" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 29 sakit.


__ADS_3

terima kasih ya nan kamu sudah mengantar aku ucap mawar kepada firnan. sama sama, ucap firnan dengan senyuman tipis. apakah kamu mau , ketemu Lita? biar aku panggil tanya mawar. tidak usah, aku langsung pulang saja, ucap firnan.


oh gitu ya, ucap mawar. sana masuk ucap firnan dengan mengelus rambut mawar.


sana masuk, jika kamu tidak masuk aku tidak akan pergi ucap firnan dengan mendorong mawar masuk. iya iya aku masuk, kamu hati hati ya ucap mawar dengan membuka gerbang ... iya ucap firnan dengan melambaikan tangannya. mawar masuk ke kosan sedangkan firnan bergegas untuk pulang.


yang lain kemana ya, kok sepi batin mawar. mawar tidak mendapati satu orang pun di kosan. mawar mengambil kunci dari tasnya dan membuka pintu... dan menutup kembali. ah.... mawar menarik napas dengan membuangnya perlahan lahan Dan menghempaskan badan ke tempat tidur. kak, kakak kenapa... kok seperti itu ke aku batin mawar dengan perlahan lahan air matanya pun berjatuhan karena mengingat ingat perkataan Herlina terhadapnya. kenapa bisa seperti itu ? aku khawatir dengan keadaan kakak ! batin mawar.. dengan terisak Isak...


rek...rek.... suara pintu terbuka... mawar melihat ke arah pintu... Lita... dari mana kamu ucap mawar ketika melihat begitu banyak sebuah Bukusan yang dibawa lita. habis belanja ucap Lita dengan ceria... belanja dengan siapa ? tanya mawar... dengan Desi ucap Lita dengan membereskan belanjaan yang dia bawa.


kapan kamu sampai nya tanya Lita.


barusan ucap mawar dengan suara lemas. kamu kenapa tanya Lita .dengan menarik selimut yang menutupi tubuh mawar.. kamu kenapa.. tanya Lita lagi kepada mawar. tidak kenapa Napa ucap mawar dengan senyuman tipis.


kamu bilang tidak kenapa Napa tapi wajah kamu pucat, kamu sakit !! tanya Lita dengan menempelkan punggung tangannya ke kening mawar. kamu panas lho war ucap Lita dengan panik. aku tidak kenapa kenapa, cuman demam biasa saja ucap mawar dengan menggigil. aku keluar sebentar, dengan menutupi tubuh mawar dengan selimut berlapis lapis. Lita keluar untuk membeli makanan dan membeli obat di apotik di dekat kosan mereka, tak lama kemudian Lita muncul lagi.


. war.. bangun... ayok makan dulu biar makan obat ucap Lita.. dengan membantu mawar untuk duduk. mawar makan dan minum obat yang di beli Lita.


kamu istirahat, jangan pikirin yang aneh aneh.. biar cepat lekas sembuh ucap Lita dengan membereskan sisa makanan mawar.

__ADS_1


terima kasih ya ta ucap mawar... tidak usah berterima kasih, istirahat aja dulu, biar cepat sembuh ucap Lita dengan menutupi tubuh mawar dengan selimut.


Tut..Tut Tut... suara hp Lita berbunyi... Lita mengambil hp yang berada di atas meja, firnan batin Lita. halo... ada apa ucap Lita ... gimana kabar kamu ta ucap firnan dari seberang.baik.. sekali... tumben, kamu nelpon tidak seperti biasanya ucap Lita. iya.. ni aku mau tanya mawar ada gak, habis dari tadi aku coba telpon dia, tapi tidak bisa. ucap firnan.


oh, mungkin hp mawar mati. mawar lagi istirahat, mawar sedang demam ucap Lita..


demam... ucap firnan dengan terkejut..kamu serius ta, tadi saja mawar baik baik saja kok ucap firnan dengan merasa khawatir dan firnan Menganti panggilan jadi Vidiocall. boleh kah melihat keadaan dia tanya firnan dengan merasa khawatir. iya boleh ucap Lita dengan mengarahkan kamera ke mawar.


jadi kamu yang antar mawar pulang ucap Lita.


iya, aku yang antar dia pulang ucap firnan.


syukurlah jika seperti itu ucap firnan dengan merasa lega.


kenapa kamu khawatir sekali dengan mawar tanya Lita... dengan penasaran dengan sikap firnan. wajar dong aku khawatir dengan dia, dia kan teman kita ucap firnan ... begitu, aku saja sudah lama bersahabat dengan mawar tidak seperti kamu rasa khawatir ku ucap Lita lagi dengan semakin penasaran. menurut kamu, rasa khawatir apa, yang jelas rasa khawatir sebagai teman ucap firnan dengan terbata bata..sepertinya bukan seperti itu deh nan, menurut analisis yang aku perhatikan, bukan rasa khawatir sebagai teman, tapi lebih dari sekedar teman ucap Lita... kamu jangan ngaco ta ngomongnya ucap firnan dengan gugup.


siapa juga ngaco, aku tidak ngaco nan, kamu suka ya dengan mawar ucap Lita dengan menggoda firnan. gak ... aku tidak suka dengan dia ucap firnan.. dengan muka merah dan gugup. alah, tidak usah kamu bohong, dari ekspresi wajah kamu sudah keliatan, dengan aura malu malu untuk mengakuinya ucap lita dengan menggoda firnan terus. terserah kamu, mau ngomong apa, ya udah dulu .. aku ada urusan ucap firnan dengan menutup telponnya.


yahh, dimatiin dasar laki gengsian.. tinggal bilang aja susah amat ucap Lita dengan kesal karena firnan menutup telpon begitu saja. Lita, pun menghampiri mawar yang tidur pulas, Lita meletakkan punggung tangannya untuk mengecek panas mawar. sudah turun panasnya batin Lita..

