
Cuaca masih terasa dingin pagi ini, sudah dua minggu Jiko jatuh sakit, Barry menemukan Jiko pingsan di loby cafe, sejak kepergian Zura Jiko terlihat murung dan frustasi Jiko juga sering duduk menyendiri terlihat sangat menyedih kan, bahka Jiko sudah menolak Amara gadis yang selama ini sangat Jiko cintai, Jiko di rawat di rumah sakit pak Johan dan ibu Mira terlihat sangat khawatir ponsel pak Johan berdering
"hallo"sambut pak Johan tampa melihat nomor atau pun nama penelpon
"selamat pagi tuan Johan, saya pak Han bagaimana kabar mu?" jawab pak Han
"trimakasih tuan Han karna anda sudah sudi menelpon ku, tuan keadaan Jiko disini sangat tidak baik" ucap pak Johan sendu
"aku tau itu, karna itu aku menelpon anda, kata kan pada nya aku ingin bicara pada nya saat dia bangun nanti" ucap pak Han
"trimakasih tuan Han" pak Johan terlihat sangat senang dan tersenyum lega mendekati ranjang Jiko mengelus kepala Jiko dengan lembut
"sadar lah nak, Zura menanti mu" suara pak Han lembut, menjelang sore Jiko sadar membuat pak Johan sangat bahagia
" Jiko bagaimana perasaan mu?"tanya pak Johan
"aku lebih baik ayah" jawab Jiko lemah
__ADS_1
"nak ada kabar baik untuk mu, tuan Han ingin bicara pada mu, pagi tadi tuan Han menelpon ayah"wajah pucat Jiko terlihat cerah dan bahagia
"benarkah ayah" tanya Jiko
"Zura?"tanya Jiko lagi
"tuan Han hanya bilang kalau dia ingin bicara pada mu, kau bisa tanya kan hal itu pada tuan Han, tuan Han bahkan tau kalau saat ini sedang sakit"jawab pak JohanTak lama kemudian pak Han menelpon dan pak Johan menyerahkan hp nya pada Jiko
"tuan Han bicara lah pada Jiko" ucap pak Johan
"hallo tuan Han"ucap Jiko
"maaf tuan Han aku..." ucap Jiko menggantùng
"aku tau apa yang kau rasa , tapi Jiko selama? aku mengenal Zura dia tidak suka orang lemah, karna dia tidak pernah mengeluh dengan rasa sakut, aku juga tau Zura merasakan hal yang sama seperti mu tapi Zura tidak menangis, Jiko jika boleh aku bertanya? apakah kau sangat mencintai Zura?" tanya pak Han
" tuan Han bagaimana keadaan Zura?" tnya Jiko sendu
__ADS_1
"Zura baik baik saja" jawab pak Han
"aku sangat mencintaí Zura tuan" ucap Jiko
"bagaimana dengan Amara?" tanya pak Han membuat Jiko terkejut
"bukan kah kalian akan menikah?" tanya pak Han lagi
"tidak tuan Amara dan aku sudah tidak punya hubungan apa pun lagi semua sudah berahir" jelas Jiko
"Jiko, Zura bukan gadis yang mudah percaya pada sesuatu, bahkan sampai saat ini Zura tidak pernah menyebut nama mu di depan ku, walau aku dapat meihat gurat kesedihan di wajah nya, itu lah Zura, dia gadis yang sangat kuat jadi aku berharap kamu juga bisa sekuat Zura" ucap pak Han
"aku tau tuan , aku akan lakukan apa pun untuk bisa meyakin kan Zura" ucap Jiko
" baik lah Jiko cepat lah sembuh, aku akan menjemput mu untuk bertemu Zura" ucap pak Han ahir nya membuat Jiko sangat bahagia
"trimakasih tuan Han, trimakasih banyak" ucap Jiko semangat
__ADS_1
" ayah aku akan bertemu Zura" ucap Jiko
" ya nak cepat lah sembuh" jawab pak Johan penuh haru.