"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 8" gudang merah"


__ADS_3

Malam semakin larut rumah Jiko sudah sepi suasana hati Jiko mulai baik walau kekesalan nya pada Zura masih mendera, ayah dan ibu mendekat


"nak, iklaskan Jenni agar dia tenang " ucap ayah nya ibu Mira menyentuh lengan Jiko , Jiko mengangguk dan menjatuh kan kepala nya di pangkuan ibunya


"nak, mengapa kamu menyalahkan Zura dengan kejadian ini?"tanya ayah Jiko , jiko bangkit


"ayah, semua ini terjadi setelah Zura hadir dalam kehidupan kita, selama ini kita hidup dengan tenang tampa berurusan dengan siapapun, tapi setelah Zura hadir dalam kehidupan kita semua kejadian ini terjadi, membuat aku yakin semua ini ada hubungan dengan Zura dan semua karna Zura" jelas Jiko

__ADS_1


"nak, kamu lupa kamu yang selalu mencoba mendekatinya selama ini? bahkan Zura membantu mu saat kamu terluka kamu tau nak Zura pernah mengatakan pada ayah akan lebih baik jika kalian tidak bersama" jelas ayah Jiko, Jiko terdiam mengingat semua kejadian dimana pertama kali Jiko melihat Zura dan bagaimana Jiko mencoba mendekati nya, Jiko sadar dialah orang yang selalu mencoba mendekati Zura dan dia jugalah orang yang harus disalahkan dengan kejadian ini.suara pintu diketuk keras membuat Jiko dan kluarga menuju pintu, saat pintu terbuka orang orang bersenjata langsung membawa mereka pergi, Zura mendapat kabar dari anggota keamanan tentang penculikan Jiko dan kluarganya dan beberpa menit kemudian telpon apartemen berdering


"datang lah kegudang merah , datanglah sediri jika kamu ingin Jiko dan kluarganya selamat"suara Alberto terdengar mengancam lalu mematikan telpon Zura mendesah dan pergi menuju gudang merah


Zura sampai di gudang merah seorang diri sementara angota keamanan sudah ada di sekitar gudang merah menunggu isyarat dari Zura


"tunggu lah perintah dari ku jangan lakukan apa pun sebelum aku perintahkan" ucap Zura sebelum masuk, anak buah Alberto membawa Zura masuk dengan sebelum nya melucuti senjata yang di bawa Zura, Zura melangkah dengan di kawal beberapa orang bersenjata

__ADS_1


"Zura"ucap Jiko yang melihat kedatangan Zura ada kecemasan di wajah Jiko dan kluarganya


"jangan coba coba melawan jika kamu ingin mereka selamat"ucap Alberto lagi, satu pukulan keras di terima Zura membuat nya mundur dua langkah kebelakang dan satu pukulan menghantam wajah nya, darah mengalir dari sudut bibirnya, Jiko makin berteriak dan meronta suaranya terdengar cemas Zura kembali ke pisisi semula menerima beberapa pukulan dari Alberto


"kau begitu menyayangi mereka rupanya" ejek Alberto yang melangkah mengitari Zura yang terduduk dilantai tetesan darah mulai jatuh di lantai, Zura bangkit lalu tersenyum samar


"aku tidak menyayangi mereka, aku hanya tidak ingin orang yang tidak bersalah menjadi korban, lagi pula urusan mu dengan ku kenapa kau melibatkan mereka?"ucap Zura sambil menyeka darah di sudut bibirnya, Jiko meronta berusaha melepaskan diri namun tidak berhasil, Zura hanya melirik nya sekilas lalu kembali pocus pada Alberto

__ADS_1


"kau seperti ular betina yang licik Zura" ucap Alberto


"apa kau lupa Alberto aku pernah bilang pada mu kapan pun kau memangilku aku akan datang padamu,atau kau memang tidak punya keberanian untuk menhadapi ku seorang diri? hingga kau harus melibat kan mereka?" ucap Zura yang tidak peduli dengan perubahan wajah Alberto yang kesal.


__ADS_2