
Senja itu udara terasa dingin rintik hujan mulai turun semakin lama semakin deras Zura sedang dalam perjalanan menuju rumah nya, namun tiba-tiba mobil berhenti mendadak
"ada apa pak?"tanya Zura
"seperti nya pecah ban nona"jawab sopir nya
"apakah ada ban serep di bagasi?"tanya Zura
"ada nona",jawab sopir itu
"oke, buka bagasi nya, bapak tetap di mobil, biar aku yang menganti ban nya"ucap Zura wajah sopir itu terlihat bingung,ada gurat keterkejutan yang dapat Zura lihat namun Zura hanya tersenyum dan turun
"bapak tetap di dalam mobil, hujan sangat deras di luar"perintah Zura
"tapi nona"ucap supir itu lagi
__ADS_1
"bapak sudah bukan anak muda lagi, aku tidak ingin bapak sakit , jadi tetaplah di dalam"ucap Zura lalu membuka jas nya dan turun untuk menganti ban hanya butuh waktu beberapa menit dan setelah selesai Zura mengetuk kaca mobil
"pak, kembali lah kerumah lebih dulu, aku akan menyusul nanti"pinta Zura
"tapi nona hujan sangat deras nanti nona bisa sakit"wajah sopir itu terlihat khawatir
"pak , jarak rumah tidak terlalu jauh,lagi pula aku sudah lama tidak menikmati hujan, aku akan sampai di rumah jadi pergi lah" ucap Zura dan dengan berat hati sopir itu meninggal kan Zura sendiri
perlahan Zura melangkah menikmati hujan ada rasa lelah yang tiba tiba Zura rasakan, entah kenapa saat itu Zura tidak ingin segera pulang,Zura melangkah menuju bangku taman yang tidak jauh dari tempat nya saat itu, duduk bersandar menikmati hujan yang jauh di wajah nya, kemeja hitam yang Zura kenakan sudah basah,Zura memejamkan mata mencoba melepaskan beban dalam hati nya yang selama ini terasa menyesakkan, tenggelam dalam lamunan nya sendiri
"apa yang kamu lakukan disini"Zura hanya mendesah lalu bangkit
"ayo kita pulang"ucap Zura lalu meninggalkan taman, Jiko mengikuti langkah Zura Tampa bertanya, Zura terlihat sangat lelah rasa khawatir tiba tiba muncul di hatinya, setelah sampai di rumah Zura langsung mengganti pakaian dan kluar menemui Jiko yang sedang bersama ayah dan ibu nya
"kamu baik baik saja Zura"tanya Jiko saat melihat Zura
__ADS_1
"aku baik baik saja"lalu duduk di sebelah ibu Jiko
"nak Jiko khawatir pada mu saat supir mu bilang kamu pulang dalam hujan dan berjalan kaki"ucap pak Johan
"aku hanya ingin menikmati hujan paman, sudah lama sekali aku tidak berjalan dalam hujan, dulu aku sering berdiam diri dalam hujan"jawab Zura
"Zura, boleh paman bertanya?ucap pak Johan hati hati
"apakah sudah tidak ada kesempatan kedua untuk Jiko?"ucap pak Johan memulai percakapan, sejenak Zura menatap Jiko sedikit tersenyum dan kembali menatap pak Johan
"aku sangat mengerti dengan semua yang terjadi saat ini , tapi paman, apakah kalian tidak malu dengan masa lalu ku dan latar belakang keluarga ku, apakah kalian sudah memikirkan semua sebelum semua nya terlambat" ucap Zura, membuat mereka saling pandang
"paman , aku mencintai Jiko, tapi Jiko berhak mendapatkan seseorang yang terbaik dalam hidupnya, bukan orang seperti ku"suara Zura terdengar sendu
"Zura, aku sangat bahagia dengan pengakuan cinta mu, dan aku tidak peduli dengan masa lalu mu atau pun masa lalu keluarga mu, karena aku sudah menerima semua kekurangan dan kelebihan mu,dan ku harap kamu juga bisa menerima kelebihan dan kekurangan ku"ucap Jiko
__ADS_1
"dan kami sangat bahagia jika Zura bisa menjadi bagian dari keluarga kami"ucap pak Johan dengan senyum.