( Re ) Legendary Summoner

( Re ) Legendary Summoner
Raid Party : Hutan Seribu Makam


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, mereka akhirnya tiba tepat di depan kabut asap tipis putih dimana vibes kehororannya sangatlah kuat, seakan seperti ada makhluk tak kasat mata yang tengah mengawasi mereka dari setiap arah mata angin.


Seperti yang mereka rencanakan, mereka sampai di tempat itu dalam kurun waktu lima hari, sehingga mereka memiliki waktu lebih untuk menelusurinya.


"Ingat untuk tetap waspada, dan jangan sampai kita terpisah satu sama lain!" Ucap Vella serius. Segera dari dalam bayangannya, segerombolan kelelawar bermata merah menampakkan wujud dan beterbangan memasuki kabut.


"Kelelawar? Apakah itu monster milik Nona Vella?" Batin Ryuha.


"Em, tapi itu bukanlah wujud aslinya. Makhluk itu bernama Vampire Bat Emperor! Monster bintang lima." Sahut Baal. Tak menyangka Ryuha jika kumpulan kelelawar itu ternyata wujud lain dari monster bintang lima, itu sungguh membuat rasa penasaran muncul di hatinya.


Mendapati tak satupun mara bahaya, Vella mulai memimpin langkah kaki mereka memasuki kabut itu.


Makam, makam, makam, dan makam, hanya itu yang mereka lihat selain pepohonan mati dan tanah tandus, walaupun sudah berjalan ratusan meter. Namun ada satu hal yang membuat alis Vella terkerut.


"Ini aneh, kenapa tak ada satupun Ghoul di sini?! Bahkan Vampire Bat Emperor tidak melihat maupun menemukan sesuatu?!" Gumamnya.


Ghoul, entah makhluk seperti apa yang baru saja dikatakan oleh Vella, Ryuha sama sekali tidak mengetahuinya.


"Baal, apa kau memiliki sebuah penjelasan?!" Tanyanya kepada Baal. Tentu sangat jelas bagi sang Raja Iblis karena makhluk-makhluk seperti sangat banyak di jumpai di Abbys, benua tempat dia tinggal di masa lalu.


"Itu adalah monster bintang dua. Bentuknya seperti manusia tapi itu hanya setengah badan, mereka melayang tidak berjalan karena bagian bawah tubuh mereka seperti gumpalan kabut putih. Walaupun hanya bintang dua, Ingat untuk tidak meremehkannya, karena gerombolan mereka bisa mencapai ribuan!" Jawab Baal. Ryuha yang paham segera menganggukkan kepalanya.


Sampai pada satu saat, langkah kaki Vella terhenti yang membuat dua rekannya juga menghentikan langkah.


"Mereka datang!" Ucapnya serius. Segera mereka semua memasang kuda-kuda untuk bertarung. Benang-benang aura berwarna ungu segera tercipta setelah kawanan kelelawar milik Vella kembali, sosok itu segera memudar dengan cepat lalu menyatu dengan tubuh Vella.


Sosoknya dengan cepat berubah, rambut lurusnya berubah menjadi ungu gelap, tubuhnya seperti dipasangi oleh armor-armor berwarna ungu dengan beberapa corak merah termasuk seluruh lengan dan kaki, manik matanya pun berubah seperti mata kucing yang memancarkan kilauan merah, Juga sebuah pedang hitam keunguan panjang yang telah tergenggam erat di tangan kanannya, yang bernama 'Vampire Holy Sword.'


Sosoknya kini persis seperti ksatria bangsawan Vampire.


Bersamaan dengan itu, Ellisa pun mengalami hal yang sama, benang-benang aura berwarna putih kekuningan muncul mengitari tubuhnya dari dalam bayangan. Tubuhnya sontak berubah, rambutnya menjadi putih keseluruhannya, telinganya berpindah ke atas kepala layaknya serigala, kuku jari jemarinya pun terlihat menajam, kostum petualangnya berubah menjadi seperti hanfu putih dengan corak ke emasan bermotif bulan, di beberapa bagian tubuhnya juga terlihat corak-corak emas, dan sesuatu berbentuk lingkaran yang melayang berputar-putar di belakang tubuhnya, itu seperti dua pedang yang menyatu menyerupai wujud bulan purnama, benda itu juga sekilas terlihat seperti cakram dengan bilah yang tajam.


Sorot matanya yang terlihat seperti mata serigala bermanik emas yang memancarkan kilauan-kilauan sama warna itu benar-benar menampakkan sosoknya yang sangat dingin.


Ryuha hanya terdiam ternganga melihat penampilan mereka yang begitu anggun dan berwibawa.


"Itu monster bintang lima juga, Moon Wolf. Benda yang ada di belakangnya adalah senjatanya, Twin Crescents Sword. Itu adalah pedang ganda, juga sebuah cakra." Baal sedikit memberi penjelasan.


"Adik, kenapa kau diam saja? Sebentar lagi akan datang kawanan Ghoul, akan sulit bagiku untuk bertarung sambil melindungimu. " Ucap Ellisa tanpa melirik ke arah Ryuha.


