
sorry...kalian lama menunggunya ucap seorang laki laki separoh baya yang menghampiri putri dengan mika. mereka
mengarahkan pandangan ke suara tersebut.
om ,sudah datang ucap putri dengan beranjak dari tempat duduknya.
om minta maaf karena membuat kalian lama menunggu ucap lelaki itu. tidak apa apa om. ucap putri.
terus bagaimana ucap lelaki itu. semua sudah di atur om, tapi ... pembayaran harus sesuai sepakatan kita ucap putri. soal itu tidak masalah, yang seperti penting seperti yang kamu ceritakan ucap lelaki itu dengan tidak mempersoalkan harga.
pasti om ,om akan merasa puas ucap putri dengan yakin. ok, lelaki itu mengeluarkan sebuah amplop dari kantong jasnya . ini bayarannya ucap lelaki itu dengan memberikan kepada putri. putri menerima dan membuka amplop dam mengeluarkan isinya , lembaran warna merah yang tak terhitung . terima kasih om ucap putri dengan merasa puas. putri menyimpan amplop itu ke dalam tasnya. mika ucap putri dengan mengarahkan pandangan ke Sri yang tidak sadarkan diri.
mika pun bergegas dari duduknya dan mereka memapah Sri ke luar dan di ikuti lelaki itu. lelaki itu membuka pintu mobil dan mereka memasukkan Sri ke dalam mobil. bersenang
senanglah om ucap putri dengan menutup pintu mobil . lelaki itu tersenyum puas dengan hasil kerja putri dan ia melajukan mobil nya pergi. gimana mika apakah kamu puas ucap putri. sangat sangat puas put ucap putri dengan tersenyum puas .
kita pesta ucap putri dan mencium uang yang ada di tangannya.
__ADS_1
ayo sayang... ucap lelaki itu dengan memapah Sri. siapa kamu ucap Sri mengarahkan pandangan ke laki laki itu .. lelaki itu hanya tersenyum .. kamu siapa ucap Sri dengan meronta-ronta karena merasa tidak kenal lelaki itu. tetapi lelaki itu tetap memapah Sri. mereka memasuki sebuah rumah. kita dimana ucap Sri lagi dengan melihat sekitar nya dengan penglihatan yang tidak jelas. kenapa kamu terus bertanya sih sayang ucap lelaki itu dengan masih memapah Sri masuk ke sebuah kamar. aku mau pulang ucap Sri dengan berusaha melepaskan diri dari laki laki itu. lelaki itu melempar Sri ke tempat tidur. aku dimana ucap Sri aku mau pulang ucap Sri.. dengan berusaha keluar dari kamar itu. kamu tidak bisa pergi begitu saja ucap lelaki itu.. om aku mau pulang ucap Sri yang berdiri dengan sempoyongan. tidak bisa sayang.. ucap lelaki itu. om aku mohon mau pulang, lepasin aku
ucap Sri dengan terisak Isak menangis dan ketakutan. saya sudah banyak mengeluarkan uang, dan kamu meminta untuk di lepasin begitu saja, ucap lelaki dengan tersenyum dan tidak sabar ingin menyentuh Sri dengan cepat ia membuka bajunya.
om aku mohon, jangan om... ucap Sri yang semakin ketakutan dan menghindar dari serangan lelaki itu. kamu ucap lelaki itu marah dengan menampar Sri dan Sri pun pingsan tidak sadarkan diri. ini akibat kamu tidak mau ucap lelaki itu dengan mengangkat tubuh Sri ke tempat tidur. ia pun memasuk sebuah pil ke dalam sebuah gelas yang berisi air putih. beberapa menit kemudian Sri sadar, om ... aku mohon om ucap Sri dengan ketakutan... kamu tenang ucap lelaki itu dengan lembut. kamu minum dulu air putih ini ucap lelaki itu.. dengan memberikannYa. ni apa om tanya Sri ... dengan melihat gelas yang ada di tangannya. ini hanya air putih saja, kamu minum dulu biar kamu merasa tenang ucap lelaki itu dengan lembut. sei pun menerimanya dan meminumnya... bagaimana apakah kamu merasa tenang ucap lelaki itu dengan senyuman tipis... Sri hanya diam.. api perasaan Sri semakin jadi jadi... om kok panas ya ucap Sri dengan gelisah ... dan merasa sangat panas dan tidak sadar ia membuka bajunya.. lelaki tersenyum dengan raut wajah senang , ia semakin nafsu dan ketika Sri membuka bajunya. kita mulainya sayang ucap lelaki itu dengan mendekati Sri.
ring ... ring.... ring.... suara alarm hp Herlina berbunyi.. Herlina mengambil hp yang berada di atas meja, dan mematikannya. Herlina pun bergegas bangun dan mengambil handuk langsung menuju kamar mandi. setelah selesai Herlina pun rapi rapi akan berangkat ke tempat kerjanya. Oya.. aku dari tadi tidak melihat Sri... apakah Sri tidak pulang tadi malam ? batin Herlina dengan mengambil hp nya dan mencari nama kontak atas nama Sri. kok tidak aktif batin Herlina. Herlina terus menghubungi Sri tapi tetap saja tidak nyambung .dia pulang atau tidak ya, jika tidak pulang pasti memberitahu aku.
jika dia pulang seharusnya dia ada , apakah dia keluar batin Herlina. tapi keluar sendal masih ada , tapi jika sudah ke kampus tas masih ada batin Herlina dengan berpikir keras.
