( Re ) Legendary Summoner

( Re ) Legendary Summoner
Mimpi Buruk


__ADS_3

Kabut asap tebal mengelilingi tempat itu, tempat dimana Ryuha berada saat ini. Perlahan terbuka kedua mata itu. Sungguh terkejut dirinya saat mendapati tempat yang berbeda jauh dari sebelumnya.


Segera melotot matanya, saat merasakan suatu tekanan yang seperti tengah melilit sekujur tubuhnya. Bola matanya yang masih bisa bergerak bebas dia lirikkan ke kanan dan kiri. Melihat kondisi yang tak diketahuinya itu.


Terlihat jelas, sebuah rantai tengah melilit kedua tangan, leher, dada, dan kedua kakinya. Ryuha hanya menggertakkan gigi menahan kuatnya tekanan itu. Terasa jelas, lilitan itu semakin menariknya seiring berjalannya waktu, sekuat tenaga laki-laki itu menahannya sambil meringis kesakitan.


Bayangan seseorang dengan surai panjang dari balik asap putih terlihat di kedua matanya yang menyipit, berjalan menghampirinya seperti seorang fashion model.


Sampai pada saat bayangan itu tepat berada di depannya, asap putih yang menyelimuti tempat sekitarnya seperti ditiup oleh angin. Terlihat jelas sosok wanita dengan surai panjang merah keunguan yang tanpa mengenakan sehelai kain pun. Dari parasnya, Ryuha bisa menebak jika umur wanita itu sepantaran dengan kakaknya.


Sepasang tanduk di dahinya, sepasang sayap seperti kelelawar di pinggangnya, juga ekor kecil panjang berwarna merah gelap sama seperti warna sayapnya.


Wanita dengan paras cantik seperti tante bohay itu tersenyum dingin sambil menancapkan kuku tajam jari telunjuknya ke dagu Ryuha.


"Siapa kau?!" Ucap Ryuha tegas. Tatapan dingin dari matanya itu sontak membuat wanita itu tertawa kecil.


"Begitukah caramu menyapa seorang wanita?" Setiap kata-katanya seakan memperkuat hawa nafsu di dalam tubuh Ryuha. Laki-laki itu menelan ludah, menahan dirinya dari setiap godaan tubuh langsing nan putih mulus itu.


"Begitukah, caramu, menyambut seorang tamu?!" Jawab Ryuha. Lilitan rantai yang semakin menguat benar-benar menghabiskan nafasnya walau hanya sedikit berucap. Dalam hati dia terus memanggil Baal, namun sama sekali tak ada jawaban. Blood Curse Sword yang tak pernah lepas dari tubuhnya pun tak ada sosoknya.


Wanita itu kembali tertawa kecil. Dia menjawab pertanyaan Ryuha itu. "Lalu sambutan apa yang kau inginkan?"


Godaan itu, benar-benar hasrat Ryuha hampir memuncak. Sebisa mungkin untuk tidak termakan godaannya, dengan memikirkan hal-hal lain yang mungkin bisa membuatnya tertawa. Namun hal apa itu, otaknya sama sekali tidak bisa berpaling dari hasratnya. Terlebih saat gumpalan lemak yang menggunung itu mulai menempel di pipinya.


Ryuha benar-benar tak ingin melihatnya. Dia menutup matanya kuat-kuat, mengurangi bernafas sambil terus berusaha memikirkan hal lain.


"Sial!!!" Gerutunya. Mendapati seorang laki-laki yang bisa menahan hasrat setelah merasakan godaan-godaan darinya, alis wanita itu sedikit terkerut. Dia segera memegang kepala Ryuha dengan kedua tangannya, mendekatkan wajah mereka layaknya sepasang kekasih yang akan berciuman.


Katup mata Ryuha terasa memiliki jiwa sendiri, yang memaksanya untuk melihat mata merah cerah seperti mata kucing itu tepat di depan matanya. Tak ada hal lain yang bisa dilihat Ryuha selain manik mata itu.


Kedua ibu jari yang terasa seperti jeli itu perlahan memaksanya untuk membuka mulut. Seperti ingin menciumnya, wanita itu mendekatkan bibir mereka sedekat mungkin, sampai sesuatu seperti asap berwarna biru keluar dari dalam mulut Ryuha, lalu masuk ke dalam mulutnya.


Kedua mata wanita itu sontak terpejam, seakan tengah menikmati satu hidangan favoritnya.


Lemas yang dirasakan Ryuha saat ini. Leher yang terasa tercekik kuat, stamina yang terasa memudar dengan cepat, dan nafasnya yang semakin sesak. Matanya semakin lama berkunang-kunang, sampai pandangannya tak lagi melihat hal lain selain kegelapan tanpa ujung.


"Beginikah rasanya kematian? Jika diingat-ingat, rasanya hampir sama seperti di Dungeon waktu itu?! Kakak, Fan Fan, sepertinya, sebentar lagi kita akan kembali berkumpul?!" Ucapnya tanpa suara.

__ADS_1


Mata itu terpejam sepenuhnya. Tubuh Ryuha melemas, seiring detak jantungnya yang melemah.


"Kakak... "


Deggg!!!


Kembali berdetak kencang jantung itu, saat senyuman manis seorang gadis bersurai biru kehitaman terukir di benaknya. Kedua matanya yang terpejam terbuka seutuhnya. Masih tak kuasa dirinya menggerakkan sekujur tubuh.


Mendapati satu celah, Ryuha dengan sekuat tenaga menempelkan bibir merah yang hampir menyatu lalu menggigitnya, sampai terasa rasa amis di lidah.


Kedua mata wanita itu yang semula terpejam segera terbuka dengan cepat. Langsung kedua tangannya meremas wajah Ryuha sampai kuku-kuku tajamnya menyayat wajah Ryuha.


