
Wilayah Hutan ...
"Oh begitu. Kebetulan aku memiliki dua Earth Monster Essence dan satu Natural Monster Essence. Ambillah." Ujar Listh sembari memberikan intisari yang dia katakan kepada Ryuha. Tentu saja Ryuha menerima itu dengan senang hati, tak luput dia mengucapkan kata terimakasih kepada wanita yang berjalan di sampingnya.
"Berarti dengan ini, kita hanya perlu mencari satu Fire Monster Essence dan tiga Natural Monster Essence." Ucap Ryuha.
"Sepertinya aku tahu dimana kita bisa mendapatkan Fire Monster Essence?!" Listh dapat merasakan tekanan hawa panas liar yang berada beberapa puluh meter dari tempat mereka, walaupun tekanan yang dipancarkan tidak terlalu kuat. Tapi dia yakin jika di tempat itu ada sebuah sarang monster yang memiliki atribut api.
Dipandu oleh Listh, mereka berdua pergi ke tempat yang dikatanya terdapat sarang monster elemen api. Berjalan beberapa ratus meter, sampai mereka berada di wilayah pegunungan yang tak terlalu tinggi. Dari sana mulai nampak di mata Ryuha sekumpulan burung yang berpapah di dahan dan ranting pepohonan.
"Huh, sepertinya binatang itu yang harus kau basmi?! Yahh, karena titik akhirnya di wilayah pegunungan jadi, tidak akan jauh dari kata burung dan serigala." Ucap Listh.
Dari kejauhan Ryuha mengamati dengan cermat kesetiap lekuk tubuh makhluk itu. Itu adalah burung merpati yang memiliki bulu merah gelap dan oranye terang di ujung bulunya. Mata merah gelapnya yang menyala juga kobaran api kecil yang beterbangan di ujung sayapnya dan ekornya menandakan jelas jika monster itu beratribut api.
"Flame Dove, monster bintang tiga. Dengan merontokkan bulunya makhluk itu dapat menghancurkan bebatuan keras dengan sangat mudah." Ucap Baal menyampaikan seputar informasi kepada Ryuha.
"Huh, karena tidak memiliki kemampuan terbang, melawan makhluk seperti burung akan menjadi hal yang sulit." Keluh Ryuha.
Tentu saja seperti yang dia katakan, terlebih dia sendiri tidak memiliki teknik elemen air yang akan menambah daya serang. Namun tentu saja Listh tidak berpikiran sama dengannya, sebab dirinya yang menguasai elemen air. Tanpa berbasa-basi wanita itu langsung melompat menuju ke salah satu merpati yang tengah berdiam tenang di salah satu ranting pohon cemara. Dengan membuka tangannya energi air mulai berkumpul di atas telapak itu dan langsung membentuk wujud bola air. Segera Listh melancarkan serangannya. Merpati yang bahkan tak sempat untuk terkejut itupun langsung tumbang dan terjatuh.
Dengan mudah Listh menjatuhkan satu ekor burung. Namun sayangnya, burung-burung lain yang terkejut dan menyadari adanya bahaya segera beterbangan di udara. Mereka melihat dua orang yang mengusik ketenangan wilayah mereka, sebagai binatang berkelompok tentu saja mereka tak ingin meninggalkan wilayah kekuasaan mereka begitu saja, walaupun jumlah tidak sampai tiga digit. Alhasil, burung-burung yang beterbangan di sekitar mereka menjatuhkan satu persatu bulu mereka.
Jatuhnya bulu-bulu itu memang lebih cepat daripada bulu pada umumnya. Akan tetapi tetap saja sangat mudah bagi Ryuha dan Listh menghindari benda itu.
Ryuha melompat-lompat ke belakang, sampai dia menyadari telah menginjak sesuatu. Sontak matanya terbelalak ketika mendapati jika ternyata itu adalah bulu dari Flame Dove yang telah lama tergeletak di atas tanah.
Menyadari hal lain yang lebih mengejutkan saat angin tiba-tiba menggoyangkan dedaunan pohon. Entah ada berapa ratus atau bahkan ribu, bulu-bulu dengan wujud yang sama beterbangan bahkan Ryuha hampir tak dapat melihat ke sekitar akibatnya. Segera dia memasang perlindungan dengan tangannya tuk melindungi penglihatannya.
Rentetan suara ledakan terdengar jelas di telinga. Akan tetapi dia sama sekali tak merasakan sedikitpun rasa sakit di tubuhnya, yang membuatnya memberanikan diri tuk membuka mata.
