" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 34 di keluarkan dari kampus.


__ADS_3

setelah beberapa Minggu terlewati, Sri akhirnya bisa pulang. tapi Sri tiba tiba saja mendapat surat panggilan dari kampusnya.


apakah aku perlu menemani kamu Sri ?


tanya Herlina ketika Sri membaca surat tersebut.


tidak usah, aku bisa sendiri, aku tidak mau merepotkan mu kata Sri dengan senyuman tipis. tapi aku takut jika mereka akan menggangu mu kata Herlina. percaya ke aku aku bisa mengatasinya kata Sri dengan menyakinkan Herlina. baik , tapi jika ada apa apa kamu hubungi aku ya kata Herlina dengan memberi semangat ke Sri. Sri hanya menganggukkan kepalanya. ya sudah aku berangkat kerja ! kata Herlina dengan pamit pergi .


Sri pun merapikan dirinya untuk bergegas untuk berangkat ke kampus.


setelah sampai di kampus, Sri merasa eneh ketika mahasiswa melihatnya terus dan banyak anak anak membicarakannya. tapi Sri tidak menggubris apa yang dibicarakan mahasiswa tentang dia. ia langsung menuju ke ruangan dekan.


tok..tok...tok... Sri mengetuk pintu ruangan dekan. masuk, kata seorang dari ruangan tersebut. Sri membuka pintu tersebut dengan perlahan masuk. pagi pak ucap Sri memberi salam. pagi... silahkan duduk kata pak dekan kepada Sri.


ada apa ya pak, kenapa bapak memanggil saya kata Sri penuh tanya dengan surat panggilan terebut. pak dekan menarik napas dan mengeluarkan dengan perlahan lahan. emm

__ADS_1


saya tidak tau harus mulai dari mana pembicaraan kita, diam sejenak. tapi ini tidak bisa lagi di toleransi ucap pak dekan dengan tegas.


maksud bapak apa ya, saya belum mengerti kata Sri yang memang belum paham. kamu belum mengerti apa maksud saya ?? perbuatan kamu sangat memalukan, bahkan dengan perbuatan kamu itu, membuat nama kampus kita jadi tercoreng. kata pak dekan semakin tegas. sungguh Pak aku belum paham apa maksud bapak kata Sri yang semakin was was. apa maksud kamu dengan ini semua...? dengan menunjukkan sebuah vidio. Sri terkejut... dengan melihat Vidio terebut... pak saya bisa menjelaskan kata Sri yang mulai panik. kamu tidak usah jelaskan ini semua, Vidio ini sudah tersebar luas, bahkan pihak kampus sudah memutuskan bahwa kamu akan di keluarkan dari kampus ini kata pak dekan.


pak saya bisa jelaskan pak, aku mohon pak , biarkan saya membuktikan Vidio itu tidak seperti bapak pikirkan, saya mohon pak ucap Sri dengan memohon.


Sri bapak tau, kamu anak yang pintar, tapi di Vidio itu sudah jelas jelas membuktikan perbuatan kamu tidak bisa di toleransi lagi. bapak tidak bisa berbuat apa apa, meski kamu mahasiswa berprestasi di kampus ini, tapi dengan kelakuan kamu seperti ini, kampus tidak bisa berbuat apa apa Sri. dengan berat hati pihak kampus mengeluarkan kamu dari kampus ini kata pak dekan dengan memberi surat pengeluaran Sri dari kampus. Sri menerimanya dengan bercucuran air mata yang sudah membasahi pipinya. permisi pak kata Sri , ia keluar dari ruangan tersebut dengan hati yang hancur. semua mata mengarah ke dia dengan sebuah tatapan yang sangat menjijikkan . oh.. dasar perempuan murahan... kata seorang mahasiswa, dan di susul lagi dengan mahasiswa yang lain dan mereka meneriaki Sri dengan perempuan murahan. Sri berpapasan dengan mika dan putri.. mereka tersenyum puas dan mereka tidak merasa bersalah. kalian jahat teriak Sri kepada mika dan putri dengan mendorong mika. hai ... perempuan stress kata putri dengan menolong mika yang terjatuh. kalian sungguh jahat teriak Sri lagi kepada mereka. tapi teriakan mahasiswa yang lain lebih keras dan membuat Sri lari ke toilet. di dalam toilet Sri menangis tak henti henti ia menangis dan dia tidak berani keluar dari toilet.


Sri mengambil hp dari tas kecilnya dan mencoba menghubungi Herlina. halo Sri.. kata Herlina dari seberang sana. Lin... dengan suara terisak Isak.. kamu kenapa Sri.tanya Herlina. semua orang sudah tau Lin. aku tidak berani untuk pulang mereka mengolok olok ku kata Sri dengan terisak Isak. kamu dimana tanya Herlina. aku di toilet kampus, aku tidak berani ke luar


mereka terus mengolok olok aku kata Sri dengan ketakutan. tunggu aku kata Herlina dengan menutup telpon.


setelah sampai di kampus Sri, ia pun mencari toilet di mana Sri bersembunyi dari orang orang.


hai... keluar kata seorang dengan mengedor pintu toilet. Sri hanya diam, dia semakin ketakutan. keluar ... kata seorang dengan menggedor gedor pintu toilet tersebut dengan keras.

