
"oh ini namanya Ferdi ? ganteng juga kagak " batin Herlina dengan tatapan tidak suka.
"boleh gabung " tanya ferdi kepada Sri. Sri menatap Herlina dan ia mempersilahkan Ferdi untuk bergabung.
"oh ya Sri, sebelumnya aku ingin minta maaf ke kamu, karena aku tidak tau jika mika dan putri melakukan semuanya terhadap kamu ? ucap Ferdi . tapi Sri hanya diam tidak menangkapi ucapan Ferdi. " Sri, aku tau semua di lakukan mika terhadap kamu adalah gara gara aku, dan aku tak ada niatan buat kamu mengalami kejadian ini" ucap Ferdi dengan mencoba menjelaskan agar ia mendapatkan maaf dari Sri.
Sri yang masih diam yang belum merespon ucapan Ferdi.
Herlina yang mendengar ucapan Ferdi , seolah olah tidak mendengar dan tidak ikut campur dalam masalah Sri.
" Sri aku mohon maafkan aku, jujur aku tak berniat membuat kamu mengalami semua ini "
dengan berusaha agar Sri memaafkannya.
Ferdi... aku tidak mau lagi membahas soal itu, dan ini juga bukan salah kamu, aku yang terlalu percaya kepada mereka. semua ini tidak ada hubungannya dengan kamu, dan ku mohon jangan bahas lagi dengan kejadian itu, itu sungguh menyakitkan buat aku, bahkan hal kotor seperti itu tak akan pernah bersih, meski mika dan putri sudah menanggung dari hasil perbuatannya, dengan mata yang berkaca kaca.
Ferdi yang melihat kesediaan Sri membuat dia semakin bersalah, ia tak kuasa melihat Sri seperti itu. ia ingin menghapus air mata Sri yang sudah membasahi pipinya tapi dia tak berdaya karena ia bukan siapa siapa buat Sri.
" aku tidak tau harus apa lagi aku perbuat dengan ke adaan ku seperti ini, tidak mudah bagi orang bisa menerima , mungkin tak satu orang pun yang bisa menerima dengan masa laluku nanti ucap Sri dengan air mata semakin membasahi pipinya.
Herlina melihat betapa hancurnya sahabatnya, ia memeluk Sri dengan erat, "Sri aku akan selalu bersama mu " ucap Herlina semakin erat memeluknya.
" kasian Sri, ia harus menanggung beban seberat ini , aku tidak menyangka mika bisa sejauh ini berbuat hanya karena aku! batin Ferdi dengan merasa bersalah.
"halo Mak, "ucap mawar menerima telpon dari kampung.
__ADS_1
" halo nak, gimana kabar kamu " tanya mamak. "baik kok Mak, Mamak gimana kabarnya dengan bapak " tanya mawar . mamak sehat tapi bapakmu.. " ucap mamak dengan menghentikan perkataannya. " ada apa dengan bapak Mak " tanya mawar dengan perasaan khawatir. " bapakmu sekarang berada di rumah sakit, karena kemarin jantung bapak kambuh kata mamak dengan lemas.
jantung bapak kambuh lagi, kok bisa Mak" tanya mawar dengan perasaan khawatir.
"mamak juga tidak tau, mamak mendapati bapak sudah pingsan" ucap mamak dengan tersedu sedu.
" baik Mak, mawar akan segera ke sana " ucap mawar dengan mengakhiri telponnya.
" ya tuhan kiranya engkau memberi kesembuhan untuk bapak" batin mawar dengan memanjatkan doa.
ia langsung bergegas untuk menemui Tante Sarah untuk minta ijin dan hari pun semakin sore.
setelah Tante Sarah memberi ijin, ia langsung bergegas untuk pergi.
setelah beberapa jam, akhirnya mawar sampai juga di rumah sakit. mawar mencari ruangan di
*Mak !" tanya mawar terhadap mamak yang berada di posisi di samping bapak dengan memegang tangan bapak dengan erat. "mawar berada di posisi mamak dengan melihat keadaan bapak yang belum sadar. " kamu sudah datang " tanya mamak. "iya Mak" ucap mawar dengan memeluk mamak dari belakang ." bagaimana dengan keadaan bapak " tanya mawar dengan mata berkaca kaca. " bapak belum juga sadar" ucap mamak dengan sedih.