Sosok Listh terlihat tengah berdiri tegak menjulurkan tangan layaknya tengah menahan suatu beban. Ledakan yang sangat dahsyat itu, ternyata berhasil dihalau oleh wanita itu dengan menggunakan dinding transparan yang terbuat dari energi air yang mengelilingi sekitar tempat mereka.
"Huh, sepertinya kau sedikit berhutang kepadaku." Ledeknya seakan tak memiliki masalah.
Tentu Ryuha tahu hal itu. Namun di situasi mereka saat ini, dia lebih memilih tuk fokus dengan lawan yang beterbangan di sekeliling mereka.
Serangan kedua dari Flame Dove pun dimulai. Dengan sangat kompak mereka menikam Ryuha dan Listh layaknya hujam meteor.
Dengan cekatan mereka berdua menghindar, meliuk-liukkan tubuh mereka hingga sekilas terlihat seperti tubuh tanpa tulang, dengan semakin memperjauh jarak antara mereka.
Tak ingin hanya menghindar, Ryuha mulai menembakkan Fiery Blow. Walaupun secara sembarang namun dengan dengan kondisi Flame Dove yang beterbangan dengan berkumpul, sesekali Fiery Blow meledak mengenai mereka. Sama halnya dengan Listh, yang terus memadamkan api burung itu dengan bola-bola airnya.
Dari cincin penyimpanannya, Ryuha mengambil sebilah pedang miliknya. Kesetiap burung yang melesat ke arahnya, dia menebaskan pedangnya kuat-kuat yang langsung menumbangkannya.
Listh juga sama. Wanita itu membuat sebuah Trisula menggunakan energi air. Di setiap tusukannya, burung-burung yang melesat ke arahnya seketika tumbang sebab api mereka yang langsung terpadam.
Melihat jumlah mereka yang berkurang drastis, nyali yang dimiliki kawanan Flame Dove kian menyurut. Tak kunjung lama satu persatu dari mereka pun mulai merelakan wilayah kekuasaan mereka.
"Bagaimana, apakah perlu mengejar mereka?" Tanya Listh. Ryuha segera gelengkan kepalanya dan menjawab. "Tidak perlu. Sudah ada beberapa puluh bangkai Flame Dove di sini. Menurutku ini sudah cukup karena aku hanya membutuhkan satu Fire Monster Essence."
"Huft, entah kenapa aku merasa sedang menjadi pembantumu?! Yah, mau bagaimana lagi, toh aku sendiri yang mengiyakan permintaanmu."
Sambil membedah bangkai-bangkai yang ada di sekitarnya Ryuha berkata. "Kali ini aku meminta bantuanmu, tentu saja di kemudian hari aku akan membayarnya. Toh sepertinya aku akan menjadi budakmu nanti?!"
__ADS_1
Mendengarnya membuat Listh tertawa gelak. "Kata budak itu, sepertinya kurang tepat. Aku berpikir jika kau bisa mengalahkan Shun dengan mudah?! Tapi kenapa instingku mengatakan jika kau akan sedikit mengalah dalam turnamen yang akan datang?!"
"Perasaanmu saja. Bagaimana mungkin aku bisa menang melawan murid yang sudah kau latih bertahun-tahun?!"
"Yah, aku tak mempedulikannya." Ucap Listh. Dia pun mulai beranjak dari tempat itu dan berkata. "Sembari kau menyelesaikan urusanmu di sini, aku akan mencari keberadaan hewan beratribut natural, kau masih membutuhkan tiga bukan?!"
Hanya sedikit anggukan yang dilakukan Ryuha, memberikan jawaban isyarat kepada Listh Carnal yang terus beranjak pergi.
Waktu berlalu cukup cepat, mega merah mulai terlukis di setiap sisi di langit.
"Huh, akhirnya selesai juga!" Ryuha hela nafasnya. Di tangannya kini ada tiga buah Fire Essence, tiga kali lebih banyak dari yang dia butuhkan.
Karena tak ingin membuang waktu, dia pun bergegas menyusul Listh yang katanya tengah mencari sarang binatang beratribut Natural. Dibantu dengan indera penciuman Tempest Wolf yang tajam, mereka berjalan mengikuti bau jejak yang ditinggalkan oleh wanita itu.
"Baal, menurutmu apa motif wanita itu sampai-sampai bersedia meluangkan waktunya untuk membantuku?!" Tanya Ryuha tiba-tiba.
