
"Kau yakin levelnya hanya delapan belas?" Ucap serak dari seorang lelaki paruh baya yang duduk di bangku penatua, yang baru saja mendapatkan laporan dari salah satu bawahannya.
Bawahannya yang juga merupakan seorang lelaki paruh baya itupun anggukan kepalanya, setelah mendapati tanggapan dari laporannya tentang apa yang baru saja dilihatnya dalam pertandingan Low Team di Alun-alun Kota.
"Benar Tuan Muda. Jika tidak salah ingat, dia menyebut namanya, Ryu?!" Ucapnya.
Lelaki paruh baya yang tengah duduk di bangku itu sandarkan tubuhnya. Tangannya mengusap-usap dagu memikirkan siapa anak berbakat itu. Jika dia bisa mendapatkan hatinya, kekaisaran pasti akan mendapatkan bibit unggul sebelum seseorang mendapatkannya.
Ketika tengah merenung, salah seorang lelaki yang duduk di sebelahnya memanggil namanya.
"Tuan Muda Chrysos, apa ada masalah? Tidak biasanya anda diam seperti ini?"
Lelaki paruh baya itu yang ternyata bernama Chrysos tersadar dari lamunnya sebab sepatah kalimat itu. Dia lalu gelengkan kepala dan menyuruh bawahannya untuk pergi mencari informasi tentang bocah itu.
Mendapati hal itu, lelaki yang menanyai Chrysos itu seketika terdiam merenung. Dia menyadari ada seseorang yang telah berhasil membuatnya tertarik. Namun dia tidak ingin segera menanyakannya dan memutuskan untuk melihatnya nanti.
"Rui. Menurutmu, jika aku membawakan oleh-oleh untuk ayah, apa dia akan senang?" Tanya Chrysos pada lelaki sepantaran dengannya itu.
Dia yang ternyata bernama Rui sontak tersenyum, menyadari maksud dari ucapan Chrysos. "Jika dia dapat berguna, aku yakin Yang Mulia pasti akan senang!"
Mendengarnya, Chrysos menjadi semakin bersemangat. Dia memutuskan untuk menyaksikan seberapa hebat bibit unggul itu sebelum dia membungkusnya pulang.
Di saat yang sama, Tim Divine Crack Guild juga mendapatkan laporan tentang peristiwa yang menimpa anggota tim mereka.
Bellerophon pukulkan tangannya ke meja, sampai-sampai terdapat retakan kecil di permukaan meja yang terbuat dari kayu yang sangat keras itu. Sungguh kesal dirinya karena kalah telak dari Guild yang merupakan musuh bebuyutan dari Guildnya.
"Yarta. Kau pulihkan lukamu! Pada pertandingan selanjutnya, kita akan membuat mereka membayar dua kali lipat!" Ucapnya kesal.
Sementara itu, Ryuha yang baru saja keluar dari lorong yang tak terlalu panjang hanya bisa tercengang mendapati keluasan dari Colloseum tempat dimana pertandingan High Team dilakukan. Arena ini juga yang akan menjadi panggung pada babak-babak setelah babak penyisihan selesai. Benar-benar Ryuha tak sabar untuk bertanding di arena yang seluas ini.
"Baal, apakah pada Turnamen akhir tahun nanti, arenanya akan seluas ini?! Aku benar-benar menantikannya!" Ucapnya kegirangan. Baal yang mendengarnya sontak tepuk keningnya pelan.
"Haissh, dasar kau ini! Jangan sampai terlarut dalam kesenangan dan melupakan rencana kita! Terutama pada Guild Tournament ini! Karena ini benar-benar sangat penting bagimu!"
Mendengar ucapan Baal, Ryuha teringat kembali tentang hal yang membuatnya mau tidak mau harus memenangkan Guild Tournament ini. Tentu tidak lain dan tidak bukan adalah hadiah utama yang akan diberikan pada tim yang meraih juara pertama.
"Hadiah utama kali ini sama seperti sebelumnya, seribu gold, dan satu buah tanaman langka yakni, Teratai Salju!" Ucapan Vella kembali terngiang di kepalanya.
