( Re ) Legendary Summoner

( Re ) Legendary Summoner
Kebingungan Melanda


__ADS_3

#


Hadehhh maaf banget yak soalnya Senin adek gua operasi jadi mungkin Minggu depan saya baru bisa lanjutin ini🤧 Padahal kangn bngt Ama ryuha. Hahaha


#


Keluar Baal menampakkan wujudnya. Segera setelah Ryuha mengeluarkan liontin, dia mengamati dengan seksama, merasakan aura di dalamnya. Alis itu terkerut mendapati sesuatu, membuat Ryuha terpelongo penasaran.


"Bagaimana, kau mengetahui sesuatu?" Ucap Ryuha tak sabar.


Masih terdiam dengan alis terkerut. Tali yang terbuat dari serat alam berusia ratusan tahun, dan batu menyerupai permata yang memiliki aura aneh di dalamnya.


"Ahhh mustahil!" Baal segera membanting kasar tubuhnya. Membuat Ryuha semakin penasaran.


"Apa-apa, apanya yang mustahil?!" Kedua mata merah itu sama sekali tak berkedip. Sampai pada saat Baal tertawa terbahak-bahak, Ryuha menelan ludahnya karena rasa penasaran yang berpadu dengan ketidak sabarannya sudah sampai di ubun-ubun.


Kembali bangkit Baal. Wajahnya serius menatap Ryuha dengan senyum dinginnya. "Aku... "


Ryuha hanya terdiam menahan rasa penasarannya.


"Haish, sepertinya aku tidak tahu benda ini?!" Ucap Baal sambil menepuk keningnya. Sungguh membuat Ryuha kesal sampai satu alisnya terangkat.


"Jadi kau tidak tahu apa-apa?" Ucap dingin Ryuha dengan senyum dinginnya, seolah tubuhnya memancarkan hawa dingin yang langsung menusuk dada, tangannya yang ada di depan kepala terkepal erat saat menatap Baal dengan tatapan dingin membunuhnya.


"Eits, eits, eits, tidak perlu begitu kawan. Aku memang tidak tahu, tapi otakku yang jenius bisa menspekulasikan bahwa orang tuamu dulu adalah sosok yang sangat hebat. Walaupun tidak tahu pasti, tapi aku sangat yakin itu!" Ujar Baal.


Hembusan nafas kasar dilakukan Ryuha. Kembali dia menyandarkan dirinya di kaki raksasa yang membeku itu. Memang senang mendengarnya, orang tuanya adalah orang hebat di masa lalu. Namun tetap saja tidak ada informasi yang lebih penting daripada itu seperti, bagaimana kondisi mereka, di mana mereka tinggal, atau di mana makam mereka jika sudah meninggal.


Tangan itu menepuk kening, berusaha membuang jauh-jauh kegelapan dalam hatinya.


Melihat tingkah itu Baal segera menghela nafas seraya berkata, "Aku ingin mendengar tentang apa yang terjadi padamu sampai tiba-tiba mendadak mual tadi. Tapi sebelum itu, aku akan memberitahumu satu hal. Tentang orang tuamu, setelah saatnya nanti aku akan membawamu ke tempat kenalanku. Karena aku yakin hanya dia yang bisa membawamu ke tempat mereka!"


Sejenak menenangkan diri, membuang nafas kasar, Ryuha segera menjelaskan kepada Baal.


"Kesampingkan dulu tentang orang tuaku! Itu benar-benar bisa membuatku kehilangan tujuan. Lalu, tentang yang aku rasakan..., dia, wanita itu, aku harus menolongnya!" Ucap Ryuha serius. Itu benar-benar membuat alis Baal langsung terkerut.


Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu padahal wanita itu hampir merenggut kehidupannya.

__ADS_1


"Kau tidak bercanda kan? Bagaimana kau bisa menyelamatkannya? Apakah kau tahu siapa wanita itu?" Sederet pertanyaan dilontarkan Baal. Tentu saja Ryuha serius dengan ucapannya, karena dia telah mendapatkan potongan ingatan milik wanita itu.