__ADS_1


firnan... firnan..


kenapa kamu jadi gugup gini batin firnan terhadap diri sendiri. kenapa aku jadi salah tingkah ketika Lita bertanya seperti itu ? batin firnan dengan mondar mandir seperti seterika.


oi... kamu kenapa ucap Rian yang baru saja datang ke kamar firnan.. firnan hanya melihat saja, dan melanjutkan kembali berperang dengan batinnya. kamu kenapa ucap Rian dengan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. ah.,, tidak kenapa kenapa ucap firnan dan dia duduk di kursi tempat biasa dia belajar.


tumben ke sini ada apa ucap firnan terhadap Rian yang asyik main hp. aku cuma hanya ingin tau saja, perempuan yang di clab semalam tanya Rian .. untuk apa tanya firnan .. ya, aku penasaran saja dengan perempuan itu, jika di lihat lihat cantik juga, jauh lebih anggun dari pada ayu ucap Rian dengan senyuman nakalnya. maksud kamu apa Rian tanya firnan.


ya, jika kamu tidak keberatan, kamu mau kan membantu aku untuk mendekati dia ? tanya Rian.. dengan serius. bukannya kamu masih suka dengan ayu tanya firnan. iya, memang aku masih suka dengan ayu, tapi pikir pikir, buat apa aku terus mengejar dia, sedangkan dia suka dengan kamu, lagian aku sudah tidak suka lagi dengan ayu, ucap Rian.


sorry bro, kali ini aku tidak bisa bantuin kamu ucap firnan... dengan tegas. kenapa men.. ucap Rian dengan terkejut. firnan hanya diam tidak memberi jawaban atas pertanyaan Rian. kamu suka dengan dia tanya Rian kepada firnan.. ahhh.. kenapa kamu bertanya seperti itu... ucap firnan dengan gugup.. jika tidak, kenapa kamu tidak mau bantuin aku ?? ucap Rian. bukan begitu maksud aku... cuman ... ucap firnan dan dia terdiam tidak melanjutkan lagi perkataannya. bilang aja, kamu suka dengan dia, dari sikap kamu juga aku tau, jika kamu suka dengan dia ucap Rian.. dengan berbicara serius. kalau suka harus ngomong, nanti keburu di ambil orang,. jika lihat lihat dia cukup menarik buat kaum laki laki. ucap Rian dengan menggoda firnan. apa sih kamu ucap firnan dengan gugup. ya kamu tidak bertindak dari sekarang, aku akan salah satu saingan kamu , ucap rian semakin membuat firnan semakin gugup. ok ok,... aku akui, aku memang suka dengan dia... ucap firnan... dengan menarik napas dan membuang perlahan lahan... . dari sejak SMP aku sudah suka dengan dia.. dan sampai sekarang masih suka dengan dia. tapi... ucap firnan diam tidak melanjutkan ucapannya.. tapi kenapa nan.. tanya Rian yang tadi tiduran sekarang dia duduk untuk mendengar perkataan firnan. aku bukan tipe cowok yang seperti dia mau.. dan jika aku juga memberi tahu tentang perasaan aku ke dia, aku yakin dia tidak akan menerima aku ucap firnan.. kenapa kamu bisa bicara seperti itu tanya Rian. iya... entahlah.. aku lihat mawar itu orangny bukan tipe yang gampang suka dengan seseorang apalagi sampai berhubungan dengan berstatus pacaran ucap firnan. terus sampai kapan kamu simpan perasaan kamu ke dia..., jika di tolak itu urusan belakang, yang penting kamu utarakan dulu perasaan kamu ke dia ucap Rian..


aku tau, tapi tak sudah itu Rian, aku takut jika aku mengutarakan semuanya ke dia, aku takut dia tidak akan mau lagi berteman denganku. cuman dengan seperti ini, aku bisa selalu bersama dengan dia. ucap firnan.


yang sabar ya bro... tapi seenggak kamu bisa bersikap adil dengan perasan kamu, jangan kamu menyimpan dengan kebohongan seperti ini, kita juga tidak tau, mana tau mawar juga punya rasa terhadap kamu, kalau soal jika di tolak, itu urusan belakang.. yang penting kamu jujur dengan dia. ucap Rian dengan memukul pundak firnan.


tanks bro atas sarannya ucap firnan dengan perasaan agak lega.


.

__ADS_1


__ADS_2