__ADS_1


apakah kamu di dalam perempuan murahan kata salah seorang. mungkin dia sudah tidak punya muka lagi untuk berani ke luar ! kata seorang lagi dengan tertawa terbahak bahak. Herlina yang mendengar itu dan menghampiri mereka


siapa kalian maksud perempuan murahan kata Herlina dengan suara keras. mereka menoleh suara itu yang berada di belakang mereka. kamu siapa ... kata seorang dari mereka. kamu tidak perlu tau siapa saya, tapi jika kalian menggangu dia,berarti kalian berurusan dengan ku ucap Herlina dengan tatapan penuh amarah ke wajah orang yang bertanya kepadanya. kamu pikir kamu siapa berani mengancam saya katanya dengan membalas ucapan Herlina. mau tau siapa saya kata Herlina . Herlina pun menampar orang itu berulang ulang, sampai orang itu terjatuh.dan teman temannya membantu dia untuk berdiri. kenapa kalian tidak senang.. jika aku berbuat seperti itu ke dia. sini jika berani kata Herlina dengan menampar mereka satu satu persatu tanpa henti. dasar perempuan gila salah ucap seorang dari mereka dan mereka pergi terbirit birit. dasar bisa main keroyok batin Herlina dengan kesal.


Sri ini aku Herlina dengan mengetok pintu toilet. Sri terdiam menghentikan tangisannya dan membuka pintu toilet tersebut. Sri kamu tidak apa apa kan tanya Herlina dengan cemas melihat keadaan Sri.


Sri hanya menggelengkan kepalanya. apa yang terjadi tanya Herlina . Sri memberi surat yang diberikan dekan kepada Herlina. Herlina menerimanya dan membaca .. Herlina kaget dan menatap Sri. kok bisa Sri ? tanya Herlina. aku tidak tau, tiba tiba saja Vidio waktu itu sudah beredar luas. kata Sri yang masih bercucuran air mata. Herlina memeluk Sri dengan erat.. Herlina menarik tangan Sri dengan buru buru.. kita kemana tanya Sri, Herlina hanya diam.


kita ngapain kesini tanya Sri . Herlina hanya mengetok pintu ruangan tersebut. masuk kata suara dari ruangan tersebut. Herlina membuka pintu tersebut dan menarik Sri masuk. ada apa tanya dekan karena ia melihat Sri dengan seorang yang tidak dia kenal. maaf pak sebelumnya kata Herlina .


silahkan duduk, ada perlu apa kata pak dekan. Herlina meletakan surat tersebut di atas meja. saya butuh penjelasan tentang surat ini pak ucap Herlina. pak dekan melihat surat itu, .. anda siapa Sri ucap pak dekan. saya sahabat Sri pak kata Herlina. kami sudah menjelaskan semua ke Sri, alasan kami kenapa dia keluar. mungkin juga Anda sudah atau apa alasan nya ? ucap pak dekan . saya sangat tau apa alasanya pak, tapi kenapa pihak dari kampus tidak memberi kesempatan kepada sahabat saya untuk membuktikan tentang Vidio itu benar atau hanya sebuah kesalahan kata herlina.


ini sudah pihak kampus yang memutuskannya, karena di Vidio itu sudah jelas jelas adalah sahabat kamu kata dekan.


tapi Sri adalah mahasiswa yang teladan dan berprestasi, bahkan ia selama kuliah selalu memberikan yang terbaik buat sekolah, bahkan Sri telah mengharumkan nama kampus ini dengan berbagai piala. apakah pihak kampus hanya melihat kesalahan saja ? tidak mempertimbangkannya ? kata Herlina. tapi dengan perbuatan itu sangat mencoreng nama kampus ini menjadi jelek kata dekan. saya tau , atas Vidio tersebut sudah mencoreng nama kampus ini, yang hanya saya pertanyakan ke bapak, kenapa pihak kampus memutuskan sebelah pihak tanpa memberi kesempatan untuk membuktikannya ? kata Herlina dengan menahan emosi. maaf ini sudah keputusan pihak kampus demi nama baik kampus ini kata dekan. ok .. jika memang seperti itu keputusan nya . bapak ingat ucapan saya, saya akan membuktikan bahwa sahabat saya di jebak. dan saya akan membuktikan lagi, bahwa kampus ini akan lebih tercoreng . tutur herlina dengan tegas. permisi ucap Herlina.

__ADS_1


bapak harus ingat itu,karena ini masalah harga diri jadi sampai kapan pun saya akan memperjuangkannya kata Herlin sebelum keluar. ayo Sri kita pulang kata Herlina dengan menarik tangan Sri. bisa bisa mereka membuat keputusan sepihak kata Herlina dengan emosi. Sri terdiam dan mengekor dari belakang mendengar ocehan Herlina. tanpa sengaja mereka berpapasan dengan mika dan putri. Herlina berhenti dan menatap mereka penuh amarah sedangkan mahasiswa yang lain meneriaki Sri dengan sebutan perempuan murahan. Herlina menarik mika dan putri ke lapangan kampus semua mata tertuju ke mereka. dengar.... kata herlina dengan suara keras kepada mika dan putri . aku tak akan pernah membiarkan hidup kalian tenang, dan saya akan membuat kalian busuk di penjara atas perbuatan kalian kata herlina. dengar.....teriak herlina dengan suara keras. semua mata mengarah ke mereka. saya akan membuktikan bahwa mereka berdua adalah pelaku dari Vidio itu. dan saya bersumpah .. akan membuat kampus ini hancur.. Karena kampus ini sudah tidak berbuat adil kepada mahasiswa dengan menghancurkan kehormatannya.ingat itu... ucap Herlina dengan luapan emosi .. kalian harus keluar dari kampus ini, karena telah membuat keributan disini ucap satpam kepada Herlina. tidak usah di pegang kami bisa keluar sendiri kata Herlina dengan menarik tangan Sri. para para dosen bahkan pihak kampus telah melihat dan mendengar ucapan Herlina. siapa dia ucap pihak sekolah dengan bertanya kepada dekan. dia adalah sahabat mahasiswa yang di keluarkan dari kampus ini ucap dekan. oh.. kata pihak sekolah dan menuju ke ruangannya.


.


__ADS_2