"Hmmm, memang sangat aneh jika dipikirkan. Tapi entah kenapa aku merasa jika dia memang berniat untuk membantumu." Jawab Baal.
"Apa mungkin... " Ryuha kembali teringat akan ucapan Listh yang mengatakan jika dia berprasangka Ryuha akan mengalah di turnamen mendatang.
"Aku juga berpikir demikian." Ucap Baal. "Jika hanya itu motifnya sih, tidak masalah. Toh sebentar lagi identitasku juga akan terungkap." Ucap Ryuha.
"Ha? Memangnya apa hubungannya hal ini dengan identitasmu?"
"Hahaha, entahlah, aku juga tidak paham dengan yang baru aku katakan." Jawab Ryuha diikuti tawa gelaknya.
Bau Listh yang tertinggal di jejaknya semakin mengental. Ryuha samar-samar mulai bisa menyadari dimana keberadaan wanita itu.
Sebuah goa yang ada di salah satu bukit yang tidak jauh berada di depannya, Ryuha melihat sosok wanita yang baru dibicarakannya tengah memandangi lokasi itu tepat di mulutnya. Langsung dia mempercepat langkahnya setelah Tempest Wolf masuk ke dalam bayangannya.
"Ohh, aku baru ingin ke tempatmu." Jawab Listh. Dia lalu memberikan suatu benda yang dia pegang kepada Ryuha. Alis Ryuha sontak terkerut melihat benda itu.
"Ini... "
"Emm, batu itu adalah giok murni, salah satu makanan favorit dari Jade Python." Listh memberitahunya. Tentu Ryuha mengetahui tentang Jade Python, sebab dulu makhluk itu adalah salah satu menu latihannya.
"Jadi goa ini adalah sarang Jade Python?!" Tanya Ryuha memastikan. Listh anggukan kepala mengiyakan apa yang dikatakan Ryuha.
"Huft, syukurlah kalau begitu." Ucap Ryuha. Listh yang melihat sikap Ryuha yang tak gentar dengan salah satu predator malam yang dianggap mematikan itu sedikit terbelalak matanya.
"Sepertinya kau cukup percaya diri?! Baguslah, dengan begitu aku tidak perlu bertarung sambil mengawasimu." Ujarnya. Mereka pun langkahkan kakinya bersamaan memasuki goa, sarang Jade Python dengan sedikit harapan mendapatkan apa yang mereka cari. Dengan waktu dan kondisi Ryuha saat ini, akan sangat membantunya di kemudian hari jikalau dia mendapatkan esensinya malam ini juga.
Melalui satu-satunya jalur yang disediakan oleh goa, mereka berdua menyusuri kegelapan lorong hanya dengan api yang membara di telapak tangan Ryuha.
"Dilihat dari ketinggian mulut goa, aku kira goa ini tidak akan melebihi tiga ratus meter. Aku tidak menyangka jika goa ini lebih dalam dua kali lipat dari perkiraanku?!" Ucap Listh. Suaranya yang menggema terdengar jelas oleh Ryuha. "Aku juga berpikir demikian."
Tak lama melangkah, desisan singkat terdengar dari arah kiri. Listh yang mengarahkan pandangannya ke arah itu melihat lubang yang cukup besar di dinding lorong. Terlihat jelas jika itu adalah sarang ular.
Merasa jika sudah berada di wilayah kekuasaan Jade Python, keduanya pun mengambil sikap siap untuk pertarungan yang sebentar lagi akan dimulai.
Dari arah kanan, seekor Jade Python menikam mereka. Dengan cepat Listh membuat jarum dari energi air dan menyerangnya, sehingga ular itu terpental menghantam dinding. Jarum yang menembus tubuhnya membuat makhluk itu tak kuasa untuk bangun.
Serangan pembuka yang berhasil dihalau nampak telah memanggil kawanan ular berdatangan. Dari dalam kegelapan itu, mereka melihat jelas setiap pasang mata yang bersinar merah, samar-samar tubuh makhluk kecil nan panjang itu juga terlihat di mata mereka.
__ADS_1
"Huh, sepertinya kita telah dikepung?!" Ucap Listh.
"Tidak! Ini sesuai dengan yang aku harapkan." Ucapan Listh langsung disangkal oleh Ryuha yang ternyata telah memiliki rencana. "Menghadapi binatang seperti ular, apiku akan menjadi lebih membara."
Serentak, Jade Python maju menyerang musuh yang telah mereka kepung.