Seribu Gold, memang itu penting baginya sebab dia masih membutuhkan banyak Gold lagi agar dapat terus melihat matahari di siang hari dan bulan di malam hari. Namun yang lebih penting adalah Teratai Salju, dimana itu termasuk salah satu bahan yang dibutuhkannya untuk menghilangkan kutukan yang dideritanya.
"Apa aku harus mengambilnya dan kabur sama seperti waktu itu? Tidak! Aku tidak bisa melakukannya!" Batinnya. "Hahhh, lebih baik aku pikirkan lagi hal itu nanti! Yang terpenting sekarang adalah, memenangkan Turnamen agar bisa mendapatkan benda itu!"
Di salah satu bangku penonton, Ellisa yang tengah menganalisis teknik-teknik yang dimiliki oleh tim yang tengah bertanding tak sengaja melirik ke arah mulut lorong. Dari kejauhan dia mendapati adiknya yang masih berdiam diri dengan tatapan serius melihat pertandingan yang masih berlangsung. Tepat saat hendak berdiri ingin memanggilnya, dia melihat sosok wanita paruh baya dengan mantel hitam menghampiri adiknya itu. Kedua matanya sontak menyipit sebab tak mengetahui identitas wanita tersebut.
Namun tidak dengan Ryuha. Setelah mendapatkan sedikit kejutan oleh suara familiar yang memanggil namanya, dirinya dengan senyum kecil menyambut kedatangan wanita yang memiliki perjanjian pertaruhan dengannya itu, tanpa membalikkan badan.
"Aku tidak ingin bertemu Rin saat ini! Jika kau ingin berbicara denganku, kita bisa cari tempat yang lebih baik!"
__ADS_1
"Rin ya..., Saat ini dia tengah menjalani latihan khusus! Yah, walaupun aku sempat mengajaknya, tapi dia bilang jika dia tidak ingin bermalas-malasan supaya dia bisa mendapatkan posisi tinggi dalam Turnamen Akhir Tahun nanti." Jawab Listh. Mendengar itu membuat Ryuha merasa lebih lega.
"Di sini sangat berisik! Bagaimana jika kita pindah ke tempat lain?" Ucap Listh. Ryuha segera mengangguk. Mereka lalu pergi meninggalkan tempat terbuka itu walaupun rasa penasarannya belum terpenuhi.
Di dalam lorong, mereka berdiri menyandarkan tubuh masing-masing pada pilar yang saling berhadapan.
"Waktu kita hanya sampai pada waktu istirahat siang. Aku harap pembicaraan kali ini menjadi pembicaraan yang singkat." Ucap Ryuha.
"Tentu saja. Tapi sebelum itu... "
Menyadari ada sesuatu di sekitar mereka, Listh menyeringai saat dirinya memusatkan energi air menjadi jarum-jarum kecil yang melayang di sekitarnya. Tanpa menunggu lama, dia menembakkannya ke suatu pilar yang ada tidak jauh dari tempat mereka.
"Aku tidak menyangka jika Leader Slayer Guild memiliki cukup banyak waktu senggang sampai-sampai menyempatkan diri untuk menguping pembicaraan seseorang?!" Ucapnya yang ternyata menyadari keberadaan Leader Slayer Guild yang tidak lain adalah Jigan Mavros. Sosoknya pun menampakkan batang hidungnya, dengan seringai tipis bibirnya.
"Ehem, maaf sekali aku hanya kebetulan lewat dan tidak sengaja melihat kalian berdua. Tidak menyangka jika senior yang kukagumi sejak dulu memiliki suatu hubungan dengan salah satu anggota guildku." Ucapnya sembari berjalan menghampiri mereka berdua.
"Yah karena ini pertemuan kita setelah beberapa tahun, bagaimana jika anda menyempatkan diri untuk minum di kediaman kami?" Tambahnya. Listh tersenyum kecil. Mendengar hal itu tentu membuatnya senang karena waktunya untuk berbincang dengan Ryuha akan bertambah. Namun sayangnya, dia harus menolak hal itu sebab hal itu tidak ada hubungannya dengan kedatangannya kali ini.
Mendengar sedikit penjelasan dari Listh Carnal, Ryuha dapat menebak jika wanita itu datang untuk suatu hal yang harus diselesaikan. "Apa kau akan ke hutan malam ini?" Ucapan yang keluar dari mulut Ryuha membuat Listh mengangguk.
