
Dua sosok Lightning Spider sekaligus mendatangi mereka. Raut wajah mereka langsung berubah panik setelah melihat ke arah pintu.
Rin sontak menggertakan giginya, menyadari esnya pudar bahkan belum ada satu jam.
Dan tentu itu disadari oleh Ryuha. Dia segera menanyakan itu kepada Baal. Baal segera menjelaskan jika hal itu terjadi karena mineral-mineral di dalam sini menyerap energi yang ada di es milik Rin.
Walaupun tak menampakkan wajahnya, Ryuha benar-benar panik karena dia tidak ingin kejadian yang menimpanya di Dungeon waktu itu terjadi padanya lagi.
"Hei Baal, apa tidak apa membiarkan mereka bertiga melawannya? Aku tidak peduli dengan dua laki-laki itu, tapi Rin... "
Baal menghela nafas sebelum mengingatkan Ryuha tentang jurus es milik Rin yang dapat membekukan mereka. Jika kedua binatang itu dibekukannya, mereka bisa selamat jika segera meninggalkan tempat ini setelahnya.
Ucapan itu membuat hatinya merasa tenang, sampai saat satu kilatan cahaya bertegangan tinggi hendak menyambarnya.
Tlirap, Duarrr!!!
Beruntung laki-laki itu cukup cekatan dan segera melompat ke belakang menggunakan Emptiness Step.
"Kalian berdua lindungi aku! Aku butuh sepuluh detik untuk membekukan mereka!" Teriak Rin.
Segera setelah anggukan, dua laki-laki itu membuat penjagaan ketat tepat di depan Rin. Saat Rin hendak melakukan ritualnya, dia sedikit melirik ke arah belakang, jarak antara dirinya dan Ryuha semakin terpaut, dia sambil memikirkan cara untuk menangkap Ryuha sebelum dia kabur.
Yaitu dengan membekukannya dan dua monster itu secara bersamaan. Akan tetapi, tanah di belakang gadis itu bergetar hebat. Tiga sambaran petir melesat ke arah Ryuha.
Menggunakan Emptiness Step laki-laki kembali menghindar. Alhasil petir itu hanya menyambar tanah di belakangnya. Namun sayangnya, tanah yang bergetar semakin kuat. Retakan kecil mulai terlihat di sekitar Ryuha, hingga tanah pun runtuh.
Sungguh membuat laki-laki panik. Sebisa mungkin dia melompat-lompat dari bongkahan ke bongkahan. Batinnya menghitung jeda Emptiness Step yang masih berjalan, "Tiga..., Dua..., "
Bersamaan dengan itu, Rin yang sudah siap dengan ritual pembekuan masalnya menyadari jika Ryuha baru saja terjatuh. Dia tak ingin kehilangan barang berharganya dan dengan cepat menyuruh kedua laki-laki di depannya melompat.
"Satu... "
Laki-laki itu segera melesat untuk keluar dari domain itu. Namun sayang sekali.
Woshhh, kratak, kratak, kratak!!!
Semuanya yang menempel dengan tanah di ruangan segera membeku termasuk kedua monster yang setengah tubuhnya memasuki ruangan itu. Permukaan tanah pun kembali terbentuk oleh dinding es yang tebal.
Bukkk!!!
Ryuha menabrak dinding es itu, dan membuatnya langsung terjatuh karena terkejut. Tergelinding ke bawah, tertimpa bongkahan-bongkahan tanah yang hampir seukuran dirinya. Tubuhnya diselimuti oleh bongkahan itu serta asap coklat tebal setelah mendarat di permukaan setelah terjatuh dari ketinggian tiga belas meter.
Tulang-tulangnya serasa remuk namun dia masih bisa bergerak. Dengan tubuhnya yang sudah terlatih dan kokoh itu, Ryuha hanya mendapatkan luka kilir di beberapa jarinya dan luka luar yang cukup perih rasanya.
__ADS_1
Sementara itu di atas sana, Rin yang mendapati jika Ryuha tak lagi terlihat di pandangan hanya termenung di tempatnya. Air matanya pun mulai menetes, mendapati liontin yang merupakan satu-satunya barang peninggalan kakaknya itu lenyap dari genggamannya.
