
Mendung menggantung di langit negara XX ini untuk kedua kalinya Zura menapakkan kaki di negara ini, bukan untuk liburan Zura datang tapi untuk sebuah pekerjaan, langkahnya terhenti didepan sebuah gedung pencakar langit seseorang sudah menunggunya pintu terbuka dan Zura melangkah masuk
" selamat datang Zura" ucap pak Ramon pak Ramon adalah seorang presdir dihotel tempat Zura berada sekarang dan pak ramon lah yang meminta Zura datng "bagaimana perjalanan mu?" tanya pak Ramon lagi setelah duduk
" semua lancar pak Ramon" ucap Zura pembicaraan panjang terjadi tiga jam kemudian Zura meninggalkan gedung itu menuju apartement yang sudah disiapkan untuknya masuk kedalam dan beristirahat malam itu hujan turun dengan deras Zura menarik selimut tertidur dengan tenang.
pagi datang hujan kemarin menyisakan udara sujuk pagi ini Zura keluar apartement dengan pakaian joging memulai lari kecilnya sambil menggunakan earphone matanya menyapu sekeliling memperhatikan keadaan sekitarnya sesekali mendongak keatas diantara gedung pencakar langit menuju taman di pusat kota, ada beberapa orang yang sedang berolah raga ditaman itu setelah melakukan tujuh kali putaran di taman itu Zura duduk di kursi taman yang kosong hanya sekedar duduk dan memperhatikan semua orang lalu kembali keapartement.tiga puluh menit kemudian sudah duduk disebuah cafe memesan kopi dan membuka leptopnya mengumpulkan semua data yang dibutuhkan sesekali menikmati kopinya udara yang bersahabat membuat Zura betah berada ditempat itu setelah itu Zura meninggalkan cafe.
Siang berikutnya Zura duduk di sebuah restoran untuk makan siang menyumpulkan data dan membuat sebuah grafik sempurna"tugas ini tidak mudah " ucap Zura dalam hati, seorang pelayan datang membawakan pesanannya lalu pergi setelah meletakkan makanan dimeja
__ADS_1
" silahkan nona" ucap pelayan itu Zura hanya mengangguk dan tersenyum dan menikmati makan siang nya, sepuluh menit kemudian seorang pria mendekat
" kau sudah datang" ucap Zura
" duduklah" ucap Zura lagi, pria itu duduk di hadapan Zura dan mengeluarkan sebuah amplop coklat dari balik jas nya
"nona ini semua impormasi yang nona minta , saya sudah menyumpulkan nya" ucap pria itu
Pagi itu cafe terlihat ramai Zura diduk seperti biasa dikursi yang beberapa hari ini Zura duduki matanya masih tertuju pada grafik yang ada dimeja saat seorang pemuda mendekat dengan membawa pesanannya
__ADS_1
"selamat pagi nona , ini pesanan anda"ucap pria itu ramah membuat Zura menghentikan aktipitasnya
"trimakasih" ucap Zura
"boleh aku duduk?" tanya pria itu lagi Zura mengangguk lalu merapikan semua grafik nya dan menyimpan nya di dalam tasnya
"nama ku Jiko, aku pemilik cafe ini" ucap nya pada Zura, Zura hanya mengangguk wajah nya terlihat dingin seperti biasa
"sudah beberapa hari ini aku melihatmu disini tapi aku tidak mengenalmu , apakah kamu orang baru?" tanya Jika penasaran
__ADS_1
"apakah anda merasa terganggu dengan keberadaan ku disini tuan Jiko?" tanya Zura tampa menjawab pertanyaan Jiko sebelumnya membuat Jiko terkejut
"oh bukan begitu nona, saya senang melihat anda disini, maafkan saya jika membuat anda tidak nyaman, saya permisi dulu " ucap Jika lalu meninggalkan Zura, entah kenapa Jiko merasa sedikit takut dengan tatapan Zura yang dingin, wajahnya yang tampa expresi membuat Jiko kelabakan saat bersitatap dengan matanya Jiko hanya memperhatikan Zura dari kejauhan dengan penuh rasa penasaran, Zura hanya minum kopinya tampa melakukan aktipitas lain lalu meninggalkan cafe lebih cepat dari biasa membuat Jiko kecewa.