"Apa ada sesuatu yang kau butuhkan?" Ucap wanita itu. Ryuha pun mengangguk sebelum memberikan sedikit penjelasannya. "Sebenarnya aku-"
Entah ada apa tiba-tiba saja Listh menembakkan jarum air ke ujung lorong yang menuju ke arah kanan. Itu membuat Ryuha memalingkan wajahnya tanpa melanjutkan ucapannya.
"Sepertinya ada tikus kecil yang mengawasi sedang mengawasi kita?!" Listh Carnal dapat merasakan aura yang tertinggal di ujung lorong itu. Jika dia tidak salah, aura itu dimiliki oleh seorang prajurit dari Kekaisaran Naga Biru. Namun karena orang itu telah pergi, dia tidak bisa memastikan hal itu.
"Bocah. Akan lebih baik jika hanya ada kita berdua. Sore nanti akan kutunggu kau di pintu gerbang Kerata City!" Ucap Listh sembari langkahkan kakinya menjauh dari Colloseum. Ryuha tak memberikan jawaban apapun, sebab rencananya memang dia ingin meminta sedikit pertolongan kepada Listh Carnal.
Di sela-sela perbincangan kecil Leader dan anggotanya itu, terdengar jelas suara seorang laki-laki yang mengatakan jika pertandingan akan dijeda selama satu jam penuh, dimana waktu itu diberikan kepada partisipan untuk mempersiapkan diri ke pertandingan selanjutnya.
Lorong yang sepi seketika terpenuhi oleh mereka yang bergegas untuk sejenak meninggalkan tempat duduk yang mereka dapatkan untuk sedikit melakukan peregangan tubuh setelah menyaksikan pertandingan antara para manusia super. Bersama, Ryuha dan atasannya kembali ke penginapan untuk berkumpul dengan anggota lain dan melakukan sebuah diskusi.
Suasana penginapan jelas berbeda dengan sebelumnya. Sebab kini ada Leader yang akan memimpin jalannya diskusi mereka. Mereka bertujuh duduk di sofa ruang tamu kediaman mereka, dan mulai berdiskusi.
...
"Baiklah, aku mengerti. Aku akan melakukannya sebisa mungkin!" Ucap Ryuha setelah mendapatkan perintah untuk menjadi penyerang pada pertandingan sore hari Low Team.
Sebenarnya itu cukup membuat kaget mereka yang ada di sana. Sebab yang seharusnya bertanding adalah Sela. Namun karena Jigan Mavros mengetahui apa yang akan dilakukan Ryuha setelah ini, jadi dia memutuskan untuk memberikan Ryuha lebih banyak waktu sebab itu juga akan mempermudah pertandingan mendatang.
Waktu dengan cepat berlalu, diskusi yang mereka lakukan berjalan lancar atas arahan dari Jigan Mavros dan beberapa ulasan dari mereka yang memiliki cukup banyak pengalaman. Kini tiba waktunya bagi mereka melanjutkan pertandingan.
Semuanya terlihat baik-baik saja kala itu, namun tidak dengan Ellisa. Dia menyadari ada sesuatu yang janggal. Oleh sebab itu, dia meminta Ryuha untuk tetap tinggal di penginapan bersamanya terlebih dahulu.
"Ada apa kakak? Apa ada sesuatu yang salah?" Tanya Ryuha setelah orang terakhir menjauh dari penginapan.
Ellisa pun mengungkapkan rasa penasarannya. Selain itu, dia juga mengatakan jika dia melihat adiknya itu berbincang dengan orang berjubah kala di Colloseum.
__ADS_1
"Maaf karena aku mungkin terlalu mencampuri urusanmu. Tapi karena kau telah memanggilku kakak, aku tidak akan membiarkanmu menikmati masalah sendirian!"
Ryuha bisa melihat betapa seriusnya Ellisa saat mengatakan itu. Itu benar-benar terpampang jelas di kedua matanya. Memiliki seseorang yang mau mengkhawatirkannya membuatnya merasa sangat bahagia. Laki-laki sontak tersenyum dan sedikit menjelaskan situasinya.