" kakak belum datang ya Mak" tanya mawar karena ia tidak melihat keberadaan Herlina. " belum, tadi mamak mencoba menghubungi kakak kamu, tapi tidak di angkat " ucap mamak .
setelah mendengar perkataan mamak, mawar mengambil hp dari tas kecilnya untuk menghubungi Herlina.
halo... jawab Herlina dari seberang sana. halo kak, kakak lagi sibuk " tanya mawar. " tidak , emang kenapa ? " tanya Herlina. " aku hanya beritahu kan ke kakak, kalau bapak di rawat di rumah sakit " ucap mawar. " apa, bapak di rawat " ucap Herlina dengan kaget. " iya kak" kata mawar dari sana. " kok bisa bapak di rawat" tanya Herlina. " jantung bapak kambuh kak" ucap mawar. " ok, kakak akan segera ke sana coba kamu kirim alamatnya di mana" ucap Herlina. "baik kak" ucap mawar dengan memutuskan telpon. " ada apa Lin ? tanya Sri kepada Herlina karena mendengar percakapan Herlina di telpon. " bapak sakit Sri, jantung bapak kambuh " ucap Herlina dengan mata berkaca kaca.
Oo ya Sri aku duluan ya, aku mau melihat keadaan bapak, jika aku tinggal tidak apa apakan ? " ucap Herlina dengan air mata membasahi pipinya.
__ADS_1
" tidak apa apa Lin, sana kamu harus lihat keadaan bapak, aku tidak apa apa kok" ucap Sri.
" aku duluan ya Sri.. dengan meninggalkan Sri dan pergi untuk melihat keadaan bapak.
"kasian Herlina, pasti dia khawatir dengan bapaknya " batin Sri.
" kamu tidak apa apa Sri " tanya Ferdi yang masih ada disana. Oo, tidak apa apa kok ucap Sri. " dengan perasaan campur aduk. " sepertinya aku harus pulang fer, aku tidak merasa enak badan " kata Sri. " dengan bergegas. " aku antar ya " ucap Ferdi menawarkan ke Sri. " tidak usah fer ! ucap Sri dengan menolak. " aku antar saja, kamu lagi sakit, jika kamu kenapa Napa gimana? " tanya Ferdi dengan memberi alasan agar Sri mengijinkannya. " pokoknya aku antar " ucap Ferdi dengan menarik tangan Sri menuju ke mobilnya.
" gimana dengan keadaan bapak war" tanya Herlina yang baru datang. " bapak belum sadar juga kak " ucap mawar. " pak bangun dong, kakak kangen ma bapak " ucap Herlina dengan mata berkaca kaca.
" adek juga kangen pak " ucap mawar dengan mencium tangan bapak.
" mamak dimana, kok aku tidak melihat ? tanya Herlina . "Oo, bapak aku suruh pulang untuk istirahat." kata mawar.
" pak bangun dong, jangan tidur terus, kakak ingin ngobrol dengan bapak " ucap Herlina dengan tersedu sedu.
bapak dengan perlahan lahan buka matanya, ia melihat ke dua putri berada di sampingnya.
"bapak" ucap mawar yang melihat bapak sudah membuka matanya. " bapak sudah sadar" teriak Herlina dengan suka cita. mawar pergi keluar ruangan bapak untuk menemui dokter bahwa bapak sudah sadar. tak lama kemudian dokter pun datang dengan memeriksa ke adaan bapak.
" syukur keadaan bapak sudah agak membaik" kata dokter. "syukurlah" ucap mawar dengan menarik nafas panjang.
" jadi bapak hanya menunggu pemulihannya saja " kata dokter. " terima kasih dok" ucap Herlina. setelah itu dokter pun undurkan diri dari ruangan tersebut.
" pak, jangan buat kami khawatir lagi ya " ucap Herlian dengan menciumi tangan bapak.
__ADS_1
" bapak pasti baik baik saja" ucap bapak dengan
mengelus rambut Herlina . " bapak hanya rindu dengan ke dua putri bapak" ucap bapak. mawar mendengar itu langsung memeluk bapak" maafkan kami pak, kami sibuk dengan kesibukan kami, sehingga kami lupa dengan waktu kami untuk bapak " ucap mawar dengan air mata bercucuran. Herlina juga memeluk bapak.