suara tangisan Sri semakin jadi jadi.... ketika dia sadar dari tidur dia tidak memakai pakaian sama sekali dan tak sehalai benang menutupi badannya . ia hanya menutupi badan dengan selimut, sedangkan baju entah kemana. lelaki itu keluar dari kamar mandi dengan senyuman dengan puas. terima kasih sayang aku sangat puas sekali atas permainanmu ucap lelaki dengan menyentuh wajah Sri dengan lembut. Sri hanya menundukkan kepalanya dan tidak mengingat apa apa.. . kenapa sayang, kenapa kamu menangis, apakah kamu tidak merasa puas jika kamu tidak merasa puas kita bisa ulang lagi ucap lelaki itu dengan menyentuh Sri . lepaskan kan teriak Sri kepada lelaki itu dengan menatap Penuh amarah. kenapa om lakukan ini ke aku om, aku apa salah aku om, sehingga om bis berbuat sekeji ini terhadap aku, teriak Sri kepada laki laki itu. kamu tidak sadar kamu yang memulainya sayang , kamu yang kepanasan dan tidak sanggup lagi untuk .. stop , teriak Sri.
saya sudah membayar kamu , jadi kamu harus melayani saya ucap lelaki itu. maksud om.. tanya Sri .. iya sudah memberi uang banyak kepada teman teman kamu. jadi imbalan adalah kamu ucap lelaki itu.
Sri terkejut atas pengakuan lelaki itu. mika dan putri kenapa kalian tega ke aku batin Sri dengan syok. asal kamu tau, aku butuh kenikmatan saja, jika kamu mau lagi saya bisa membayar kamu lebih mahal dari teman teman kamu terima ucap lelaki itu.. dengan wajah tidak merasa bersalah. lelaki itu pun merapikan dirinya dan pergi begitu saja meninggalkan Sri sendiri di kamar. Sri yang masih syok dengan pengakuan lelaki itu ia berusaha mengkuatkan dirinya dan ia mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai dan memakaikannya lagi... ia pun keluar dari kamar tersebut.. dan keluar dari rumah itu dengan secara diam diam.
sepanjang jalan ia menangis dan Marasa jijik terhadap dirinya. supir taksi yang di tumpangi nya merasa iba melihat Sri yang terus menerus menangis. mbak , tidak apa apa ucap supir taksi dengan melihat Sri dari kaca spion. tidak apa apa pak ucap Sri dengan menghapus air mata
__ADS_1
nya Dangan kdua tangannya.
mbak sudah sampai tujuan ucap supir taksi.
Sri tersentak dari lamunannya, ia membayar ongkosnya dan keluar dari taksi . taksi itu pun melaju pergi . Sri melangkahkan kaki dengan pelan pelan menuju ke kosannya. ia mengambil kunci yang ada dalam tasnya. dan membuka pintu dan ia pun langsung masuk. Sri yang merasa sudah hancur dengan kehidupannya dan tidak ada lagi ada gunanya untuk hidup. ia melihat sebuah pisau silet yang terletak di meja belajarnya. pikiran sudah kosong dan ia tidak mempedulikan lagi dan ia mengambil pisau tersebut.
kamu kenapa Lin.. kok seperti gelisah begitu ucap rekan kerja Herlina.. iya ,aku perasaan aku tidak tiba tiba tidak enak ucap Herlina. jantung semakin berdetak kencang tidak karuan.. dan ia semakin gelisah. kamu kenapa kok berkeringat gitu ucap rekan kerja Herlina yang heran melihat Herlina tiba tiba keringatnya bercucuran. Sri... batin Herlina dengan tiba tiba .. ia teringat Sri ..
Oya, aku ijin keluar sebentar , ada urusan penting ucap Herlina tanpa basi basi ia langsung bergegas dan berlari sekencang kencang ke luar dan mencari ojek .
ojek mana sih... batin Herlina dengan tergesa gesa. bang ojek teriak Herlina dengan berlari ke arah ojek . bang buruan ucap Herlina dengan menaiki ojek tersebut. kenapa buru buru neng, ucap tukang ojek . pokok ke kosan langsung ucap Herlina kepada tukang ojek . siap neng ucap tukang dengan melajukan sepeda motor nya dengan kencang.
setelah sampai ... bang ini bayarannya ucap Herlina dan langsung masuk.. ke kosannya... mata Herlina langsung tertuju masuk kamar. dan membuka pintu yang tidak terkunci. Sri.... panggil Herlina dan mencari keberadaan Sri. Sri kamu di dalam ucap Herlina dengan mengetuk kamar mandi.. tapi tidak ada sahutan tapi air bersuara mengalir. Sri kamu di dalam kan ucap Herlina yang mulai panik.. karena Sri tidak menjawab maka ia mendobrak pintu dengan sekuat tenaganya dan...... Sri .... teriak Herlina yang melihat tetesan darah yang berjatuhan dari pergelangan tangannya . Sri bangun ucap Herlina dengan memukul mukul pipi Sri tapi Sri tidak membuka matanya sama sekali. Sri yang tidak sadarkan diri dan pisau silat yang masih ada di genggaman tangan kanan membuat Herlina semakin panik dan ketakutan ... dia langsung pergi keluar untuk minta tolong... tolong teriak Herlina dengan dengan panik dan takut... ada apa... ada apa orang orang yang berdatangan ...pak tolong teman saya ucap Sri dengan menunjukkan ke dalam . dan orang orang pun masuk ke dalam dan membawa Sri keluar dan mereka langsung membawa ke rumah sakit.
Herlina yang masih syok dengan kondisi Sri
ia pun pingsan tidak sadar diri.
__ADS_1