Laki-laki itu menyeringai mendengarnya. "Tenang saja kakak Elli, lebih baik kalian bertarung tanpa mempedulikanku!"

__ADS_1


Tanpa menggunakan teknik penggabungan, Ryuha meraih pedang barunya dan bersiap untuk bertempur.


"Bocah ini, apakah dia serius bertarung tanpa menggunakan teknik penggabungan?!" Batin Ellisa yang belum mengetahui jati diri Ryuha.


Suara eraman samar-samar mulai terdengar, sosok putih seperti jiwa manusia setengah tubuh dengan gumpalan asap yang ada di tubuh bagian bawah, serentak menghampiri mereka sambil melayang. Mimik wajah itu terlihat, benar-benar membuat bulu kuduk berdiri, dari ekspresi kesakitan, ketakutan, bahkan kesedihan, sama sekali tak ada satupun Ghoul yang menampakkan wajah ceria nan bahagia.


Tanpa mengubah sorot matanya, tangan Ellisa meliuk-liuk mengendalikan cakram itu sehingga benda itu melesat membasmi para Ghoul yang ada di barisan depan, itu seperti Boomerang yang dapat kembali ke pemiliknya sendiri.


Bersamaan dengan itu, Vella menghentakkan kaki, menggunakan Wind Step untuk melesat mendekati mereka dan terus menebas-nebaskan pedang hitam keunguan panjangnya.


Teknik pedang umum 'Brutal Slash'


Cakram yang melayang kembali ke pemiliknya, Ellisa segera meraihnya dan langsung membaginya menjadi dua bagian, cakram itu berubah menjadi pedang kembar dengan bilah yang sedikit melengkung layaknya bulan sabit.


Wanita itu hentakkan kakinya, terus melesat menggunakan Wind Step ke arah kawanan Ghoul dan melakukan tarian pedang di sana. 'Moon Dancer,' Itu adalah suatu teknik pedang ciptaannya sendiri.


"Mereka berdua benar-benar sangat hebat. Terutama dalam kerjasama tim. Pertarungan mereka benar-benar sangat rapi." Gumam Ryuha sembari mengamati cara bertarung mereka.


Sungguh itu membuat Ryuha semakin tercengang, sosok mereka berdua seperti seorang penari ganda profesional yang tengah berpentas di atas panggung yang megah. Tak ada satupun kecacatan dalam gerakan mereka, yang membuat mata yang memandanginya tak ingin berpaling.


Melihat sosok mereka membuat Ryuha sesaat terlupakan di mana dia berada sekarang. Kawanan Ghoul dengan wajah menakutkan serentak menghampirinya, sontak Ryuha segera memfokuskan dirinya kembali pada medan perangnya.


Para Ghoul tak berhenti berdatangan, cabikan demi cabikkan dilayangkan kepada Ryuha. Pergerakan yang lambat itu sangat mudah untuk dia hindari, sehingga laki-laki itu dapat menebas setelah menghindari cabikan.


'Blood Blade Dance,' Ryuha menggunakan teknik itu, ikut menari di atas medang perang, membuat Ghoul-ghoul yang datang menghampirinya seperti datang menghampiri malaikat maut.


Penasaran dengan kondisi Ryuha, Vella sedikit melirik ke arahnya. Betapa terkejutnya hati ketika melihat teknik pedang yang baru pertamakali dilihatnya, dan itu membuatnya semakin yakin akan potensi yang dimiliki Ryuha. Namun dirinya tak ingin memusingkan hal itu karena peperangan masih berlanjut.


Bilah pedang menyala, memancarkan cahaya ungu gelap, wanita itu langsung menebaskannya kuat-kuat secara vertikal, sehingga bilah cahaya ungu muncul yang langsung membumi hanguskan Ghoul-ghoul yang ada di jalur lesatnya. 'Purple Blade Slash.'


Di belakangnya, Ellisa juga menggunakan salah satu teknik yang dia miliki, 'Crescent Moon Tornado,' Dua lengannya diangkat sejajar horizontal, setelah satu hentakkan tanah, wanita itu berputar-putar layaknya tornado yang menumbangkan Ghoul-ghoul di sekitarnya.


Pertarungan berlangsung belasan menit dan Ghoul-ghoul itu sama sekali tak berhenti berdatangan.


Ellisa sedikit melirik ke arah Ryuha, melihat kondisinya yang masih normal dia pun tersenyum kecil. Rasa khawatirnya pun mulai memudar karena hal itu.


Pertarungan berlangsung sekitar setengah jam, Ghoul yang berdatangan semakin sedikit, begitupun stamina mereka bertiga yang mulai terkuras. Namun itu bukanlah halangan, hanya ada sekitar belasan Ghoul yang tersisa di tempat itu. Melihat mereka yang hendak kabur, Ellisa segera menyatukan pedang kembarnya dan menjadikannya sebuah cakram, yang langsung dilemparnya untuk menumbangkan makhluk-makhluk itu.


