
Zura sampai di negara XX tepat pukul sepuluh pagi bersama pak Han, tadinya Jiko ingin ikut tapi pak Han melarang karna Zura akan sangat sensitif salah sedikit saja Zura akan sulit di tenangkan, amarah Zura sudah tidak terkendali saat ini
"tetap lah disini, biarkan aku yang pergi bersama Zura" ucap pak Han
"tapi tuan Han aku ingin bersama Zura saat ini" pinta Jiko
"aku yang akan mengurus semua, kami akan segera kembali jadi tetap lah disini" ucap pak Han hingga ahirnya Jiko menuruti ucapan pak Han, langkah Zura lebar memasuki tempat lokalisasi dimana Pia berada beberapa anggota keamanan sudah berada disana, pak Han berjalan di samping Zura seorang wanita yang berpenampilan glamor menghampiri Zura dengan angkuh
"siapa kamu?, dan kenapa kamu membuat kekacauan di tempat ku?" tanya nya
Zura hampir saja Zura menghajar wanita itu namun pak Han mencegah nya membuat Zura berhenti dan pak Han maju dan bicara dengan sopan
"kedatangan kami kemari ingin menemui Pia" ucap pak Han membuat wanita itu sedikit terkejut
"tidak ada yang boleh menemui nya, gadis itu hanya bisa ditemui oleh orang orang tertentu saja, lagi pula siapa kalian dan dari mana kalian tau tentang Pia?"tanya wanita itu
__ADS_1
"aku bertanya baik baik pada anda nyonya" ucap pak Han
"aku tidak akan ijin kan kalian menemui Pia"ucap wanita itu lagi
"pengawal usir mereka pergi dari sini" perintah wanita itu
"kau akan menyesali perbuatan mu ini" ucap Zura perkelahian terjadi hanya beberapa saat seluruh pengawal itu jatuh kelantai Zura melangkah mendekati wanita itu, wajah wanita itu terlihat pias hanya beberapa detik Zura sudah mencengkram lengan wanita itu
"sekarang bagaimana? masih tidak mau membawa Pia ?" ucap Zura menggelegar membuat wanita itu ketakutan
"jangan madam, tolonğ jangan lagi" suara nya terdengar lirih
"berani nya kau melakukan ini pada adik ku" teriak Zura lalu menghabisi wanita yang di sebut madan oleh Pia, Zura terlihat sangat prustasi dan mencoba mendekati Pia namun Pia namun Pia terlihat sangat ketakutan membuat Zura semakin prustasi
"Pia, tenang lah ini kak Zura" ucap Zura selembut mungkin dengan menahan tangis, perlahan Pia mengangkat muka
__ADS_1
"kak Zura"suara Pia lemah lalu jatuh pingsan dalam pelukan Zura
"Pia....." teriak Zura
Sudah hampir tiga jam Pia belum juga sadar wajah Zura sangat khawatir kemarahan nya kian memuncak
"tenang lah Zura, dokter sudah menangani Pia semua akan baik baik saja"ucap pak Han menenangkan dan dokter datang dan mengatakan jika Pia akan baik baik saja dan membuat Zura lega
"trimakasih dokter" ucap paka Han
"ayah , trimakasih ada bersama ku saat ini" ucap Zura
"maaf kan ayah Zura seharus nya ayah mencari keluarga mu sejak dulu" ucap pak Han penuh penyesalan
"ayah " ucap Zura penuh rasa haru.
__ADS_1