
Hari yang cerah di sambut bahagia oleh semua orang tawa ceria terdengar di ruang depan terlihat pakHan dan pak Johan berbincang dengan beberapa rekan, ibu Mirna juga terlihat bahagia bersama Pia, dalam kamar Jiko sedang bersiap siap dengan dibantu beberapa penata rias, Zura sudah selesai di rias dan sedang duduk di depan cermin menatap dirinya sendiri dengan gaun pengantin yang sangat indah, "**inikah wajah itu, wajah anak yang hidup di jalanan, wajah anak yang di tinggalkan orang tuanya di stasiun**?"tanya hati Zura"**ahirnya saat ini tiba, hari pernikahan itu**" ucap hati Zura lagi,Zura masih ingat bagaimana perjalanan hidupnya selama ini, bagaimana dia hidup di jalanan, bertemu pak Han, bertemu Jiko, kematian Jenny, hingga Ahir nya bertemu adik nya Pia dan disini lah Zura saat ini.
"Zura" panggil pak Han Zura hanya diam wajah nya terlihat datar, ada kesedihan di matanya
"ada apa Zura? kau terlihat sedih"tanya pak Han
"tidak ada apa apa ayah,
"tapi kamu terlihat tidak bahagia"ucap pak Han lagi, Zura menarik nafas berat memejamkan kan mata lalu menatap pak Han lekat
"ayah apakah ini benar ayah?"tanya Zura
"nak, ada apa kenapa kamu terlihat gelisah?"
"ayah apakah aku bisa membantu Jiko bahagia, sedang kan aku sendiri tidak tau apa itu kebahagiaan"ucap Zura sendu
__ADS_1
"apa kamu takut Zura? tanya pak Han lagi
"ayah, aku tidak pernah takut jika hal apapun terjadi pada ku, tapi aku takut jika terjadi sesuatu pada kalian , aku takut ayah"ucap Zura gelisah
"nak tidak ada yang akan terjadi pada kita semua,kamu ingin tau apa itu kebahagiaan?
seperti apa perasaan mu saat kamu bisa menyelesaikan pekerjaan mu, kembali kerumah dan bertemu Ayah?"tanya pak Han
"aku merasa damai ayah"jawab Zura
Dialtar Jiko sudah berdiri menunggu Zura, pak Han berjalan mendampingi Zura yang terlihat sangat mempesona dengan gaun putih nya, wajah nya terlihat anggun,
"kau terlihat sangat cantik Zura"ucap Jiko saat sudah berada di samping nya, dan terlihat Zura tersenyum manis , acara berlangsung hitmad dan berjalan lancar Jiko dan Zura tersenyum bahagia
"kak Zura, selamat ya kak"ucap Pia lalu memeluk Zura "selamat ya kak Jiko, tolong jaga kak Zura dengan baik"pinta Pia pada Jiko
__ADS_1
"tentu Pia" jawab Jiko mantap sambil melirik Zura "ayo sekarang peluk aku"pinta Jiko dan Pia memeluk Zura dan Jiko bersamaan
Malam sudah larut dan semua tamu sudah pulang Zura duduk di lantai kamar nya menundukkan kepala, memejamkan mata sambil mencerna apa yang terjadi karena Zura merasa semua berubah begitu cepat ada segudang kekhawatiran yang Zura rasakan,meresapi dan mencoba menguap semua rasa,Zura menarik nafas dan menghempaskan nya kuat
"Zura"suara Jiko terdengar khawatir
"ada apa Zura?apa kamu baik baik saja?
"aku baik baik saja,aku hanya lelah"jawab Zura sambil membuka mata
"kamu yakin?"tanya Jiko
"ya, aku hanya ingin beristirahat tadi"jawab Zura
"kenapa tidak diranjang? kenapa di lantai? tanya Jiko.
__ADS_1