Tidak, itu seperti sengaja ditransfer ke otaknya. Dan yang pasti, Ryuha pasti akan menolongnya entah itu besok atau lusa atau beberapa tahun yang akan datang. Selama dia masih bernafas dan bisa melakukannya, dia membulatkan tekad untuk menolongnya tanpa mempedulikan identitasnya.


Karena, apa yang telah dilalui wanita itu benar-benar diluar nalar.


Baal menghela nafas, mendapati betapa kerasnya kepala temannya itu.


"Baiklah, menolong seseorang juga suatu kebaikan. Tapi setidaknya, kau ceritakan dulu padaku apa yang kau ketahui dari wanita itu!" Ucap Baal. Segera Ryuha menjelaskannya.


Wanita itu bernama Attrya Scarlett, adalah keturunan asli dari keluarga Scarlett yang merupakan bangsawan di benua barat dua ratus tahun silam. Hanya saja, dia adalah anak dari seorang pembantu yang diperkosa oleh majikannya.


Semasa hidup, wanita itu terus berada dalam laboratorium untuk dijadikan kelinci percobaan. Sebuah proyek yang menyatukan manusia dan monster. Bertahun-tahun, proyek itu akhirnya membuahkan hasil. Monster ciptaan manusia, seorang gadis kecil yang sangat jelita dengan tubuh penggoda, sepasang tanduk, sepasang sayap di pinggang, juga ekor berujung runcing. Sosok Sucubus yang merupakan monster bintang enam.


Namun sayang sekali, mereka tidak menyangka jika kekuatan monster itu diluar kendali mereka. Alhasil, monster itu terlepas dari belenggu dan langsung membantai keluarga mereka hingga tak ada satupun yang tersisa, kecuali seorang pembantu yang merupakan ibunya.


Namun, sang ibu tak kuasa melihat anaknya yang telah berubah menjadi monster penghisap aura kehidupan manusia, dan langsung mengakhiri hidup di depannya.


"Selain itu, setiap kali dia menggunakan kemampuan, itu tidak menggunakan energi magis tapi daya hidupnya. Dan setiap kali daya hidupnya hampir mencapai angka nol, rasa sakit yang tiada tara akan disarankannya sampai dia menghisap daya hidup seseorang. Hanya sebatas itu yang kutahu." Ucap Ryuha yang mulai termenung. Rasa sakit itu, Ryuha bisa merasakan jelas perasaan itu. Juga takut dan khawatir, perasaannya seperti tengah bercampur aduk di dalam hati.


Namun ada satu hal lagi yang membuat Ryuha ingin menolongnya.


Sungguh terkejut dirinya ketika mendapati beberapa rambutnya yang tiba-tiba saja berwarna putih.


"Ini kutukan?! Bagaimana bisa? Aku sama sekali tidak menyadari wanita itu memberikan kutukan kepadamu?!"


Ryuha kembali menjelaskan. Yaitu pada saat dia berada dalam ilusi itu, saat bibir mereka menyatu, Ryuha sedikit menelan darahnya sehingga kutukan itu otomatis aktif. Saat itu juga, dia menyadari jika wanita itu bisa membaca pikirannya dan langsung memberikan pesan, untuk membuat kesepakatan. Tapi Ryuha meminta waktu sampai urusannya dengan Listh Carnal selesai, dan dia menyetujuinya.


Namun, dia juga memberitahu jika kutukannya hanya akan membuatnya bertahan selama setahun. Dan tentu saja dia akan menghilangkannya setelah kesepakatan itu terselesaikan.


Akan tetapi, tentang wanita itu yang memberikan ingatan itu padanya, dia juga tidak tahu apa sebabnya.


"Jika seperti itu, berarti dia tahu tentang keberadaanku?!" Ucap Baal. Ryuha mengangguk lalu berkata.


"Dia mengetahui semua hal yang aku ketahui!"


Mendengarnya membuat Baal menghela nafas lalu menepuk keningnya. Sebenarnya dia tidak mempermasalahkan jika wanita itu mengetahuinya karena dia yakin tidak ada seorangpun yang bisa hidup setelah bertemu dengannya.

