
Udara masih basah pagi itu hujan turun dengan deras sejak tengah malam, di lorong rumah sakit tempat Jiko di rawat terlihat beberapa orang berjaga begitu pula dua ruangan di sebelah nya, ayah dan ibu Jiko baik baik saja begitu pula Jenni hanya Jiko yang masih mendapat perawatan Zura sampai di pintu ruang rawat Jiko para anggota keamanan membungkuk hormat pada Zura
"selamat pagi nona" ucap anggota keamanan itu Zura mengangguk dan tersenyum dan masuk Jenni ada di ruangan Jiko
"selamat pagi"ucap Zura membuat Jenni senang
"kak Zura" ucap Jenni lalu memeluk Zura membuat Zura terkejut karna selama ini tidak ada yang dekat dengan nya, Jenni menarik tangan Zura mendekati ranjang
"bagaimana keadaan mu?" tanya Zura pada Jiko
"aku sudah lebih baik, trimakasih sudah datang" ucap Jiko senang Zura hanya mengangguk , Jenni meninggalkan ruangan Jiko kembali ke ruangan nya
"dari mana kamu tau aku ada disini?" tanya Jiko pada Zura, Zura tidak menjawab lalu duduk di kursi yang di duduki Jenni tadi
"bagaimana luka mu?tanya Zura mata mereka bertemu ada getar aneh yang di rasa kan kedua nya dan rasa khawatir itu muncul di hati Zura, wajah Zura yang dingin tidak dapat menyembunyikan ke khawatiran nya
"aku baik-baik saja , apa lagi setelah melihat mu aku akan baik dengan segera" ucap Jiko penuh semangat
"Jiko, kenapa kamu senang melihat ku? dan kenapa kamu mencari ku?" tanya Zura lagi
__ADS_1
" aku , aku ingin selalu melihat mu, aku ingin mengenal mu, aku ingin menjadi bagian dari hidup mu" jawab Jiko dan menatap Zura penuh cinta, Zura menarik napas berat Jiko meraih tangan Zura"aku ingin bersama mu,menjaga mu" sambung Jiko
"berhentilah sebelum terlambat Jiko, kenal dan lupakan aku karna itu akan lebih baik untuk mu dan orang- orang yang kamu sayangi" ucap Zura
"tapi aku menyayangi mu"Jawab Jiko
"berhentilah mulai sekarang dan jangan mencari atau pun menunggu ku" pinta Zura wajah Jiko terlihat sendu
"aku tidak akan melakukan itu sampai kapan pun Zura" jawab Jiko ahir nya
Zura ada di halaman rumah Jiko senja itu ayah dan ibu terlihat senang menyambut kedatangan Zura
"maaf paman Johan, hubungan ku dan Jiko tidak seperti yang paman pikirkan kami hanya berteman" jawab Zura
"nak Zura apakah nak Zura tidak menyukai Jiko?"tanya paman Johan hati hati Zura tidak terkejut mendengar pertanyaan paman Johan kali ini
"maaf kan aku paman , aku tidak bisa ada hal yang sangat rumit yang tidak bisa aku katakan pada paman, akan lebih baik kami tidak bersama" jelas Zura, Jenni dan Jiko datang Zura menatap Jiko yang terlihat lebih baik
"bagaimana keadaan mu?" tanya Zura
__ADS_1
"sudah baik -baik saja" jawab Jiko ayah dan ibu Jiko meningglkan mereka begitu pula Jenni pergi setelah membawakan minuman untuk Zura dan Jiko
"Zura aku sangat senang melihat mu disini, dan trimakasih untuk perhatian mu" ucap Jiko
"Zura" panggil Jiko
"hmm"jawab Zura
"apakah kamu tidak suka tersenyum?"tanya Jiko hati hati
"kenapa?" jawab Zura
"kamu gadis yang sangat manis akan lebih baik jika kamu sering tersenyum" ucap Jiko
membuat Zura menarik napas
"tidak semua yang kamu lihat itu benar, aku bahkan tidak tau bagaimana caranya tersenyum dan untuk apa aku harus tersenyum" jawaban Zura mengejutkan Jiko dan menatap Zura lekat
"berhentilah menatap ku, kau akan kehilangan jika aku pergi" ucap Zura tampa expresi.
__ADS_1