"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 13 " Zura dan Jiko


__ADS_3

Malam sudah sangat larut namun Zura belum bisa memejamkan mata, Jiko sudah tertidur di sopa, entah mengapa ada kegelisahan yang Zura rasakan ada air mata yang mengalir tampa Zura sadari, Zura duduk bersandar dan teŕdiam entah apa yang mengganggu pikiran nya, Jiko tersadar dan melihat air mata Zura lalu bangkit dengan panik


"Zura, apa kamu merasa sakit?" tanya Jiko panik Zura sendiri merasa terkejut lalu menggeleng


"aku tidak apa apa" jawab Zura


" lalu kenapa kamu menangis?"tanya Jiko masih khawatir


" entah lah , aku tidak tau kenapa aku merasa gelisah" jawab Zura


" tenang lah Zura smua sudah baik baik saja sekarang" ucap Jiko menenangkan

__ADS_1


"aku disini bersama mu" ucap Jiko lagi mata mereka bertemu ada rasa nyaman yang Zura rasakan dengan ucapan Jiko kali ini perlahan senyum Zura muncul dan sungguh senyum itu sangat manis di mata Jiko, tangan Jiko meraih dagu Zura dan mengecup kening Zura dengan lembut hingga Zura memejamkan mata


" tidur lah Zura" ucap Jiko lalu memeluk Zura hingga Zura terlelap dalam dekapan nya.


Pagi datang dengan malu suara kicauan burung terdengar indah, kupu kupu menari di antara bunya bunya di taman Zura masih tertidur saat Jiko membuka mata dan tersenyum


"kamu sangat manis Zura, apa lagi saat tertidur" dengan perlahan Jiko merebahkan Zura di kasur lalu melangkah menuju sopa menikmati wajah Zura yang tertidur pulas.


namun Zura pernah meresa kehilangan orang orang yang Zura cintai keluarganya, entah apa alasan nya sampai mereka tega meninggalkan Zura kecil seorang diri di jalanan, Zura masih merasa kan sakit setiap kali mengingat itu bahkan sampai sekarang Zura masih ada di rumah sakit untuk pengobatan tangan nya yang cidera , pak Han juga ada bersamanýa, ada rasa bahagia saat melihat Zura tersenyum bahagia karna Jiko, ada harapan yang besar di hati pak Han pada Jiko, walau pak Han tau pasti kalau Zura masih membelenggu hati nya, pak Han juga tau kenapa Zura seperti itu, pak Han berharap suatu saat Zura bisa menjalani kehidupan yang lebih baik.


Zura sudah merasa bosan terus ada di ruangan yang sama lalu melangkah menuju taman rumah sakit, udara pagi yang hangat Zura rasakan menerpa kulit nya, Zura duduk di bangku taman

__ADS_1


"Zura, kenapa tidak menunggu ku?"tiba tiba terdengar suara Jiko, Zura tidak terkejut menoleh dan mengangguk


"aku bingung mencari mu, untung lah aku melihat mu dari jendela ruang rawat mu" ucap Jiko


" kau bisa mengenaliku dari sana?" tanya Zura


" aku bahkan bisa tau kamu di antara ribuan orang" jawab Jiko sambil mencubit hidung Zura membuat Zura menggeleng


" kamu tidak percaya?"tanya Jiko


"tidak"jawab Zura

__ADS_1


__ADS_2