"Sebenernya, aku bisa menerobos malam ini. Jadi aku meminta pertolongannya. Selain itu, aku juga masih memerlukan beberapa Essence."
Mendengar jawaban itu membuat Ellisa menjadi lebih lega. "Essence apa yang kau butuhkan? Aku memiliki beberapa simpanan Essence yang tak terpakai."
"Lima Natural Monster Essence, dua Earth Monster Essence, dan tiga Fire Monster Essence. Semuanya tingkat rendah." Jawab Ryuha. "Ah iya, aku masih memiliki satu Natural Monster Essence tingkat rendah dari Jade Python yang aku buru waktu itu." Tambahnya.
"Hmm, begitu. Ini, ambillah!" Ucap Ellisa saat dia memberikan dua Essence merah kepada Ryuha.
"Ini Fire Monster Essence?! Kakak, terimakasih banyak." Ujarnya saat menerima dua benda bulat itu. Ellisa anggukkan kepalanya lalu mengajak adiknya untuk bergegas menyusul rekan-rekan mereka yang sudah berada jauh di depan.
Seperti sebelumnya, mereka berpisah di persimpangan jalan menuju tempat tujuan masing-masing. Jigan Mavros sendiri ikut pergi ke Colloseum.
"Baal, apa kau yakin dengan yang kau katakan saat di Colloseum tadi?"
Saat itu, Baal mengatakan kepada Ryuha setelah dia berhasil menerobos, dia menyuruhnya untuk mulai membiasakan diri menggunakan Blood Curse Sword, walau sebenarnya akan lebih baik setelah Ryuha mencapai level empat puluh.
"Yahh, setidaknya aku ingin kau terbiasa menebas menggunakannya saja, tidak perlu berlebihan. Kau juga tidak perlu menggunakan kemampuannya. Selain itu..., entahlah, mungkin hanya firasatku saja?!" Jawab Baal.
Karena Baal yang telah berkata seperti itu, Ryuha pun tak ingin mempermasalahkannya lebih lanjut.
Langkahnya dibelakang teman-temannya serentak memasuki lorong yang menuju tempat persiapan.
Sembari menunggu pertandingan pertama usai, mereka bersama menganalisa lebih detail anggota-anggota tim yang tengah bertarung, walaupun rasa canggung kepada Ryuha masih melekat di benak ketiga orang itu. Namun berkat apa yang dikatakan oleh Leader mereka waktu diskusi, perasaan itu tidak terlalu mengental seperti sebelumnya sebab mereka telah saling berjabat tangan.
...
"Pertandingan dimenangkan oleh Luminous Storm Guild."
"Sesuai dugaan. Dilihat dari kemampuan mereka, seharusnya mereka juga akan lolos dengan mudah ke babak selanjutnya?!" Ucap Sela. Di lembar halamannya hampir terpenuhi oleh corat-coret tinta hitam.
"Setelah sepuluh menit, kedua tim yang akan bertanding selanjutnya diharap untuk bersiap-siap!"
Mendengar itu, Ryuha, Raka, dan Hidrix pun bangkit dari duduknya dan bergegas tuk memasuki arena.
"Tim yang harus kita hadapi kali ini dari High Clouds Guild. Seharusnya kita bisa menang dengan mudah." Ucap Ryuha. Kedua rekannya pun anggukan kepala mereka, berpikiran sama dengan Ryuha.
...
"Pertandingan dimenangkan oleh Tim Slayer Guild!"
Semuanya berjalan sesuai rencana. Ryuha bersama rekan-rekannya pun beranjak meninggalkan arena dan bersama langsung pergi menuju Colloseum. Ryuha sendiri berpisah di persimpangan untuk pergi menemui Listh Carnal yang katanya akan menunggu di gerbang Kerata City.
Dari kejauhan, Listh melihat sosok Ryuha yang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Sepertinya pertandinganmu berjalan mulus?!" Ucapnya. Ryuha anggukan kepalanya. "Aku akan menjelaskannya kepadamu sambil berjalan!" Ucap Ryuha.
Melewati jalanan yang sedikit becek setelah hujan lebat yang mengguyur, mereka pergi menuju hutan tuk memulai apa yang telah mereka rencanakan.