"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 33"Pia"


__ADS_3

Suasana sepi saat Zura memasuki kamar Pia, terlihat Pia tertidur pulas di meja tulisnya buku harian yang terbuka membuat Zura dapat melihat curahan hati Pia saat itu, tentang kekhawatirannya pada pernikahan Zura dan Jiko


"maafkan aku Pia "ucap Zura sambil membelai lembut kepala Pia dan membuat Pia membuka matanya


"kak zura"ucap Pia lalu memeluk Zura


"maafkan aku Pia, aku sudah membuat mu merasa khawatir" ucap Zura


"kakak tau, aku sangat mengkhawatirkan kalian, aku takut kalian akan berpisah"ucap Pia sendu


"semua akan baik-baik saja Pia, jangan banyak berpikir tolong jaga kesehatan mu,aku hanya butuh waktu untuk dapat menerima semua perubahan yang terjadi begitu tiba tiba"jelas Zura


"kak zura kemana saja beberapa hari ini, suster bilang kak Zura sedang tugas keluar kota, apakah itu benar?"tanya Pia


"ya Pia, maafkan aku karena tidak bicara padamu, aku pergi sangat larut karena ada masalah mendesak" jelas Zura


"tidak apa, aku tau kak zura sibuk tapi paling tidak telpon aku agar aku tidak khawatir bahkan kak Jiko juga tidak tau keberadaan mu"ucap Pia cemberut


"iya,, maafkan aku, aku janji tidak akan mengulangi nya lagi oke"ucap Zura, membuat Pia tertawa membuat Zura binggung


"kenapa kamu tertawa?tanya Zura


"kak zura, cobalah untuk tersenyum saat kamu meminta maaf, jika kamu meminta maaf dengan wajah seperti itu orang akan memaafkan mu karena rasa takut"jelas pia sambil tertawa, Zura terdiam

__ADS_1


"aku tidak tau bagaimana caranya tersenyum, karena sejak kecil aku tidak tau kenapa kita harus tersenyum" ucap Zura membuat Pia terdiam dan memeluk Zura


"maafkan aku kak zura, seharusnya aku tidak bicara seperti itu padamu, aku tidak tau sekeras apa kehidupan mu setelah ayah dan ibu meninggalkan mu di stasiun waktu itu, maafkan aku kak zura"ucap Pia merasa bersalah


"sudahlah, aku yang seharusnya minta maaf karena tidak bisa melindungi kalian" ucap Zura lalu duduk disopa kamar Pia


"kak, bolehkah pia bertanya? tanya Pia ragu


"katakan apa yang ingin kamu tanyakan"ucap Zura


"kak zura marah pada kak Jiko? sejak kak zura keluar kota kak Jiko sering duduk melamun di taman samping terkadang Pia mendengar tangisannya, pernah Pia bertanya, kenapa kak Jiko menangis? kak Jiko menjawab karena kak Jiko lagi lagi menyakiti kak Zura"jelas Pia, Zura menarik nafas berat


"harusnya dia bicara padaku" ucap Zura pelan


"kak Jiko takut padamu kak, alangkah lebih baik kalian bicarakan hal ini, agar masalah ini tidak berlarut-larut"ucap Pia lagi


"darimana kak zura dapat Poto ini?" tanya Pia


"jawab dulu pertanyaan ku, siapa pria ini?" tanya Zura lagi


"dia sepupu Aldo, sebelum aku dan Aldo berpisah Aldo pernah bilang sepupunya akan datang dan akan melindungi ku, karena Aldo tau ayahnya tidak akan membiarkan aku begitu saja"jelas pia sendu


"sudah bertemu dengan nya?" tanya Zura lagi

__ADS_1


"ya, dua kali setauku sejak aku dimasukkan ketempat itu dia juga dihukum, sampai saat ini aku tidak tau dimana keberadaan nya"jelas Pia


"Dia ada dalam perlindungan ku"ucap Zura membuat Pia terkejut namun ada binar bahagia dimatanya


"apa kamu menyukai nya?"tanya Zura lagi, Pia mengeleng lemah , ada air mata disudut matanya


"aku tidak mungkin berani menyukai nya, karena aku cukup tau siapa aku" ucap Pia lirih


"tapi dia mencintaimu dan tidak peduli dengan masalalu mu, bahkan dia rela mengorbankan nyawanya untuk menghubungiku dan memberi tahukan keberadaan mu"jelas Zura membuat Pia menangis


"Pia kamu punya hak untuk bahagia"ucap Zura


"Jangan banyak berpikir besok aku akan membawamu menemuinya" ucap Zura lagi lalu bangkit


"aku akan bicara pada Jiko, sekarang beristirahat lah"ucap Zura sebelum meninggalkan kamar Pia


"Adryan" ucap Pia sambil memandang Poto yang diberikan Zura tadi.


"siapa nama mu?"tanya Zura


"Adryan "jawab pria yang babak belur dihadapan nya


"kanapa kamu membatuku?"tanya Zura lagi

__ADS_1


"karena aku mencintai nya, dan aku tidak bisa menyelamatkan nya dari kekejaman paman ku"ucap Adryan sebelum akhirnya ambruk tidak sadarkan diri


"bawa dia kerumah sakit, dan pastikan keamanannya"perintah Zura , itulah pertama kali Zura bertemu Adryan.


__ADS_2