Dengan lantai es yang licin itu, Raka langsung tergelincir setelah mendaratkan kakinya, hingga dia terhenti setelah menabrak dinding.
Mendapati jika semuanya berjalan lancar, Edward segera berteriak menyuruh mereka untuk pergi sebelum es yang membekukan monster itu meleleh dan langsung berlari, diikuti dengan Raka di belakangnya.
"Rin, apa yang kau lakukan, ayo cepat!" Ucapnya berdiri di pintu menunggu Rin. Rin yang hanya termenung saja tak mungkin dia tinggal sendirian. Segera dia menghampiri gadis itu dan langsung menarik tangannya.
Belasan meter di dalam tanah ...
"Ughhh, rasanya badanku hampir remuk?!" Rintih laki-laki itu. Segera dia bangkit dan berjalan ke arah dinding di dekatnya untuk sejenak memulihkan badan. Duduk bersila, laki-laki bermeditasi agar luka-lukanya kian membaik.
Beberapa saat terlelap dalam meditasi, laki-laki itu segera membuka kedua matanya. Sedikit keriyipan, kedua matanya perlahan bisa melihat suasana di dalam sana.
Terasa hawa dingin yang menyengat hati, dia langsung menelan ludah sambil celingak-celinguk melihat kondisi tempat itu dengan matanya yang gemetaran.
"Ini, apakah ini inti Dungeon yang sebenarnya? Ini ruangan Boss Dungeonnya?" Ucapnya kebingungan.
Baal menampakkan wujudnya. "Tidak perlu panik, aku tidak merasakan hawa membunuh di tempat ini!"
Itu membuat Ryuha kembali tenang dan langsung menyandarkan diri meregangkan otot-ototnya.
"Ryuha, cepat lihat Rune yang kau dapatkan!" Tambahnya. Rasa hati benar-benar tak sabar ingin melihat kualitas Rune yang didapat walaupun dengan mencuri.
Segera Ryuha mengambil batu yang memiliki ukiran huruf sihir itu dari cincin penyimpanannya, juga liontin yang diambilnya dari Rin.
"Yang mana satu terlebih dahulu?!" Ucap Ryuha.
"Orang tuamu memang penting, tapi yang lebih penting sekarang adalah Rune!"
Jawaban spontan dari Baal langsung membuat alisnya terkerut. Sambil menunjuk batu itu dia menatap Baal dengan satu alisnya yang terangkat.
Pasrah dengan Baal yang memasang wajah sangat yakin, Ryuha pun menyimpan liontinnya lalu meminta penjelasan kepada Baal mengenai Rune.
"Rune... "
Sebuah batu yang memiliki ukiran Huruf Sihir di permukaannya. Terbuat dari batu magis yang memiliki kandungan sihir yang melebihi kadar normal, dan hanya bisa dibuat menggunakan batu yang memiliki kadar tujuh kali lipat dari biasanya. Dan itu adalah kwalitas terendah.
Selain itu, Rune hanya bisa dibuat oleh seorang penyihir yang kemahirannya sudah di atas rata-rata juga menguasai ilmu khusus pembuatan Rune, yang dikenal sebagai Rune Master.
Rune sendiri bisa dipasangkan ke dalam tubuh monster atau suatu senjata melalui ritual khusus yang hanya bisa dilakukan oleh sang pemilik monster atau senjata yang ingin dipasangi Rune. Atau bisa juga dilakukan oleh seorang Rune Master.
Rune juga memiliki enam tingkatan yakni, Bumi dengan tulisan berwarna hijau, Langit berwarna biru, Raja berwarna ungu, Kaisar berwarna oranye, Dewa berwarna emas, dan Kuno berwarna merah keemasan.
__ADS_1
Selain itu, Rune juga memiliki berbagai macam tipe seperti contoh, Rune Kecepatan yang dapat menambah kecepatan, Akurasi, Ketahanan, Kekuatan, dan lain-lain.