Tersisa tiga di depan Ryuha, sebelum mereka kabur, laki-laki itu segera menebaskan pedangnya secara beruntun sebanyak tiga kali, yang setiap tebasannya berhasil melumpuhkan makhluk itu.


Helaan nafas dilantunkan olehnya, sedikit lelah namun itu segera hilang saat dua wanita itu menghampirinya.

__ADS_1


"Hehhh, adik ternyata hebat juga?!" Ucap Ellisa sambil mencubit gemas pipi Ryuha. Kumpulan monster yang datang serentak menyerbu mereka telah sepenuhnya dibasmi, satupun tak ada dari mereka yang dapat kabur. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju inti Wreckage Dungeon itu.


Akan tetapi, baru saja berjalan beberapa meter, langkah kaki mereka sontak terhenti karena merasakan aura gelap yang datang cepat ke arah mereka.


Sosok kuda yang berwujud seperti mayat hidup, yang ditunggangi oleh seorang ksatria berjubah hitam yang juga merupakan Ghoul berlari hendak menabrak mereka.


Segera dengan cepat mereka melompat ke tiga arah yang berbeda. Ryuha jatuh dengan mantap, laki-laki itu kertakkan giginya.


"Cavalier Ghoul, monster bintang empat! Serangannya akan semakin kuat saat makhluk itu menunggangi kudanya. Tapi yang harus diwaspadai adalah, salah satu tekniknya... " Penjelasan Baal sontak terhenti, karena sang ksatria kuda tak menghentikan laju kudanya, terus berkuda sambil menghunuskan tombaknya kepada Ryuha yang ada di depannya. Segera laki-laki itu kembali melompat ke belakang.


Cepat, Ellisa mengendalikan cakramnya sehingga cakram itu melesat ke arah Cavalier Ghoul, lebih tepatnya mengarah ke kakinya hendak memotongnya.


Akan tetapi itu di sadari oleh Cavalier Ghoul sehingga dia menarik tali pelana yang membuat kuda itu mengangkat kedua kakinya dan meringkik. Berjarak beberapa meter dengan kaki belakangnya, kuda itu pijakkan kaki yang terangkat kuat-kuat, sehingga sebuah tekanan udara tercipta yang mementalkan cakram itu.


Serangan belum berakhir, Vella dan Ryuha bersamaan melesat mengepung makhluk itu dari dua arah yang berlawanan, dengan pedang mereka yang terhunus, Vella mengincar tubuh kuda dan Ryuha mengincar dia yang menungganginya.


Sebelum mata pedang menusuk dadanya, sang ksatria segera melompat tinggi meninggalkan kudanya.


Crashhh!!!


Kuda itu kembali meringkik keras sebelum tubuhnya meledak menjadi asap tipis putih, Ryuha yang gagal menumbangkan lawan sontak menjatuhkan dirinya tepat di samping Vella.


Sang ksatria memutar-mutar tubuhnya di udara sehingga dirinya dapat berdiri langsung setelah pijakkan kakinya. Ellisa tak ingin memberikannya kesempatan untuk mengamati kondisi mereka, menggunakan Wind Step, dirinya melesat mendekatinya dan langsung menebaskan pedang kembarnya.


Sang ksatria melihatnya, makhluk itu angkat tombaknya untuk menahan mata pedang yang hendak menusuknya. Kedua senjata itu saling berhantam satu sama lain, menciptakan percikan-percikan api seperti kembang api.


Ellisa menarik kedua pedangnya, cepat dia menyelaraskan keduanya, sejajar secara horizontal. Setelah satu hentakan kaki wanita itu berputar-putar layaknya sebuah tornado. Tombak yang digunakan sebagai tameng tak kuasa menahan gesekan-gesekan itu, sehingga makhluk itu terpental ke belakang setelah menerima beberapa sayatan pedang milik Ellisa.


Menggunakan Wind Step, Vella melesat ke arah makhluk itu, menghunuskan bilah pedang hendak menusuk perut makhluk yang tersandar di sebuah pohon besar yang tak memiliki daun.


Cepat sang ksatria hentakkan tombak lalu mengangkatnya tinggi-tinggi, sehingga sebuah sambaran petir kuat muncul di depannya seperti melindunginya.


Ledakan keras sambaran petir yang menyentuh tanah menciptakan tekanan udara kuat, yang menyebabkan Vella yang tak memijak tanah itu terhempas ke belakang, saat di udara wanita itu memutar-mutar tubuhnya dan jatuh dengan mantap di samping Ellisa.


"Ini yang ingin aku katakan... " Ucap Baal setelah menghela nafas. Sambaran itu tak menghilang, tiba-tiba saja sebuah tulang lengan muncul dari dalam tanah, puluhan pasukan kerangka menampakkan wujud mengepung mereka.


Tanah terasa bergetar di bawah Ryuha, sebuah tulang lengan raksasa muncul dari dalam tanah yang dia pijak, beruntung laki-laki itu cepat refleksnya sehingga dirinya melompat menjauh sebelum tangan itu memendengkannya.


"S, s, Skeleton General?! Makhluk itu dapat memanggil Skeleton General?!" Ucapnya bingung dengan mata terbuka lebar.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2