
setelah beberapa hari bapak di rawat di rumah sakit, akhirnya bapak bisa pulang juga.
bapak meminta kepada anak anak nya agar menyempatkan ada waktu untuk berkumpul bersama.
setelah mendengar kabar dari bapak, maka Guntur pun menyempatkan waktunya untuk pulang kampung, meski ia begitu sibuk dengan pekerjaannya.
setelah kepulangan Guntur di sambut dengan kedua orangtuanya dan kedua adek perempuannya.
mereka saling bercengkrama, apalagi mereka sudah lama tidak berkumpul.
" bapak merasa bahagia sekali ketika kita dapat berkumpul lagi seperti ini" kata bapak dengan mata berkaca kaca.
" hal seperti ini, bapak sangat rindu sekali, apalagi ketika kalian sudah semakin dewasa" ucap bapak dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
" pak, sekarang kita sudah berkumpul, kenapa bapak menangis " ucap mamak kepada bapak.
"Mak ini adalah air mata kebahagian , karena bapak saking bahagianya " ucap bapak dengan senyuman merasa puas.
" pak, maafkan Abang, karena jarang pulang. Abang tidak bermaksud membuat bapak dan mamak untuk sedih " ucap Guntur.
" bapak dan mamak mengerti dengan ke adaan kamu, apalagi kamu jauh ke ibukota sana. ucap mamak kepada Guntur.
" yang penting kalian sehat selalu, bisa menjaga diri, itu sudah cukup kabar baik kepada kami ucap mamak.
" terus bagaimana pekerjaan kamu bang" tanya bapak kepada Guntur.
" baik baik saja pak, aku di sana tidak ada masalah, semua orang yang ada di sekitarku semuanya baik ke aku" kata Guntur.
" baguslah jika seperti itu, bapak dan mamak senang mendengarnya. ucap bapak .
" aku dengar kamu Lin sudah kuliah" tanya Guntur kepada Herlina.
" iya bang" ucap Herlina. " terus Sri gimana kabarnya" tanya Guntur." Sri... kenapa Abang tanya kabar Sri ? tanya Herlina dengan heran kenapa Guntur menanyakan kabar Sri.
" emang tidak boleh" ucap Guntur dengan memakan kue yang sudah di sediakan di atas meja.
" ya, tumben tumben saja? " ucap Herlina.
" bukan seperti itu, aku mendengar kabar tentang Sri, tentang kasus yang ia alami ! " tanya Guntur.
"kasus apa ? " tanya Herlina dengan bingung perkataan Guntur.
__ADS_1
"masa kamu tidak tidak tau, apa kamu pura pura tidak tau?" ucap Guntur.
"kasus Sri, apakah dia tau mengenai kasus Sri !
jika dia tau, darimana ia tau? " batin Herlina dengan bertanya tanya
kenapa kamu diam, Abang tau kok semuanya ?"
ucap Guntur dengan santai.
" darimana Abang tau? " tanya Herlina.
" kamu tau pengacara yang membantu kalian, dia adalah saudara bos aku !" ucap Guntur dengan menghentikan pembicarannya, dan melihat Herlina dengan dalam dalam.
" kenapa rahasia sebesar itu, kalian merahasiakannya ?, orang tua Sri wajib tau Lin ? " ucap Guntur.
" kenapa pengacara itu cerita ke Abang, dasar pengacara tidak dapat di percaya" ucap Herlina dengan bergumul.
"pengacara itu tidak ada cerita ke aku, tapi aku yang memaksa dia untuk cerita, karena tanpa sengaja aku mendengar percakapannya di telpon atas nama Sri dengan nama kamu " ucap Guntur menjelaskan.
bapak , mamak dan mawar yang belum paham dan mengerti apa maksud perkataan Guntur dengan Herlina.
ada apa Lin, kenapa Abang kamu berbicara dengan bawa nama pengacara? emang kenapa dengan Sri ? tanya bapak yang masih belum paham.
" apakah kamu mendengar apa kata. bapak. ? bapak tanya ada apa dengan Sri ? tanya bapak mendesak Herlina agar cerita.
" ada apa Guntur, kasus apa ?" tanya mamak kerena belum ada jawaban dari Herlina.
