" Aku Bukan Anak Kesayangan"

" Aku Bukan Anak Kesayangan"
bab 35 jujur.


__ADS_3

sepanjang perjalan pulang Herlina seperti mikir kan sesuatu sedangkan Sri hanya terdiam tidak berani berbicara karena dia melihat Herlina yang masih emosi. sudah sampai neng ucap supir taksi yang mereka tumpangi. Sri kamu pulang duluan aku ada urusan , kamu istirahat saja, jangan memikirkan aneh aneh...


semua pasti baik baik saja. kata Herlina. Sri hanya menganggukkan kepalanya dan menutup pintu taksi. jalan pak ucap Herlina. Sri yang terpuruk dan tidak bisa berbuat apa apa, merasa diri sudah tidak ada artinya lagi. ia menangis tersedu sedu dengan kejadian hari ini . ia membuka pintu dan menguncinya lagi , pikiran sudah menjadi jadi tak karuan ... ia pergi ke kamar mandi dengan membasahi diri dan menangis histeris.


pak, boleh kita bertemu sekarang kata Herlina kepada seseorang yang ada di telpon.


baik pak kata Herlina dan mengakhiri telponnya. buruan ya pak kata Herlina kepada supir taksi.


setelah sampai ia langsung masuk ke dalam. tok tok tok.. Herlina mengetok pintu. masuk


suara yang dari ruangan tersebut. Herlina buka pintu dan langsung duduk. ada apa Lin kata pak Rudi bos Herlina di kafe.


maaf pak, saya sudah mengganggu waktu bapak kata herlina. tidak masalah, ada perlu apa kata pak Rudi. apakah saya masih bisa berkerja untuk menemani bapak main judi ? tanya Herlina. pak Rudi terkejut dengan menatap Herlina tajam. saya serius pak kata Herlina .


saya tidak masalah dengan tawaran kamu, karena itu sangat menguntungkan bagi saya, tapi boleh tau apa alasan kamu untuk minta tawaran ini lagi , bukan kamu sendiri bilang ke saya. tidak akan mau mengulangnya lagi jika utang kamu sudah lunas. sedangkan utang kamu sudah lunas kata pak Rudi.

__ADS_1


iya, tapi saya butuh bantuan bapak kata Herlina. Herlina menjelaskan semua tentang Sri dan tujuan dia datang untuk menemui pak Rudi. pak Rudi diam sejenak memikirkan permintaan Herlina. permintaan yang sulit, tapi Herlina hoki banget.. beberapa kali dia menemani saya main judi selalu menguntungkan, bahkan untungnya lebih aku perkirakan batin pak Rudi.


aku mohon pak , ini masalah harga diri, ucap Herlina. ok saya terima tawaran kamu. tapi tidak semudah yang kamu pikirkan , kita butuh pengacara untuk membantu kita, tapi biaya untuk pengacara tidak sedikit.. kata pak Rudi. saya tau apa maksud bapak, saya akan menemani bapak main judi sampai utang saya


lunas ucap Herlina. ok, deal kata pak Rudi.


setelah itu Herlina pun langsung pulang menuju ke kosannya. ia membuka pintu dan masuk .. ia tidak melihat Sri .. Sri kamu dimana teriak Herlina. mungkin di kamar mandi kali batin Herlina. Sri kamu ada di dalam kata Herlina dengan mengetok pintu kamar mandi.


Sri...kata herlina dengan panik ... ia mendobrak pintu kamar mandi... ya ampun Sri ucap Herlina dengan memeluk Sri yang sudah menggigil karena air terus membasahinya. Herlina memapah Sri untuk ke luar dari kamar mandi. dan mengganti pakaian Sri tapi Sri hanya diam.


beberapa minggu sudah terlewat Sri tidak pernah keluar dari kosan, selalu mengurung dirinya di kosan dan sampai sekarang Sri masih diam dalam seribu bahasa. jika di keluar itu pun hanya pergi untuk menjenguk orang tua nya yang sakit.


bayangan bayangan itu selalu di pikiran Herlina, dia berharap masalah Sri akan cepat selesai dan pelaku segara tertangkap dan Sri dapat keadilan. tapi sekarang Herlina semakin pusing ketika firnan mengetahui jika ia sering ke club' . apakah aku harus jujur.. atau gimana ya. tapi Sri tau dia akan semakin stress. batin Herlina dengan memukul mukul kepalanya.


Herlina menelpon firnan. halo kata firnan dari seberang sana. halo nan, bisa besok ketemuan kata Herlina . bisa kak, jam berapa tanya firnan.

__ADS_1


besok sore ,di champion cafe, tempat aku kerja kata Herlina. baik kak kata firnan dengan mematikan telpon .


setelah selesai bekerja di toko, Herlina kembali ke kosan dan siap siap untuk berangkat lagi kerja ke kafe. Sri ... tanya Herlina yang terbaring di tempat tidurnya. kamu sudah makan ,aku bawa makanan kesukaan kamu, makan dulu kata Herlina duduk di dekat Sri. Sri membalikkan badannya. makan dulu kata Herlina dengan memberi makan yang sudah dia siapkan. Sri pun bangkit dan duduk. terima kasih Lin kata Sri dengan menerimanya. ini bakso makanan kesukaan kamu, habiskan ya kata herlina dengan bangkit dan merapikan dirinya. aku berangkat dulu kerja, jaga kesehatan. jika apa apa kamu telpon aku kata Herlina. Sri menganggukkan kepalanya.


sore semua ucap Herlina menyapa teman


temannya . pagi Lin ucap yang lain menyahut


hai kak, ucap firnan yang sudah berada di kafe.


kamu sudah datang kata Herlina . iya kak ucap firnan. firnan menuju ke meja yang kosong, dan memesan minumannya. karena baru buka jadi pelanggan belum pada datang, Herlina minta ijin ke bosnya untuk berbicara sebentar kepada firnan. kita langsung nan , aku tidak mau membuang waktuku, karena ini jam kerja aku kata Herlina dengan menarik napas dalam dalam dan mengeluarkan. Herlina menceritakan semuanya kepada firnan mulai dari Sri dan sampai ia sering berada di club' itu.


firnan terdiam ...mendengar cerita Herlina. aku harap kamu bisa mengerti nan ucap Herlina. kasian kak Sri kata firnan . aku mohon, jangan cerita ke mawar tentang ini. tunggu sampai masalah Sri selesai, karena aku salah ambil jalan, tapi aku tidak tega melihat Sri seperti ini. ucap Herlina dia sangat terpuruk bahkan aku takut dia akan depresi kata Herlina. baik saya akan mencoba tidak cerita ke mawar kata firnan . terima kasih nan atas pengertian kamu. kata Herlina. aku harap kakak bisa jaga diri kakak, karena tempat itu sangat tidak baik kata firnan . tenang saja nan, aku bisa jaga diriku dengan baik, dan bos ku juga orang baik.dia tidak membiarkan aku di ganggu oleh orang lain kata Herlina. aku harap begitu kak, karena kita tau bagaimana pemikiran orang terhadap kita kata firnan. ok ya aku lanjut kerjanya , tidak enak hati dengan yang lain kata Herlina dengan meninggalkan firnan. firnan t tidak bisa membayangkan musibah yang di timpa Sri untuk sangat menyakitkan dan luka yang akan tidak akan pernah bisa di obati. kasian Kak Sri , dia pasti hancur sekali batin firnan .


.

__ADS_1


__ADS_2