Kobaran api ditangan lelaki itu menjadi lebih besar, Ryuha langsung tembakkan Fiery Blow ke arah depan sehingga ular-ular yang menyerang mereka dari arah itu langsung mati terbakar. Di belakangnya, Listh tengah melayangkan jarum-jarum air yang juga langsung menumbangkan kawanan Jade Python yang tengah menerkamnya.
Pertarungan sengit dalam gelapnya lorong terus berlanjut, namun ular-ular itu tak juga ada habisnya. Mereka terus saja berdatangan. Ryuha tak menyangka jika jumlah mereka akan sebanyak itu saat bersarang di dalam goa.
Ryuha genggam energi api di tangannya, yang langsung dia pukulkan ke permukaan tanah. Tanah yang kering juga keras itu seketika mendapatkan retakan-retakan kecil, tepatnya di sekelilingnya.
"Lompat!" Teriak Ryuha, memberi isyarat kepada Listh Carnal.
Dengan sigap wanita itu melompat sedikit menjauh dari Ryuha. Tepat setelahnya, Ryuha mengeluarkan energi api yang dahsyat ke dalam tanah yang dia retakan.
Para ular tak mempedulikan Listh. Mereka terus melesat, serentak menerkam Ryuha yang tengah berdiam di tempat.
Energi api yang meluap-luap di dalam tanah itu sontak meledak, memuntahkan api dari retakan-retakan yang ada di permukaan tanah di sekitar Ryuha. Ular-ular yang menerkamnya menembus dinding api yang berlapis tak terhitung jumlahnya, sehingga mereka tumbang dengan tubuh yang siap saji.
Serangan yang berlangsung beberapa detik saja telah berhasil membuat ular-ular yang tersisa mundur entah kemana. Bahkan Listh belum sempat pijakan kakinya setelah melompat.
"Aku pikir kau hanya membual, ternyata memang memiliki kemampuan." Ucap Listh sambil berjalan menghampiri Ryuha. "Sebelumnya aku kan sudah bilang jika ular adalah salah satu menu latihan harianku, jadi ini bukan apa-apa."
"Kurang lebih ada tiga puluh ekor bangkai ular di sini. Aku harap aku bisa menemukan tiga Natural Essence tanpa berjalan lebih dalam." Ucap Ryuha sembari memulai pembelahan tubuh bangkai ular.
"Kalau begitu aku akan menunggumu sembari menghirup nafas sejenak."
Listh entah pergi kemana, Ryuha tak mempedulikannya dan terus melanjutkan aksinya.
Beberapa saat telah berlalu dan kini hanya tinggal bangkai terakhir yang harus dia belah. Mendapati tubuhnya yang hanya memiliki jeroan biasa, Ryuha pun menghela nafas panjang.
"Bagaimana? Apa kau sudah selesai?" Tanya Listh yang tiba-tiba datang.
Ryuha gelengkan kepala sembari membuang kasar nafas. "Hanya ada dua di sini. Huh, sepertinya kita harus sedikit ke dalam."
"Tidak perlu. Dua saja sudah cukup!" Ucapan Listh itu membuat Ryuha menatapnya kebingungan, sebelum Listh melempar batu bulat kecil yang segera ditangkapnya.
"Ah, ini... "
"Aku sedang buang air kecil dan tidak sengaja melihat ular yang mengintip. Sialan, aku baru tahu jika ular ternyata makhluk mesum."
Mendengar itu sontak membuat Ryuha tertawa, walaupun dia tahu jika apa yang dikatakannya adalah sebuah kebohongan. Akan tetapi dia tak ingin memusingkan hal itu sebab ada urusannya yang lebih penting.
"Karena semuanya sudah terkumpul, sekarang kita hanya perlu mencari tempat untuk memulai menerobos. Maafkan aku lancang tapi, aku mohon sedikit bantuanmu." Ucap Ryuha.
Listh segera gelengkan kepalanya. Dia tak menyangka jika setelah bersama beberapa saat, ternyata Ryuha bisa bersikap jauh lebih baik ketimbang saat mereka pertama kali bertemu.
"Tidak perlu repot-repot mencari tempat. Saat mencari tempat ini aku sudah menemukan sebuah goa kosong yang sangat cocok untuk menerobos." Ujar Listh.
"Kalau begitu mohon bantuannya."
......................
__ADS_1
Huhhh... Mls bngt emang yak hhhh. Revisi kali yak???