
pak Han ada di ruang kerjanya saat seseorang menelpon nya dan memberikan informasi tentang keberadaan Zura dan sedang bersama siapa
"tuan nona Zura ada di cafe bersama nona Amara"jelas nya
"Amara?' tanya pak Han
"benar tuan Han "jawab orang kepercayaannya nya dengan yakin
"apa yang dilakukan Amara di negara ini? baik lah cari tau apa yang sebenarnya terjadi, aku mau cari tahu semua tentang Amara dan apa tujuan nya datang menemui Zura", perintah pak Han
"baik tuan"jawab orang kepercayaannya lagi lalu menutup telpon
Zura yang sudah keluar dari cafe langsung menghubungi seseorang dan memerintahkan nya untuk menyelidiki tentang Amara, ada kesedihan dihati nya saat mendengar cerita Amara,ada banyak pertanyaan dihatinya saat itu,lalu meninggalkan cafe kembali kerumahnya, beberapa waktu kemudian Zura sampai di rumah, pak Han ,Jiko dan orang tua Jiko sudah menunggu nya di ruang depan, Jiko langsung menghampiri Zura begitu Zura turun dari mobil, Wajah Zura terlihat lelah ada guratan kecewa yang dalam di matanya
"Zura, kamu pergi kemana? kami mengkhawatirkan mu"ucap Jiko cemas
"aku hanya kluar sebentar, dan aku sudah kembali sekarang"jawab Zura lalu melangkah masuk dan duduk di sebelah pak Han
__ADS_1
"ada apa Zura , kenapa Amara menemui mu ",ucap pak Han membuat Jiko dan keluarga nya terkejut tapi tidak dengan Zura
"aku ingin bicara dengan kalian semua "ucap Zura tegas Jiko dapat merasakan perubahan sikap Zura saat ini, tatapan dingin nya sudah terasa membunuh bagi Jiko, Zura terdiam beberapa saat lalu mengeluarkan hpnya, menarik nafas berat dan menatap Jiko
"aku akan bertanya beberapa hal padamu Jiko jadi tolong Jawab dengan jujur "ucap Zura membuat semua orang cemas
"baik lah "ucap Jiko pasrah
"kapan terakhir kali kamu bertemu dengan Amara?"wajah Jiko terlihat pias tangan nya juga terlihat gemetar Zura menatap nya tajam
"tiga bulan lalu "jawab Jiko
"bar Bram"jawab Jiko lagi
"kamu mabuk dan saat kamu bangun kamu Sudah berada di apartemen Amara?",ucap Amara tegas membuat semua orang terkejut, begitu juga Jiko yang mendapat pertanyaan seperti itu
"darimana kamu tau itu Zura?" tanya Jiko
__ADS_1
"jawab saja ya atau tidak "tanya Amara tegas.
"ya"jawab Jiko Ahir nya
"kamu ingat apa yang kalian lakukan malam itu?" tanya Zura lagi
"aku tidak ingat Zura, aku merasa pusing saat minum gelas ketiga dan aku merasa kamu datang padaku, setelah itu aku tidak tau apa apa " jelas Jiko
"baiklah, satu pertanyaan lagi, apa yang akan kamu lakukan jika Amara datang dah meminta pertanggungjawaban mu atas kehamilannya "tanya Zura mulai lelah, pertanyaan itu membuat semua orang di ruangan itu terkejut dan bahkan pak Han
"jika kamu tidak ingin menjawab nya sekarang tidak apa, pikirkan lah jawaban dari pertanyaan ku tadi"ucap Zura Ahir nya
"aku merasa lelah ,aku ingin beristirahat maaf jika masalah ini membuat semua tidak nyaman"ucap Zura Ahir nya lalu pamit masuk ke kamar nya semua sibuk dengan pikiran masing-masing dengan ragu Jiko masuk ke dalam kamar, Zura sedang mandi saat Jiko masuk setelah beberapa saat Zura kluar dari kamar mandi
"Zura"panggil Jiko "boleh aku bicara? tanya Jiko lagi , Zura mengangguk lalu duduk di sisi ranjang
"aku yakin tidak melakukan apa pun malam itu bersama Amara "ucap Jiko Zura lalu menyerahkan hp nya dan memutar Vidio yg di kirimkan Amara tadi
__ADS_1
" aku tidak tau apa yang terjadi malam itu di antara kalian, tapi perlu kamu tau aku bukan orang yang mudah percaya pada ucapan orang lain, aku akan menyelidiki semua ini, sekarang berikan aku waktu untuk sendiri, dan biarkan aku beristirahat sebentar "ucap Zura membuat Jiko tidak bisa berkata apa pun lagi, lalu melangkah keluar kamar membiarkan Zura beristirahat.