
Malam makin larut saat Jenni sampai di instalasi gawat darurat, semua wajah khawatir terlihat jelas di wajah Jiko dan keluarga nya, Jiko sendiri masih shock dengan semua yang terjadi "kenapa? siapa?"dan masih banyak lagi pertanyaan yang ada dikepala Jiko yang tidak memiliki jawaban Jiko langsung berdiri saat teringat Zura lalu mendekati supir yang mengantarkan Zura dan Jenni pulang supir itu juga yang mengantar kan mereka kerumah sakit
"kemana Zura ? dan kenapa Zura bisa pulang bersama Jenni?"tanya Jiko pada supir tadi
"maaf tuan saya hanya mengantar saja" jawab supir itu
"kemana Zura sekarang?" tanya Jiko lagi
"mengejar penembak itu tuan" jawab supir tadi wajah Jiko langsung pias wajah nya terlihat sangat khawatir Jiko terlihat depresi , dokter kluar dari ruang oprasi seluruh kluarga mendekat
"bagaimana keadaan anak saya dokter?" tanya paman Johan
__ADS_1
"peluru nya sudah berhasil dikeluarkan tapi keadaan nya belum setabil, sekarang kita hanya berdoa Jenni melewati masa kritis"jawab dokter membuat Jiko terduduk lemas dokter meninggalkan mereka yang saling menenangkan
Malam yang gelap tidak membuat Zura kehilangan jejak orang yang sudah menembak Jenni kejar kejaran hanya berlangsung lima menit Zura berhasil membuat orang itu tersungkur dengan tendangan Zura,Zura berdiri tegak dihadapan pria itu perkelahian terjadi dan lagi lagi pria itu tersungkur dan tak berdaya Zura menarik kerah baju pria itu dengan kasar
"kau anak buah Alberto? kenapa kau menembak gadis kecil itu?" tanya Zura menggelegar menciut kan nyali siapa pun yang mendengar nya
"maaf nona Zura, saya hanya ingin menembak anda karna itu perintah tuan Alberto, tapi nona menunduk hingga salah sasaran"jelas pria itu Zura benar benar merasa kesal dan menghabisi pria itu
Zura melangkah lebar memasuki lorong rumah sakit angota keamanan mengatakan keadaan Jenni hati Zura merasa sangat sedih Jiko bangkit saat melihat kedatangan Zura dengan kasar Jiko mendorong Zura sampai membentur tembok dengan keras Zura tidak mengeluh Zura hanya diam
"apa ini semua karna mu? hah.."tanya Jiko kasar
__ADS_1
"siapa kau? kenapa semua ini terjadi setelah kamu datang dalam kehidupan kami?"ucap Jiko dengan prustasi, Zura hanya diam terlihat keterkejuta diwajah nya mendengar ucapan Jiko, ayah dan ibu Jiko juga terkejut dengan sikap Jiko mereka dapat melihat wajah Zura yang terkejut dan mendekat
"jiko, tenang lah nak" ucap ayah Jiko membawa Jiko duduk
"aku tidak mau melihat wajah mu lagi, jadi pergilah dari sini sekarang" teriak Jiko Zura Zura merapikan kerah jaket nya mengangguk hormat lalu melangkah pergi tampa menoleh lagi
"perketat penjagaan disini kabari aku setiap jam" ucap Zura pada angota keamanan lalu meningglkan rumah sakit
Hujan turun dengan deras, Zura sedang melakukan latihan ringan di dalam apartement nya mempersiap kan diri untuk menghadapi Alberto hp nya berdering Zura menyambar hpnya dengan cepat
"malam nona , maaf nona Zura kabar buruk nona Jenni meninggal" ucap salah satu anggota keamanan pada Zura kali ini Zura benar benar kecewa
__ADS_1
" baik lah urus smua dengan baik, aku akan sampai disana" ucap Zura setelah lama diam, Zura sampai dirumah sakit namun tidak mendekat pada kluarga Jiko, mengurus dan menyelesaikan semua adminitrasi bahkan Zura meninggalkan rumah sakit saat paman Johan ayah Jiko ingin menghampiri, Zura juga mengurus pemakaman Jenni mengamati dari kejauhan tampa mendekat setelah semua selesai Zura meninggalkan pemakaman dan kembali ke apartemen nya.