Sedangkan yang didapat Ryuha sekarang adalah Rune Tingkat Raja tipe Kecepatan, atau Speed.
"Bagus-bagus, kita akan pasangkan ini kepada Tempest Wolf!"
Alis Ryuha terkerut mendengarnya, kebingungan bagaimana cara memasangnya, yang Baal bilang itu hanya bisa dilakukan oleh pemilik saja.
Segera Baal memerintahkannya untuk memanggil Tempest Wolf. Dan dengan bimbingannya, Ryuha memulai ritual kecil, dimana dia harus memusatkan pikirannya untuk menampakkan Magic Circle dari dalam tubuh Tempest Wolf.
Dan menyala, Magic Circle seukuran serigala kecil itu tepat di atas kepala binatang itu. Diantaranya terdapat tiga lingkaran kecil yang merupakan tempat meletakkan Rune itu.
Hendak bertanya, sosok Baal tiba-tiba lenyap begitu saja. Namun Ryuha tak mempermasalahkan hal itu karena sudah biasa, selain itu Baal juga telah memberitahunya bagaimana cara memasangkannya.
Yaitu dengan mengalirkan energi magisnya ke dalam batu Rune. Segera dia melakukan itu, mengeluarkan energi magis dari dalam tubuhnya sedikit demi sedikit lalu mengalirkannya ke batu Rune.
Peristiwa ajaib disaksikan langsung oleh mereka. Ukiran huruf yang menyala ungu di permukaan seakan mengikis batu Rune dan hanya menyisakan huruf sama yang terbuat dari partikel-partikel kecil, yang lalu membentuk ukirannya sendiri di salah satu lingkaran kecil di Magic Circle.
Tak berkedip sama sekali mata Ryuha melihat peristiwa itu. Sampai pada saat Baal memberitahunya sesuatu.
"Aku lupa bilang, Rune akan bersifat permanen. Jadi, yahhh, selama-lamanya serigala kecilmu hanya akan mendapatkan tambahan kekuatan sebesar itu." Ucapnya dari dalam tubuh Ryuha.
Langsung terkeryt alis Ryuha. "Kenapa tidak bilang sejak awal?!" Gumamnya.
"Tapi tenang saja, Rune bisa diperkuat walaupun sudah terpasang. Hanya saja caranya sangat sulit untuk dilakukan dan mustahil bagimu sekarang!"
Dengan bantuan dari Rune Master, Rune yang sudah terpasang di senjata atau monster bisa ditempa agar lebih kuat. Namun sayangnya kebenaran Rune Master sangatlah jarang baik sekarang maupun dulu. Selain itu, harganya juga sangat diluar nalar dimulai dari puluhan juta gold, sampai ratusan juta.
Dan proses penempaan juga bisa mengalami kegagalan. Hal itu jelas bisa merusak kwalitas dari Rune. Namun itu tetap bisa diperbaiki selama masih memiliki uang.
Selain itu, proses penempaan Rune yang mencapai tingkat tinggi bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu bahkan bulan.
Ryuha menghela nafasnya seiring kepergian Tempest Wolf ke tempat singgahnya.
"Jikapun Rune bisa diperkuat, dimana aku harus mencari seorang Rune Master dan uang sebanyak itu?!" Ucapnya sambil menyandarkan tubuhnya kembali.
"Wahhh, aku baru tahu itu. Ternyata Rune di tubuhku bisa diperkuat?!" Suara lembut nan halus seorang wanita di dekat Ryuha.
Ryuha tersenyum kecil menatap wanita bersurai merah keunguan itu, "Tentu selama kau memiliki uang?!"
Wanita itu tersenyum dengan wajah dingin, yang membuat Ryuha yang menyadarinya segera mematung di tempat.
Ingin beranjak, namun dirinya tak bisa menggerakkan tubuhnya walaupun hanya sebatas satu jarinya saja. Perlahan rasa kantuk bertamu di mata. Pandangan laki-laki itu pun segera ditelan oleh kegelapan seiring katup mata yang menutupi bola matanya.
__ADS_1
Bersambung ...