"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"

"JEJAK CINTA SANG PETUALANG"
epesode 10" kunjungan Jiko"


__ADS_3

Zura masih di rawat di rumah sakit karna mengalami luka namun syukurlah tidak ada luka yang serius, pak Han sudah kembali ke apartemen nya Zura masih tertidur saat Jiko datang dan perlahan mendekat memandang lekat wajah Zura yang terlelap dalam mimpi


"manis sekali"ucap Jiko pelan lama Jiko menikmati wajah polos Zura dan terkejut saat Zura bicara tampa membuka mata


"kenapa memandang ku seperti itu" tanya Zura lalu membuka mata membuat Jiko kelabakan mendapati tatapan mata tajam Zura


"hahahaha..." Zura tertawa melihat ekpresi Jiko yang seperti itu, tawa Zura terdengar indah di telinga Jiko


"kamu takut pada ku?"tanya Zura, cepat Jiko menggeleng


"lalu kenapa?" tanya Zura lagi


"aku hanya ingin memandang wajah manis mu"jawab Jiko, Zura duduk diranjang lalu menepuk ruang kosong di sebelah duduk nya


"kemarilah" pinta Zura,Jiko mendekat dan duduk disebelah Zura


"Jiko berhentilah memikirkan aku, dan maafkan aku karna tidak bisa melindungi adik mu" ucap Zura sendu

__ADS_1


"ini bukan salah mu Zura, semua yang terjadi sudah takdir, aku tidak menyalahkan mu, maafkan kata kata ku waktu itu di rumah sakit"ucap Jiko menggenggam tanya Zura


"Zura berjanjilah untuk tetap bersama ku, jangan pergi dari ku" pinta Jiko


"maafkan aku Jiko, aku tidak bisa tinggal bersama mu, tempat ku bukan disini, akan terlalu banyak bahaya dalam perjalanan hidup ku dan aku tidak ingin kamu dalam bahaya karna aku"jawab Zura membuat Jiko tertunduk


"tapi aku tidak bisa hidup tampa mu"suara Jiko terdengar lirih


"kamu pria yang baik Jiko, aku yakin kamu akan mendapatkan seorang wanita yang baik pula" jawab Zura membuat Jiko terkejut


"Jiko, percayalah kamu bisa tampa ku"ada rasa sakit yang di rasakan Zura saat kata kata itu meluncur dari bibir nya membuat nya merasa sesak, wajah Zura memucat bibirnya sedikit gemetar, setitik air mata muncul di sudut matanya


" Zura, kenapa? kamu merasa sakit?" tanya Jiko khawatir


"hanya sedikit nyeri saja" ucap Zura wajah Jiko semakin pias


"jangan khawatirkan aku, aku akan baik baik saja, aku hanya khawatir pada mu" ucap Zura

__ADS_1


"aku? kenapa?" tanya Jiko heran


"aku tidak mau kamu bersedih karna aku, ingat lah aku yang menyebabkan Jenni tiada, harusnya kamu membenciku, bukan mengkhawatirkan aku" ucap Zura


"Zura, kamu tidak bersalah yang seharus nya disalah kan itu aku, aku yang terus mendekati mu, padahal kamu sudah mengatakan untuk tidak mencari mu" ucap Jiko , Zura menghela napas berat mengingat kejadian dimana Jenni tertembak rasa bersalah nya kian memuncak,


"beristirahat lah Zura , jangan pikirkan semua yang terjadi, karna kamu tidak bersalah" ucap Jiko lalu bangkit meminta Zura untuk berbaring Jiko duduk di kursi dekat ranjang meraih tangan Zura lembut mencoba memberi keyakinan bahwah semua yang terjadi benar benar bukan kesalahan nya


" aku mencintaimu Zura" jerit hati Jiko namun takut untuk mengungkapkan semua pada Zura


" pulang dan beristirahat lah aku akan baik baik saja" ucap Zura


"biarkan aku tetap disini, menjaga mu" pinta Jiko


" hari sudah sangat larut sebaik nya kamu pulang"ucap Zura lagi


" aku bahkan tidak bisa duduk tenang dirumah, jadi tolong biarkan aku disini" pinta Jiko lagi dan ahirnya Zura membiarkan Jiko ada di sini malam itu.

__ADS_1


__ADS_2