"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 29 " Dia"


__ADS_3

pagi datang Zura terbangun dan terkejut melihat seseorang yang tidur disampingnya, hampir saja Zura menendang nya untunglah Zura cepat menyadari jika saat ini dia sudah menikah dan orang yang tidur di ranjang nya adalah Jiko suaminya, Wajah Jiko terlihat begitu tenang Zura memandang wajah Jiko lekat dan tersenyum.dering hp membuyar kan lamunan nya,nomor yang tidak di kenal dan Zura menerima telpon itu


"halo"suara Zura


"halo"suara seorang wanita di sebrang terdengar berat,Zura seperti pernah mengenal suara wanita ini


"siapa ini?tanya Zura lagi


"sebahagia itukah kamu hingga kamu tidak lagi ingat dengan suara ku???"jawab wanita itu sedikit berteriak, suara itu sedikit prustasi dan putus asa. "kamu merebut nya dari ku Zura"teriak nya lagi, Zura bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba membuat Jiko terkejut dan melompat kesamping Zura dengan panik


"ada apa Zura???"tanya Jiko Zura menyerahkan hp pada Jiko dan Jiko terlihat terkejut


"kamu mengenal nomor ini??"tanya Zura dan Jiko mengangguk"siapa???"

__ADS_1


"Amara"jawab Jiko dengan wajah pucat


Zura hanya diam dan meninggalkan Jiko setelah mandi dan bersiap Zura melangkah keluar kamar, orang orang akan bangun terlambat hari ini karena lelah usai acara semalam lalu Zura melangkah ke depan dan pergi Tampa pamit pada siapapun menuju suatu tempat, Jiko yang mendengar suara mobil meninggalkan rumah mencoba mengejar namun terlambat Zura sudah menghilang dengan mobilnya


" siapa yang keluar Jiko??" tanya pak Han saat melihat Jiko masuk


"Zura ayah"jawab Jiko


"kemana Zura pagi begini?"tanya Pak Han lagi


"kalian bertengkar "tanya Pak Han penasaran


"tidak ayah, hanya tadi seseorang menelpon nya dan Zura bertanya padaku apakah aku mengenal nomor si penelepon dan aku menjawab itu nomor telpon Amara "jawab Jiko,Pak Han terkejut dengan jawaban Jiko, dan wajah nya terlihat khawatir, karena selama ini semarah apa pun Zura tidak pernah pergi Tampa pamit pada orang di rumah, Pak Han mencoba menghubungi Zura namun tak ada jawaban, bahkan hp nya mati kali ini, dan Ahir nya Pak Han menelpon orang lain

__ADS_1


"cari tau dimana keberadaan nona Zura saat ini"perintah Pak Han terdengar sangat tegas membuat Jiko merasa sedikit takut,


"kembali lah kekamar mu ,ayah akan mengurus masalah ini"ucap Pak Han


Jiko kembali kekamar nya dan beberapa saat ayah dan ibu Jiko datang ke kamar


"Jiko,ada apa nak ibu dengar Zura keluar rumah pagi ini Tampa pamit dengan mu, ada apa ?? apa kalian bertengkar malam tadi??"tanya ibu nya cemas


"Tidak ibu, hanya saja kenapa tiba-tiba Amara menelpon Zura, aku khawatir akan terjadi sesuatu"ucap Jiko terlihat cemas


"Amara??" ayah dan ibu Jiko saling pandang terlihat raut wajah mereka mulai merasa khawatir


" apa kamu memberi tau Amara Jiko kita ada di negara ini? lalu apa tujuan Amara Sampai datang sejauh ini?" tanya ayah, Jiko hanya menggeleng karena Jiko juga tidak tau

__ADS_1


pak Han masih ada di ruang kerjanya saat seseorang menghubungi nya dan mengatakan dimana keberadaan Zura.


"pantau terus dan kabar kan pada ku apa pun yang terjadi, ucap Pak Han sebelum menutup telepon.


__ADS_2