Ryuha yang tak ingin mengalah membuat wanita itu kesal. Sejenak menikmati rasa sakit di bibirnya itu, sambil merilekskan tubuhnya. Satu helaan nafas, dengan tangan kanannya yang sudah dialiri aura merah wanita itu memisahkan leher Ryuha dari tubuhnya dan langsung memukulnya kuat-kuat hingga kepala itu tergelinding di tanah.


Ryuha merasa dia tidak bisa mati walaupun jantungnya dicabut dari tubuhnya. Kesadarannya masihlah sangat jelas, hanya saja otaknya sangat bingung dan hanya membuatnya terpelongo.


Sampai pada saat kegelapan tiba-tiba menyelimuti pandangannya, tubuh Ryuha yang tergeletak di bawah Dungeon itu tiba-tiba bangkit dan langsung terduduk. Nafasnya terengah-engah, dadanya masih sedikit sesak. Tangannya secara reflek meraba-raba tubuhnya yang tak memiliki satupun luka fatal.


"Apa, apa yang terjadi padaku?!" Ucapnya terengah-engah. Mencoba mengingat-ingat kembali kejadian itu dengan cepat dan cermat. Sampai pada saat dia teringat jelas, dia menyadari jika itu hanyalah sebuah mimpi dan langsung menyandarkan tubuhnya di dinding.


Kedua tangannya sudah siaga menghunuskan tombak ke arah wanita itu.


"Tenang-tenang, tenang dulu! Ssttt!!! Jangan sampai kau membangunkannya! Aku tidak ingin berurusan dengannya lagi!!!" Baal seperti tengah berbisik walaupun sedang berada di tubuh Ryuha.


Menelan ludah, Ryuha tak tahu menahu tentang kejadian yang sesungguhnya terjadi saat dia sedang pingsan, jika Baal tidak menceritakan cerita pendek kepadanya.


Ryuha mencoba untuk tenang dan tidak membuat suara yang bisa membangunkan wanita itu. Terus mengendap-endap untuk pergi secara perlahan, sampai pada saat kepalanya terasa sangat pening, seperti ada sesuatu yang memasukinya secara paksa.


Dan benar saja, entah dari mana dan sejak kapan dia tiba-tiba memiliki satu ingatan dimana itu adalah beberapa peristiwa yang dialami wanita di depannya. Terukir jelas setiap tindakan juga beberapa patah kalimat.


Tepat di bagian akhir, dia melihat dan mendengar kejadian mengerikan dan teriak histeris seorang wanita.


"To, tolong aku... " Ucapan memelas gadis itu yang terdengar sangat jelas. Itu benar-benar membuatnya merasa sangat-sangat pusing sampai ingin memuntahkan isi perutnya.


"Hei-hei, kenapa kau ini? Ayo cepat pergi!" Baal benar-benar histeris dengan kejadian itu semua.


Berusaha menahan itu dengan menutup mulutnya. Laki-laki itu segera pergi meninggalkan tempat itu setelah pusingnya mulai mereda.

__ADS_1


Berjalan mendaki tumpukan bongkahan tanah, memaksa masuk ke rongga-rongga kecil itu. Sampai saat dinding es terlihat, laki-laki itu menggertakan gigi dan mengambil ancang-ancang untuk tangannya.


"Fiery Blow!!!" Teriaknya.


Booomm!!!


Rentak lantai itu, dan dengan cepat bongkahan-bongkahan es segera berjatuhan menutupi rongga-rongga di bawahnya.


Ryuha menggunakan Emptiness Step, lalu melompat menjauh dari wilayah itu, sebelum dirinya kembali terjatuh ke tempat wanita itu lagi. Tergelincir dia saat menginjakkan kakinya di lantai yang masih terselimuti oleh lapisan es.


Brukkk!!!


"Urgghh!!!" Laki-laki itu segera bangkit setelah menghantam sesuatu yang sangat keras nan dingin.


Kembali melompat, saat melihat wajah mengerikan dari Lightning Spider, memutar-mutar tubuhnya sampai keluar ruangan dan langsung memasang kuda-kuda, bersiap untuk bertarung tanpa mempedulikan staminanya yang hampir habis.


Namun tak ada pergerakan sama sekali. Itu membuat alisnya dan Baal terkerut. Pertanyaan yang sama muncul di benak mereka.


"Kenapa esnya tidak mencair?"


"Baal, apa kau bisa menjelaskan kepadaku?" Ucap Ryuha penasaran. Dia mulai meregangkan tubuhnya mendapati tidak ada hal yang membahayakan nyawa.


"Sudah tiga hari berlalu. Seharusnya Esnya sudah lama mencair, atau mungkin?!" Alisnya benar-benar terkerut karena tengah memikirkan keanehan itu. Sampai saat dirinya menyadari satu hal. Dia segera menyuruh Ryuha masuk kembali ke ruangan itu.


Dan benar saja, dalam ruangan itu seperti terpasang sebuah formasi, yang membuat energi magis di dalamnya tidak bisa keluar dan yang dari luar tidak bisa masuk. Selain itu, jika dirasakan dengan seksama, energi magis di dalam ruangan lebih murni daripada di luar.


Ryuha pun menghembuskan nafas lega sambil menyandarkan tubuhnya di salah satu kaki raksasa Lightning Spider.


"Apakah langit mengutukku karena mencuri barang seseorang? Hei Baal, cepat ceritakan tentang liontinnya!" Ucap Ryuha kasar.


Bersambung...


......................


Maaf kakak" semuanya, ini saya lagi timpa musibah 🤧 Bingung mau ngomong apa, tapi kalo gk percaya ato penasaran bisa cek di berita Purworejo


Terima kasih semanya

__ADS_1


__ADS_2