" biar Herlina saja yang cerita, aku tidak punya hak untuk mengatakannya". ucap Guntur dengan mengarahkan pandangan ke Herlina.
" coba kamu cerita semua, kenapa semua bisa terjadi ? " kata Guntur.
"baiklah aku cerita" ucap Herlina karena terus di desak Guntur. ia menarik napasnya dan mengeluarkan secara perlahan lahan sebelum memulai berbicara.
" Sri di nodai orang yang tidak di kenal "ucap Herlina dengan perlahan lahan mengucapkan nya dan menatap mereka satu persatu.
apa... mereka serentak untuk mengatakannya jika mereka begitu kaget mendengarnya, hanya Guntur diam karena ia sudah tau.
" maksud kamu apa Lin, bicara itu jangan asal nak" ucap mamak yang masih syok dan belum percaya.
" iya Mak, benar Sri telah ternoda dengan laki laki bermata hidung belang" ucap Herlina .
__ADS_1
" ya tuhan, kasian sekali kak Sri " ucap mawar dengan masih syok mendengar kabar dari sahabat kakaknya itu.
" jelas dengan detail, bagaimana sebenarnya " ucap bapak untuk di perjelas.
" awalnya bermula, ketika Sri menghadiri ulang tahun temannya ucap Herlina dengan menjelaskan yang bermula dari menghadiri ulang tahun temannya, dan di jual oleh teman nya ke laki laki bermata hidung belang, dan dikeluarkan dari kampusnya .tidak ada yang sembunyikan Herlina , ia menceritakan semuanya tidak ada yang ketinggalan terhadap keluarganya.
" sekarang bagaimana " tanya mamak yang merasa iba dengan ke adaan Sri.
" semuanya sudah selesai, dan mereka mereka yang berbuat jahat ke Sri sudah di jatuhkan hukuman dan sekarang mereka sudah menjalani hukuman mereka ? ucap Herlina.
" ya tuhan, sungguh berat sekali cobaan yang hadapi kak Sri ucap mawar belum bisa membayangkan jika posisi Sri itu adalah posisinya.
" terus orangtua sudah kah tau tentang masalah ini ?" kata mamak kepada Herlina.
" belum Mak" ucap Herlina. " kenapa belum di beritahu, orang tuanya harus tau Lin ? " ucap
mamak. " aku tau Mak, tapi tidak semudah itu untuk menyatakannya. kita juga tau bukan, jika Sri baru kehilangan papanya, sedangkan sekarang mamanya lagi sakit keras. terus bagaimana aku bisa memberi tahu jika kepada keluarganya. sedangkan Sri masih pemulihan siklis mental ! ucap Herlina.
ruangan terasa hening ketika Herlina menjelaskan bagaimana kondisi Sri yang belum sembuh dari masa traumanya. mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing masing dan tidak bisa membayangkan betapa hancur Sri mengalami semua itu.
" yang terbaik nya saja, jika saat ini adalah yang terbaik, tidak apa apa, tapi kamu harus cerita , apa pun itu alasannya." ucap bapak kepada herlina.
" dan kamu juga harus cerita kita semua, kenapa kamu sering ke tempat yang tidak sewajarnya Herlina ? tanya Guntur dengan tatapan tajam.
Herlina membulatkan matanya karena syok mendengar dari ucapan Guntur.
"maksud Abang apa lagi ya ? " tanya Herlina dengan dek dekkan tidak usah bertanya apa lagi, kamu pasti tau apa maksud Abang ! " ucap Guntur dengan menatap Herlina semakin tajam
" ada apa lagi" ini masalah apa lagi.. "tanya mamak melihat Guntur dan Herlina.
" kamu sering ke tempat club' iya kan ? tanya
Guntur.
Herlina hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaan dari Guntur.
"kok Abang tau ? batin mawar dengan melihat ke Herlina.
" kenapa kamu hanya diam saja" tanya Guntur lagi.
" tidak seperti Abang pikirkan ? kata Herlina dengan wajah sudah pucat.
__ADS_1
" coba jelaskan jika, biar kami tidak salah paham ? ucap Guntur