__ADS_1


Namun, satu hal yang membuatnya tak tenang sekarang. Yaitu tentang masa hidup Ryuha yang hanya tersisa setahun. Sedangkan untuk menolongnya, itu pasti membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Baal menghela nafasnya lagi.


"Karena sudah seperti ini, apa boleh buat?! Tapi dengar baik-baik! Untuk menyempurnakan penyatuan wanita itu, kau memerlukan banyak barang dengan kwalitas dan kelangkaan yang tidak bisa dipungkiri!" Ujar Baal seraya masuk kembali ke tubuh Ryuha.


Ryuha menghembuskan nafas lega seraya berkata, "Baguslah jika kau mengetahui bahan-bahannya! Baiklah mulai sekarang, aku harus memperbanyak latihan dan mengurangi waktu istirahat!"


Merasa lebih baikan, Ryuha beranjak dari tempat itu setelah memanen mineral-mineral yang ada di dalam sana.


Suasana luar Dungeon mulai terasa saat cahaya di mulut lorong terlihat. Tempat yang seperti reruntuhan itu tidak lagi di kerumuni oleh orang-orang yang pernah dia kecewakan.


Laki-laki itu pun mulai melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu, berjalan ke arah timur laut, meninggalkan area pegunungan.


Terus melangkahkan kaki sampai bulan mengganti peran matahari. Dia, Baal dan Tempest Wolf duduk mengitari api unggun di tengah-tengah hutan sembari menyantap kelinci bakar.


"Ryuha, dengan mineral-mineral yang kau dapatkan, kurang lebih kau akan mendapatkan lima puluh gold setelah menjualnya?!" Ujar Baal menghilangkan keheningan.


Ryuha segera mengangguk. Menelan makanan di mulutnya lalu berkata, "Emm. Dan itu masih kurang sembilan ratus lima puluh gold lagi untuk mencapai target yang kau katakan!"


Baal melompat ke salah satu dahan pohon di dekatnya, menyandarkan diri lalu membuang kasar nafasnya. Dia menepuk kening sambil menggelengkan kepala.


"Benar-benar situasi ini membuat kepalaku pening. Hahhhhhh. Jangan lupa untuk terus mengikuti jejak yang kau temukan sekalian melatih kemampuan melacakmu, itu satu hal yang penting bagi seorang Slayer! Selain itu, siapa tahu jejak ini membawamu ke kota?!"


Ryuha mengangguk yakin. Tersisa kurang dari tiga bulan sampai turnamen itu tiba. Dia tidak ingin melewatkan satupun hal kecil yang bisa meningkatkan kemampuannya. Selain itu, secepatnya dia juga harus mencari Guild agar bisa mendaftarkan diri di turnamen.


Selesai makan, Ryuha duduk bersila bersembahyang di depan api unggun.


"Dewi keberuntungan, walaupun aku tidak terlalu mempercayai keberadaanmu, tapi kali ini saja, aku membutuhkan sedikit kekuatanmu!" Ucapnya lirih.


Baal yang mendengarnya segera tertawa. Dia lalu berkata.


"Tenang saja! Walaupun kau tidak memohon kepadanya dia pasti tidak akan memalingkan pandangannya darimu! Bagaimanapun juga, dengan wajah imutmu itu, kau pasti bisa menarik perhatian dewa dan dewi yang menyukai anak-anak. Hahahaha!"


Alis Ryuha terkerut seketika mendengar Baal mengatainya imut.


"Hei-hei, aku tidak akan memaafkanmu jika kau mengatakan hal itu lagi!" Ucapnya.


"Hahaha baiklah-baiklah tuan berwajah imut!"

__ADS_1


Canda tawa mereka seketika menghilangkan rasa stress di pikiran. Dua laki-laki itu terus melontarkan kalimat-kalimat lucu yang membuat mereka tak bisa berhenti tertawa, untuk sejenak menenangkan pikiran, melupakan hari esok yang pastinya akan dipenuhi oleh berbagai rintangan.


Bersambung ...


__ADS_2