi dengan suara lembut.
setelah kedatangan Ferdi , pesta pun di mulai dengan sangat meriah dan berbagai kegiatan yang dibuat mika di acara pestanya sehingga pesta semakin meriah.
hai kok sendiri ucap Ferdi kepada Sri yang sendirian berdiri dengan memegang sebuah gelas berupa minuman, Sri mengarahkan pandangannya ke Ferdi dan dia hanya tersenyum tipis. kenalin aku Ferdi ucap Ferdi dengan mengulurkan tangannya. aku Sri ucap Sri dengan menjabat tangan ferdi dengan senyuman tipis. kenapa kamu sendiri teman kamu yang lain kemana tanya Ferdi .ah... teman , oh.. hanya ingin sendiri saja ucap Sri.
OOO gitu... kuliah dimana tanya Ferdi.kuliah di UISU jawab Sri , oh kuliah disana, aku juga kuliah disana tapi aku sudah semester 6 ucap Ferdi. mereka pun saling bercengkrama dan saling bercerita , meski Sri orang terlalu pendiam, tidak membuat Ferdi canggung untuk ngobrol dengan Sri.
tanpa sadar ada sebuah mata yang yang selalu
memantau ke arah mereka. kok bisa mereka bisa sedekat itu sih batin mika yang dari tadi memantau mereka. mika merasa cemburu dengan Sri, Sri yang baru kenal beberapa jam lalu bisa sedekat itu, sedangkan mika sejak dari SMA tidak pernah sedekat itu dengan Ferdi meski pun mika sudah berusaha mendekati Ferdi. tapi Ferdi tidak pernah memberi respon sedikit pun . mika merasa geram melihat kedekatan mereka. bahkan rasa benci ke Sri pun timbul tiba tiba,. awas kamu ya Sri, berani nya kamu mendekati Ferdi batin mika.
__ADS_1
setelah selesai pesta nya semua pada bubar.. dan Sri pun ingin pulang ke kosannya.
Sri tunggu bentar ucap mika dengan menahan Sri. ada apa mika tanya Sri. jangan dulu pulang ucap mika dengan menahan Sri. kenapa kan pesta sudah selesai ucap Sri. iya aku tau, tapi kamu nginap aja di rumahku. kan sudah larut malam, aku tidak enak hati ke kamu jika kamu pulang sendiri ucap mika.
iya Sri kita nginap aja di rumah mika, ucap putri dengan membujuk.
ya udah ucap Sri . sebelum kita pulang kita minum dulu ucap mika.... siapa takut ucap putri dengan mengambil minuman yang terletak di atas meja.
ini buat kamu Sri ucap mika dengan memberi sebuah gelas berupa minuman.
minuman apa ini ucap Sri dengan menerima dari tangan mika dan mencium aromanya .
aku tidak minum, seperti ini ucap Sri dengan meletakan minuman itu lagi di atas meja.
sedikit aja, tidak apa apa kok, ucap mika dengan mengambil minuman itu dan memberi kan ke Sri.
aku belum pernah minum minuman beralkohol ucap Sri
sedikit aja tidak akan membuat kamu mabuk Sri..., kamu harus tau rasanya begitu nikmat ucap putri ... dengan membujuk Sri untuk minum.
ok, aku minum ucap Sri dengan menerima dari tangan mika dan meminumnya.
gimana Sri enak kan ?? tanya putri.. rasanya aneh ucap Sri... awal rasa memang seperti itu Sri... coba sekali lagi rasa akan terasa enak ucap mika dengan memberi minuman lagi..
Sri pun tidak menolak dan meminumnya. mereka terus memberi minuman ke Sri Sampai Sri sudah merasa pusing.
mika kenapa kepalaku pusing ya ucap Sri dengan menggeleng geleng kan kepalanya . mika dan putri pun saling bertatapan... mereka tersenyum... ok waktu kita beraksi ucap mika.
putri mengambil hp dari tas kecilnya dan mencari nama yang ada kontaknya dan menghubunginya. gimana ucap mika kepada putri. beres mika ucap putri dengan tersenyum.
kamu akan mendapatkan akibatnya Sri atas kelancangan kamu mendekati Ferdi batin mika dengan senyum jijik melihat Sri.
mika .. ucap Sri yang sempoyongan berjalan dan mengambil tasnya di atas meja.
aku pulang saja ya ke kosan aku ucap Sri dengan berjalan sempoyongan. tunggu Sri, kamu jangan pulang nanti ada menjemput kamu.. ucap putri dengan menahan Sri.. siapa
ucap Sri ... dengan setengah sadar. pokoknya
ada, ucap putri ...
kenapa belum datang ucap mika kepada putri
sebentar lagi mungkin ucap putri.. berat banget ucap putri yang menahan tubuh Sri yang tak berdaya.
__ADS_1
ya sudah kamu biarkan saja dia terletak di lantai ucap mika yang sedang asyik minum. putri pun meletakkan Sri di lantai begitu saja. tanpa mempedulikannya.